Cerita Mudikku ke Tulung Agung Menggunakan Kereta Api



Berhubung punya anak maaih bayi usia 2 bulan yang lagi lucu-lucunya, Lebaran di tahun ini sudah dipastikan saya dan suami gak mudik. Pasalnya takut bayi cranky di jalan, saya stres gak karu-karuan. Jadi mending saya pending aja mudiknya ke tahun depan. Jadi kali ini saya cerita mudik saya tahun lalu ya.

Jadi tahun lalu saya, suami dan adik saya mudik ke rumah mama, Tulung Agung, Jawa Timur. Karena ke Tulung Agung gak ada transportasi apapun, pilihan terdekatnya hanya stasiun Tulung Agung atau bandara Surabaya. Tapi masalahnya dari stasiun menuju rumah mama jaraknya sekitar setengah jam perjalanan. Kalau naik pesawat turun di bandara Juanda, ke Tulung Agung harus 4 jam perjalanan lagi. Tapi karena pilihan paling murah hanya kereta api, akhirnya kami memilih naik kereta api. Dan kali ini saya memilih kereta kelas bisnis.



Kami semua naik kereta api dari Gambir menuju Tulung Agung. Perjalanan memakan waktu sekitar 20 jam. Luar biasa capeknya ya kalau perjalanan jauh membawa anak yang gak bisa diam sama sekali seperti Narend. Untungnya waktu itu tempat duduk samping kami kosong, jadi kami bisa memakai bangku yang kosong untuk tidur.

Sampaj di Tulung Agung kira-kira jam 4 subuh. Kamipun langsung dijemput oleh mama di stasiun. Rasa sedih karena haru dan bahagia bertemu dengan mama yang setahun tidak bertemu mengalahkan rasa letih kami di jalan.

Kalau dipikir-pikir, lebih baik kami naik pesawat saja untuk mudik berikutnya, karena mengingat Narend belum bisa diajak kompromi untuk bisa diam di kereta.

Tahun depan semoga kami bisa mudik lagi ke rumah mama, saat Rissa sudah berusia 1 tahun, insyallah 😚

Ini cerita mudikku, bagaimana dengan kamu? 😚

No comments