5 Tips berpuasa untuk anak-anak


Tidak semua anak-anak mau berpuasa, alasannya yah karena untuk mereka puasa itu tidak menyenangkan, contohnya Narend, dia bisa menahan lapar, tapi belum bisa menahan haus. Kenapa Narend bisa menahan lapar, karena pada dasarnya dia memang tidak suka makan, jadi mau bulan biasa atau bulan ramadhan, kalau si Narend tidak makan dari pagi sampai sore, dia kuat sih

Sebagai orang tua, saya memiliki kewajiban untuk memperkenalkan puasa pada khususnya dan bulan ramadhan pada umumnya ke Narend. Saya sudah beberapa kali mengajak Narend berpuasa di tahun ini, awalnya memang susah, mulai dari drama pagi waktu bangunin pas sahur, makan sahur waktu narend 1/2 tidur, merengek-rengek minta minum padahal belum masuk waktu magrib,dan masih banyak hal-hal lain yang membuat bulan ramadhan ini makin "bermakna" 😅 Walaupun puasanya masih bolong-bolong, setidaknya saya sudah mengajari Narend untuk berpuasa, dibawah ini ada 5 tips yang saya lakukan.



1. Puasa adalah menyenangkan

Hindari menjelaskan hal-hal negatif tentang puasa dan menggunakan kata-kata tidak, seperti : "Narend, saat berpuasa tidak boleh makan dan tidak boleh minum ya", namun diganti dengan "Makan dan minumnya nanti setelah magrib ya". Selain itu jelaskan tentang aturan berpuasa, apa saja yang boleh dan yang dihindari saat berpuasa. Dan yang terpenting, menjelaskan bahwa puasa itu adalah hal yang menyenangkan.

2. Puasa secara bertahap

Anak-anak berbeda dengan orang dewasa, dimana kita bisa langsung berpuasa dari waktu imsak sampai waktu magrib, namun untuk anak-anak, terutama yang baru pertama kali mencoba berpuasa, saran saya gunakan puasa secara bertahap, misalnya : Waktu sahur, makan dan minum dengan kita, nanti waktu Dzuhur boleh berbuka puasa (baca: puasa setengah hari) tapi kalau ternyata anak tidak kuat dan hanya bisa berpuasa kurang dari waktu dzuhur tidak apa-apa, yang penting sekuat mereka, ulangi 3-5 hari, jika sudah bisa, mulai tawarkan untuk berbuka di waktu Ashar, ulangi 3-5 hari, baru tawarkan sampai waktu Magrib.

3. Buat kegiatan berbeda setiap hari

Jika anak kamu sudah mulai kuat berbuka sampai waktu magrib, mereka pasti merasa bosan menunggu beduk menjelang waktu berbuka walapun banyak acara TV yang bisa di tonton oleh Mereka (baca: ngabuburit), nah kalau saya supaya Narend tidak bosan, biasanya saya membuat kegiatan yang berbeda-beda setiap hari, seperti : mengajak beli takjil, jalan-jalan di taman naik sepeda, mewarnai buku gambar, mengerjakan PR sekolah, membersihkan halaman bersama, menyiapkan minuman berbuka dan lain-lain.

4. Berikan makanan favorit anak saat berbuka

Kesalahan fatal yang biasa dilakukan oleh orang tua adalah memberikan makanan/minuman berbuka untuk anak sama seperti orang dewasa, alasannya simple, biar gak repot. Jadi kalau orang tua mau buka puasa dengan biji salak atau pakai lontong, anak-anak umumnya suka makanan favorit mereka, contohnya Narend, dia suka buka puasa pakai Nastar dan air putih, jadi saya biarkan dia berbuka puasa dengan itu. Untuk anak lain kasusnya bisa berbeda, jadi tanyakan saja mereka sukanya apa.

5 Beri reward

Ini sudah menjadi rahasia umum, kalau anak-anak masih belum mengerti tentang pahala dan surga, mereka lebih mengerti dibelikan mainan. Tidak salah kok dengan menjanjikan mainan yang mereka suka, dan kalau bisa diberi tahapan, untuk Narend contohnya : berpuasa 5 hari mendapat mobil Hot Wheel, berpuasa 10 hari mendapat 2 mobil Hot Wheel dan seterusnya.

Gimana? Buat kamu yang mulai mengajarkan pertama kali anak-anak berpuasa atau anak-anak yang mulai rutin berpuasa, semoga anak-anak kamu bisa suka berpuasa 😊

No comments