Penting Gak Sih Website Buat Usaha Online



Jaman dulu jika ingin berjualan, kamu wajib memiliki 3 hal, yaitu toko, karyawan dan pastinya barang yang mau dijual. Untuk toko harus mencari toko yang lokasinya strategis, harganya tidak terlalu mahal dan pastinya traffic ramai. Sedangkan untuk karyawan biasanya di cari yang sudah berpengalaman berjualan namun harus ditebus dengan gaji yang tinggi atau bisa memilih karyawan baru, cuma effortnya harus diajari berjualan dari A sampai Z dengan gaji yang tidak tinggi, dan yang terakhir barang yang mau kamu jual, wajib kamu beli di distributor besar atau kalau bisa dari pabrik langsung untuk mendapatkan selisih sebagai omset yang lebih besar.



Kalau jualan jaman sekarang (baca: jaman now) cara di atas berlaku untuk barang-barang tertentu seperti toko grosir dekat rumah, minimarket seperti Alfamart, Indomaret, 212 Mart, dimana budget yang harus kamu keluarkan lumayan besar (baca: diatas 100jt). Karena kemajuan jaman, sekarang barang-barang yang cuma bisa kamu dapatkan di toko atau mall seperti kaos, kemeja, dress, aksesoris seperti topi, baju batik sampai barang-barang khusus seperti stroller, baby chair, kulkas, TV semua bisa dibeli via online dari smartphone ataupun laptop kamu, itulah kenapa marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee dan Olx merajalela.

Dengan menjamurnya marketplace seperti diatas, kamu mungkin akan berkata "Buat apa punya website, cukup berjualan di marketplace sudah bisa mulai jualan kok". Well, hal tersebut bisa dibilang benar, namun sekaligus salah. Dibawah ini adalah 3 alasan kenapa kamu tetap butuh memiliki website walaupun sudah memiliki toko di marketplace.

1. Saingan Banyak

Sudah menjadi rahasia umum, jika kamu berjualan barang yang umum, maka orang lain juga pasti bisa berjualan barang yang sama. Misalnya kamu jualan vitamin untuk memperbanyak ASI, sebut saja Herbs Of Gold Breastfeeding Support (HOG) dan Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold (BM) maka orang lain juga bisa jualan HOG dan BM, nah tinggal bagaimana kreatif kamu berjualan. Misalnya, karena HOG dan BM harganya tidak murah (baca: lumayan mahal), maka agar calon customer mau membeli yang isinya 60 kapsul yang harganya 450rb, kamu bisa tawarkan paket kecil, jadi misalnya 5 kapsul HOG dan BM seharga 75rb, nah dengan begini calon customer berubah menjadi customer 😊

2. Trusted Seller

Dengan cara diatas, dijamin dalam 1-2 bulan penjualan kamu akan meningkat, namun yang menjadi masalah adalah saingan kamu akan menggunakan cara yang sama, jadi kamu harus lebih kreatif jualannya, sebagai contoh, yang menjadi kebiasaan seller di marketplace, banyak seller yang menggunakan foto produk yang sama, hal itu biasanya dikarenakan seller tidak yakin bisa menampilkan foto produk yang bagus, positif sih karena calon customer bisa melihat produk yang mau dibelinya lebih jelas, namun menjadi negatif jika calon customer melihat foto itu di toko saingan kamu.

Untuk mengakali hal tersebut, tidak terlalu sulit kok, kamu tinggal memfoto produk yang kamu jual dengan angle kamu sendiri dan print nama toko kamu, dan taruh kertas printout toko kamu di samping/depan produk kamu, dengan begitu calon customer akan percaya bahwa kamu memang memiliki produk yang mereka inginkan 😊

3. Marketplace Tutup

Kalau kamu berfikir bahwa dengan menjadi Trusted Seller dan barang yang terjual sudah banyak, maka kamu tinggal menunggu calon customer menjadi customer dan customer selalu repeat order ada benarnya dan memang itu sistem penjualan di marketplace. Namun apakah kamu pernah berfikir kalau marketplace kamu akan tutup? "Gak mungkin tutup lah lin, marketplace besar pasti akan selalu berjaya", masih ingat dengan kasus salah satu marketplace yang pernah menjadi terbesar di Indonesia yaitu Tokobagus? Hanya karena 1 kasus tentang pen****an b**i, marketplace itu langsung tutup.

Nah kalau marketplace yang sudah menjadi tulang punggung kamu untuk mengais rezeki sampai tutup lantas bagaimana? Apakah kamu pindah marketplace lain lagi, lalu mulai dari awal dan melakukan hal yang sama untuk mendapatkan calon customer? Jawabannya antara ya dan tidak. Jawabannya iya, kalau kamu siap dalam waktu 3-6 bulan penghasilan kamu akan seret, kenapa seret? Karena kamu akan mulai lagi dari awal, untuk melawan Trusted Seller di marketplace sebelah. Sedangkan jawaban kamu bisa juga tidak. Nah loh kok bisa? Kamu sebenarnya punya cara yang mudah dan cepat, walaupun kamu baru membuat account di marketplace sebelah, namun customer kamu akan tetap membeli dari toko kamu. Gak percaya atau malah bingung? 😊

Kok Bisa Repeat Order?

Jawaban adalah website 😊 Kok bisa? Sekarang kamu tempatkan diri kamu sebagai customer, kamu pasti sudah hapal nama toko, deskripsi toko bahkan foto-foto produknya, nah saat marketplace akan tutup pastinya akan mengumumkan ke customer dan seller bahwa bulan apa toko akan tutup, nah disitu kamu langsung deh buru-buru untuk membuka account di marketplace kamu, lalu menghubungi semua customer repeat order kamu mengenai toko baru kamu. Untuk meyakinkan, pastinya di toko baru, kamu akan membuat sama persis seperti toko lama kamu, mulai dari nama, deskripsi dan foto-foto produk kamu. Dijamin cuma dalam waktu 1-2 bulan maka customer kamu langsung repeat order dan calon customer baru, bisa kamu dapatkan dalam waktu 3-6 bulan ke depan. Nah mungkin kamu bertanya, "Trus hubungannya dengan website apa dong? Gak butuh website dong?" , banyak seller yang menaruh nama website di deskripsi produk, nah saran saya adalah sejak awal menggunakan nama website kamu sebagai nama toko kamu, misalnya kamu berjualan obat herbal dengan website www.obatherbal.com, di toko online kamu namanya adalah tokoherbaldotcom, jadi repeat customer tidak akan membeli dari marketplace, namun langsung dari website kamu, jadi walaupun marketplace kamu tutup, repeat customer kamu akan tetap bisa membeli produk kamu melalui website kamu.

Website Yang Pas Untuk Jualan

Dari contoh kasus diatas, kamu jadi tahu dan aware bahwa website adalah sebuah keharusan jika memang serius berjualan di marketplace dan online. Berikutnya, jika kamu sudah mulai fokus, kamu akan bertanya, lalu untuk bisa memiliki website harus beli dan buat yang seperti apa? Akan menjadi sangat panjang jika harus dijelaskan, simplenya kamu bisa berpatokan pada 3 hal dibawah.

1. Beli Domain Sesuai Nama Toko Kamu

Seperti yang tadi saya bilang, kalau kamu berjualan obat herbal, belilah www.tokoherbal.com jangan membeli nama domain yang tidak jelas, apalagi yang tidak memperlihatkan produk jualan kamu.

2. Beli Hosting Indonesia

Nah banyak orang yang tidak tahu, waktu memilih hosting, karena Hosting US lebih murah dari Hosting Indonesia, maka memilih Hosting US, padahal hal tersebut berpengaruh dengan kecepatan load website kamu, jadi kalau bahasa website kamu adalah Indonesia dan target customer kamu orang Indonesia, belilah Hosting Indonesia. Kalau ada yang bertanya "Mba Oline kalau beli hosting Indonesia dimana?", saya pribadi belinya di Qwords.

3. Pilih Wordpress dan Woocommerce

Kalau kamu membaca artikel saya Website Wordpress Kamu Lambat? Kamu Wajib Baca Artikel Ini, kamu akan mengerti kenapa saya merekomendasikan Wordpress. Nah sebagai tambahan, kalau kamu mau berjualan dimana ada sistem pemesanan langsung di website, maka kamu wajib menginstall online store pluggin yaitu Woocommerce, dengan woocommerce akan merubah wordpress kamu dari website atau blog biasa menjadi sebuah online store.

Gimana, mudah-mudahan pikiran kamu bisa terbuka, seperti gelas kosong yang bisa menerima informasi dari orang lain, sehingga dengan memiliki website, dagangan kamu akan naik tingkat dan jika sudah memutuskan membuat website, gunakan 3 patokan dari saya diatas, hopefully jualan kamu makin ramai 😊

1 comment

  1. mbak aku punya web toko online tapi masih belum .com apa perlu ya. Sekarang sih masih sibuk di marketplace

    ReplyDelete