7 Tips Hemat Energi ala ibu rumah tangga



Sebagai seorang ibu yang tidak memiliki pembantu seperti saya, semua pekerjaan rumah tangga sudah biasa saya lakukan sendiri. Apalagi sekarang, anggota keluarga saya sudah bertambah sejak kehadiran Rissa, jadi yang sebelumnya hanya mengerjakan pekerjaan rumah dan mengurus Narend. Untungnya Narend sekarang sudah bisa "bekerja sama" seperti sikat gigi sendiri, mandi sendiri, makan sendiri sampai menyiapkan bekal makan sendiri, sehingga saya bisa mulai fokus mengurus Rissa seperti memandikan, menyusui sampai menggendong hingga tidur.

Karena sekarang Rissa sudah berusia 7 bulan, tentunya sudah tidak cukup dengan ASI, mulai umur 6 bulan, saya sudah mulai memperkenalkan MPASI, seperti pure buah (pisang, alpukat, jeruk, pepaya, melon) tujuannya agar Rissa bisa merasakan berbagai macam buah. Nah mulai umur 7 bulan, saya mulai sibuk karena pure sudah tidak cukup, dimana saya harus menyiapkan makanan seperti ubi ungu, kentang, bubur nasi dikombinasi dengan ayam fillet, wortel, kacang polong, bayam, bagaimana saya bisa kreatif dengan mengkombinasikan bahan-bahan makanan itu menjadi menu makanan yang di sukai oleh Rissa.




Sebagai seorang istri, saya juga dituntut bisa "berhemat", mulai dari membeli kebutuhan rumah tangga di tempat-tempat yang harganya murah (baca: diskon), sampai hemat energi menggunakan peralatan rumah tangga (baca: hemat listrik). Tidak usah lama-lama, dibawah ini tipsnya.

7 Tips Hemat Energi ala Oline


1. Matikan peralatan rumah tangga yang sudah tidak digunakan.

Saya yakin, kamu pasti sering sekali dari kamar ke dapur untuk memasak, AC dan TV kamar dalam keadaan hidup, mungkin terdengar simple, namun hal itu adalah pemborosan, karena itu saya selalu disiplin untuk mematikan AC dan TV setiap mau melakukan hal yang lama di dapur. Hal tersebut berlaku untuk alat-alat listrik yang lain seperti DVD Player, Home Theater, Kipas Angin.

2. Mengikuti anjuran penggunaan peralatan rumah tangga secara maksimal.

Ada banyak hal-hal yang sering terlupa saat kita membeli peralatan rumah tangga karena kita tidak membaca buku manual yang disertakan, seperti : Jangan sering-sering membuka kulkas, Jangan menyalakan AC saat pintu atau jendela terbuka, Memilih opsi pada setrika sesuai bahan yang akan di setrika sehingga dapat meningkatkan penggunaan daya listrik.

3. Menggunakan peralatan listrik secara efisien.

Kamu pernah mencuci 2 pcs baju menggunakan mesin cuci bahkan sehari bisa 3-4x? Kalau saya, paling mencuci baju sehari hanya 1x, jadi dikumpulkan sekaligus tidak perlu berkali-kali, selain hemat listrik juga hemat waktu.

4. Memilih peralatan rumah tangga yang hemat energi.

Banyak kok peralatan rumah tangga yang memberikan fitur Energy Saving, Inverter, Light Detection. Dengan begitu, selain kamu menggunakan peralatan hemat energi, sekaligus memakai peralatan rumah tangga yang terbaru.

5. Pilih peralatan rumah tangga sesuai kebutuhan.

Sering sekali saat membeli peralatan rumah tangga, kamu ditawari oleh salesnya untuk "upgrade"  seperti kamu ditawari mesin cuci kapasitas 8kg, padahal dirumah kamu hanya sampai 6kg atau ditawari TV 60inch padahal dirumah cukup dengan 42inch atau ditawari AC 2PK padahal kapasitas kamar hanya 1/2PK. Hal ini tentunya akan berpengaruh dengan jumlah listrik yang dikeluarkan.6. Jangan lupa perawatan rutin untuk peralatan rumah.

Saya jadi ingat waktu servis AC, tukang servisnya bilang kalau AC saya kotor sekali, jadi beban listrik yang ditarik oleh AC lebih besar karena kompresor diluar bekerja terus menerus tanpa istirahat, belum lagi karena kotor maka AC tidak dingin jadi saya menurunkan suhu sampai ke 18 derajat, padahal jika normal 25 derajat saja sudah sangat dingin.

6. Berikan Perawatan Alat Elektronik Secara Layak.

Beberapa barang elektronik dan alat elektrik akan bekerja efisien jika mendapatkan perawatan yang layak. AC yang kotor dapat mengurangi efisiensi pendinginan udara dalam ruangan.

7. Gunakan lampu LED Hannochs Premier & Hannochs Genius.

Dengan Hannochs, kamu bisa memilih beberapa lampu hemat energi sesuai fitur yang kamu inginkan seperti LED, Energy Saving, Emergency Bulb, Candle LED, LED Pop, LED Strip sampai Colourfull Neon Tube. Dimana daya listrik yang digunakan oleh Hannochs lebih kecil daripada lampu konvensional yang menggunakan filamen.
Penasaran kenapa saya menyarankan menggunakan lampu Hannochs?

Hannochs LED Genius


Berbeda dengan lampu pada umumnya, LED Genius merupakan lampu dengan fitur AC/DC, jadi dengan fungsi AC lampu dapat digunakan seperti lampu pada umumnya, dan fungsi DC adalah fitur emergency, jadi waktu listrik PLN padam, maka lampu ini akan menyala secara otomatis jadi rumah akan tetap terang walaupun listrik padam.



Kelebihan LED Genius adalah bisa di cas minimal 500x dan memiliki sistem proteksi kelebihan dan kekurangan cas, jadi aman digunakan. Selain itu bebas radiasi IR (Infra Red) & UV (Ultra Violet) sehingga radiasi panas sangat rendah, serta menggunakan jenis lampu Cool Daylight 6500K, jadi aman untuk mata, dimana kamu bisa memilih varian watt sesuai kebutuhan kamu mulai dari
6W, 8W, 10W, 12W, 15W.

Warna Cahaya Cool White untuk meningkatkan fokus



Dan karena lampu ini bisa digunakan sebagai lampu emergency, saya selalu membawa lampu ini di mobil, jadi jika dibutuhkan untuk keadaan darurat, bisa digunakan sebagai lampu emergency untuk memeriksa mesin mobil.

Hannochs LED Premier

Semua lampu dirumah saya, menggunakan LED Premier, alasannya simple karena lampu LED ini bisa menghemat penggunaan listrik sampai 90% dibandingkan lampu konvensional, simplenya yang tadinya tagihan listrik saya 700rb/bulan, sekarang sudah dikisaran 500rb/bulan, lumayan hemat 100-200rb.

Lampu LED tidak mengandung Merkuri dan dapat di daur ulang sehingga aman bagi lingkungan.


Kelebihan LED Premier adalah sudah menggunakan Frosted cover dari bahan PC (Poly Carbonate) sehingga tahan terhadap benturan, cahaya langsung hidup secara maksimal serta hemat biaya pemeliharaan karena terbuat dari bahan PBT (Polybutylene Terephthalate) yang tahan panas sampai 150 derajat celcius





Sekilas tentang Hannochs


Kenapa saya memilih Hannochs? Karena Hannochs adalah merek lokal yang berdiri pada tahun 1996, adalah perusahaan asal Indonesia yang berpusat dikota Medan yang berfokus pada produksi produk perlampuan dan penjualan perangkat listrik yang bervariasi seperti lampu hemat energi, lampu LED hingga produk lampu. Dengan misi utama adalah terus menyediakan produk dengan kualitas terjamin dan harga kompetitif dan selalu berusaha memberikan layanan terbaik untuk setiap konsumen.



Alasan saya memilih lampu LED Hannochs

Pengalaman adalah guru yang paling berharga, lampu LED Hannochs memberikan beberapa kelebihan seperti ramah lingkungan, hemat energi, hemat biaya, memberikan kesan dinamis dan pastinya cahaya yang lebih terang dibanding lampu konvensional.Selain itu, lampu LED Hannochs juga dapat menghindarkan saya dan keluarga dari bahaya yang luar biasa seperti Radiasi, walau tidak terlihat secara kasat mata, tetapi radiasi ada di sekitar kita contohnya pada lampu jalan yang sering kita lewati, dalam jumlah yang tepat, radiasi tidak menimbulkan dampak, tetapi dalam jumlah yang besar dan cepat terlepas di udara, akibatnya dapat mematikan bagi tubuh seperti : Migrain, Kanker , Mual , Muntah dan lain sebagainya. Dengan lampu LED Hannochs, keluarga saya bisa aman dari radiasi di rumah.


Dari tadi kamu bertanya-tanya, berapa sih harga lampu Hannochs LED Genius dan Hannochs LED Premier ? murah kok, apalagi kamu beli di Lazada bisa dapat diskon 😊


22 comments

  1. Aku baru tahu lho Mbak Oline, tentang lampu DC yang tetep nyala biarpun PLN padam ini. Jadi penasaran aku. Tapi aku sungkan kalau mau beli di ecommerce yang Mbak sebutkan, karena pengalamanku sangat tidak enak dengan servis purna transaksinya. Semoga lampu Hnanochs ini bisa segera dijual di toko offline kayak Hypermart ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya beberapa ada yang bilang soal ecommerce yang satu ini ttg pelayanannya gak menyenangkan. Tapi so far sih dari aku transaksi belum pernah ngalamin yg aneh2 atau negatif sih. Paling cuma delay aja.
      Iya, aku juga baru tau kmrn karena browsing2 karena kebetulan mau beli portable lights saat mati lampu, eh ketemunya referensi tentang Hannoch ini :)

      Delete
  2. Pakai lampu LED lebih hemat ya selain terang juga. Aku pikir ini LED yang pakai listrik ternyata jenis emergency lamp ya, kucu banget bentuknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, buat emergency lamp ini berguna bangettt pas mati lampuuu

      Delete
  3. Udah hemat, banyak manfaat, anti radiasi penyebab penyakit degeneratif pulak.
    Komplet bgt yha si Hannochs ini.
    mau cari di marketplace, ahhh

    ReplyDelete
  4. Saya paling senang ma yang jenius ini. Paling gak suka gelap-gelapan kalau lagi mati listrik. Tapi, gak mau juga pakai lilin. Mendingan pakai Hannochs Genius aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehee kok sama sih, paling gak suka sama kegelapan..

      Delete
  5. Au juga pakai si Hannochs Genius ini mbak Oline, ketularan adikku yang beli lebih awal ini waktu Jakarta mati listrik agak lama itu. Terus kemarin akhirnya punya juga deh, lumayan soalnya kalau pas mati listrik.

    ReplyDelete
  6. Seneng deh setelah tau lampu ini bisa di daur ulang, setidaknya gak banyak2 nambahin sampah sisa lampu

    ReplyDelete
  7. Baru tahu ada produsen lampu lokal berkualitas seperti Hannochs Genius ini. Selain hemat energi, anti radiasi dan UV. Mau nunjukin ke suami deh.

    ReplyDelete
  8. waaaaah ini lampu yang sekaligus bisa jadi lampu emergency ya mak? kayanya butuh lampu ini deh dirumah. Hehe. Makasi sharingnya ya maaaaak

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah, di rumah, sebagian lampu udah pake Hannochs. Sebagian lagi nunggu mati sebelum diganti Hannochs. Lumayan hemat dan awet memang. Dan yang paling suka, sinarnya nyaman di mata.

    ReplyDelete
  10. tertarik punya yg genius kak. apalagi canggih bener bs hidup sendiri saat lampu mati dan terangnya tidak menyakiti mata

    ReplyDelete
  11. Kayaknya wajib saya beli ni, soalnya lumayan sering kena giliran pemadaman listrik nih huhuhuh. Kalau gelap saya suka pusing dan mual.

    ReplyDelete
  12. Aku juga pake ini mbak.. Emang paling pas ya hemat energi dan tahan lama.. Sama banget pokonyaa

    ReplyDelete
  13. Ini keren ya udah terjamin terus klo mati lampu pun tetap nyala mau ganti nih yg dirumah pakai LED Hannochs,,btw lampu berperan penting buat kesehatan mata

    ReplyDelete
  14. Waah iya sekarang tambah ada Rissa ya Lin, makin bertambah pekerjaan di rumah. Seorang ibu memang dituntut untuk serba bisa dan melakukan perencanaan dalam hal keuangan, termasuk menyediakan lampu hemat energi begini.

    ReplyDelete
  15. Wah harganya lumayan murah banget kak, pas cek harga di Lazada.. Akupun langsung beli Hannochs LED Genius buat persiapan kalau mati lampu di rumah, kan bahaya banget kalau masih gunain lilin saat mati lampu

    ReplyDelete
  16. Aku juga suka lupaaa nih.. dan harus baik - baik mengingat dan juga mengajak anggota keluarga yang lain

    ReplyDelete
  17. Hannoch LED genius ada bisa AC/DC. Enak nih kalau lampu mati. Nggak perlu lagi beli emergency light. Audah satu pamet. Hemat listrik pula.

    ReplyDelete
  18. Mbak, tips no 6 nya dobel tuh. Perlu di revisi

    Lampu hannoch ini keren yak, jadi kalau pas mati lampu nggak perlu ribut dan lari ke warung tetangga buat beli lilin ya

    ReplyDelete