Cara Memasak Ketupat Dengan Panci Presto


Ketupat bisa dikatakan sebagai makanan legendaris di Indonesia, karena makanan yang di balut janur ketupat yang di rangkai membentuk ketupat lalu di isi oleh beras lalu di kukus dalam jangka waktu 4-5 jam ini, memberikan rasa yang unik, dan kerennya ketupat hanya bisa ditemukan di Indonesia.

Mungkin kamu bertanya, bagaimana dengan lontong? Walaupun sebenarnya cara pembuatannya hanpir sama, ternyata makanan ini kalah pamor dengan ketupat, karena lontong hanya menggunakan daun pisang, sehingga dari kepadatan nasi, rasa tetap lebih unggul ketupat.



Q & A Ketupat dan Lontong

Memang tradisi di setiap keluarga berbeda-beda, dibawah ini pertanyaan yang sering diajukan orang-orang ke saya setiap tahun.

Q : Mba Oline kalau lebaran, buat ketupat saja?
A : Tidak, saya selalu membuat ketupat dan lontong, alasannya karena tidak semua suka dengan ketupat, jadi terpaksa selain ketupat, saya juga membuat lontong.

Q : Mba Oline membuat ketupat berapa banyak?
A : Biasanya di hitung berdasarkan asumsi saudara yang akan datang. Karena ayah mertua yang paling tua, jadi banyak sekali saudara yang datang ke rumah, saya selalu menghitung 1 ketupat untuk 1 orang, jadi kalau ada 40 orang yang datang ke rumah, saya biasanya membuat spare 50 ketupat dan 10 lontong.

Q : Mba Oline pasti membuat ketupat sendiri?
A : Untuk perhitungan di awal, iya, saya pasti membuat sendiri, jadi kalau yang datang 40 orang, seperti perhitungan di atas membuat 50 ketupat dan 10 lontong. Nah terkadang ada salah perhitungan, ada keluarga yang datang dan tidak masuk perhitungan, maka untuk membuat ketupat lagi agak repot, jadi saya pasti membeli ketupat/lontong (karena sayur dan makanannya masih banyak) di tukang ketupat sayur atau lontong sayur yang biasanya berjualan di H+3 lebaran.

Kenapa Pakai Panci Presto?

Dulu waktu belum mengenal panci presto, saya membuat ketupat menggunakan dandang untuk memasak nasi ukuran besar, jadi  sekali bikin bisa sampai 15 ketupat, bayangkan kalau saya membuat 50 ketupat dan 10 lontong, dengan waktu membuat 15 ketupat selama 5 jam, maka saya butuh waktu 4x5 jam atau 20 jam (dengan catatan tidak ada waktu istirahat), hal itu membuat diri saya menjadi capek. Akhirnya waktu ada saudara yang datang ke rumah dan saya "curhat", di kasih tahu tips untuk mempercepat proses pembuatan ketupat, yaitu memakai high pressure cooker atau bahasa indonesia Panci Presto. Yang keren, waktu pembuatannya cuma membutuhkan 1-2 jam atau sekitar 3x lebih cepat dari cara konvensional, jadi kalau memasak 50 ketupat dan 10 lontong, cuma membutuhkan max 8 jam.

Cara Membuat Ketupat Dengan Panci Presto

Untuk membuatnya tidak terlalu sulit, namun lebih cepat lagi jika kamu mengetahui cara pembuatannya. Namun sebelumnya kamu harus mempersiapkan bahan-bahannya :

- Beras 1 kg
- Janur ketupat yang sudah di rangkai menjadi ketupat
- Daun pandan 2 lembar
- Air secukupnya

Proses pembuatannya tidak sulit kok :

1. Cuci beras dengan air hingga bersih beberapa kali, tiriskan agar tidak ada air pada beras.

2. Siapkan air dalam panci/baskom, masukkan beras yang sudah di cuci lalu masukkan 2 lembar daun pandan, diamkan selama 1 jam, setelah itu tiriskan beras kembali.

3. Ambil ketupat, lalu isi dengan beras sampai terisi 1/2 dari ketupat, tutup dan lakukan sampai beras habis.

4. Siapkan panci presto, lalu masukkan ketupat ke dalam panci presto lalu tata dengan rapi, setelah itu masukkan air sampai seluruh bagian ketupat terendam air.

5. Tutup panci presto, lalu rebus, nah bedanya panci presto dengan panci biasa dan panci presto, pada panci presto terdapat alarm (akan terdengar suara), jika iya, langsung kecilkan api lalu masak sekitar 15-20 menit.

6. Setelah 15-20 menit matikan api, dan diamkan panci presto sampai suhunya dingin.

7. Setelah dingin, keluarkan ketupat lalu digantung agar airnya menetes, pastikan sampai kering agar tidak mudah basi

Nah dengan menggunakan panci presto, kamu bisa memasak ketupat hanya dalam waktu 1-2 jam, sedangkan dengan panci biasa butuh waktu 4-5 jam. Selamat mencoba dan selamat berpuasa 😊

No comments