Ketika Kelangkaan Masker Saat Pandemi Corona Menjadi Ladang Penghasilan Yang Menjanjikan


Pandemi Corona belumlah berakhir. Kalau dulu memakai masker saat keluar rumah, merupakan satu pilihan. Karena yang sehat tidak diperlukan memakai masker. Ingat gak sih dulu awal-awal Indonesia heboh dengan wabah Corona sehingga menyebabkan kelangkaan masker dimana-mana? Karena traffic demand melebihi supply, akibatnya harga naik, dan menyebabkan kelangkaan dimana-mana. Tapi karena kelangkaan ini menyebabkan masyarakat jadi kreatif dan justru menjadikan kelangkaan masker ini menjadi sumber ekonomi lho. 

Harga Masker Mencapai Harga Sebuah Smartphone!

Kalau dulu sebelum ada wabah Corona, saya cuma tahu jenis masker itu ya yang warnanya hijau atau abu-abu, yang suka dijual di apotik atau drug store. Namanya Masker Sensi. Dulu saya juga sering stock masker Sensi ini di rumah dan dipakai saat anggota keluarga ada yang sakit. 



Tapi sekarang saya jadi paham, selain masker Sensi, ternyata masih banyak ya macam-macam masker. Salah satunya adalah masker N95. Masker ini yang sering saya lihat para tenaga medis pakai. 

Saya masih ingat betul, dulu ada berita, bahwa ada orang yang menjual sebuah masker bisa mencapai 300ribu bahkan ada yang sampai 1,5juta lho, wow! Sungguh angka yang fantastis ya. Saat semua orang membutuhkan tapi ada yang memanfaatkan situasi sulit ini. Karena panic buying, alhasil orang-orang jadi memboyong semua jenis masker, bahkan masker untuk kebutuhan medis seperiti N95 pun laris manis bak kacang goreng di pasaran. Padahal masker N95 ini hanya boleh dipakai bagi dokter dan tenaga kesehatan yang menangani pasien dengan infeksius tinggi seperti pasien yang terinfeksi virus Corona, Covid-19. 


Kini masker N95 menjadi langka di pasaran dan banyaknya penimbun sehingga menyebabkan harga naik dua kali lipat. Padahal semua tenaga kesehatan sedang membutuhkannya. 

Kebijakan Pemerintah Terhadap Kelangkaan Masker

Karena masyarakat mulai resah, tidak nyaman, alhasil setelah pemerintah memberikan kebijakan terhadap kelangkaan masker, baru deh situasi mulai terkendali. Apa saja kebijkannya? Pembatasan ekspor masker ke sejumlah negara-negara tujuan, sidak terhadap penjualan masker di beberapa titik, sampai pembatasan pembelian masker. 1 orang hanya boleh membeli maksimal 5 box masker. 

Program Masker Untuk Semua

Menanggapi kondisi ini, sesuai dengan anjuran WHO, pemerintah langsung membuat kebijakan (solusi), yaitu dengan menjalankan program 'masker untuk semua'. Selain itu setiap orang yang ingin keluar rumah diwajibkan untuk memakai masker. Jika menggunakan masker kain, tidak lebih dari 4 jam pemakaian (untuk masker kain). Jadi baik yang sakit maupun yang sehat dijawajibkan memakai masker. 

Alhasil apa?

Alhasil membuat orang berpikir kreatif, kalau memakai masker sensi setiap hari, bisa terhitung mahal, sangat berpengaruh terhadap budget (pos pengeluaran rumah tangga). Karena 1x pemakaian maksimal hanya boleh 4 jam. Itu artinya kalau misalnya orang beraktivitas minimal 1 hari orang bisa memakai 2 pcs. Boros bukan?

Transformasi Masker Menjadi Sumber Penghasilan


Untuk itu orang sekarang berpikir komersil, gimana caranya tetap memakai masker dalam jangka waktu yang lama, dan bisa dipakai berulang kali jadi lebih hemat?

Nah, salah satunya adalah orang sekarang membuat masker kain. Hampir semua konveksi yang saya perhatikan memproduksi barang yang paling dibutuhkan semua orang. Sekarang masker jadi mudah kita temukan dimana-mana. Harganyapun sangat reasonable, tidak lagi semahal dulu.

Bahkan masker juga menjadi salah satu fashion lho 😉


Source : Popbella

Para desainer dunia juga ikut andil dalam pembuatan masker corona sebagai bagian dari fashion.




Bahkan di Jepang juga ada yang membuat masker dari bra yang tidak terpakai lho, contohnya seperti yang dipakai model Jepang Yumeno Asahina ini nih, keren dan inovatif ya 😍





Kalian juga bisa lho memanfaatkan fenomena masker corona ini menjadi sebuah ladang penghasilan. Cara membuatnya juga tidak sulit. Cukup siapkan mesin jahit atau alat jahit, bahan dan niat 😊 tutorial di Youtube-pun bertebaran. Kalau saya ada waktunya saya juga mau nih produksi masker Corona, kebetulan di rumah juga ada beberapa perca kain batik yang tidak terpakai. Saya prediksi sih penjualan masker Corona masih akan tetap dicari sampai akhir tahun. Kalaupun Virus Corona sudah berakhir, maskernya kan bisa dipakai untuk kebutuhan naik motor atau beraktivitas diluar rumah kan? 



Bagaimana, apakah kalian juga berinisiatif membuat masker sendiri? 😁

Semoga artikel saya bisa bermanfaat.

25 comments

  1. Nah, buat saya yang gak mudeng tentang jahit menjahit ini, semacam gak mungkin bikin masker sendiri, xixiiixii. Kecuali ikutan tutorial bikin masker yang tanpa perlu proses menjahit.

    Sejak pandemi, saya masih ada stok masker di Jogja. Dulu banget, pas merapi meletus, belilah 1 dus masker. Disimpen bertahun-tahun, dan kemaren pas pandemi, Ibu di Jogja ngirim masker tersebut ke saya yang sekarang tinggal di Jakarta.

    Btw, suka gemess sama masker-masker dengan motif girly yang lucu-lucu, tapi kok saya gak pede ya pakenyaaa, xixiixiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo masker disimpan lama2 gitu emangnya masih bisakah? Setauku gak deh. Nanti bukannya sudah gak steril lagi ya?

      Iya itu maskernya pada kreatif2 semua ya. Yang aku pertanyakan itu masih efektif gak untuk menangkal virus coronanya? apa cuma menang fashion aja? :D

      Delete
  2. Masker, being the new normal in our life. Tapi kalau sampai masker-masker yang bermotif berlebihan, kok malah aneh yaa buatku. So far stok masker di rumah juga, akhirnya menggunakan masker kain, daripada beli mahal masker2 merk sendi dkk nya itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan sendi, tapi sensi kali maksudnya :D

      Iya better pakai masker kain, jadi lebih hemat jatuhnya.

      Delete
  3. Anakku kemarin coba bikin masker sendiri pakai kain yang ada di rumah, eh gak lama dia minta dibeliin kain katanya mau jualan masker hehehe padhal di rumah gak punya mesin jahit.
    Aku termasuk yang gak kuat pakai masker sesak nafas rasanya, makanya kalau gak perlu banget gak akan keluar rumah sekarang ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Katanya gampang tuh bikinnya. Pakai jarum tangan bisa. Ya memang lebih rapih pakai mesin jahit sih :)

      Delete
  4. Oliiin, maskernya lucu-lucu. Yang bekas bra juga. Kalau ga dibilang itu dibuat dari bekas bra aku malah ga ngeh hahaha. Sebel ya liat kelakuan para penimbun masker ini. Di sisi lain aku seneng lihat kesadaran pake masker semakin meningkat, termasuk pedagang keliling yang 1-2 masih lewat depan rumah pada pake masker

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inovatif kalo kataku mah itu yg dari bra, and super niat :D

      Delete
  5. Hmm.. ada yang bilang masker dengan pernak-pernik gitu malah bahaya. Soalnya smisal maskernya pake manik-manik gitu, virusnya malah nempel ke manik-manik. Kan syerem yak!

    Cuma yang jelas tahun ini sih bukan lagi bagus-bagusan gamis tapi bagus-bagusan masker, hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ohgituu.. tapi di IG itu hitss banget masker yang pernak pernik gitu.. plus bajunya full bordir :) kalo aku sih liatnya jadi aneh :) mungkin maksudnya buat fashion kali ya.

      Delete
  6. Bisa dicoba niiih, bikin masker sesuai dgn personality masing2 yaaaa
    Selain buat isi waktu selama #DiRumahAja, kayaknya asyik gitu kalo pake masker yg dibikin khusus buat kita

    ReplyDelete
  7. Aku udah bikin Mbak Oline. Pakek kain katun aja tak rangkap dua. Bagian dalamnya aku lapisi kain spunbound. Sempat bikin itu gara-gara beli online mahal dan gak berani keluar. AKhirnya bikin 3 buat nambah stok yang sudah ada.

    ReplyDelete
  8. kalo aku sih pake masker kain daripada beli masker sensi. harganya masih dibilang wajarlah..

    ReplyDelete
  9. Kelangkaan masker di masa Pandemi ini begitu meresahkan, terlebih bagi yang keseharian nya di dunia medis.
    Untuk yang non medis penggunaan masker kain itu juga udh cukup inovatif dan sekarang coraknya juga bagus2
    Ahh semoga saja masalah wabah ini lekas berakhir dan semua kembali membaik

    ReplyDelete
  10. Aku suka tuh Olin masker kain yang ada pernak-pernik cantik cocok buat kondangan hihi

    ReplyDelete
  11. Aku kadang penasaran sih mba pengen coba buat masker sendiri di rumah, apalagi tutorialnya banyak ya. Cuma memang prioritas pekerjaan yang lain dulu

    ReplyDelete
  12. Banyak banget ya model masker saat ini.. akupun jadi pusing pilih yang mana hehe.. udah punya selusin padahal.. tapi masih pengen model yang lain.. ini itu ingin semua hehe.. tapi aku masih belum ada rencana bikin masker sendiri sih.. masih ingin beli aja

    ReplyDelete
  13. Saya sempet ngikik pas ada pemberian nobel kepada penemu masker Bra. Kayaknya bukan dari Jepang deh, Mba. Tapi daerah Barat sana, cuma saya lupa itu negara mana. Karena yang nemuin kan dokter juga.

    ReplyDelete
  14. Iya masker ini juga menjadi ladang usaha dan kreativitas banyak orang sehingga banyak muncul model bahan kreasi untuk masker asik aja sih Kalau menurut aku

    ReplyDelete
  15. Alat jahit ada. Bahan ada.
    Kalau saya, yang susah tuh ngumpulin niatnya. Beli jadi aja deh, 10 ribu udah dapat

    ReplyDelete
  16. Terkadang kreatifitas itu muncul di saat sedang terdesak, Mbak. Takjup juga melihat aneka fashion masker saat ini. Jadi bukan lagi sebatas alat pelindung diri demi kesehatan, tapi bisa untuk bergayaan juga, ya. Bahkan ada desain khusus masker untuk pengantin.

    ReplyDelete
  17. selain rajin maskeran kain, aku juga rajin maskeran oatmeal #hahahha (kabuur aaaaah)

    ReplyDelete
  18. Tantangan banget yaa...
    Bikin masker sendiri. Ini lebih ribet karena kita harus survey bahan dan cari model yang pas.
    Enakan beli aja deeh... **nyerah sebelum bertanding, heuheuu~

    ReplyDelete
  19. Sekarang kalau gak salah masker udah mulai ada lagi, kapan hari cek di marketplace tapi gak beli krn udah ada banyak masker kain jg di rumah hehe.
    Masker menjadi benda populer skrng ya mbak semoga kebiasaan baik pakai masker terutama kalau sakit walau pandmi usai msh bisa jalan

    ReplyDelete
  20. Keren tuh masker dari bra, keadaan membuat seseorang menjadi kreatif ya mbak. Sayangnya masih aja ada orang yang panic buying dan tidak mementingkan sesama. Tapi alhamdulillah banyak juga orang baik yang mau berdonasi masker, khususnya untuk para petugas medis

    ReplyDelete