Bagaimana ASUS Zenfone Max Pro M2 Mendukung Pekerjaan Saya Sebagai Beauty Blogger


Saya yakin pasti kamu pernah mengalami hal ini. Suatu ketika kamu sedang mencari produk di Google, lalu terdapat 1 artikel, waktu dibaca ternyata tulisannya enak sekali untuk di ikuti karena penulis seperti berbicara dengan kamu, karena tidak kaku seperti kamu membaca koran, tidak hanya itu review produk juga di tulis secara subjektif apa adanya karena berdasarkan pengalaman pribadi  penulis, tidak hanya itu foto di artikel juga foto apa adanya terhadap produk tersebut, apalagi ditambah video review. Jadi waktu membaca artikel itu, benar-benar sesuai dengan apa yang di alami, seakan-akan saat membaca kamu sedang ngobrol dengan penulis. Nah orang-orang yang menulis artikel tersebut biasa di sebut Blogger.

Namun, tidak semua blogger bisa menyajikan artikel seperti itu, karena banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan (secara umum) seperti :

1. Tulisan yang subjektif apa adanya -> Kamu butuh pengalaman menulis, karena tidak semua orang bisa merangkai kata-kata yang enak untuk dibaca, jadi "jam terbang" dalam menulis artikel sangat dibutuhkan, untuk hal ini dibutuhkan laptop untuk menulis, kalau kamu suka menulis di coffee shop (seperti saya), pastinya butuh modem/smartphone (yup, tidak semua coffee shop itu internetnya kencang, jadi saya selalu tethering smartphone setiap di coffee shop).

2. Foto produk apa adanya -> Walaupun dibilang "apa adanya" kalau tidak menarik (gelap, blur) pembaca akan malas untuk membaca. Jadi produk di "dandani" dengan ciamik agar pembaca melihat produk dengan jelas, detail dan menarik. Jadi kamu butuh kamera/smartphone yang bisa foto dengan jelas apalagi dalam kondisi low light.

3. Video review -> Suka tidak suka, video dalam artikel juga dibutuhkan saat ini, karena terkadang di tulisan atau foto, pembaca masih kurang "puas", jadi mau melihat kondisi produk secara "lebih detail dan jelas", untuk mengakomodir hal itu, butuh video yang kualitasnya ciamik untuk di upload ke youtube.

Untuk urusan platform blog yang dipilih, laptop yang digunakan, akan saya bahas di lain kesempatan, karena kali ini saya mau membahas 1 smartphone yang menurut saya, "mampu mendukung" pekerjaan saya sebagai seorang Beauty Blogger.

Nah ... minggu lalu, saya baru saja kedatangan "tamu" dari keluarga ASUS Indonesia yaitu ASUS Zenfone Max Pro M2, yang baru aja dilaunching pada awal Desember 2018 kemarin (buat kamu yang belum tahu, ASUS Zenfone Max Pro M2 ini adalah "adik" dari ASUS Zenfone Max Pro M1).

Buat kamu yang belum "berkenalan" dengan Asus Zenfone Max Pro M1, bisa kenalan dulu dengan artikel saya Kado Manis Untuk Suami Tercinta.

Sekilas Unboxing

Smartphone yang saya dapatkan bergaransi TAM (pastikan produk Asus yang kamu beli bergaransi ya), kemasannya lebih "eksklusif" dibanding adiknya, karena boxnya hanya berwarna hitam dengan tulisan "Max Pro" yang cukup besar.

Zenfone Max Pro M2 + Box - Doc: Pribadi
Nah yang terpenting, didalamnya harus terdapat box berwarna biru bertulisan We Love Photo yang berisi Manual Book, Soft Case dan SIM Card Ejector sedangkan dibagian box putih bawah berisi kabel USB dan Charger. pastikan semua masih di segel.

Spesifikasinya apa ya

Mungkin kamu penasaran, buat kamu yang punya atau belum punya Zenfone Max Pro M1, bedanya apa sih, apakah worth it untuk di beli? Tentunya ada penambahan beberapa fitur dibanding kakaknya, mau tahu bedanya apa saja? Nah coba lihat tabel dibawah.

Spesifikasi resmi dari gsmarena.com

Gimana sudah jelaskan kelebihan dari Zenfone Max Pro M2 apa saja? Hm... atau bingung bedanya apa saja 😊 Kalau kamu mau tahu lebih jelas fitur unggulan apa saja yang di miliki, harganya berapa, kenapa saya merekomendasikan smartphone ini atau malah penasaran sebenarnya kerjaan Beauty Blogger itu seperti apa, yuk simak sampai selesai 😊

Secara umum, Zenfone Max Pro M2 memiliki penekanan More Performance (menggunakan Snapdragon 660 yang 3x lebih cepat dari generasi sebelumnya), More Battery (batere 5000mAh yang di klaim bisa digunakan 2 hari non stop) dan More Fun (Sensor Sony IMX486 12MP f/1.8 dengan AI Scene Detection plus EIS yang membuat foto-foto yang kamu hasilkan lebih jelas walaupun dalam kondisi low light dan video tanpa shake)

Tulisan yang subyektif


Berbeda dengan reporter yang biasa menulis secara obyektif, seorang blogger seperti : Beauty Blogger, Travel Blogger, Lifestyle Blogger sampai Vlogger, malah banyak yang di sukai bisa membahas artikel secara subyektif, jadi apa yang di tulisnya benar-benar pengalaman pribadi dan yang terpenting menggunakan bahasanya sendiri (tidak kaku). Mungkin dalam benak kamu timbul pertanyaan "Saya sih gak bakat menulis, nulis sedikit saja pusing, apalagi nulis banyak, beda dengan blogger yang berjam-jam bisa menulis nonstop", percaya atau tidak, banyak blogger profesional dalam menulis artikelnya tidak selesai dalam 1 hari, tidak dalam 3 jam langsung kelar, namun butuh waktu, apalagi jika artikelnya butuh data.

Saya tidak akan mengajari bagaimana cara menulis, namun biasanya saya melakukan 6 hal dibawah dan saya bagi-bagi mana dulu yang saya kerjakan. Btw urutan dibawah berlaku untuk semua blogger.

Ini nih ritual yang selalu saya lakukan saat menulis - Doc: Pribadi

Nah dalam menulis artikel mungkin kebanyakan orang menggunakan laptop karena terbiasa menggunakan keyboard dalam menulis, namun kalau kamu perhatikan, ada 1 alat lagi yang sering kamu gunakan untuk mengetik melebihi laptop. Ayo apa? 😊 yup bener banget, smartphone. Kalau saya malahan lebih banyak menggunakan smartphone dalam menulis artikel, karena bisa saya lakukan kapan saja dimana saja, di tempat tidur, di ruang tamu, di dapur, bahkan toilet 😊 Dari 6 point diatas, laptop saya gunakan untuk point 1, 4 dan 5. Nah untuk point 2, 3 dan 6 saya memakai smartphone.

"Nulis Pakai Smartphone? Lemot euyy"

Pernah ngerasain hal itu? Kalau saya pernah banget, apalagi kalau terlalu banyak aplikasi yang terinstall, social media on semua, sampai group whatsup yang lebih dari 20 (dan semuanya aktif). Waktu saya memakai Zenfone Max Pro M2 saya tidak merasakan lemot. Tanya kenapa?

1. Processor Terbaru

Snapdragon 660 merupakan processor terbaru dari Qualcomm yang dibenamkan teknologi : 25 MP Spectra ISP, Kryo 260 CPU, Hexagon 680 DSP, Adreno 512 GPU, X12 Modem dan AI Engine. Makanya ngebut, gimana ngerti gak? Hehehe Awalnya saya juga tidak tahu istilah-istilah di atas, namun kalau dijelaskan secara umum.

Teknologi Spectra ISP memungkinkan kamu menggunakan fitur camera Pro di Zenfone Max Pro M2 untuk foto dengan ukuran 25 MP tanpa ada shutter lag sama sekali. Lalu Kryo 260 CPU di kombinasikan dengan Adreno 512 GPU membuat games yang kamu mainkan (atau kalau saya aplikasi video editing) berjalan 20% lebih cepat dari Snapdragon 65X dan menghasilkan visual grafis lebih baik dengan adanya AI Engine sehingga saya bisa mengalami pengalaman AI yang memudahkan pekerjaan saya. Dan yang terakhir yang saya suka X12 Modem, membuat koneksi GSM yang saya gunakan 2x lebih cepat serta lebih hemat batere berkat engine Hexagon 680 DSP.

Nyoba pakai aplikasi CPU-Z untuk tahu jeroannya Max Pro M2 - Doc: Pribadi

2. Display Yang Lebar

Untuk produk-produk yang saya review, jujur banyak barang endorse yang saya terima, namun saya juga sering membeli produk karena review yang saya lakukan diharuskan membandingkan produk sejenis untuk brand yang berbeda, misalnya: Lipstick merah yang cocok untuk nge-date, nah otomatis jika saya memiliki 1 lipstick endorse, maka saya harus membeli 2 lipstick brand lain yang warna merahnya mirip, gimana menarik? 😊

Yah namanya juga ibu-ibu, selalu mencari barang yang harganya murah, saya juga sering kali melihat-lihat beberapa drug store yang menjual kosmetik, lalu saya catat harganya (survei harga offline), setelah itu saya cari di website-website yang menyediakan kosmetik, baru deh belinya di online, karena selisihnya bisa sekitar 5-8rb per-item, bayangin kalau saya beli 10 item, lumayan kan, en pastinya cari online shop yang menyediakan free ongkir.

Gimana jadi Beauty Blogger harus pintar-pintar mencari kosmetik murah 😊 kalau survei harga offline yang capek itu kaki, kalau beli barang online yang capek bukannya tangan, tapi mata. Nah karena itu saya membutuhkan smartphone yang layarnya cukup lebar, nyaman untuk mengetik, melihat foto dan video nyaman banget. Dengan layar 6.3" saya merasakan mengetik jadi mudah dan cepat tidak salah-salah, selain itu yang saya sukai dari layarnya adalah contrast ratio 1500:1 serta layar FHD+ 2280 x 1080 membuat mata kita jadi betah.

Foto Produk Apa Adanya

Kalau kamu melihat foto-foto yang ada di pasaran, terutama di Instagram, keren-keren ya, nah itu foto produk yang sudah di set sedemikian rupa agar mendapatkan respon positif dari follower, entah itu di Like, di Comment atau di Regram.

Kekuatan utama seorang Beauty Blogger adalah pada kualitas foto ataupun video. Tanpa kamera yang oke, walaupun isi artikel yang kita hasilkan bagus, pembaca jadi tidak tertarik untuk melanjutkan membaca artikel, karena itu beauty blogger biasanya investasi di smartphone atau kamera. Coba bayangkan, kalau mau foto hasil foto before-after, tapi yang ada blur, atau kurang fokus, contrast and brightnessnya kurang dsb, pasti message dari artikel tersebut tidak akan tersampaikan. Gak hanya soal contrast dan brightness, tapi saya juga butuh ketajaman foto (dengan kualitas makro). Jadi, fitur camera bagi saya seorang (beauty) blogger adalah sangat penting.

Sekarang saya mau coba experience dengan fitur cameranya. Cameranya terdiri dari main dan front camera. Untuk main cameranya terdiri dari 2 tipe, yaitu Pro (Professional) dan Auto (otomatis). Settingan Pro ini kurang lebih hampir sama dengan settingan yang ada di mirrorless (Ada EV, ISO, White Balance, Manual Focus).

Foto Produk

Tahun 2018 ini saya mendapat kado ulang tahun dari suami tercinta yaitu make up (3 buah lipstik) dan fashion (2 buah hijab). Alasannya suami memberikan hadiah itu sih, katanya untuk saya pakai dan sekaligus review 😉 Untuk foto produk ini saya menggunakan main camera (kamera utama) yaitu kamera belakang dengan settingan pro, auto standard dan auto depth effect.

Auto Mode

Auto mode biasanya paling sering dipakai oleh semua orang karena memang paling mudah digunakan.


Professional Mode

Bisa diatur seperti layaknya kamera DSLR atau mirrorless.


Depth Effect Mode

Untuk depth effect mode, tingkat kebokehan (blur) background pada objek bisa diatur sesuai dengan keinginan, mau seberapa bokeh backgroundnya


Tampak dari ketiganya menghasilkan gambar yang berbeda-beda.

Foto Selfie

Sekarang saya mau mencoba selfie dengan menggunakan kamera depan. Kondisi selfie foto yang saya hasilkan ini adalah saat pagi hari pukul 8 pagi dengan mendapatkan cukup banyak matahari.

Selfie Mode



Untuk selfie mode (off), terlihat lebih natural, gak ada editan sama sekali, pori-pori wajah juga masih terlihat, make up original masih terlihat jelas.

Selfie Mode (Low)


Untuk selfie mode (low), pori-pori wajah sudah mulai tidak terlalu kelihatan, wajah kelihatan lebih mulus, cahayanya juga soft.

Selfie Mode (High)


Untuk selfie mode (high), ini adalah fitur beauty selfie yang paling tinggi. Kamu bisa lihat hasilnya pori-pori wajah sudah perlahan-lahan tidak kelihatan, wajah benar-benar kelihatan sedikit lebih halus, make up paripurna 😚

Selfie Mode (High)
Soften Maximum


Untuk selfie mode (high) soften maximum, wajah benar-benar kelihatan mulius maksimal, bekas jerawat saya yang sebelah kanan juga sudah tidak tampak.


Selfie Mode (high) whiten maximum, disini wajah kita kelihatan sekali lebih terang, seperti ada cahaya tambahan, padahal gak pakai tambahan lights 😙

Selfie Mirror

Sekarang saya mau coba untuk fitur selfie mirror. Fitur ini memungkinkan seperti layaknya kita berkaca

Gambar 1 : Selfie Mode dengan Selfie Mirror Disable


Gambar 2 : Selfie Mode (high) dengan selfie mirror enable



Kalau di smartphone lain, biasanya fitur ini tidak ada, jadinya kalau kita berfoto, hasilnya jadi kebalikan,  kanan jadi kiri (seperti mirror disable mode) terutama untuk tulisan, pasti hasil fotonya adalah terbalik.

Night Mode Photo

Mungkin bagi sebagian orang, kamera smartphone yang memiliki fitur Night Mode atau Low Light tidak ada hubungannya dengan beauty, well tidak sepenuhnya benar,coba kamu perhatikan foto dibawah. Foto dibawah menggunakan Pro Mode dengan memilih ISO 100, 200, 400, 800, 1600 dan Night Mode.







Jika diperhatikan mulai dari ISO 100, 200, 400, 800 fotonya terlihat gelap, baru di ISO 1600 terlihat jelas, namun waktu mengaktifkan Night Mode, foto yang dihasilkan lumayan terang. Sekilas mungkin night mode tidak terlalu penting untuk beauty blogger, namun kebalikannya, karena tidak semua scene bagus atau terang saat foto, sehingga orang yang membutuhkan foto yang terang (foto selfie) saat pencahayaan kurang bisa memanfaatkan fitur Low Light atau Night Mode pada Zenfone Max Pro M2. Dibawah adalah penjelasan beberapa fitur fotonya.


Kesimpulan

Sebagai seorang Beauty Blogger, foto ibaratnya jantung, tanpa foto yang bagus maka sebagus apapun isi artikel kamu, akan terlihat biasa saja. Selain itu batere yang besar mendukung seluruh aktivitas saya, mulai dari social media sampai membuat video dengan resolusi 4K. Oleh karena itu, saya tidak salah pilih smartphone, karena Zenfone Max Pro M2 memiliki banyak fitur unggulan seperti batere 5000mAh yang mendukung semua aktivitas saya seharian tanpa takut kehabisan batere, terutama jika sedang ada acara launching produk yang mengharuskan untuk Instastory dan Live Tweet. Sony IMX486 sensor yang membuat foto-foto produk saya semakin bagus menyerupai mirrorless dan DSLR. 4K UHD Video dengan EIS yang memungkinkan saya produksi video 4K tanpa mengalami shake jadi tidak perlu edit di Video Editor. Depth of Effect serta Beauty Mode yang membuat semua selfie saya menjadi bokeh dan terang, baik dalam kondisi terang ataupun gelap dan yang keren, bentuk smartphone yang menggunakan 3D-curved glossy design yang keren saat terlihat dari sisi manapun dan yang terpenting saya tidak takut lagi smartphone saja jatuh karena sudah menggunakan Corning Gorilla Glass 6. Bagaimana tertarik memiliki Zenfone Max Pro M2? 😊

Di bawah ini adalah contoh video saya yang menggunakan Zenfone Max Pro M2. Pengambilan gambar dan editing video semua dilakukan di ASUS Zenfone Max Pro M2.


No comments