5 Syarat Yang Harus Diperhatikan Saat Ingin Travelling Bersama Bayi



Sejak Narend usia 3 tahun, saya dan suami mempunyai keinginan untuk travelling. Apalagi sejak ada Rissa, wah ini jadi semacam challenge buat saya dan suami, bagaimana rasanya mengajak bayi untuk travelling. Sebenarnya saya sudah mau travelling Pulau Jawa saat lebaran kemarin (awal bulan Juni 2019 lalu). Tapi rasanya tidak mungkin, Rissa masih berusia 2 bulan, saya lahiran bulan Maret 2019. Saya khawatir dia bisa tidak nyaman selama perjalanan. Apalagi ini perjalanan jauh, memakan waktu berjam-jam di mobil, macet pula, jadi rencana travellingnya kami tunda sampai Rissa benar-benar siap. 

Berapa Batasan Usia Berapa Bayi Bisa Diajak Bepergian?

Bukan Rissa aja sih sebenarnya, tapi fisik dan mental kami juga harus siap 😊 Dari literatur yang saya baca, bayi dianggap sudah stabil ketika usianya sudah mencapai 1 bulan atau berat badannya mencapai 4 kg. Jujur aja Rissa di usia 2,5 bulan berat badannya sudah mencapai 4 kg (menurut buku perkembangannya dia). Berarti dia sudah tergolong kuat dong? Tetap saja, bukan hanya batasan berapa kilonya saja, tapi usianya juga. Minimal usianya 3 bulan.  Karena di usianya ini ia sudah dianggap aman untuk bepergian dengan menggunakan mobil, kereta api, kapal laut, atau pesawat terbang.

Kenapa harus begitu? Karena semakin muda usia bayi, semakin rentan juga terkena penyakit dan terinfeksi kuman dari lingkungan sekitar. Terutama dari orang-orang di tempat umum. Lalu ia juga masih rentan di lingkungan yang suhunya ekstreem, terlalu panas atau terlalu dingin. Selain itu juga bayi 3 bulan sudah mendapatkan beberapa vaksinasi wajib. 

Apa Syarat Utama Membawa Bayi Bepergian?

Syarat-syarat ini adalah syarat dari saya dan suami sepakati bersama. Mungkin persyaratan ini akan sedikit berbeda dengan literatur atau pengalaman yang lainnya, tapi inilah kesepakatan kami. Bukan mengada-ngada, tapi berdasarkan pengalaman lebih tepatnya. 

Apa saja persyaratannya? Diantaranya yaitu :

1. Bayi berusia minimal 3 bulan.
Kenapa? Alasan utamanya yaitu sudah saya sebutkan diatas. Alasan lainnya adalah, karena bayi di bawah 3 bulan, pupnya masih terlalu sering, masih terlalu sering mengganti popok. Bayi usia 2 bulan saja pupnya 1 hari masih lebih dari 1 kali. Dalam 1 hari minimal 3 kali. Bayangkan kalau diajak mudik bepergian menggunakan mobil, repotnya sudah kayak apa 😁

2. Jam tidurnya sudah teratur
Alhamdulillah, Rissa sejak usianya 2 bulan, jam tidurnya sudah teratur. Jam tidur malamnya sudah panjang. Start tidur dari jam 10 atau 11 malam (ini tergantung aktivitas saya juga). Kalau saya baru pulang dari aktivitas jam 10 malam, berarti dia tidurnya jam 11 malam. lalu dia kembali bangun jam 4 pagi untuk nyusui. Lalu kemudian tidur lagi, dan terbangun lagi jam 6 pagi. Begitu seterusnya sampai saat ini berusia 5 bulan. Kebiasaan jam tidur ini tidak boleh dilanggar satu haripun, karena kalau dilanggar, bisa-bisa berubah, saya gak mau ambil resiko.



Jam tidur ini penting banget, apalagi saat bepergian (travelling). Bayangkan kalau seandainya bayi kita belum ada jam tidur yang teratur, tengah malam kita harus terbangun, menemani dia tidur dan nyusui semalaman. Yang ada kitanya jadi tidak menikmati perjalanan liburan deh.

3. Minimal bayi sudah bisa duduk.
Kenapa? Supaya memudahkan kita saat travelling. Jalan yang sedikit hiking atau menanjak, harus digendong. Naik-naik ke tempat wisata yang bentuknya perahu misalnya harus digendong. Kalau gendongan terus, kemana-mana digendong, kebayang gak sih repotnya kayak apa? 😁 Saya sih udah kapok banget kalau harus menggendong berjam-jam bisa berpotensi bikin tulang saya linu. Lha masa iya saya harus pesan go massage di tempat lokasi tujuan cuma gara-gara keseleo menggendong Rissa? 😋


4. Mulai bisa pakai stroller yang bukan untuk new born. Supaya memudahkan kami untuk mobilitasnya.

5. Kondisi Sehat
Baik Bayi maupun kita sebagai orangtua, harus dalam keadaan sehat wal'afiat pastinya.

Hal Lain Yang Perlu Diperhatikan Saat Bepergian

Yang pasti perlengkapan seperti peralatan MPASI dan juga keperluan bayi seperti popok, minyak telon, lotion anti nyamuk, tissue basah, tissue kering, plastik, itu sudah harus ada. 

Seandainya memutuskan untuk naik pesawat, ada hal yang harus lebih diperhatikan seperti, sebelum take off :

1. Menyusui sebelum berangkat
Bayi harus sudah dalam kondisi kenyang sebelum take off, karena kalau tidak, dikhawatirkan bisa cranky di dalam pesawat. Karena pengalaman waktu mengajak Narend naik pesawat (segitu usianya sudah 2 tahun), tapi ia cranky di pesawat dong 😁 dan kamipun kewalahan untuk mengajaknya diam. Entah karena perbedaan ketinggian, suara bising pesawat atau udara, pokoknya ada hal-hal yang merasa membuatnya tidak nyaman. Apalagi kalau bayi? 😉

2. Berangkat pagi atau malam hari?
Karena bayi belum bisa mengerti pagi dan malam hari, menurut saya sih tidak masalah. Kecuali ia sudah mengerti. Nah, itu baru memilih waktu siang hari saja. Tapi kalau boleh saya sarankan sih, sebaiknya pagi hari saja,

3. Pilih seat dekat jendela
Ini mengantisipasi supaya bayi gak rewel. Supaya bayi bisa melihat pemandangan lewat jendela.

4. Persiapan mental
Ini jauh dari apapun. Karena kita harus punya cara gimana caranya mendiamkan anak bayi yang sedang rewel di tempat keramaian. Orang kan gak tau kondisi bayi kita seperti apa. Yang tau hanya ibunya saja. Kalau bayi gak nyaman di situasi setempat, sebaiknya jangan dipaksakan ya.

Itu aja sih 5 syarat yang harus dipatuhi seandainya jika ingin mengajak bayi bepergian. Yang penting kita sebgaai orangtua harus tau cara mengantisipasi seandainya bayi kita rewel, apa yang harus kita lakukan. Istilahnya kita punya plan back upnya.

Semoga bermanfaat




2 comments

  1. Wah bener banget nih Mbak kalau bisa memang menyusui si kecil terlebih dahulu sebelum travelling

    ReplyDelete
  2. Aku malah menyusui saat take off karena tekanan udara yang bikin telinga sakit itu bisa sedikit berkurang kalau ada aktivitas mulut pada bayi. Just my 2 cents aja

    ReplyDelete