2019 Mau Punya Properti? Coba Ke Indonesia Properti Expo Aja Dulu!

Indonesia Properti Expo 2019


Saya dan suami itu setiap hari Minggu punya ritual pagi. Pagi, kami olahraga dilanjutkan makan pagi. Setelah olahraga, kami lanjut ke pasar modern untuk belanja mingguan. Lokasinya pastinya gak jauh-jauh dari rumah, Bekasi. Cuma 2 km aja dari rumah.

Hampir setiap minggu kami selalu rutin aktivitasnya seperti itu. Ya olahraga dapet, family time juga dapet 😊

Tapi..
Selama hampir kurang lebih 2 bulanan ini, sejak saya hamil, saya lagi banyak di rumah, jarang keluar rumah, dan jarang juga olahraga. Kalaupun olahraga, rutinnya cuma pas senam hamil aja setiap minggu. Namanya juga lagi hamil, semua aktivitas pastinya serba terbatas. 

Untuk itu minggu lalu saya memutuskan untuk olahraga lagi, car free day lagi, tapi kali ini saya mau ikutan car free day di Senayan, Jakarta.

Sepulang dari aktivitas kami CFD, setelah makan siang, kira-kira jam 12an, kami melewati spanduk-spanduk bertuliskan Indonesia Properti Expo 2019 (IPEX 2019) di JCC. Wah mumpung kami lagi di Senayan, mampir ahh.. Pengen survey aja harga rumah sekarang berapa, plus saya dan suami memang lagi mau cari info tentang apartemen di Jakarta, yang nantinya untuk kami sewakan, (ceritanya untuk investasi properti jangka panjang, yang nantinya setelah lunas akan saya rewardkan untuk anak-anak saya) 😋 Semoga saya dan suami terus panjang umur, amin.


Dan kebetulan saya search di internet HTM nya FREE lagi! Yowis, akhirnya kamu memutuskan untuk mampir ke pameran dulu sebelum pulang 😊

Saya di Lobby Hall A Indonesia Properti Expo 2019 - JCC

Saya masuk dari Hall A. Hall A itu adalah hall pertama yang dekat dengan gate pertama masuk. Disitu udah ada pak satpam yang berjaga-jaga, saya pikir saya bakalan di checking bag gitu deh,  atau mau ditanyain soal tiket masuknya, soalnya ekspresi and kumisnya sangar deh pak 😋 Ternyata HTM-nya emang beneran free.

Saya langsung masuk menuju ke dalam. Ohya, sebelum masuk ke hallnya, kamu bisa membaca informasi dulu seputar properti dan developer yang ada di tabloid yang saya baca ini. Kamu bisa memintanya di bagian information. And it's free.


Sekilas Tentang Indonesia Properti Expo 2019

IPEX 2019 ini diselenggarakan oleh Bank BTN, start tanggal 2 - 10 Februari 2019 di Hall A dan B Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta.

Untuk tahun 2019 ini, pameran IPEX ini adalah yang ke-35 kalinya, dan tema pameran kali ini adalah Pesta KPR BTN. Jadi tujuan pameran ini membantu kebutuhan hunian sebagai solusi mengatasi backlog (tingginya angka kebutuhan rumah yang belum terpenuhi) dari beragam jenis real estate yang ada di Indonesia.

Saya pernah menulis tentang pengajuan membeli rumah melalui Bank BTN


Di IPEX 2019 ini melibatkan 150 peserta developer dengan 600 properti. Harganya start from IDR 130juta dengan jangka waktu kredit sampai 30 tahun. Selama pameran berlangsung Bank BTN juga akan memberikan promosi khusus buat masyarakat seperti memberikan suku bunga KPR start from 6,69% dan DP 1%.

Wahhh ringan nih ya! 😊

Target pengunjung dari pameran ini adalah 350ribu selama 9 hari pameran. Setiap pengunjung yang hadir berhak mengikuti undian berhadiah 1 unit Daihatsu Ayla yang akan diundi di akhir pameran.

Nanti rencananya IPEX ini akan hadir selama 3x sepanjang 2019, yaitu pada bulan Februari, Juli dan November 2019.

Di dalam ternyata ramainya luar binasa. Kira-kira seperti ini crowdednya.





Sepertinya minat orang punya hunian di tahun 2019 ini masih tinggi ya, dan yang saya lihat sekilaspun, pengunjung yang datang kebanyakan kaum muda (milenials) dan pasangan muda. Yang kira-kira baru menikah, atau baru memiliki anak kira-kira 2 tahun.

Mencari dan membeli hunian, sama seperti mencari jodoh. Yah kalau kata pepatah mah, jodoh-jodohan kan 😊  Surveynya tahun ini, bisa aja dealnya tahun depan. Karena menurut beberapa ahli properti yang bilang, tahun 2025 kaum milenials yang bekerja dan bermukim di Jakarta, terancam tidak bisa membeli rumah lho. Generasi milenials ini yang lahir pada tahun 1981 - 1994. Kamu salah satu termasuk di dalamnya? 😊

Duh ngeri ya?

Memangnya faktor apa aja sih yang mempengaruhi kaum milenials sulit memiliki rumah?

1. Tingginya pengeluaran (konsumtif)

Faktanya banyak yang lebih dari 50% penghasilannya digunakan untuk keperluan konsumtif, bukan untuk rumah.

2. Inflasi Harga Rumah VS Kenaikan Gaji

Kenaikan harga rumah tidak sebanding dengan kenaikan gaji per tahunnya. Berdasarkan data Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) Bank Indonesia, dalam satu dekade kenaikan harga hunian mencapai 39,7%. Sedangkan kenaikan UMR per tahunnya di seluruh Indonesia masih belum sebanding. Jadi nominalnya tidak terkejar.

Idealnya sih, kalau kita mau beli rumah nominalnya maksimal tiga kali dari penghasilan tahunan. Jadi misalnya saya mau beli rumah yang harganya IDR 300juta, maka saya harus memiliki penghasilan minimal IDR 100juta. Jadi kira-kira penghasilan saya per bulannya IDR 8juta.

3. Suku Bunga

Suku bunga yang ada lebih tinggi, sangat tidak sesuai dengan profile kaum milenials.

4. Kebanyakan Milenials Adalah Pekerja Kreatif

Saat ini kaum milenials banyak yang jadi pekerja seni, entah entrepreneur, social media enthusiast, youtuber, dan sebagainya. Incomenya lumayan, tapi gak punya slip gaji. Plus boros juga.

Harga rumah akan pasti naik per tahunnya. Semakin lama menunda memiliki rumah, penghasilan semakin rendah, makin lama makin gak terbeli deh rumahnya.

Kira-kira seperti itu kronologisnya.

Yang pasti sih saya happy banget pas melihat pengunjungnya masih muda-muda. Dan rata-rata properti yang ditawarkan di IPEX 2019 ini adalah mostly apartemen. Karena memang sudah langka sekali kita mencari rumah yang sesuai dengan hati, apalagi di Jakarta ya.

Bicara soal rumah, waktu saya datang siang itu, saat saya lagi muter-muter, saya mendengar informasi bahwa jam 2 siang akan ada talkshow bertemakan Dekor Rumah Ala Instagram bersama Irma Alaydrus dan Adelya. Tadinya saya mau langsung pulang aja deh, soalnya dah capek banget, eh mendengar akan ada talkshow, niat pulang saya diurungkan deh 😉

Kebetulan banget design rumah yang saya inginkan adalah bertemakan Skandinavian Style. Tau kan seperti apa? 😊



Skandinavian Home Interior

Yang kira-kira seperti ini


Nara sumber pertama yaitu mba Adeylia Vivin Kumidaninggar. Materi yang akan dibawakan oleh mba Adeylia adalah Pemilihan Tema Dekorasi Pada Rumah Terinspirasi dari Media Sosial. Kebetulan beliau adalah interior designer. Karya-karyanya bisa dilihat di Instagramnya (@adelyavk).

Seperti ini kira-kira home and design interior dari rumahnya mba Adeylia.

Kece dan cantik yah?

Untuk design interior, ada 4 style yang bisa dipilih :

1. Minimalist

Dalam arsitektur minimalis, elemen dan design berusaha untuk menampakkan pesan kesederhanaan, elemen-elemen tanpa dekorasi, penggunaan material sederhana, repetisi struktur bangunan terlihat teratur tapi nilai esensial desain itu sendiri tidak hilang.

Minimalis interior sangat mengutamakan fungsional. Ciri khas utamanya barang-barangnya dipakai untuk pajangan tapi fungsional. Ornamen yang dipakai kayu tua, warnanya kebanyakan hitam-putih-coklat, dusty pink.

Umumnya rumah minimalis bentuknya geometris. Contoh rumah-rumah yang berdesain minimalis adalah banyak menggunakan kaca besar tanpa dekorasi, sehingga tidak menghalangi cahaya masuk ke dalam rumah.

Source : Pinterest

2. Japanese

Budaya Jepang sangat identik dengan kesederhanaan dan tradisional, jadi banyak ornamen-ornamen dan warna kayu. Tone warnnaya juga banyak mengandung unsur kayu.





3. Boho

Berasal dari kata Bohemian. Istilah ini untuk menggambarkan gaya hidup non-tradisional dari orang-orang hidup mengembara atau gelandangan pada pertengahan tahun 1800-an. Lalu istilah ini identik dengan kata gipsi, istilah ini untuk mereka yang meninggalkan Bohemia di Eropa Tengah, yang tidak suka menetap, nomaden dalam jangka waktu yang lama.

Ciri khas kaum Bohemian adalah kepribadian yang bebas, dan tidak ketidakpastian. Makanya gaya bohemian adalah gaya yang penuh warna, campuran antara gaya etnik, hippies, dan juga vintage.

Ciri khas warna home design dari Boho adalah warna hijau, coklat, dominan bohemian, putih.




4. Industrial
Ciri khas rumah bergaya industrial adalah banyak penggunaan material yang berbahan dasar metal, dinding bata dengan lantai dasar biasanya menggunakan kayu, beton, atau semen. Yang paling menjadi ciri khas adalah ada unsur unfinished (ada dinding dari batu bata yang belum selesai dibangun, belum dicat juga). Pokoknya industrial itu erat banget sama gaya manly deh (laki banget) 😊

Industrial didominasi oleh warna hitam dan putih.


Tipe Rumah Mba Adeylia

Nah, dari ke-4 tipe home interior design diatas, mba Adeylia mengambil tema Boho. Untuk ornamen di rumahnya kebanyakan mengambil warna hitam-putih-coklat. Dan untuk warna hijaunya mba Adeylia memakai tema indoor plant. Jadi tanaman ditaruh di dalam rumah. Yang kira-kira bagus ditaruh di dalam rumah. Nah macam tanamannya juga tertentu, misalnya Moonstera, Rubber Tree, Palm Tress dan Foodle Leaf.




Kalau mba Adeylia memakai pohon zaitun dalam rumah, karena fotogenik.

Bagaimana dengan frame foto? Bisa juga dijadikan hiasan dinding lho. Tinggal pintar-pintar kitanya aja mengatur frame tersebut. Design by frame cuma permainan size dan warna aja, kemudian ditaruhnya jangan terlalu tinggi dari sofa.

Ini contohnya frame foto dengan pohon zaitun di rumahnya mba Adeylia



Selesai dengan materi mba Adeylia, masuk kepada nara sumber kedua, yaitu mba Irma Alaydrus.


Materi yang dibawakan oleh mba Irma adalah tentang Tips Bagaimana Mengatur Dekorasi Rumah Untuk Bisa dishare di Social Media.

Biasanya kita seseorang sharing di sosial media itu dipengaruhi 2 faktor, karena dorongan teman, atau juga karena hobby.

Ada beberapa tips dari mba Irma nih :

1. Kalau memang hobby kita di design interior, seriuskan. Tentukan budget kita berapa sebelum membeli interior

2. Misalnya kita bosan dengan interior rumah kita, jangan buru-buru beli interior baru, tapi ganti aja style, ganti layoutnya.

3. Lalu, bagaimana caranya kita foto interior kita yang instagrammable sih?
Caranya, letakkan object sejajar dengan kamera. Fotolah sejajar dengan object, jangan miring-miring, gak enak juga orang lihatnya. Kalau perlu bantuan, pakailah fitur grid di kamera, atau di smartphone juga ada. Ambillah dari beberapa angle.

4. Upload 1 hari 1 foto.

5. Lalu kalau perlu, tambahkan juga soft texture seperti properti yang senada dan menunjang supaya foto kita gak terlalu flat atau sepi banget.

6. Gunakan natural light. Kalau di smartphone, setting yang pro, low shutter speed (menyerap seluruh light dalam ruangan). Jangan gunakan cahaya tambahan, karena akan terbentuk shadow, jadi aneh.

7. Letakkan cermin depan kursi berlawarnan dengan cahaya. Otomatis akan terlihat terang. Lampu ruangan dimatikan saja.

Ada pertanyaan untuk kedua nara sumber :
Misalnya aja nih, kita punya passion di bidang design interior, tapi kita punya anak kecil, nah, gimana caranya supaya rumah tetep rapih, instagrammable, tapi tidak melupakan juga kreatifitas anak?

Jawaban mba Irma :
Jangan menaruh barang-barang pecah belah yang bisa dicapai oleh anak-anak. Lalu sediakan 1 storage atau lemari kosong. Jadi somehow ada tamu datang, tapi anak-anak kita lagi bermain di ruang tamu, kita bisa masukkan semuanya di storage kosong tersebut semuanya, nah nanti setelah tamu pulang dan kita punya waktu senggang, kita bisa bereskan mainan dan barang-barang tadi di tempat semula.
Lalu kalau kita mau foto tapi dinding kita banyak coretan-coretan dan gambar anak-anak, kita pilih area yang tidak terjamah anak-anak. Geser sedikit barang-barang kita supaya mendapatkan area yang clear.
Jangan khawatir, orang awam juga tau, kalau seorang ibu punya anak kecil, pasti gak bisa lepas sama yang namanya coretan dinding. Tapi orang diluar sana juga gak perlu tahu keadaan rumah kita sebenarnya seperti apa. Yang penting kan nampak di social media itu rapih dan cantik 😊

Jawaban mba Adeylia :
Mba Adeylia saat ini memiliki anak balita yang usianya 2 tahun. Pasti sedang kreatif-kreatifnya menulis dan menggambar di dinding. Nah, tips dari mba Adeylia, dia sediakan 1 ruangan khusus untuk anaknya, yaitu kamar anaknya sendiri, nanti disana anaknya boleh menggambar atau menulis sesuka hati. tapi tidak boleh mencoret area authority dari mba Adeylia. Jadi kalau orang lain datang ke rumah mba Adeylia, rumahnya masih tetap clean dan rapih 😉

Sebelum menutup talkshow, kedua nara sumber juga memberikan kesimpulan serta tips tentang Small Living :


Tips dari mba Irma adalah :
Rumah yang cozy itu, perhatikan gaya hidup dan kepribadian. Itu saja. Kalau soal properti yang ingin sesuai dengan kepribadian kita, dibuat custom aja,

Tips dari mba Adeylia adalah :
Yang terpenting adalah harus ada sirkulasi udara dan lighting. Untuk rekomendasi belanja perabotan bisa di IKEA, dan untuk ide-idenya kita bisa mencarinya di Pinterest.

Tips saya kalau kamu mau mencari hunian (rumah/apartemen) di IPEX berdasarkan pengalaman saya :

1. Apartemen atau rumah?
Sebelum datang ke pameran, tentukan dulu kamu mau cari apartemen atau rumah, karena kalau kamu masih bingung, di pameran ini kamu akan disuguhi berlembar-lembar brosur dari properti. Yang ada kalau belum menentukan pilihan, percayalah, pulang dari pameran kamu hanya jadi kolektor brosur saja 😊

2. Tentukan Lokasi Hunian
Tentukan kamu ingin membeli hunian di daerah mana.

3. Pahami kemampuan
Harga hunian maksimal 3 kali dari penghasilan tahunan, jangan lebih.
Untuk menentukan besarnya cicilan adalah idealnya 25% dari penghasilan yang diterima (menurut mba Prita Ghozie). Alokasi ini dihitung terhadap seluruh saldo pinjaman perumahan yang dimiliki. Cara menghitungnya adalah cicilan KPR atau KPA bulanan yang dibayarkan harus dijumlahkan, lalu dibagi dengan jumlah penghasilan sebulan. Sebagai contoh, apabila penghasilan seseorang Rp30 juta per bulan, maka kemampuan ideal untuk membayar cicilan pinjaman menjadi maksimal Rp7.5 juta per bulan. Waspada terhadap kondisi keuangan apabila jumlah cicilan pinjaman perumahan yang dibayarkan diatas 25% dari penghasilan.

4. Pikirkan tujuan hidup kamu
Setidaknya untuk 5-10 tahun ke depan. Terlebih lagi jika kamu sudah memiliki anak. Bagaimana fasilitas kesehatan seperti rumah sakit. Karena nantinya akan jadi acuan dalam memilih lokasi properti kamu.

5. Manfaatkan promo
Ingat, baca dulu term and conditionnya ya, jangan mudah diiming-imingi.

6. Kredibilitas
Perhatikan kredibilitas developer dan pemberi kreditnya juga. Terutama developer dari bank yang baru atau kurang diketahui reputasinya. Jangan malas cari tahu.

Nah, buat kamu yang lagi cari inspirasi, sudah memantapkan hati, bisa datang ke IPEX nih, masih berlangsung sampai tanggal 10 Februari 2019 di JCC 😉






Semoga artikel yang saya share bisa bermanfaat.

4 comments

  1. Wah seru banget tuh bisa ikutan acara Indonesia Properti Expo

    ReplyDelete
  2. Ya ampuun interior rumahnya impianku bangettt. Dikit2 mulai membenahi rumah nih biar bisa instagramabel kaya gitu. Jadi nyaman juga kitanya tinggal di rumah yang enak dipandang yah.

    ReplyDelete
  3. waa pas banget nih tipsnya, pas lagi pengen beberes n dekor2 rumah. makasih ya Linnn...

    ReplyDelete
  4. Harga properti sekarang udah selangit banget ya.. masyaaAllah, beruntung aku udah nyicil rumah dari 2011. Kalo nyari-nyari properti sekarang mah, tak shangguuup sama harganya.

    ReplyDelete