Rencana Saya Persiapan Travelling Ke Bali Bersama Rissa



Akhir-akhir ini saya lagi kepikiran pengen banget travelling alias jalan-jalan agak jauh dari Jakarta, pengennya sih keluar negeri, tapi mikirin jalan jauh sambil gendong-gendong Rissa kok rasanya udah pegal duluan ya? 😁 So, saya lagi kepikiran pengen banget pergi ke Bali entah kenapa. Mungkin karena Bali adalah destinasi impian saya dan suami yang sempat tertunda dari sejak Narend berusia 3 tahun. Apalagi pas banget minggu lalu suami baru aja cerita, kalau teman kantornya baru aja pulang aja liburan ke Bali selama kurang lebih seminggu. Liburan bersama istri dan anaknya yang masih usia 3 bulan. Wah, kok dia bisa ya? Saya jadi makin tertantang nih! 😋 Akhirnya saya jadi minta tolong suami untuk tanyakan ke temannya gimana caranya bisa pergi liburan ke Bali sementara anaknya masih berusia 3 bulan. Jadi ya mungkin tahun 2019 atau awal tahun 2020 nanti adalah waktu yang tepat dimana kami bisa liburan ke Bali.

Bagaimana dengan Transportasinya?

Saya pikir teman suami ini ke Bali menggunakan mobil, tapi ternyata tidak, mereka gak mau ambil resiko, mereka juga gak mau repot. Katanya travelling mengajak anak bayi berusia 3 bulan itu repot kalau gak ada ART. Jadi mereka memutuskan berangkat menggunakan pesawat dari Jakarta menuju ke Bali. Jadi ingat waktu saya bepergian bertiga bersama suami and Narend menggunakan mobil jalur darat, bawaannya udah banyak banget, repot dan di perjalanan juga macet luar biasa. Jadi kebayang ya kalau bayi usia 3 bulan itu kayak gimana 😋


Waktu itu katanya mereka hunting tiket sudah beberapa bulan sebelumnya. Harga tiket ke Bali gak terlalu signifikan naiknya. Dan teman suami ini juga mencari waktunya sengaja yang low season atau bukan musim liburan.  Jam berangkatnya juga dipilih yang jam tanggung. Supaya bisa dapat harga murah. Pertimbangannya kalau low season adalah gak ramai (karena masih bawa bayi usia 3 bulan, takut cranky), hotelnya gak penuh jadi bisa mencari kamar yang diinginkan dengan leluasa. Lalu sesampainya di Bali, mereka baru menyewa mobil rental (lihat disini untuk tahu harga rental mobil di Pulau Dewata). Wah, noted buat saya nih, kalau travelling bersama bayi memang agak sulit ya membawa mobil. Saya juga sependapat dengan teman suami itu. Jadi sepertinya saya akan berangkat menggunakan flight saja supaya saya dan suami gak terlalu lelah selama perjalanan. Lagipula saya cek untuk biaya rental mobilnya tidak terlalu mahal ya, kalau kondisi untuk keluarga saya, kami berempat dengan seorang bayi, mobil avanza/xenia cukuplah ya, harganya juga start from IDR 300ribu-an untuk seharian.

Kapan Waktu Yang Tepat Berangkat ke Bali?

Pertama, yang pasti jauh-jauh hari saya melihat ada atau tidaknya tanggal merah, ini penting! Supaya suami gak kebanyakan ambil cuti 😊 Tapi sepertinya melihat kalender dari bulan September sampai dengan Desember 2019 tidak ada libur pemerintah yang berarti. Kalaupun ada tanggal merah, jatuhnya di Weekend which is sabtu atau minggu 😕 Kalau mau berangkat akhir tahun, gak bisa sampai tanggal 25 Desember, karena harga tiket dan hotel sudah mendekat harga peak season, mahal.



Jadi karena berencana berangkat selama 1 minggu, berangkat hari Senin sampai jumat, mungkin solusinya suami ijin sakit 1 hari, jadi cutinya dipakai selama 4 hari (senin - kamis).

Lalu kedua, Narend tidak sedang musim ujian tengah semester. Walaupun dia masih TK B, tapi saya sebisa mungkin tidak kebanyakan ijin atau absen, karena mengejar target dia masuk ke SD nantinya. Sakitpun, kalau tidak terlalu parah saya usahakan dia masuk sekolah. Jadi kalau seandainya berangkat hari biasa, jadi absennya 5 hari. Harus benar-benar dipertimbangkan 😁

Dan yang ketiga, sudah dipastikan saya tidak sedang ada kerjaan. Karena nanti rencananya saat pergi, saya ingin membuat perjanjian dengan suami, bahwa dari kami satupun yang membawa laptop saat travelling. Saya memang benar-benar ingin travelling saja bersama keluarga, tanpa embel-embel menghandle kerjaan. Jadi ingin dipastikan semua kerjaan benar-benar beres, mulai dari hutang postingan, campaign yang sedang berlangsung, dan report ke klien juga sudah dikirim.

Apa Saja Peralatan Yang Akan Dibawa?

1. Peralatan dan peralatan MPASI. Karena nantinya Rissa masuk masa MPASI, pastinya saya akan membawa

2. Mainan Rissa. Rissa sudah gak bisa diajak bercanda cilukba lagi, Dia sudah mau persiapan merangkak, Mau dimandikan saja sulitnya minta ampun, karena sudah tidak mau diam. Jadi sepertinya saya sudah harus bawa mainan. Ya tidak usah banyak-banyak, seperlunya saja.

3. Perlengkapan mandi anak-anak seperti sabun mandi, handbody, dsb.

4. Baju ganti saya, baju ganti suami, dan anak-anak selama 1 minggu. Untuk baju ganti saya, rencananya saya mau bawa banyak manset aja sebanyak 3 pieces, untuk bawahannya (saya bawa celana kulot supaya mudah mobilenya) saya membawa 2 pcs, dan hijab 3 pcs. Membawa baju tidak usah banyak-banyak, seperlunya saja, saya yakin di Balipun saya dan suami bakalan membeli baju 😊

5. Popok dan panties untuk sekali buang selama 5 hari (saya gak mau repot yang pulangnya kudu mencuci baju dalam lagi). Di hotel atau tempat penginapan saya nanti juga saya gak bakalan sempat mencuci. Dan saya bukan tipe orang yang mau direpotkan untuk urusan itu cuma buat demi penghematan. Malah bikin repot diri sendiri. Karena koper rencananya akan saya kosongkan setengahnya untuk berisikan oleh-oleh.

6. Kantong plastik (untuk pakaian kotor, untuk popok, dan hal-hal emergency lainnya)

7. Obat-obatan pribadi (diare, pusing, mabok, maag, batuk, dan pilek)

8. Makanan MPAS instan. Saya memang bukan penganut orangtua yang apa-apa serba instan. Tapi karena ini kami akan melakukan perjalanan jauh, jadinya saya antisipasi aja membawa makanan MPASI instan. Tapi saya tetap membawa makanan

Yang penting Rissa selama perjalanan gak rewel, itu aja.

Berapa Biaya Yang Harus Dipersiapkan?

Biaya Tiket

Karena Rissa masih bayi, belum 2 tahun, jadi kemungkinan saya bayar tiketnya hanya untuk 3 orang (PP).


Untuk tiket PP 3 orang (saya, suami dan Narend) totalnya sekitar IDR 4,3juta.

Biaya Rental Mobil

Ambil rata-rata saja, karena saya akan seminggu disana, biaya rental 300ribu per hari, jadi untuk rental mobil sekitar 5x300ribu = IDR 1,5juta.

Biaya Makan

Karena untuk makan di Bali itu cukup menguras kantong, jadinya sepertinya kami akan mencari hotel atau penginapan yang menyediakan makan pagi disana. Untuk makan siang dan malam sekali makan adalah IDR 100ribu per orang. Untuk 5 hari sekitar IDR 500ribu per orang. Berarti saya dan suami totalnya IDR 1juta. Narend tidak usah dihitung karena makannya masih meminta porsi dari saya dan suami.

Biaya Penginapan

Pokoknya saya mau yang ada breakfastnya. Minimal bintang 3. Per harinya saya dapat seharga IDR 500ribuan. Untuk 5 hari totalnya sekitar IDR 3jutaan.



Oleh-oleh

Oleh-oleh saya budgetkan sekitar 500ribu saja, cukup atau tidak cukup, harus cukup.

Biaya Tak Terduga Lainnya

Post biaya ini dibilang urgent ya gak urgent juga, hanya diperlukan saja, just in case saja. Dan biaya tak terduga ini kami baca berupa uang cash ya.

E-Wallet atau E-Money

Setidaknya di e-wallet saya dan suami harus sudah ready. Masing-masing senilai 1 juta. E-wallet ini bertujuan untuk memudahkan transaksi saja. Jadi ada uang cash dan ada juga e-money.

Gorilla Pod dan Peralatan Vlogging Lainnya

Karena rencana nanti di lokasi tujuan saya ingin membuat vlog, jadi peralatan vlogging juga harus ready. Dan hampir 90% nanti mobile, jadi saya berencana tidak membawa tripod, tapi gorilla pod saja, untuk meringankan beban bawaan kami.

Jadi total semua budget yang harus disiapkan adalah IDR 9,8juta atau related dengan IDR 10juta.

Ini cuma rincian kasar aja sih, masih harus dipikirkan benar-benar kapan waktu berangkatnya dan semuanya. Masih ada beberapa bulan lagi untuk mempersiapkannya, dari semuanya yang paling penting adalah kami harus menjaga kesehatan menjelang hari H, supaya kami semua bisa menikmati liburan dengan happy 😊

Doakan semoga rencana ini bisa terwujud ya.

Thanks for reading.

1 comment

  1. Ketika sudah dirinci dengan detail tuh uangnya pasti bertambah banget hihi

    ReplyDelete