IPOTPAY Fund Talk with Millennials #4: Waktu yang Tepat Investasi Reksa Dana


Beberapa minggu lalu saat saya sharing tentang investasi saham di Instastory, banyak yang bertanya kepada saya, apakah saham itu aman? Apakah saham itu riba? Lalu saya tanyakan kembali, apa yang dimaksud dengan riba? Dan tahu darimana kalau saham itu riba? Oke, saya memang bukan pakarnya bahas soal riba, tapi yang jelas sekarang udah ada saham syariah, jadi kalau memang yang antipati tentang saham itu riba, bisa memilih syariah. Oke, demikian dijawab chat saya. Lalu saya tanya lagi, sudah mau mulai investasi? Belum, katanya masih takut. Takut apa? Takut gak bisa mainnya, gak ngerti, udah ah nabung di deposito aja biar aman. Nah lho, daritadi nanya soal riba atau gak, tapi saat saya tanya mau mulai investasi atau gak di saham, jadi mundur lagi 😊


Mungkin diantara kamu bingung, yang biasanya postingan saya tentang beauty and lifestyle, kenapa kali ini tiba-tiba finance ya? 😁 As you know, saya memang excited sekali kalau bahas soal finance, terlebih lagi dalam waktu 6 bulan terakhir ini, karena saya lebih banyak waktu di rumah, jadi saya alokasikan waktu saya untuk family time, sekaligus belajar tentang saham. Yes, saya memang sedang gencar-gencarnya belajar sekaligus bermain saham, untuk investasi pendidikan anak (Narend), jadi saya ingin share ke kalian semua apa yang sudah saya pelajari selama ini, tentunya disesuaikan dengan profile saya sebagai seorang mama yang memiliki 2 orang anak, yang hidup di peralihan generasi millennials, serta nanti saya akan share seberapa penting seseorang harus (banget) memiliki yang namanya investasi ya.

Oke, sebelumnya persamakan persepsi dulu ya. Kalau saya bilang, cuma investasi yang bisa melawan inflasi. Sepakat ya? Jadi sudah menjadi kewajiban kita yang namanya punya investasi. Investasi itu bisa bermacam-macam bentuknya, ada yang di tabungan biasa, Logam Mulia (LM), Deposito, Reksadana, atau Saham. Semua punya kekurangan dan kelebihan masing-masing, nah tinggal disesuaikan aja dengan profile kita, kita itu sebenarnya buka instrumen investasi tersebut gunanya untuk apa. Jangan investasi hanya untuk ikut-ikutan trend aja. Tapi benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan kita apa. Karena setiap investasi itu berbeda-beda perlakuannya. 

Selanjutnya di artikel saya ini saya mau ajak kamu untuk bahas soal investasi reksadana dan saham. Sebelumnya kamu sudah paham betul macam-macam dari reksadana? Untuk pemanasan, saya mau ajak kamu baca tulisan saya dibawah ini ya. 


Oke, sedikit banyak sudah paham ya. Tapi zaman sekarang khususnya masih ada yang memilih investasi di deposito lho. Kebanyakan sih karena aman. Iya, saking amannya return atau imbal hasilnya juga 'bener-bener aman' alias keuntungannya gak signifikan. Jadi prinsipnya adalah high risk, high return. Jadi kalau mau dapat imbal hasil yang besar, investasinya juga besar. Sebanding ya.

Kalau mau investasi, kapan ya seharusnya saya beli reksadana?

Saya yakin pasti diantara kamu banyak banget yang akan bertanya seperti ini. Karena memang saya sudah membuktikan sendiri hasilnya terpampang nyata, bahwa memang saya sudah mendapatkan return lebih dari sekedar bunga bank konvensional. So, di tulisan saya ini saya akan memberikan guideline kamu, kapan saatnya kamu harus membeli reksadana dan reksadana apa yang harus kamu beli. 

Fun(d) Talk With Millennials

Hari Sabtu 2 November 2019 lalu kemarin saya menghadiri acara workshop bertemakan Fun(d) Talk with Millennials bersama Indopremier. Ipotpay Fund Talk with Millennials adalah acara dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang produk pasar modal khususnya reksadana yang dipersembahkan oleh Indopremier sebagai Agen Penjual Reksa Dana Online terlengkap di Indonesia, yang peduli dengan keuangan generasi millennials, yang diimplementasikan melalui kegiatan workshop, talkshow, dan sharing seputar reksadana yang dihadiri oleh expert yang sudah berpengalaman di bidang pasar modal khususnya reksadana.




Nara sumber yang dihadirkan disini ada 2 orang, yaitu Pak Liyanto Sudarso, CSA, beliau adalah penulis buku Taktis Berinvestasi Reksadana, Certified Securities Analyst (CSA), dan juga Wealth Distribution at Manulife Asset Management dan juga ada Billy Budiman, CSA, PFM, CRP, beliau adalah seorang Equity Fund Manager Sucorinvest.




Untuk sesi pertama dibuka oleh Pak Mattheus Raharja, selaku Brand Manager Ipotpay.

Ada 1 kalimat dari beliau yang membuat saya cukup tertarik, bahwa dengan kita berinvestasi reksadana, ini bisa dijadikan passive income lho. Ada nasabahnya yang menaruh uangnya senilai 40juta di Indopremier, setiap bulannya dia bisa mendapatkan imbal hasil dalam 2 digit katanya. Wow, menarik banget ya.

Mattheus Raharja, Brand Manager Ipotpay

Pak Mattheus menjelaskan sekilas apa itu Indopremier. Oke, saya jelaskan secara singkat juga ya, mungkin diantara teman-teman ada yang belum tahu.

PT. Indo Premier Sekuritas (Indopremier) adalah perusahaan penyedia jasa keuangan terintegrasi di bidang pasar modal yang melayani klien individu maupun coorporate berdasarkan ijin Badan Pengawas Pasar Modal (OJK). Selain itu juga beliau menjelaskan melalui acara ini Indopremier mengharapkan supaya para investor gak hanya parkir uangnya di Ipotpay aja, tapi juga secara aktif melakukan investasi yang memiliki sedikit resiko, yaitu reksadana. Beliau ingin nasabah paham bahwa reksadana pasar uang jauh lebih menguntungkan ketimbang hanya simpan uangnya di Rekening Dana Nasabah (RDN). Uang yang disimpan perlu dikembangkan sebagai aset yang memberikan nilai tambah di masa depan.

Acara talkshow ini dihadiri sekitar 60 orang anak muda yang keseluruhannya merupakan nasabah Ipotpay (termasuk saya) 😊 Jadi saat Pak Mattheus menjelaskan tentang apa itu Indopremier, semua langsung terkoneksi, paham, dan aktif sahring bersama apa itu reksadana, saham, jadi acara ini benar-benar hidup 😊 Ada yang datang bersama orangtuanya, ada juga yang datang bersama pacarnya, atau juga rekannya. Pokoknya beragam deh audiencenya.

Berbagi Keuntungan Bila Investasi di Indopremier


Di Indopremier itu memiliki aplikasi IpotGo dan IpotPay yang bisa kalian download (unduh) di Apps Store dan iOs. 2 aplikasi ini menurut saya wajib banget kalian miliki di smartphone kalian, jangan cuma ojek online aja ya 😋




Lifestyle kenceng, ya investasi juga kenceng 😉




Kamu bisa mulai investasi hanya dengan Rp. 100ribu saja setelah registrasi selama 1 jam bisa langsung digunakan. Kamu bisa memilih dan membeli 252 produk reksadana dari 40 manager investasi yang bebas biaya admin dan bisa tukar secara instant lintas produk reksadana. Selain itu nasabah bisa menikmati fitur evaluator dari seluruh produk reksadana, investasi berkala, penempatan dan pembayaran otomatis, serta penarikan dana secara instan melalui ATM. Dan masih banyak lagi.

Sebanyak itu ya manfaatnya. Saya pernah coba untuk transfer dari RDN BCA saya ke Rekening BCA saya pribadi, ternyata prosesnya tinggal klik-klik aja, langsung cuss masuk ke rekening BCA saya. Enaknya setiap hari terus berbunga, gak pakai ribet dan bebas biaya admin lagi.

Dengan adanya fitur PPO secara otomatis, setiap ada dana di RDN, itu sudah dapat ditempatkan di reksadana pasar uang yang resikonya sangat rendah dan sudah dapat menghasilkan imbal hasil harian.

Serba Serbi Investasi Reksadana by Liyanto Sudarso


Selanjutnya masuk ke sesi sharing pertama oleh Liyanto Sudarso, CSA. Beliau menjelaskan tentang seni berinvestasi di reksadana, terutama dari segi alokasi portfolio tentang kondisi waktu yang tepat untuk berinvestasi pada masing-masing jenis reksadana mulai dari reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham.

Dan untuk talkshow kali ini Pak Liyanto hanya menekankan 2 reksadana saja, yaitu Reksadana Pasar Uang VS Reksadana Pendapatan Tetap. Kenapa gak semuanya? Nanti saya jelaskan di bawah.





Dari peserta yang hadir, rata-rata saat ditanya oleh Pak Liyanto, hampir 90% nya menjawab, mereka memilih instrumen reksadana pasar uang. Kenapa? Karena memakai prinsip high risk - high return, tapi memilih investasi yang masih relatif aman ketimbang saham, makanya dipilihnya adalah reksadana pasar uang. Itulah memang yang terjadi pada kaum millennials sekarang, memilihnya reksadana pasar uang, parkir uangnya di reksadana, lalu didiamkan selama beberapa waktu, lalu di akhir hari mengambil keuntungannya. Tapi tanpa memikirkan faktor lainnya. Padahal jika kita bisa membaca ekonomi suatu negara, khususnya saat ini, reksadana pendapatan tetaplah yang lebih menguntungkan.

Beberapa faktor dan tools yang mempengaruhi pembelian reksadana

Untuk menjawab pertanyaan diatas, reksadana apa yang harus saya beli, ada beberapa faktor yang harus kamu perhatikan :

1. Finansial Indikator, seperti GDP (Gross Domestic Product)
GDP adalah nilai pasar semua barang dan jasa akhir yang diproduksi di suatu negara dalam jangka waktu tertentu.


Gak usah pusing menghitung sendiri, kalian bisa langsung cek aja di www.trendingeconomics.com, ini tampilan data ekonomi setiap negara secara real dan live. Dan negara kita Indonesia itu sangat bergantung kepada consumtion. 2 tahun belakangan ini marak perang dagang yang mana mempengaruhi export-import dan nilainya kurang dari 5%.




2. Inflation Rate
Tinggi atau rendahnya angka Inflation Rate, akan menentukan saham apa yang akan kita beli. Dan inflasi itu sangat erat kaitannya dengan suku bunga. Udah tau ya kalau reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang isinya adalah surat hutang (bond). Dan suku bunga berbanding terbalik dengan hutang. Saat suku bunga turun, harga hutang naik. Makanya saat ini suku bunga sedang turun, dan ini sangat berhubungan dengan KPR. Dengan pemerintah menurunkan suku bunga, alhasil daya beli masyarakat akan tinggi. Dan itulah kenapa investasi di pendapatan tetap, returnya bisa melebihi dari pasar uang, yaitu mencapai 2 digit.

3. Kondisi neraca perdagangan suatu negara
Neraca negara sangat mempengaruhi kestabilan mata uang suatu negara. Makanya kalau kita mau investasi, suku bunga deposito harus turun. Dan nilai standard suatu negara, current account to GDP tidak boleh kurang dari -3.

4. Manufacturing PMI (Purchasing Manager Index)

5. Historical

Tipe dan ciri-ciri surat hutang itu ada 3 macam :


1. Pemerintah : coupun rendah. Jual Beli Gampang. Fruekuensi mudah. Likuiditas tinggi.
2. Perusahaan : coupun tinggi, likuid rendah.
3. Syariah : coupun biasa aja, likuid rendah.

Ketiganya memiliki perbedaan karakteristik, coupun dan likuiditasnya.

Surat hutang berdasarkan tenor dibagi menjadi 2 :


1. Tinggi : jatuh tempo lama, yaitu diatas 5-10 tahun. Reaksinya lebih cepat jika ada penurunan harga. Suku bunga turun juga lebih cepat reaksinya. Dinamakan moderate agresif.
2. Rendah : Dibawah 5 tahun

Cara Memilih Reksadana Pendapatan Tetap dengan Cuan Tinggi

Kalau kamu mau memilih yang returnnya tinggi, Pak Liyanto memberikan rumus, carilah yang tenornya panjang dan punya pemerintah. Cara mencari tahu imbal hasil diatas 10 tahun, kamu bisa cek di investing.com. Dan reksadana apa yang bisa dipilih? Yang pergerakannya mencapai nilai IHSG ya.



Reksadana Sucorinvest by Billy Budiman


Sesi selanjutnya sharing dari Billy Budiman tentang Reksadana Sucorinvest. Sucorinvest adalah salah satu produk reksadana terbaik dan pilihan yang tepat untuk semua investor reksadana saham pemula, apalagi portfolio diwajibkan 60% di saham LQ45 alias blue chip. Produk ini memiliki tracking eror dan sharpe ratio yang juga bisa dikatakan salah satu terbaik di kelasnya.




Mengapa Sucorinvest Equity Fund Menarik Untuk Dijadikan Investasi?

Sucorinvest Maxi Fund adalah termasuk salah satu reksadana pasar uang (money market), yang dikelola oleh PT Succor Asset Management. Untuk melihat performanya, saya ambil contoh di Ipot Evaluator

Caranya masuk ke :

Indopremier.com >> Ipotgo (kanan atas) >> Ipot Evaluator >> Money Market

Untuk Sucorinvest termasuk dalam top mind money market fund



Jika di klik, kita bisa lihat Sucorinvest memberikan return yang paling tinggi, yaitu sekitar 7,26% dan nilai AUM (Asset Under Management) atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) nya mencapai 3,64 T. Kita bisa lihat performanya dari tahun ke tahun selalu meningkat. Itu artinya Sucorinvest memberikan return yang tinggi. Dan di IpotGo kita juga bisa memilih Sucorinvest sebagai PPO (Penempatan Otomatis). Dan selama ini saya juga sudah menjadi nasabahnya dan merasakan manfaatnya (return) yang terus naik setiap harinya.

Fyi, AUM atau dana kelolaan pada reksadana mengacu pada total nilai dari investasi yang dikelola oleh manajer investasi. Biasanya, manajer investasi yang mengelola aset-aset ini mengambil keputusan investasi atas nama investor. AUM adalah indikator keberhasilan sebuah reksadana.

Kesimpulan dan Testimoni


Oke, mungkin dari sekian banyak penjelasan saya diatas, sudah dapat gambaran belum, apa itu reksadana, perbedaan masing-masing reksadana itu apa, perbedaan dengan saham itu apa. Dalam berinvestasi, poin utamanya itu dulu, kamu harus tahu dulu dari yang saya sebutkan diatas.

So, sekarang kamu sudah mau mulai berinvestasi? ☺️

1 comment

  1. Melakukan investasi sebenarnya memang sangat dianjurkan ya Mbak, untuk kebutuhan kita yang akan datang.

    ReplyDelete