HIIP Academy #1 : Kamu Wajib Tahu Rahasia Dari Para Blogger Professional Ini



Hai friends, sebelum saya jelaskan gimana caranya, saya mau cerita sekilas perjalanan saya menjadi seorang blogger ya. Sedikit ajaa, gak banyak-banyak kok 😁✌️

Di tahun 2019 ini adalah tahun ke-7 saya offcially tahun resmi saya menjadi full time blogger. Yes, saya resign dari dunia perkantoran yang sudah pasti menggaji saya setiap bulan dengan nominal yang sangat minim, kini saya memutuskan untuk menjadi seorang blogger yang dimana setiap bulannya penuh ketidakpastian, ya antara penghasilan besar atau besar sekali 😅

Jadi menyenangkan ya jadi blogger itu? Pastinya. Kalau gak, saya gak bakalan bisa survive sampai detik ini 🙂


From Passion to Profession

Kenapa mau jadi blogger? Ya simple aja sih, karena ternyata passion saya menulis, saya senang menulis, dulu saya sering menulis di buku diary, sampai series 1-6, tapi akhirnya dibuang mama. Sampai akhirnya buku diarynya dibuang mama 😭 finally saya akhirnya pindah ke media digital yaitu blog. Sekaligus jadi dokumentasi perjalanan saya. Akhirnya lama kelamaan saya menjadikan blogger jadi sebuah profesi.


Jadi kira-kira begitu ya ceritanya 🙂

Itu sedikit cerita saya, bagaimana dengan cerita perjalanan seorang Ariev Rahman dan Sitta Karina menjadi seorang blogger yang kini blognya sudah dipercaya oleh beberapa brand sehingga mendatangkan pundi-pundi penghasilan?

Oke, akan saya ceritakan di bawah ya 😊
Enjoy your reading 😚

One Day Workshop HIIP Academy #1


Ariev Rahman (Doc : Pribadi)

Materi Pertama by Ariev Rahman


Hari Sabtu, 10 Agustus 2019 lalu, saya mengikuti sebuah workshop yang diselenggarakan oleh HIIP Indonesia bertempat di Co Hive 101, Mega Kuningan Jakarta. Tema materi workshop yang saya ikuti ini cukup menarik, yaitu How To Build Your Blog Professionally, oleh nara sumber yang mungkin kamu sudah cukup familiar di dunia jagat maya, seperti Ariev Rahman, yaitu tentang Creative Content, yaitu bagaimana membuat konten blog yang menarik bermanfaat sehingga mendatangkan pembaca atau traffic blog yang tinggi.

Kamu tau siapa Ariev Rahman? 😉 Ahh, pastinya kenal dong ya, beliau adalah Travel Blogger yang kondyang banget, yang sudah bisa dibilang Travel Blogger Internasional, karena ia sudah berhasil keliling dunia, hanya berbekal tulisan kecenya di blog backpackerstory.me. Ia juga termasuk 17 travel blogger Indonesia yang paling berpengaruh versi zilliun di tahun 2014.






Di awal sharingnya, mas Ariev cerita kalau dia pernah mengajukan satu pertanyaan di Instagram Storynya, tentang apa kegunaan blog? Dan yang paling banyak jawabannya adalah untuk mencari informasi.

Tapi ada yang pernah bilang ke saya, perlahan-lahan media blog mulai ditinggalkan. Era sudah mulai berubah. Dari yang hanya membaca text, kemudian menonton video. Faktanya orang lebih suka menonton video (youtube) ketimbang membaca blog. Apalagi ditambah literasi atau minat baca orang-orang Indonesia masih tergolong rendah. So, apakah blog akan ketinggalan zaman, dan video akan mengungguli blog? Oke coba nanti saya jawab di akhir sharing dari mas Ariev ya 😉 Terbukti teman saya yang sebelumnya bukan seorang blogger, sekarang jadi punya blog dan social media. Walaupun begitu, jumlah content creator di Indonesia masih tergolong sedikit sih. Dari data yang saya baca (data per tahun 2017), pertumbuhan angka content creator di Indonesia masih 3,8% dari total pengguna internet aktif di Indonesia. Sebenarnya setiap orang bisa membaca, tapi belum tentu setiap orang bisa menulis. Apalagi menulis dengan konten yang baik dan bermanfaat. Padahal content creator atau blogger ini sangat besar peranannya terhadap dunia digital di Indonesia.

Start di 2012 dan Langsung Travelling ke Turki!


Mas Ariev dengan saya gak beda jauh, mas Ariev mengawali tulisannya di blog tahun 2012. Sayapun juga begitu. Menulis di blog ini tahun 2012. Bedanya sekarang traffic blognya mas Ariev sudah mencapai 4jutaan, sedangkan saya baru setengahnya 😀

Menulis di tahun 2012, itu juga katanya gara-gara menang kuis di sebuah radio. Dan dari dulu nichenya adalah travel. Sudah segmented banget ya 😊 Beda sih sama saya, dulu waktu saya ngeblog gak ada kepikiran mau ambil niche apa, ya nulis, nulis aja, sesuka hati, apa yang ada di otak saya, ya saya tulis saja. Makanya blog saya dulu gado-gado banget 😄

Nah, singkat cerita, blognya mas Ariev ini 2 tahun setelahnya sukses membawa perjalanan pertamanya ke Turki, berkat menang sebuah lomba blog katanya. Siapa yang gak mau coba, sekali bikin blog, langsung keluar negeri? 😋

5 Mitos Tentang Travel Blogger

Sekarang masuk tentang mitos ya.

1. Gak perlu waktu yang lama untuk jadi Travel Blogger. 

Bener apa gak sih? Kalau menurut mas Ariev, ya benar. Karena mas Ariev gak perlu waktu lama untuk melakukan branding. Cuma butuh 1-2 tahun aja udah cukup kok, katanya.

2. Travel Blogger adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan. 

Menurut kamu, enak apa gak sih jadi travel blogger? 😊 Bisa jalan-jalan gratis, kelur negeri, dalam negeri, kuliner dan hotel gratis, semuanya kita nikmati dengan free. Yah tidak dipungkiri ya, semua orang bilang ya. Tapi ternyata dari cerita teman-teman saya yang travel blogger, banyak juga lho dukanya. Travel blogger itu seperti one man show, merangkap semuanya, mulai dari; traveler, writer, blogger, photographer, videographer, researcher, planner, dan lain-lain.
Setelah mas Ariev ngeblog selama setahun, mas Ariev langsung dapat job yang nominalnya sekali post adalah IDR 3juta. Gede gak menurut kamu? 😊 Dan setelah itu lanjut job-job berikutnya.

Tuh kan terbukti menyenangkan, tapi tidak mudah 😊

3. Travel blogger enak ya bisa jalan-jalan gratis

Oh, tidak sehappy itu fergusso! Seorang travel blogger melakukan banyak hal, supaya bisa jalan-jalan gratis.

4. Travel blogger pasti duitnya banyak.

Hayoo siapa yang beranggapan gitu? 😂 Jangan salah, saudara terdekat saya bilang kalau saya ini kerjanya happy banget dapat barang endorse-an. Trus makan-makan and staycation di hotel melulu, pasti banyak duit! Ya gak jugalaaah, kalau travel blogger gak jalan-jalan, gimana caranya dapetin content? 😁 Travel blogger itu segala cara akan diupayakan, yang penting bisa jalan-jalan. Pakai budget sendiri? Ya gak masalah. Caranya gimana? Sering hunting promo tiket dari jauh-jauh hari. Supaya bisa mendapatkan harga murah dan tetap bisa mendapatkan konten. Karena bagi kami, pengalaman adalah investasi yang paling berharga di dunia, " Demikian katanya mas Ariev.

5. Semua orang bisa jadi travel blogger

Menurut kamu bisa gak? 😊 Saat pertanyaan ini dilontarkan oleh mas Ariev, saya menjawab, ya. Karena semua orang bisa melakukan perjalanan dan menulis perjalanannya. Tapi jawaban mas Ariev adalah 'mungkin', mungkin bisa, atau juga tidak.

Asalkan..

Ingat 2 KON : Konten dan Konsisten

Konten yang baik akan membuat pengunjung datang dan konsisten menyediakan konten yang baik akan membuat pengunjung kembali.

Content is the King. Ingat pepatah itu? Konten adalah raja, diambil dari esai Bill Gates tahun 1996, dimana saat itu beliau mengatakan bahwa konten yang tepat akan dapat mendatangkan banyak keuntungan di internet.

Buatlah Konten Yang Menghibur atau Informatif

Artikel yang seperti apa yang banyak peminatnya? Artikel yang informatif, atau juga yang menghibur. Kalau blognya mas Ariev, mix antara keduanya, ya menghibur, ya informatif juga, makanya trafficnya lumayan banget 😉

3 Rahasia dan Aturan Menulis di Backpackerstory

Mas Ariev menerapkan 3 rules untuk menulis di blognya.

1. Tulisan berbentuk naratif, bukan deskriptif.
2. Panjang tulisan lebih dari 1000 kata, supaya pembaca dapat lebih terbawa ke dalam suasana cerita.
3. Selipan humor dan komedi khas yang ada cuma di Backpackerstory.

Sangat berkarakter ya? Jadi mas Ariev itu hampir tidak pernah menerima tawaran content replacement atau juga guest post. Bisa aja sih, tapi apakah bisa orang tersebut menulis dengan gaya tulisan yang sama persis seperti mas Ariev? Setiap orang itu unik bukan? 😉

Blogging is About How You Tell Your Story

Ngeblog itu...
Adalah bercerita tentang bagaimana kamu, serta apa yang kamu rasakan. Mulailah menulis dari apa yang kamu sukai, kamu kuasai, atau bisa juga yang tidak kamu sukai.

Consistency is The Key

Kalau konten adalah rajanya, maka konsistensi adalah kunci yang akan membawamu ke kesukesan, dengan melakukan latihan terus menerus untuk menghasilkan konten yang berkualitas.

Find Your Momentum


Jangan ragu untuk memulai. Jika kamu merasa saat ini adalah saatnya, ya lakukan! Jika kamu sudah menemukan momentummu, jangan pernah berhenti, teruslah berjalan dan berusaha untuk jadi yang terbaik.

Be The Best, Or Be The Crazy One!


Kalau kamu tidak bisa jadi yang pertama, maka jadilah yang terbaik.
Tapi jika kamu tidak bisa jadi yang terbaik, maka jadilah yang ter"gila"

Materi Kedua oleh Mba Sitta Karina

Nara sumber yang kedua adalah mba Sitta Karina, yaitu tentang Blog Monetizing, yaitu mengulik penghasilan blogger professional melalui Google Ads, Afiliasi, Sponsored Post, and Social Media Campaign. Materi ini juga gak kalah menariknya seperti materi yang pertama. Yuks cekidot! ☺️

Sitta Karina (Doc : HIIP)

Sudah kenal siapa Sitta Karina? Beliau adalah seorang pengarang buku dan juga penulis sebuah novel. Dan kini ia juga aktif sebagai blogger.

Intip bentar blognya mba Sitta ya, di www.sittakarina.com. Artikel-artikel di dalam blognya sangat simple, dan bahasanya sangat mudah dicerna. Topik yang sering djtulis di dalam blognya adalah tentang blogging. Jujur aja saya sering banget mengunjungi blognya, karena memang informatif. Tak jarang saya sering kembaljilagi, kembali lagi dan kembali lagi. Yah saya mengandaikan, ibaratnya kalau kita berkunjung ke blog orang trus disuguhi cemilan yang enak serta rumah yang nyaman, saya yakin kita juga jadi sering bertamu bukan? ☺️

Saya yakin bounce ratenya artikel mba Sitta kecil 😝😝


Ada beberapa point yang dibahas oleh mba Sitta. Saya jelaskan satu persatu ya.

Apa Syarat Dari Blog Berkualitas?

Blog berkualitas sudah pasti yang banyak pengunjungnya. Itu sudah jadi rahasia umum. Lalu bagaimana membuat blog yang berkualitas? Disini mba Sitta menjelaskan ada 9 hal, yaitu :

1. Identifikasi sasaran pembaca

Kamu sudah bisa membaca demografi blog kamu sendiri? Jika sudah bisa, kamu bisa menentukan siapa para pembaca blog kamu. Kalau blog saya itu mostly adalah female dengan range usia 25-34 tahun. Makanya artikel-artikel di blog saya ya dunianya ibu-ibu muda, segala permasalahan saya coba tuliskan di blog. Jadi sepertinya pas dengan gaya bahasa yang saya tuliskan seperti biasanya. Karena kan terkadang ada yang pemilik blog usianya 38 tahun tapi demografinya teenagers, ya mau gak mau bahasanya disesuaikan dengan para readers 😊

2. Kategori blog yang jelas

Bikin kategori blog jangan terlalu banyak. Dari awal tentukan mau kategori apa. Mau gado-gado atau campuran juga gak masalah, tapi yang pasti jangan semua kategori dimasukkan, jadi terkesan blognya palugada. 

3. Konten menarik dan dan bermanfaat

Pastinya dong yah, kalau gak menarik apalagi gak bermanfaat, orang gak bakal mau baca. Kembali lagi pun tidak.

4. Navigasi blog efektif

Pernah nemuin akses blog yg bingungin gak, kolom searchnya mana, kategorinya mana, dsb. Nah, blog yang kayak gitu bikin pembaca kebingungan. Perlu dibenahi.

Navigasi Menu yang biasa ditampilkan di bawah header atau berdampingan dengan nama blog harus jelas. Menu yang baik akan membuat pengunjung dengan mudah menemukan konten yang ingin dibacanya.

Navigasi yang baik juga ditunjukkan dengan adanya breadcrumbs, yaitu internal link di atas judul tulisan, terdiri dari link ke halaman depan (home), halaman label (label pages), dan judul tulisan.

5. Waktu loading cepat

Kalau yang dari hasil saya googling di Internet sih, website yang bisa dipakai untuk tes loading blog kita itu ada 3 macam, yaitu Google Pagespeed, GTMetrix dan Pingdom.

Kenapa loading blog bisa lama? Banyak faktor. Bisa karena server hosting yang digunakan oleh website tersebut, koneksi internet yang readers gunakan, gambar terlalu besar, penggunaan plugin atau addons yang over, tidak sesuai dengan spesifikasi, source tema website yang digunakan dsb.

6. Desain mobile responsive

Gak hanya mobile friendly, tapi juga harus responsive. Karena sekarang trendnya orang sudah membaca melalui smartphone, ini saatnya blog kamu harus bisa nyaman bila dibaca di semua perangkat, terutama smartphone. Kamu bisa cek mobile friendly via google di https://search.google.com/test/mobile-friendly Kalau blog kamu sudah mobile friendly, tampilannya seperti ini. 



7. Layoutnya nyaman dibaca

Desain yang sederhana saja, seperti layaknya kita baca buku. Kolom komen mudah dicari, background putih, tulisan berwarna hitam.

8. Konten rajin diperbaharui

Menurutmu, seorang blogger itu layaknya update blog per berapa kali? Seminggu sekali? Atau bahkan sebulan sekali? 😊 Perlu kamu ingat ya, Google itu sangat menyukai blog yang selalu update, karena kalau tidak, menurut algoritme google, blog kita akan tenggelam diantara jutaan tulisan lainnya. Apalagi kalau tulisan kita tidak ada aturan SEO juga, wah makin terpuruk deh rank blog kita 😒

Kalau mba Sitta, jadwal update blognya seminggu 2x, kerjakan di awal minggu. Karena mba Sitta juga membagi waktu dengan menulis fiksi.

Jadi self reminder nih, karena jujur aja saya gak punya jadwal konsisten untuk update blog. Teman-teman bisa lihat postingan saya di blog ini, terkadang saya bisa update 2 hari sekali, atau tiap hari, atau bahkan 2 minggu berikutnya. Sedatangnya mood saya aja dalam menulis.

9. Ada sentuhan personal

Seorang blogger itu berbeda dengan media lainnya, jadi alangkah baiknya tulisan blogger memiliki sentuhan personalnya. Seperti cara memanggil para readers, atau memanggil dirinya, dsb. Sehingga memiliki ciri khas yang berbeda dari yang lainnya. Misalnyapun kamu sudah menentukan niche kamu apa, tetap harus ada personal touchnya juga.

Tampilan Lay Out Blog CatatanOline

Kalau blog saya tampilannya seperti ini, untuk di desktop dan Android.



Persiapan Monetisasi Blog

Lanjut kita bahas soal monetisasi blog ya. Ada beberapa syarat yang harus kamu lakukan sebelum memulai monetisasi blog

1. Punya blog pribadi
2. Blog terdaftar di Google Search Console
3. Kuasai story telling
4. Rajin ngeblog
5. Jadikan blog sebuah komunitas interaktif
6. Rajin bermedia sosial
7. Konsisten pada kategori blog
8. Traffic terus tumbuh

Ragam Monetisasi Blog

Ada beberapa cara untuk mendapatkan uang dari ngeblog :

1. Sponsored Post
2. Banner Ads
3. Program afiliasi
4. Jaringan iklan
5. Menjual produk dan jasa

Setiap blogger pasti memiliki rate card sesuai jam terbang masing-masing.

Apa Aja sih Komponen Essensial Rate Card?


Rate Card itu adalah daftar harga dan portofolio singkat. Di dalam rate card itu meliputi :

1. Rincian pekerjaan dan harga
2. Profile blogger
3. Informasi singkat seputar blog dan akun media sosial
4. Portofolio pekerjaan

Kalau mba Sitta membuat rate card itu dibedakan antara attendance event dan yang tidak. Kalau attendance pastinya lebih mahal. Kenapa? Ya karena kan kalau kita datang ke event kita butuh yang namanya transportasi, wardrobe (terlebih lagi kalau ada dresscode), make up. Lalu setelah datang event, kita juga harus menulis acaranya. Share juga di sosial media. Nah tuh double kan costnya. Jadi kalau ada undangan sebaiknya dipikirkan lagi worth it apa gaknya datang ke event. Jangan cuma semata mengejar topiknya saja, tapi blogger juga butuh naik kelas. Kalau kamu gak bisa menentukan harga diri kamu sendiri, selamanya kamu gak akan bisa naik kelas.

Lalu Bagaimana Cara Menentukan Rate Card?

1. Bersifat subjektif

Gak ada yang salah, gak ada juga yang paling benar. Setiap orang pasti rate cardnya berbeda-beda.

2. Ukur tingkat kesulitan pekerjaan

Berbagi pengalaman pribadi saya aja. Misalnya aja nih, kita mendapat job dengan paketan, 1 blogpost dan 2 sosial media (instagram story dan Instagram feed), ya harganya sudah pasti berbeda dengan 1 blogpost saja. Apalagi kalau yang diminta artikelnya based on SEO dan harus nangkring di page one, sudah pasti harga yang saya berikan jauh lebih mahal. Belum lagi misalnya diminta paketan (1 blogpost, 2 sosial media, dan 1 youtube), pastinya harganya juga menyesuaikan.

Harga blogpost disertai dengan video di Youtube saya pasti memberikan harga mahal. Kenapa? Produksinya jauh berbeda dengan saya membuat 1 blogpost saja. Saya memasukkan faktor ongkos produksi, listrik dan waktu membuat konten.

3. Perhatikan durasi pekerjaan

Jangan dikira menulis itu mudah ya, kita harus tahu durasi kita mengerjakan pekerjaan yang kita itu berapa jam. Misalnya aja nih, dapat job dengan 750 kata, 2 keyword, 2 backlink, biasanya saya bisa menyelesaikan dengan durasi 2 jam. Nah, harga per 2 jam itulah yang saya berikan kepada klien.

4. Taksir kekuatan personal branding

Apakah kita memiliki personal branding? Jika ya, tunjukan pesonamu! *halaagh* maksudnya, tunjukkan personal branding kamu di dalam tulisan kamu.

5. Hitung ongkos produksi dan biaya pendukung kelancaran kerja

Apa saja yang mendukung kelancaran pekerjaan? Listing semuanya. Sama seperti layaknya kamu buka usaha aja. Misalnya saja ada unsur listrik, internet per 2 jam, waktu. Nah nantinya semuanya dijumlah jadi ongkos produksi. Tinggal kamu lebihkan sedikit untuk keuntungan kamu.

6. Gunakan patokan per 1000 views

Karena ini adalah standard yang bisa kita pakai jika kita ingin memasang banner ads. Dan hampir semua job yang saya terima juga meminta minimal 500-1000 views untuk 1 artikel dalam 1 bulan. Jika memang brand meminta hanya 500 views, harga rate nya bisa kamu sesuaikan. Kenapa? Karena (bagi saya terutama) membuat supaya artikel 1000 views itu tidaklah mudah. Apa yang saya lakukan? Saya share di sosial media, bukan hanya sekedar share, tapi saya juga membuat cerita berupa tautan, dan juga kultwit. Jangan dianggap mudah ya, ini juga menyita waktu kita lho. Setelah itu, saya pasti memasang iklan. Biasanya saya bantu boost dengan pasang iklan di Fanpage dan juga Instagram.

7. Sertakan pajak

Jangan lupa sertakan pajak 2,5% ya. Misalnya job kamu 1juta, tambahkan saja 2,5% nya dari 1juta, jadi 1.025.000. Tapi perlu kamu note juga kepada klien bahwa harga yang kamu berikan sudah include pajak.

8. Pertimbangkan added value untuk klien

Biasanya saya juga memberikan added value untuk klien. Apa saja? Misalnya saya diminta share 2 sosial media, saya selalu memberikan yang lebih. Terutama jika saya menyukai topik atau memang berdasarkan pengalaman pribadi. Saya tidak enggan untuk langsung membuat video di youtube. Lalu saya berikan juga kepada klien link video youtube saya. Biasanya klien langsung menghubungi saya kembali untuk diajak kerjasama. Seperti itu kurang lebihnya 😊

9. Prinsip "win-win solution"

Jangan hanya kita fokus kepada rate yang kita berikan, tapi pikirkan juga apa yang bisa didapatkan dari sisi brand atau kliennya. Jadi sama-sama win-win solution.

Pentingnya Manajemen Media Sosial

Blogger dan sosial media itu ibaratnya pasangan suami istri, ya saling mendukung. Media sosial adalah salah satu traffic blog yang signifikan.

Apa saja komponen sosial medianya? Berapa jumlah followers kamu, jangkauan promosi kamu, serta berapa traffic blog kamu.

Mba Sitta membagi tips cara jitu mengelola akun sosial media :

1. Pilih setidaknya 2 jenis media sosial
Kalau saya sih saat ini lebih concern ke twitter dan Instagram (Video, Stories atau IGTV). Karena kedua media itu masih 'laku' di mata brand.

2. Buat bio yang singkat, informatif, dan menarik.

Kalau saya seperti ini, singkat aja.



3. Rajin update konten positif
Supaya blog kita juga memiliki ranking bagus di mata google dan pembaca.

4. Bangun percakapan dengan followers
Jangan update kalau hanya ada job aja ya 😋

5. Hindari atau kelola konflik di medsos seperlunya
Jika ada twitwar atau ada yang sedikit menguras emosi kita, sebaiknya kita tidak ikut-ikutan menanggapi. Karena jejak digital akan selamanya ada. Sebagai blogger penting untuk menjaga image dengan perilaku baik.

Kunci Sukses Monetisasi Blog

Semua orang bisa membuat blog. Tapi tantangannya adalah bagaimana menjadikan blog kita bisa berkualitas dan terus berkembang.

Bagaimana caranya?

1. Target audience tepat sasaran
Cara menemukan audience yang tepat, bukanlah waktu yang singkat. Perlu waktu dan juga trial and eror.

2. Buat konten yang oke secara teratur (on-page SEO)
On-page SEO artinya cara optimasi website kita supaya ramah di mata google.

3. Beri value dan tampilkan ciri khas kita

4. Tampilan blog menarik dan mudah digunakan (on-page SEO)

5. Promosikan konten blog melalui sosial media

6. Perkuat personal branding

Oke setelah bahasan yang panjang lebar, ada beberapa tips yang saya rangkum untuk pembahasan mba Sitta Karina ya.

Tips Menjadi Blogger Professional Ala Sitta Karina

1. Blogger harus bisa menentukan rate card sendiri

2. Concern terhadap traffic blog. Jika kita ingin traffic blog kita bagus, salah satunya mau tidak mau kita harus menerapkan tehnik SEO. Traffic itu manfaatnya bisa beragam; kita bisa pasang banner ads, selain itu juga bisa menentukan rate card yang tinggi.

3. Jika sudah memberikan rate card, usahakan selalu open negoisasi. Misalnya kita mengajukan 'harga', lalu langsung oke, lalu kerjaannya juga banyak, perlu dicurigai yah, bisa jadi 'harga' kita itu di bawah standard. Ada yang ngalamin kayak gitu? 😉

4. Perhatikan durasi pekerjaan. Berapa lama kita membuat 1 blogpost (misalnya terdiri dari 750 kata?Saya pakai standard google 750-1000 kata ya). Karena kita harus bisa tahu harga kita sendiri untuk menulis sebuah artikel berapa.

Cara perhitungan ala saya :
Misalkan saja saya mampu menulis sebuah artikel untuk durasi 2 jam dengan 350 kata (ini sudah termasuk membuat kerangka tulisan - outline sampai ending).

Samakan persepsi dulu, bahwa gaji = pengeluaran (20%) + pendapatan (80%), which is pendapatan adalah 4x dari pengeluaran. Betul tidak? 
Lalu saya mengambil asumsi saya bekerja di coffee shop. Harga 1 cup coffee adalah anggap saja sekitar IDR 45ribu (asumsi  saya minum + pastries). Ini harga sudah minimal banget. Kalaupun kerja di rumah, saya juga ambil patokan seperti itu, karena di rumah juga saya butuh makan dan minum. Cuma beda tempat aja 😊 Dan rata-rata orang lama di coffee shop biasanya sekitar 2 jam.
Lalu transportasi ke coffee shop, saya ambil rata-rata taksi online saja IDR 25ribu (perkara saya nantinya mau naik mobil sendiri atau naik ojek online itu beda cerita ya). 
Total pengeluaran saya = Transportasi (IDR 25ribu) + Snacking (IDR 45ribu) = IDR 70ribu
Pendapatan = 4x pengeluaran, berarti 4x IDR 70ribu = IDR 280ribu (saya bulatkan menjadi IDR 300ribu)
Jadi kalau menulis artikel selama 2 jam dengan 350 kata di coffee shop adalah IDR 300ribu. Kalau misalnya saya diminta (ada job) yang mengharuskan minimal 750 kata, harganya tinggal menyesuaikan saja dengan diatas. 
Harga perhitungan saya itu hanya benar-benar membuat artikel saja, bukan ditambah share di social media, atau juga biaya iklan).
Jadi ya bhay aja kalau ada yang menawarkan job content replacement yang harganya dibawah rate saya. Lebih baik membuat konten organic daripada membuat konten yang bisa menurunkan kredibilitas dan performance blog kita. Prinsip saya sih begitu. Tapi kalau ada yang berbeda, dan tidak setuju, sok monggo saja ya pakai pemahaman sendiri 😊

5. Online = Offline. Jika kita aktif di blog, sebaiknya sempatkan diri untuk tatap muka atau kopdar dengan teman-teman. Para readers atau teman-teman juga perlu tahu siapa pemilik blog yang kita kelola. Jaga hubungan baik dengan sesama. Karena jika kita punya perilaku tidak baik, cepat atau lambat akan ketahuan.

6. Menulislah bukan selagi kamu sempat, tapi sempatkanlah kamu menulis. Jika kamu punya waktu 2 jam untuk 1000 kata? Just do it. Atau, jika kamu punya waktu hanya 1 jam hanya mampu 200 kata? Just do it! Semua orang sibuk. Saya sibuk, kamu juga pasti punya kesibukan bukan? Ada yang sibuk ke kantor, sibuk ngurus anak, sibuk ngurus rumah, dsb. Kuncinya adalah disiplin diri sendiri. Dan bikin target ke diri sendiri, berapa lama kita menulis dan berapa jumlah kata. Sesibuk apapun, usahakan bisa menulis. Bisa meluangkan waktu kamu. Saat menulis, hindarkan obstacle-obstacle yang ada. Matikan notifikasi dan sound dari smartphone kita. Karena bisa mengganggu konsentrasi kita. Jauhkan dari pandangan kita.

7. Brand itu selalu suka dengan blogger yang memiliki ciri khas gaya bahasa sendiri, alias gak ikut-ikutan. Dan juga brand paling suka dengan blogger yang blognya selalu update.

8. Blogger ngalemin writer's blocked? Wajar. Pasti semua blogger pernah mengalami itu. Kuncinya supaya gak terjadi writter's blocked, ikhlas saja dengan keadaan, berdamai dengan emosi kita saat itu.

9. Usahakan menulis selalu menerapkan ilmu SEO, supaya tidak hanya berguna untuk brand, tapi juga posisi artikel kita di mata google. Jadi kembali lagi manfaatnya untuk diri kita sendiri.

10. Bingung menentukan gaya bahasa kita sendiri? Tips dari mba Sitta, teruslah menulis. Nanti kamu juga akan menemukan gaya bahasamu sendiri yang paling nyaman seperti apa. Tips yang paling simple, bagaimana kamu bercerita kepada oranglain, nah itulah gaya cerita kamu di blog.

11. Fokus meningkatkan traffic. Karena traffic ini bisa menjadi bargain atau nilai jual kita kepada google dan klien.

Testimoni

Jujur saja saya seneng banget bisa hadir di acara workshop HIIP Academy yang super padat konten seperti ini. Saat saya tahu email ini dilayangkan, langsung deh saya daftar tanpa berpikir panjang. Alhamdulillah suami juga support, dan mau bantu jaga anak-anak di rumah, selagi saya belajar disini 😚

Terima kasih ya HIIP. Ditunggu Academy #2 nya, saya yakin materinya juga gak kalah kerennya 😚

Ahhh finally selesai juga artikel yang panjang ini. Semoga kamu gak bosan ya membacanya.

Kalau ada yang mau ditanyakan, kalau ada yang masih bingung, kamu bisa langsung drop pertanyaan kamu di kolom komentar ya.

Semoga bermanfaat ☺️

4 comments

  1. Wah terima kasih nih Mbak tentang tipsnya. Memang menjadi blogger itu menyenangkan hihi

    ReplyDelete
  2. Mbak, yang Tips jadi blogger profesional nomer 4 (cara penghitungan saya) itu belum selesai nulisnya. Dan aku penasaran hehe... Kabari jika sudah diupdate yaa..

    ReplyDelete