Pengalaman Saya Menggunakan Pompa ASI Medela Harmony, Manual Breastpump


Sejak hamil Carissa, saya bertekad penuh bahwa saya ingin dia mendapatkan ASI Exclusive, paling tidak selama 1 tahun. Makanya saya ingin mengupayakan apa saja, supaya dia mendapat full ASIX. Mulai dari support sistem, makanan dan nutrisi yang saya konsumsi, serta vitamin dan suplemen.



Dan moms percaya gak kalau saya bilang, selama menjadi ibu pejuang ASI eksklusif itu, pompa ASI lah yang paling banyak berperan (baca : berjasa) dalam kesuksesan pumping. Karena saya sudah merasakan sendiri pentingnya kehadiran si pompa ASI ini sewaktu anak pertama (Narendra). Tapi dulu saya punya breast pumpnya agak telat, yaitu 2 minggu setelah lahiran, saya sempat ngalamin yang namanya payudara bengkak juga, lalu gak bisa dikeluarkan. Jadi sebelum proses melahirkan, sebisa mungkin kita harus menyediakan breast pump (pompa ASI). Gunanya untuk apa? Untuk memompa ASI kita. Walaupun setelah lahiran ASI kita belum terlalu banyak, kita tetap membutuhkan pompa ASI. In case bayi kita tidak mau DBF (Direct Breast Fedding) atau menyusui secara langsung, sedangkan payudara kita sudah bengkak, nah disinilah peran utama si pompa ASI. Makanya saya sudah siap sedia pompa ASI 1 bulan sebelum lahiran Carissa.

Mau beli atau sewa? Gak masalah. Yang penting harus siap pakai saat kita melahirkan nanti.

Nah, breast pump atau pompa ASI yang saya pakai saat ini yaitu Medela Harmony Manual. Dari dulu sejak anak pertama saya selalu tertarik dengan breast pump manual. Alasannya karena saya lebih sering mobile, breast pump manual lebih handy, simple, and light kalau dibawa kemana-mana. Beda halnya dengan pompa ASI yang elektrik. Misalnya saat saya butuh tapi ternyata tidak ada colokan listrik, arau baterainya habis, dan sebagainya.

So, melalui artikel ini saya juga mau share pengalaman saya selama menggunakan pompa ASI ini selama kurang lebih 1 bulan ya.

Ohya, pompa ASI Medela Harmony ini saya adalah hadiah waktu lahiran Rissa kemarin.

Design

Untuk designnya menurut saya elegan, cantik, fleksibel. Warna kuningnya bikin saya semangat pumping 😊

Pompa Medela Harmony ini memiliki tuas yang bisa diputar 360 derajat, jadi bisa pumping dalam posisi apapun.


Lalu kelebihan Medela Harmony ini juga katanya memiliki 2-Phase-Expression, yaitu teknologi memerah (tuas yang pendek) dan stimulasi (tuas yang panjang). Maksudnya, tuas yang pendek untuk pumping mengeluarkan ASI dari payudara, sementara yang panjang untuk stimulasi yang menyerupai hisapan bayi.

Gak cuma teori aja, and it works lho! Gak lama payudara saya langsung merasa LDR (Let Down Reflex), ASI nya keluar dengan sendirinya. 

Untuk corongnya, walaupun tidak dilapisi oleh karet lagi, menurut saya cukup lembut dan ergonomis, saat dipakai payudara saya merasa vakum oleh udara dan tidak terasa sakit. 

Corong Pompa Medela Harmony
Di bagian bawah pompanya terdapat karet (plate) yang gunanya supaya saat menaruh di meja botol pumpingnya tetap steady atau stabil.




Untuk spare partnya juga tidak rumit, mudah dibongkar pasangnya.

















1 botol pompa ASI nya berukuran 150ml, cukup untuk 1x pumping 😉


Dalam setiap pembelian sudah disertai dengan guide booknya. Kalaupun masih bingung, moms bisa lihat petunjuknya lewat youtube.


Soal harga bervariasi sih, tergantung lokasi dan ecommercenya.

Purelan Nipple Cream

Purelan Nipple Cream

Ohya, selain breast pump-nya, di dalam boxnya Medela juga terdapat krim untuk mengatasi puting yang lecet akibat latch on yang kurang tepat. Saya pribadi sempat mengalami puting lecet saat Rissa berusia 2 hari. Tapi karena waktu itu puting saya sudah sembuh lebih dulu (saya oleskan ASI), krim ini saya pergunakan untuk pelembab. Bisa digunakan di bagian kulit kering di bibir, siku atau bagian kulit lainnya. Berbahan dasar 100% lanolin, yang aman apabila tertelan bayi karena diambil dari wool fat domba. Bisa untuk dewasa atau untuk bayi.

Pureland Nipple Cream

Purelan ini dilengkapi dengan anti alergi. 

Jadi jika nantinya saya sudah selesai masa menyusui, krim ini bisa saya gunakan untuk kakaknya, mas Narend, untuk bagian-bagian kulitnya yang kering.

Bisa dibilang krim ini jadi multifungsi ya. Volumenya 7,4 ml. Karena kan pakainyapun sedikit-sedikit, jadi bakalan awet sih menurut saya. 

Testimoni

Setelah 1 bulan pemakaian pompa ASI Medela Harmony ini benar-benar buat saya semangat pumping. So far bagi saya sih belum ada kekurangannya. Kalau soal tangan pegal, yah dimana-mana yang namanya pompa ASI manual ya semua pegal lah 😋 namanya juga dipompa secara manual LOL. Tapi yang bikin saya amaze sih, baru sebentar saya pumping udah bikin payudara saya LDR, jadi lumayan banget, sekali pumping saya bisa dapat 80-120 ml (saat Rissa usia 2,5 bulan). Mungkin ada yang bilang ukuran segitu tidak terlalu banyak, tapi bagi saya sudah alhamdulillah, karena memang porsi minum Rissa kan segitu 😉

Nah ini hasil sekali pumping saya menggunakan Medela Harmony Manual




Alhamdulillah.

Itu aja review and pengalaman saya selama menggunakan pompa ASI Medela Harmony manual. Semoga terbantukan yang sedang mencari reviewnya ya.

Dan semoga bermanfaat ya 😉


2 comments

  1. Wah, kalau buat saya hasil segitu juga udah banyak, Mbak.. malah banyak banget.. hihi. Saya kurang dari itu untuk sekali pumping. Soalnya si kecil lebih sering ngASI langsung, sih..
    Btw emang warna dari Medela ini imut gitu ya, jadi semangat pumping ��

    ReplyDelete
  2. kok bisa banyak ya asinya? istri saya padahal juga sudah mencoba mengkonsumsi daun katub yang katanya untuk meningkatkan produksi air asi.

    ReplyDelete