Website Wordpress Kamu Lambat? Kamu Wajib Baca Artikel Ini


Siapa sih yang tidak kenal dengan Wordpress? Singkat cerita, Wordpress adalah Open-Source Content Management System (CMS) yang di develop menggunakan PHP dan MySQL oleh Matt Mullenwerg dan Mike Little yang diperkenalkan pada tahun 2003. Dimana pada tahun 2019 ini, menurut website w3techs, Wordpress digunakan oleh 33.9% website yang ada di dunia atau 60.7% untuk Marketplace CMS.

Wow sesuatu banget, Wordpress dari tahun 2010 selalu nomor satu - Doc: w3techs.com

Dari data di atas, berarti 3 dari 10 orang yang membaca artikel yang saya buat ini, websitenya menggunakan Wordpress 😊 Sebelum saya menjelaskan bagaimana mempercepat Wordpress kamu, saya ingin memberitahukan bahwa setiap versi wordpress memiliki codename yang berbeda-beda (ini sama seperti produk-produk milik Microsoft yang menggunakan codename). Waktu awal launching, Wordpress versi 0.7 masih belum memiliki codename, namun pada tahun 2004 untuk versi 1.0 sudah menggunakan code name Davis, nah untuk yang terakhir tahun 2019 adalah versi 5.1 dengan codename Betty.


OK, kembali ke menu utama kita hari ini, bagaimana mempercepat website wordpress kamu? saran saya, kamu mulai cek satu per satu beberapa tips dibawah.

1. Tanyakan ke Hosting Provider kamu

Mungkin kamu bertanya, loh kok malah bertanya ke hosting provider, memangnya mereka bisa mempercepat website wordpress. Nah tidak semua hosting provider memiliki Wordpress Hosting, "Loh memangnya ada bedanya antara wordpress hosting dengan hosting biasa?", yah bedanya hosting kamu di desain khusus untuk penggunaan wordpress serta mendukung CloudFire dan sudah ready HTTP2 dan SSL. Jadi jika ada wordpress hosting, buru-buru pakai ini saja.

2. Memakai Caching Plugin

Sudah menjadi rahasia umum, cara termudah untuk mempercepat kecepatan load website wordpress kamu dengan memakai cache plugin. Salah satu plugin yang paling banyak digunakan adalah Breeze dengan mengurangi waktu download. Kamu juga bisa bertanya ke hosting provider kamu plugin yang di rekomendasikan.

3. Cari Plugin yang tidak terpakai atau yang tidak berjalan normal

Kelebihan sekaligus kelemahan dari wordpress, kamu bisa menginstall beberapa plugin sekaligus, namun akibatnya akan terjadi lag pada website atau bahkan loading websitenya lambat. Nah untuk mengetahui plugin apa yang membuat website kamu jadi lambat bisa menggunakan plugin Query Monitor, dengan plugin ini kamu bisa melihat apa yang membuat website kamu lambat.

4. Compress Media

Kedengarannya simple, namun banyak orang yang mengupload image ke wordpress secara langsung tanpa adanya resize image, hasilnya wordpress akan menampilkan ukuran gambar yang sama persisi dengan apa yang kamu upload. Untungnya wordpress memiliki plugin yang memungkinkan untuk resize semua image kamu secara otomatis yang bernama WP Compress. Jadi nanti image yang tampil di semua halaman kamu sizenya lebih kecil.

5. Compress size website Wordpress kamu

Selain ukuran image yang lebih kecil, ukuran website yang lebih kecil akan mempercepat load website kamu. Kamu bisa menggunakan tools GZip Compression, nah dengan tools ini bisa meng-compress website kamu di kisaran 50-70%. Caranya simple, jika kamu tadi sudah menginstall dan mengaktifkan Breeze, maka GZip compression tinggal di aktifkan.

6. Jangan tampilkan Full Post pada halaman utama

Banyak orang yang tidak melakukan cut pada postingan, alhasil postingan akan muncul secara full di halaman utama, sehingga dalam 1 halaman, akan muncula banyak sekali post, bagi orang yang membuka halaman seperti itu, tidak butuh waktu lama untuk menutup website kamu. Jadi, lakukan cut untuk setiap 1 paragraf.

7. Selalu Update Wordpress kamu

Yang menjadi kelemahan dari wordpress adalah update, karena bisa dikatakan bahwa bisa setiap 1-2 minggu wordpress butuh di update, jadi jangan pernah kelupaan untuk update wordpress kamu. Jika memungkinkan, kamu memiliki website UAT, jadi sebelum di update di website utama kamu, kamu tes update wordpress di UAT, jika tidak ada isu dengan website kamu langsung apply di website utama, jika ada masalah, kamu bisa menunggu sampai ada update yang lebih stabil.

8. Disable Hotlinking

Secara umum, hotlinking adalah istilah dimana resource website kamu digunakan oleh orang lain, contohnya jika kamu menaruh image, lalu image kamu diambil link-nya, lalu ditaruh di website orang lain, maka saat orang klik gambar di website orang lain, maka bandwidth website kamu yang terpakai. Untuk mengakalinya gampang kok, kamu tinggal modifikasi .htaccess file di root wordpress site kamu.

  1. RewriteEngine on
  2. RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
  3. RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www\.)?EXAMPLE.com [NC]
  4. RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www\.)?google.com [NC]
  5. RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http(s)?://(www\.)?feeds2.feedburner.com/EXAMPLE [NC]
  6. RewriteRule \.(jpg|jpeg|png|gif)$ – [NC,F,L]

9. Gunakan Themes yang enteng

Sudah menjadi rahasia umum kalau wordpress terkenal dengan themes yang keren dan menarik mata, namun hal itu penuh dengan konten post yang beraneka ragam (Magazine Themes), widget, slider (homepage) dan bahkan sidebar (menu), jadi waktu load saja sudah membuat load website kamu menjadi lambat. Saran saya, saat kamu mencari themes, cari themes yang lightweight, banyak kok di internet yang menjual themes seperti itu.

10. Jangan lupa konfigurasi revisi Postingan

Fitur yang paling keren di wordpress adalah Post Revision, dengan fitur ini jika kamu mau rollback isi artikel kamu, bisa dengan mudah dilakukan, namun ternyata tidak banyak orang yang memanfaatkan fitur ini, dan akhirnya menyebabkan kekurangan space pada hosting. Untuk mengakalinya, kamu bisa disable post revision ini pada file wp-config atau jika kamu masih menggunakan fitur ini, kamu batasi jumlah revisinya.

Limit post revision max 3

  1. define ('WP_POST_REVISIONS', 3);

Disable post revision

  1. define ('WP_POST_REVISIONS', false);

Tips terakhir saya, jika target pembaca website kamu berada di indonesia, kamu harus memilih Hosting Indonesia yang lokasinya berada di Indonesia agar proses load website kamu tidak berputar-putar ke server negara lain 😊 ngomongin hosting, salah satu hosting provider yang mendukung Wordpress Hosting adalah QWORDS, teknologi yang di usung adalah CloudPop sehingga kamu otomatis akan mendapatkan 9 keuntungan :

1. Cloud Based Hosting
2. Penyimpanan menggunakan SSD berkecepatan tinggi
3. Optimasi wordpress untuk performa hosting
4. Dukungan CloudFlare
5. Siap HTTP2 & SSL
6. cPanel Control Panel dengan modul Litespeed Apache
7. Bebas set fungsi PHP, Versi & Limit
8. Gratis percobaan 1 bulan pertama
9. Gratis migrasi dari provider manapun

Dengan melakukan 10 hal diatas, minimal kamu bisa mempercepat kecepatan load wordpress kamu, simple ya, mudah-mudahan berguna untuk kamu 😊


















38 comments

  1. Aku kurang begitu paham pakai wordpress karena aku blogspot. Tapi banyak juga nih dari blogspot hijarh ke WP. HIhihihi. Makasih tulisannya ya mba. Setidaknya aku jadi mikir-mikir nih untuk hijrah ke WP :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jangan di pikir-pikir mba Alida, bulan depan kayaknya aku hijrah ke Wordpress :)

      Delete
  2. saya pake blogger.com mba Oline, ga ngerti kalau wordpress. tapi beli domainnya di qwords juga nih saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak ada rencana untuk migrasi ke wordpress mba Kania? Hm.. intinya sih makin cepet website kita di load maka makin banyak orang yang betah lama-lama di blog kita (selama tulisannya bermanfaat), cobain buka www.webpagetest.org dan lihat berapa lama website kita ke load mba

      Delete
  3. Ini nih, WP aku loadingnya lama banget. Resize image udah pake plugin, lagi nyari2 plugin yg bikin lemot apaan tapi blm nemu. Huhuhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Eko bilang pakai plugin Query Monitor aja, nanti bisa keliatan isu lambatnya dimana

      Delete
  4. iya theme WP itu banyak banget, sering tergoda untuk gonta-ganti tapi males konfigurasi lagi. Jadinya cukup puas di preview aja

    ReplyDelete
  5. Saya pakai blogger.com Mbak. Suamiku yang pakai wordpress untuk bisnisnya. Coba nanti kutanyakan nih, dia pakai hosting Indonesia atau mana ya, makasih banyak infonya

    ReplyDelete
  6. Aku punya blog WordPress tapi blm berdomain pribadi. Mahal ternyata ya, beli domain sama sewa hostingnya. Sebenarnya enak pake WordPress, template nya bagus2 dan terlihat lebih profesional

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah buka qwords.com? Lagi ada promo ramadhan tuh, domain .com and hosting 1GB cuma RP. 10.500/bulan ^^

      Delete
  7. Waah.. Ilmu baru untuk memperdalam wordpress nih. Terus terang saya masih sangat awam tentang blog di wordpress. Sudah ada sih, blog yang khusus jalan-jalan dan makan, saya pakai wordpress dan selfhosted. Tapi ya itu, masih kaku dan bingung. Jadi jarang diupdate itu blog.

    Makasih infonya ya, Mba Oline. Pelan-pelan saya pelajari.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba Eri, minimal tiap bulan di update versi wordpressnya, bisa otomatis kok (jangan lupa di backup dulu sebelum di update)

      Delete
  8. Dulu waktu di blogdetik pakenya wordpress tapi aku masih banyak gak pahamnya sih hahaha.

    Sekarang udah pindah ke dot.com lagi pake blogspot sih hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe sama dong mak Eri, beli domain trus di redirect :)

      Delete
  9. Whoaa makasiiiy ilmunya, mak Oline.
    Aku pakai WP bertahun2, tapi ya gitu deh :D Belum optimal banget hehehehe
    Ini mau menyerap konten artikel Mak Oline, Bismillah semoga bisa lebih baiiiik
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba Nurul, minimal di update versi wordpressnya minimal 1 bulan sekali ^^

      Delete
  10. Duh, harus banyak belajar nih... Selama ini tahunya cuma pakai doang.. Hihi... Tfs mb...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba Sapti, saya juga masih belajar banyak kok, ini aja baru mo upgrade ke wordpress insyaallah bulan depan, selama ini diajarin suami

      Delete
  11. wow, lengkap banget mbak tipsnya.

    Aku sendiri sebenarnya kurang paham seh soal perhostingan ini. Makanya selalu ujung-ujungnya minta tolong temen yang lebih mengerti, hehehe.

    Kalau tempat hostingnya punya CS yang baik lebih ok seh. Jadi ditanya awam juga tetap menjawab dengan senang hati :D

    Btw, aku pake wordpress loh. Sedihnya kalau mau komen di blogger susah kalau pake HP >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting sih hosting servernya ada di Indonesia biar waktu loadnya kenceng, makanya saya mo pake wordpress juga nih saking mupeng sama website loadnya cepet banget

      Delete
  12. Kalau blog pribadiku nggak pakai WP sih mba, tapi webnya klien pake WP. Awal-awal buka masih bingung gitu, nggak biasa soalnya. Baca ini jadi nambah pengetahuan aku juga buat ngulik WP lebih dalam lagi :)

    ReplyDelete
  13. Blogku wordpress dan masih kurang cepat sih loadingnya, tempat hosting pengaruh juga ya, harus pilih hosting di Indo aja kayaknya nih, hostingku di luar negeri. Barusan update WP dan mulai ada error2 di blog hiks.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelum di update jangan lupa di backup dulu, kalau ada error jadi bisa di balikin lagi, nah jangan di update lagi sampai versi baru lagi muncul

      Delete
  14. Saya pakai wordpress mbak, cuma belum kenal seluk beluk plugin dsb. Masih sekedar pakai saja, tfs mbak

    ReplyDelete
  15. nomer 10 maksudnya gimana Mbak Oline? Ku ga paham istilah roll back. Banyak fitur WP yang belum ku pakai.

    ReplyDelete
  16. Waaahh aku sungguh tak paham kalau soal Wordpress, ini pake blogspot aja pasrah jaya soal settingan2 :) Tapi emang kudu banyak belajar ya tentang platform apapun agar pengetahuan juga makin luas.

    ReplyDelete
  17. wah penting banget nih buat aku sebagai pengguna WP. Emang masih banyak fitur yang belum coba dipake.. tar aku coba lihat2 lagi deh

    ReplyDelete
  18. Terima kasih tipsnya mbak Olin. Aku baru tau ada plugin yg bisa mempercepat loading. Nanti aku coba ah. Blog Aku nih kdng suka di desktop lama, tapi kalau di hape bisa lumayan cepet. Coba nnati aku otak atik ah thx

    ReplyDelete
  19. Aku masih suka lihat beberapa blog menampilkan full post pada halaman utama tuh, jadi gak usah diklik aja udah bisa terbaca semua ya postingannya, agak rugi juga kalua butuh traffic gak keklik postingannya ya.
    Pakai wordpress memang enak tapi harus memperhatikan hostingnya juga ya jangan sampai pakai penyedia hosting yg suka down trus. Aku dulunya malah pakai WP tapi ganti hihihi

    ReplyDelete
  20. Sedikit pencerahan nih, aku soalnya galau sebenarnya ingin hijrah ke WP. Tapi masih bingung sama toolsnya walaupun katanya gampang kalau udah nyemplung.

    ReplyDelete
  21. Oh itu Post Revision, intinya kita bisa balikin isi artikel kita sesuai dengan waktu revisi, jadi kalau ada paragraf/kalimat yang gak sengaja ke hapus bisa di tampilkan kembali

    ReplyDelete
  22. Sama kayak Nessa, blog pribadi pake blogspot tapi blog kantor pake WP. Kalo niatan migrasi ke WP belum tersirat sih mungkin krn aku pemalas pindahannya ��❤ tapi tipsnya bisalah digunakan buat blog kantor

    ReplyDelete
  23. Kepengen deh bisa migrasi ke WP. Tapinya aku males beres2 dan balik lagi semua dari awal. Terutama DA PA. :D

    ReplyDelete
  24. Tampilan full post ini tergantung template bukan, kak?
    Aku juga sebenarnya sangat nyaman pakai wp, tapi...hostingnya yang tak ramah di kantong.
    Huuhuu~

    ReplyDelete
  25. Aku pake wordpress mba. Baru tahu soal disable post revision. Punyaku banyak banget ini revisiannya. Siap kuhapus deh, biar lebih lega spacenya. Makasih banyak informasinya

    ReplyDelete
  26. Menarik sekali artikelnya, Mbak. Saya ingin cek blog saya dan memperbaikinya sehingga loadingnya bisa cepat. Loading blog cepat sangat penting untuk seo.

    ReplyDelete