Ini Alasanku Baru Sadar Pentingnya Asuransi Untuk Penyakit Kritis




Beberapa bulan lalu saya sempat mengikuti berita dunia artis, yaitu tentang kasus Ria Irawan yang sedang berjuang melawan penyakitnya, penyakit yang paling ditakuti oleh semua orang, yaitu kanker. Ria Irawan terkena penyakit tumor dan kanker kelenjar getah bening yang kini kembali aktif. Suaminya begitu perhatian 24 jam penuh merawatnya. Dan yang menjadi highlight saya cerita dari Ria Irawan adalah, bahwa biaya selama pengobatannya, ia menggunakan BPJS. Kemudian saya berpikir, seandainya saya di posisi Ria Irawan, sakit seperti itu, biayanya darimana ya? Saya dan suami gak punya BPJS, seriously, selama ini kami hanya mengandalkan asuransi kantor saja. Kalau misalnya ditanya, masih ada orang yang gak punya BPJS? Iya ada, saya. Lalu saya tanya lagi ke suami, apakah seandainya kita menderita critical illness (penyakit kritis) seperti ini, apakah asuransi juga mau mengcover? Trus suami menjawab, gak. Hah? Disitu kemudian kepala saya cenat-cenut 😁


Ya, untuk urusan kesehatan, saat ini saya memang hanya mengandalkan asuransi kesehatan dari kantor suami. Dan asuransi suami mengcover bisa sampai 4 orang, itu artinya saya, suami dan 2 orang anak. Tapi hanya bisa untuk rawat jalan, rawat inap dan untuk penyakit-penyakit biasa aja, bukan seperti jantung, stroke ataupun kanker (penyakit tidak menular). Terlebih lagi beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan teman lama saya, dia bilang, bahwa asuransi kesehatan yang kita miliki sebenarnya itu belum menjamin hidup kita aman. Lho kok gitu? Iya, penyakit tidak menular bisa menyerang siapa saja, dan kapan saja. Contoh saja teman SMP saya, yang hidupnya tergolong sehat, hampir setiap kali saya melihat dia rajin berolahraga, menerapkan pola hidup sehat, tapi ternyata ia bisa terkena serangan jantung. Kasihan banget, padahal ia memiliki istri dan 2 orang anak yang masih membutuhkan perhatiannya. 

Jadi saya walaupun saya punya asuransi kesehatan biasa, harus bikin asuransi kesehatan lagi, untuk penyakit kritis nih?
Pertanyaan itu terus mengiang-ngiang di kepala saya. Saya berpikir, buat apa saya mempunyai asuransi kesehatan lagi, sedangkan saya sudah punya asuransi kesehatan dari kantor suami?

Tahun lalu suami juga sempat cerita kalau teman kantornya ada yang meninggal dunia di usia 32 tahun, lagi-lagi karena serangan jantung. Ya memang jelas, gaya hidupnya tidak sehat, workaholic tapi tidak diimbangi dengan pola hidup yang sehat. Sering pulang malam, bahkan sering tidur di kantor, jam aktif tidak menentu, siang hari tidur lalu malam hari bekerja. 

Jadi yang pola hidupnya sehat ataupun pola hidupnya tidak sehat, sama-sama beresiko terkena penyakit serius ya? Lalu apa yang salah?

Mungkin kalau dulu penyakit tidak menular seperti ini tidak begitu banyak ya, tapi jaman sekarang,  jaman yang dimana semua serba dipermudah, semakin muda orang terkena penyakit tidak menular ini.

Contohnya adalah penyakit kardiovaskular. Baik pria maupun wanita sama-sama beresiko. Berdasarkan data Kemenkes tahun 2013, sebanyak 39 persen penderita jantung di Indonesia yang berusia 44 tahun ke bawah. 22 persen di usia 15-35 tahun. Dan penderita tertinggi di usia 45-65 tahun. Dan penyebab paling tinggi adalah obesitas. Makanya saya selalu warning banget ke suami untuk selalu jaga pola makannya, terlebih sekarang suami memasuki angka overweight.


Langkah apa yang menjadi antisipasi saya untuk keluarga?

Simple things, pertama, saya sebagai ibu rumah tangga selalu menyajikan menu makanan yang jauh dari makanan jauh dari menu makanan berlemak. Bukan tidak pernah sama sekali, tapi benar-benar saya batasi. Terlebih lagi mengingat penyebab ayah saya meninggal karena gagal ginjal. Jadi benar-benar warning untuk makanan berlemak. Setiap hari saya selalu menyajikan sayur dan buah untuk menu keluarga.

Kedua, setiap minggu hampir tidak pernah absen saya selalu mengajak anak dan suami untuk berolahraga. Yaitu olahraga jalan dan lari pagi. Paling tidak kardio dan otot kami bekerja.

Ketiga, usahakan tidur tidak kurang dari 8 jam per harinya. Sesibuk apapun

Keempat, sesulit apapun masalah kami, saya bilang ke suami, cobalah untuk berusaha untuk bahagia. Bersyukur untuk hal sekecil apapun. Karena jika kita stres, bukan tidak mungkin kita bisa terkena penyakit kritis.

Dan untuk penyakit kanker, wanita memiliki resiko paling besar. Pasti diantara kamu juga ering mendengar ya bahwa wanita sangat berpotensi terkena penyakit seperti kanker, dan yang paling banyak kita temukan adalah kanker rahim dan payudara. Sedangkan pada pria adalah kanker prostat (umumnya diatas usia 50 tahun).





Perlukah Seseorang Memiliki Asuransi Penyakit Kritis?


Saya sempat berpikir, seandainya saya terkena penyakit kritis diatas (jangan sampai terjadi sih),  kami gak punya asuransi yang bisa mengcover penyakit tersebut, asuransi suami juga tidak bisa mengcover, bagaimana dengan kehidupan Rissa dan Narend? Jujur aja dulu waktu saya ditawari asuransi oleh seorang teman, belum mengerti seberapa penting asuransi kritis itu. Dan perlu dipertimbangkan karena saat ini setiap orang sangat rentan terkena penyakit kritis.

Jadi saran dari teman saya bahwa seseorang itu perlu memiliki asuransi penyakit kritis itu ternyata ada benarnya ya. Bahwa memiliki asuransi penyakit kritis itu bukan lagi suatu pilihan hidup, tapi keharusan. Apalagi melihat data daya diatas dan mengingat usia saya sudah 35 tahun keatas, harus punya persiapan diri.

Saya sih pengennya punya asuransi kesehatan khususnya untuk penyakit kritis tapi yang gak mahal, secara saya gak punya banyak waktu untuk keluar rumah, untuk mengurus administrasi asuransi, jadi kalau ada sih, saya ingin asuransi yang sesuai budget dan mudah kepengurusannya.

Lalu saya coba browsing-browsing untuk asuransi penyakit kritis, ternyata saya mendapat referensi Asuransi Flexi Ciritcal Illness dari Astra Life. Udah ada yang pernah dengar atau coba bergabung?

Asuransi Flexi


Sebelum saya masuk ke flexi critical illness, saya jelaskan dulu ya apa itu asuransi flexi, mungkin diantara kamu ada yang baru pertama kali mendengar. Jadi asuransi Flexi adalah asuransi jiwa murni yang dimana uang pertanggungan dan preminya bisa ditentukan oleh nasabahnya sendiri. 

Beberapa Kelebihan Asuransi Flexi

Asuransi Flexi memiliki kelebihan diantaranya :

1. Satu polis bisa seumur hidup
2. Cukup bayar resiko saat ini atau usia saat mendaftar. Misalnya, orang usia muda biasanya memiliki risiko yang lebih kecil dibanding dengan orang berusia tua. Sehingga premi bisa dibayar lebih murah dan disesuaikan dengan risiko hidup setiap tahunnya. Polis bisa otomatis diperpanjang hingga usia 85 tahun.
3. Dapat mengubah premi secara online sesuai kebutuhan dan kemampuan kita, misalnya bulan ini bayar Rp 500.000/bulan namun karena bulan depan harus renovasi rumah jadi bisa menurunkan premi jadi Rp 200.000,-
4. Pembayaran premi dapat dilakukan secara per-bulanan, atau per-tahun
5. Perlindungan hingga 5M tanpa cek medis
6. Tanpa biaya komisi
7. Pembelian dapat dilakukan di website https://ilovelife.co.id/
8. Jangka waktu produk (durasi masa berlaku) adalah 1 tahun/

Asuransi Flexi Critical Illnes

Sedangkan untuk asuransi flexi critical illness adalah asuransi yang memberikan perlindungan atas penyakit kritis utama yang paling banyak terjadi yaitu stroke, penyakit jantung, dan kanker. Dengan harga premi terjangkau dan besar nilai perlindungannya bisa kita atur sendiri secara online. 

Kelebihan Asuransi Flexi Critical Ilness


1. 50% dari uang pertanggungan akan dibayarkan saat kita terdiagnosa kanker tahap awal, membantu kita dan keluarga memiliki dana untuk melakukan pengobatan dan melawan kanker. Kanker tahap awal adalah Carcinoma in situ pada organ (payudara, rahim, indung telur, tuba falopi, vagina, dan sebagainya). Dan juga kanker prostat, tiroid, kandung kemih, dan sebagainya.
2. Nilai perlindungannya hingga 2 Milyar, gak perlu medical check up dan 100% bisa dilakukan di online. 
3. Nilai preminya murah, karena dihitung berdasarkan resiko setiap tahun saja. 
4. Komitmen tahunan dan otomatis diperpanjang sesuai kebutuhan kita sampai kita berusia 85 tahun. Jadi kita gak perlu repot perpanjang ulang setiap tahunnya. 

Bagaimana Cara Bergabung di Asuransi Flexi?

Kayaknya menarik ya, baru diagnosa awal aja (istilahnya) kita sudah diberikan modal untuk pengobatan. So, akhirnya saya coba bergabung di Asuransi Flexi Critical Ilness ini. 

Kamu bisa masuk ke halaman awal Asuransi Flexi Critital Illness ini. Lalu klik Cek Sekarang.



Nanti kamu akan diberikan pertanyaan (survey) terlebih dahulu. Jawab dengan jujur apa adanya ya.




Kemudian kamu disuruh untuk mengisi data pribadi kamu.



Nah, nanti kamu akan dapat perhitungan (simulasinya) seperti di bawah ini. Jumlah uang pertanggungannya bisa disesuaikan dengan budget kamu. Disini saya coba memilih yang Rp. 50 juta.


Untuk pembayaran premi, disini bisa dipilih pertahun, 3 bulan atau 6 bulan. Karena saya gak mau repot, saya jadi memilih yang pertahun saja. Biaya premi pertahunnya aja masih lebih murah daripada biaya sekolah anak 😊



Kemudian kamu harus mengisi data diri kamu


Nanti kamu mendapat ringkasan manfaat asuransi kamu seperti ini



Kemudian setelah itu kamu akan diminta konfirmasi untuk surat pernyataan bahwa apa yang kamu isikan datanya adalah benar adanya.

Lalu setelah itu, kamu akan diberikan nomor rekening virtual, yang digunakan untuk pembayaran.

Klik lanjut.

Selanjutnya kamu bisa membayar premi ke nomor rekening tujuan yang tertera di website.

Testimoni

Setelah saya coba sendiri, ternyata memiliki polis untuk asuransi critical illness mudah, cepat dan 100% online sangat memudahkan saya ya. Gak hanya itu sih, tapi juga uang premi per bulan atau bahkan per tahunnya sungguh tidak membebani saya, cukup affordable.

Kalau kamu mau coba membeli asuransi flexi atau Flexi Critical Ilness, bisa pakai kode saya ya BLOGCAROLINE75

Finally, hidup saya kini lebih tenang. Ini adalah bukti cinta saya untuk yang tersayang.

Terima kasih buat yang sudah membaca cerita dan pengalaman saya. Kalau kamu ada pertanyaan, boleh lho drop di kolom komentar. Semoga artikel saya bisa bermanfaat ya.


1 comment

  1. Penyakit kritis saat ini seringkali gak mengenal batas usia. Masih muda pun bisa terkena. Memang bagusnya punya asuransi untuk jaga-jaga

    ReplyDelete