Bagaimana Cara Memilih Asuransi Mobil Terbaik?


Beberapa hari yang lalu, saya gak sengaja melihat satu tweet teman saya, yang ceritanya dia mau reunian dengan sahabat lamanya. Singkat cerita teman saya ini bertanya soal rute kendaraan umum untuk menuju ke satu lokasi reunian tersebut. Lalu sahabatnya ini heran, yang biasanya temannya ini membawa kendaraan, apalagi temannya ini juga baru beli mobil baru katanya, surat-surat kendaraannya lengkap, tiba-tiba gak berani bawa kendaraan karena kendaraannya tidak ada asuransi mobil terbaik katanya. Yah tahu sendirilah, kondisi di Jakarta itu gimana yakaan?

Oke, dari tweet teman saya ini, saya jadi flash back, dulu waktu awal-awal saya baru pertama mau membeli kendaraan (mobil), mungkin kira-kira di tahun 2009 kali ya, tepat satu tahun setelah pernikahan kami. Pengetahuan soal memilih mobil aja (kami) saya dan suami awam banget. Gak ada pengetahuan sama sekali. Namanya juga pasangan baru. Dulu mah dunia digital dan internet belum berkembang pesat seperti sekarang. Tinggal cari referensi, searching apa aja juga ada. Kalau dulu, kami harus mencari manual. Tanya kepada teman yang sudah lebih dulu punya mobil dan juga bertanya kepada orangtua.

Gak hanya soal beli mobil, kamipun galau soal memilih asuransi mobil. Pasalnya dulu kan kondisi Jakarta gak seperti sekarang crowdednya. Masih terhitung sepilah ya. Saya aja masih bisa menempuh waktu 30 menit dari Bekasi menuju Cilandak. Kalau sekarang, please atuhlah, jangan ditanya 😂  Makanya pertimbangan kami dulu memilih asuransi adalah pakai atau tidak. Bukannya asuransi mobil apa yang harus saya pakai? Tapi kalau zaman sekarang, kayaknya asuransi mobil itu mau gak mau kita harus punya. Karena segala resiko yang datang, kita gakkan pernah tahu kapan terjadinya, karena kita gak akan pernah tau prediksi apa yang akan terjadi nantinya.

Nah, sepertinya sudah hampir 10 tahun pengalaman saya memilih mobil, dan alhamdulillah sekarang juga mobilnya masih kami pakai, awet, kami rawat dengan sepenuh hati, karena ini adalah mobil pertama kami 😉

Sekarang saya mau sharing nih, sebenarnya bagaimana memilih asuransi mobil terbaik?

1. Kenali Jenis Asuransi

Asuransi itu ada 2 macam, yaitu All Risk, dan TLO (Total Lost Only). Kalau all risk, artinya asuransi tersebut menanggung segala macam kerusakan, termasuk kehilangan. Mulai dari kerusakan ringan sampai berat. Jika TLO, itu adalah asuransi akan melakukan penggantian unit jika kendaraan kita mengalami kecelakaan kerusakan diatas 75% (dibakar, dicuri, pokoknya yang ekstreeem lainnya).

Kalau dulu sih asuransi mobil yang saya ambil adalah all risk. Kenapa? Karena pertama saya dan suami benar-benar baru memiliki kendaraan. Kedua, walaupun kendaraan kami adalah mobil second, tapi itu adalah mobil pertama kami. Jadi kami takut seandainya terjadi apa-apa di perjalanan. Kalau zaman sekarang sih, bisa saya sarankan TLO saja. selain kondisi Jakarta kan macet, tidak seperti dulu yang kecepatan mobilnya rata-rata bisa 60-70 kpj, tapi terkadang bisa 20-40 kpj. Tapi kembali lagi itu soal pilihan 😉



2. Jangan memilih karena premi murah

Murah belum tentu bagus.

3. Minta pendapat dari oranglain

Jangan pernah sungkan meminta pendapat oranglain.

4. Pelajari dari beberapa penawaran asuransi

Penting untuk kita tahu, perbandingan beberapa asuransi.

5. Ketahui cara klaimnya

Salah satu manfaat asuransi mobil adalah kita mendapat penggantian mobil baru atau perbaikan mobil. Sebelum membeli mobil, tanyakan kepada pihak dealer, atau leasing, bagaimana mendapatkan klaim dari asuransinya, berapa hari proses pengajuannya? Pihak asuransi punya cara yang jelas supaya klaim bisa dicairkan

Ohya, sayapun pernah sempat klaim asuransi mobil waktu itu. Prosesnya juga tidak sulit.

Langkah pertama, kita bisa menghubungi pihak asuransi, paling lambat 3x24 jam setelah kejadian. Ceritakan kronologisnya secara detail dan bilang bahwa kamu akan melakukan klaim dari bengkel rekanan. Jangan lupa saat kejadian, ambil foto dan video (dari berbagai sisi) untuk rujukan. Terlebih lagi jika mobil mengalami kecelakaan yang sangat berat.

Kedua, kamu bisa menyiapkan dokumen yang diperlukan. Siapkan saja fotokopi polis asuransi. fotokopi KTP, SIM, dan STNK. Lalu surat kehilangan dari kepolisian (jika mobilnya hilang).

Ketiga, mendatangi bengkel rekanan.

Keempat, nanti pada saat di bengkel rekanan, kamu akan disuruh mengisi formulir klaim. Isilah dengan jujur. Karena kalau tidak masuk akal, klaim kamu ada kemungkinan ditolak. Setelah selesai, tunggu dari pihak bengkel yang mengubungi kamu.

Biasanya sih proses klaimnya kalau kerusakan kecil bisa selesai dalam waktu seminggu. Tapi kalau berat, bisa 2 minggu atau bahkan sebulan. Apalagi kalau spare part yang dicari harus import dulu.

Kalau pengalaman saya waktu itu, walaupun kerusakan mobil saya hanya baret di beberapa spot saja, mobil saya sempat menginap di bengkel rekanan sekitar 1 bulan lamanya. Ini bukan karena proses klaimnya, tapi karena antrian mobil di bengkel tersebut.

Kalau misalnya kamu masih kebingungan juga untuk menentukan asuransi mana sih yang akan kamu pilih, kamu bisa mampir kesini : https://www.cekaja.com/asuransi-kendaraan/. So, pastikan kamu tau prosedur klaim asuransi sebelum membelinya karena bagaimanapun juga asuransi akan diperlukan pada saat keadaan darurat.

No comments