Treatment Laser Vagina, Peremajaan Miss V di Amaryllis


Namanya laser wajah, bisa dibilang sih sudah sering saya lakukan, atau mungkin sering kebanyakan orang lakukan. Tapi kalau laser vagina, gimana ya? Sakit gak? Diapain aja itu? Nah, itulah saya lakukan beberapa minggu lalu di klinik Amaryllis. Jadi setelah saya perawatan wajah di Amaryllis, saya lanjut vagina rejuvenation, atau laser vagina. 

Oke baiklah, saya ceritakan pengalaman saya disini ya.


Ada 2 Tehnik Peremajaan Vagina Plus Kekurangannya


Sebenanya sih kalau mau peremajaan vagina, bisa dengan cara :

1. Senam Kegel
2. Operasi

Tapi keduanya tetap memiliki kekurangannya, yaitu :

Senam kegel : Perlu latihan terus menerus, harus konsisten, gerakannya harus tepat, gak bisa sembarangan (seperti jepit release gitu ajah) 😁

Operasi : Perlu waktu pemulihan, bisa kendur kembali.

Dan terlebih lagi operasi kan kayaknya gak semua orang ya mau melakukannya, sayapun juga gak berani. Kalau gagal gimana, saya gak beraniambil resiko. Apalagi bisa kendur tiba2? 🤭

Oke lanjut ke laser vagina lagi ya.

Do and Donts Sebelum Perawatan


Jadi sebelum melakukan perawatan ini, ada do and donts yang harus diperhatikan. Pertama, kamu tidak boleh dalam keadaan sedang haid, hamil ataupun keputihan yang begitu parah. Kalau keputihan menjelang haid saja, masih tidak apa-apa. Kedua, harus dilakukan pap smear terlebih dahulu. Ketiga, mulut rahim dan dinding vagina dalam keadaan sehat. Lalu untuk perawatan ini tidak sakit, tidak perlu anestesi. Tidak perlu dirawat dan setelah melakukan perawatan ini tidak diperbolehkan berhubungan badan selama 3-5hari.

Yang menangani perawatan laser vagina ini adalah dokter Nina Martini Somad, SpOG. Beliau adalah dokter spesialis kandungan di Rumah Sakit Hermina Bekasi. Karena semua perawatan yang dilakukan di klinik Amaryllis adalah didampingi oleh seorang dokter, makanya saya tidak ada perasaaan takut, atau apapun, karena sudah pasti aman dan nyaman. 

Sebelum perawatan, saya konsultasi terlebih dahulu di ruang dokter. Disini dr. Nina menanyakan profile saya (saya sudah menikah atau belum, sudah punya anak berapa, anak paling kecil usia berapa tahun, dan sudah pernah pap smear atau belum). Pertanyaan ini penting, supaya dr. Nina tau perawatannya perlu dilanjutkan lagi atau tidak. Saat saya menjawab, usia anak paling kecil adalah 6 bulan, dr. Nina agak tersenyum sedikit dan berkata, "Oh baru lahiran ya." Ya dok." Begitu kata saya. 

Langkah selanjutnya adalah saya disuruh untuk berbaring di ruang eksekusi (ruang tindakan). Disini saya mengganti baju bagian bawah saya dengan rok yang sudah disediakan oleh therapistnya. Ini dimaksudkan, khawatir jika seandainya ada cairan yang keluar setelah tindakan. Lalu dr. Nina mengambil alat (yang bentuknya seperti cocor bebek), buat yang sudah melahirkan, atau minimal yang sudah pernah bermasalah dengan keputihan, pasti tau rasanya gimana nih 😁 Gunanya untuk apa? Untuk memastikan bahwa mulut rahim kamu dalam keadaan bersih/sehat.

Alhamdulillah saat mulut rahim saya dicek, saya tidak ada keputihan atau yang lainnya. Treatment bisa dilanjutkan.



Kemudian dokter mempersiapkan alatnya. Mesinnya seperti ini. Kamu lihat kan alat yang panjang itu, yang bentuknya seperti penis pria? Nah itulah yang akan masuk ke dalam lubang vagina kita. Ya sepanjang itu 😬


Untuk 1 alat ini (namanya probe) sebenarnya tidak disimpan banyak, tapi akan disterilkan terlebih dahulu sebelum dipakai. Jadi meminimalisir adanya resiko tertular penyakit daerah intim.



Sebelum  alat ini dimasukkan, mulut rahim saya dioleskan krim anti kebal (ba'al) terlebih dahulu. Mungkin gunanya saat alat ini dimasukkan gak terasa sakit kali ya? Saya juga kurang begitu paham.

Setelah dioleskan, tunggu selama 10 menit, supaya obatnya bekerja dengan baik. Tapi saat saya perawatan itu, kebetulan alatnya sedang dipakai dengan yang lainnya (treatment Laser CO2). Mesinnya sama, hamya beda ujungnya (alatnya) saja. Jadi terpaksa saya harus menunggu dulu. Jadi sepertinya saya menunggu lebih dari 10 menit.

Setelah menunggu 10 menit, alatnya kemudian langsung dimasukkan ke dalam mulut rahim saya, sedikit demi sedikit, perlahan-lahan, sampai mentok ke mulut rahim bagian dalam. 

Saat alatnya dimasukkan, jujur aja saya gak ngerasa apa-apa. Bahkan sampai alatnya masuk semua sekalipun, saya gak ngerasain apa-apa. Ternyata alatnya itu berputar-putar di dalam vagina saya, sambil memancarkan sinar laser. Nah sinar laser itu gunanya sebagai rejuvenation.

Ada saat titik dimana saluran vagina saya merasa hangat dan agak nyeri. Rasa itu timbul tenggelam, gak setiap saat terasa nyeri. Dan puncaknya adalah saat alat itu mau dikeluarkan dari mulut rahim saya, disitu saya baru merasa agak nyeri (seperti anyang-anyangan gak bisa pipis), dan panas. Dan ya kata dr. Nina, rata-rata orang juga merasa seperti itu, terasa nyeri saat alatnya akan dicabut.

Setelah selesai treatment, sayapun diperbolehkan pulang.

Ada beberapa hal yang harus diingat setelah perawatan laser vagina ini, yaitu kita tidak boleh berhubungan badan dengan pasangan kurang lebih 3-5 hari. Dan dari hari pertama sampai dengan hari hari, akan ada cairan yang keluar, bisa berwarna putih, atau bercak darah. Jangan khawatir, itu normal ya. Jadi setelah perawatan, saya langsung memakai pembalut, khawatir selama perjalanan ada cairan yang keluar. Dan untungnya di Amaryllis ini siap sedia pembalut lho.

Dan saat saya menulis ini, adalah hari ke-5 pasca perawatan. Sampai saat ini saya gak merasakan efek yang aneh-aneh di vagina saya. Tidak ada sedikitpun cairan yang keluar dari vagina saya. Pokoknya aman sentosa lancar jayalah, bisa dicobakan ke suami nih 😋

Buat yang mau perawatan vagina rejuvenation atau laser vagina seperti yang saya lakukan ini, kamu bisa langsung mencobanya di Amaryllis. Tapi sebelumnya, bisa order by phone terlebih dahulu ya. Untuk harganya sekali perawatan adalah IDR 3juta.


Amaryllis Bekasi
Emerald Commercial Blok UA No 31, Jl.Bulevar Selatan, Summarecon Bekasi, RT.004/RW.011, Marga Mulya, Kec. Bekasi Utara, Kota Bks, Jawa Barat 17143
Operational Hours : Monday til Sunday 10AM - 9PM
Phone : 021-89452565
Instagram : www,instagram.com/amaryllis.clinic


3 comments

  1. Ternyata laser vagina itu juga ada ya Mbak, saya baru tahu hehe.

    ReplyDelete
  2. Baru tau nih ada laser vagina, duh saya bayanginnya ngilu gitu mbak Oline heheh. Tapi ingin nyobain, meremajakan miss V. Hehe.

    ReplyDelete