Penting Gak Sih Baca Kandungan Nutrisi Pada Minuman?



Lagi mau tanya iseng aja nih : Kira-kira ada gak diantara kamu yang dalam sehari gak minum minuman manis? Atau seminggu barangkali? 😁 Saya yakin sambil membaca pertanyaan saya, kamu pasti senyum-senyum sendiri serasa disentil ya gak sih? 😁 

Yeah emang gak salah, minum minuman manis sihh, tapi kamu pernah gak baca dulu isi kandungannya apa aja sebelum kamu konsumsi? 😉 Saya yakin sih hanya kurang dari 5% yang jawab pertanyaan saya dengan 'pernah' 😀 Dan ini menjadi pertanyaan saat saya menghadiri gathering lalu bersama Danone di Ocha & Bella Restaurant Jakarta 😊 


Sebenarnya tujuan diadakannya acara ini adalah supaya blogger bisa menyebarkan info bermanfaat kepada masyarakat, tentang pentingnya bijak memilih minuman kemasan untuk kesehatan. Karena apa yang kita lakukan secara sedikit banyaknya mempengaruhi perekonomian bangsa lho. 


Jadi sebenarnya kapan and bagaimana minum minuman kemasan yang baik itu sih?

Kamu tahu gak, penyakit yang paling membahayakan di zaman sekarang? Jantung dan Diabetes Mellitus (kencing manis). Dan faktanya kedua penyakit tersebut termasuk dalam penyakit tidak menular (PTM) :( Itu artinya termasuk dalam penyakit silent killer, yang kalau kita tidak pernah control keadaan gula darah kita, bisa-bisa kita terkena kedua penyakit tersebut. Serem gak sih? :(

Sering dong kamu dengar berita artis XXX meninggal karena serangan jantung, atau stroke. Atau berita tentang kematian Alm. Adji Masaid dan Ricky Jo, mereka meninggal karena serangan jantung. Mereka meninggal dalam usia yang produktif dan masih sangat-sangat muda. Padahal so far yang saya tahu, Adji Masaid itu tipe orang yang aktif sekali berolahraga. Saya sih mikirnya waktu itu, kalau orang sering berolahraga, berarti dia tahu dong cara maintain kesehatan dirinya? 

Kalau dari info yang saya baca, Adji Masaid meninggal itu sesaat setelah berolahraga. Dia kelelahan, jadi kalorinya habis. Kemudian lemak yang berasal dari depot lemak pecah jadi kalori. Karena mendadak pecahnya lemak tersebut, masih ada yang berupa butiran lemak yang ikut dalam peredaran darah. Lalu menyangkut di pembuluh darah jantung dan akhirnya menyumbat. 

Sebenarnya penyebabnya apa? Ya simple aja sih : Gak pernah control makanan. Gak pernah control berapa jumlah kalori yang sudah kita konsumsi. Yang akibatnya bisa mengakibatkan overweight dan obesitas. Nah kelebihan kalori atau lemak tersebut pada akhirnya menyumbat pembuluh darah di jantung. 

Kalau Diabetes Mellitus prinsipnya sama saja. Karena kelebihan gula darah (Hiperglikemia). Jadi tubuh kita tidak memiliki cukup insulin ataupun resistensi insulin, atau hormon yang dilepas oleh pankreas. 

Untuk itulah Kementrian Kesehatan mengeluarkan panduan "Isi Piringku" yaitu

2/3 Porsi Karbohidrat
1/3 Porsi Protein dan lemak (lauk pauk)
1/2 Sayur dan buah


Kita juga dianjurkan untuk mengikuti anjuran angka kecukupan gizi (AKG) untuk mengetahui berapa banyak kalori yang dibutuhkan sesuai dengan usia dan jenis kelamin.


Kalau bisa saya hitung-hitung dari tabel diatas, karena usia saya masuk di rentang 30-49 tahun, jika BB saya 55 KG dan TB 159 cm, maka energi yang saya butuhkan adalah sekitar 2150 kkal dan kebutuhan air 2300 ml (2,3 L). Tapi karena BB saya 67 KG dan TB 169 cm, maka untuk AKG nya di adjust lagi. Dalam kondisi hamil dari angka diatas masih harus ditambah lagi untuk beberapa asupan.

Zaman sekarang karena sudah semakin mudah, memungkinkan kita untuk makan makanan cepat saji ataupun junk food. Ada yang sebelumnya sudah makan makanan popok, masih ada ngemil makanan dan minuman siap saji, padahal secara tidak sadar itu mempengaruhi berat badan kita, karena kandungan kalorinya tinggi 😀


Untuk kita sebagai konsumen harus cerdas, selalu biasakan membaca dan mengerti tabel nutrisi, terutama dalam minuman siap saji (minuman kemasan), yang sebenarnya terlihat ringan tapi tidak sesuai dengan kebutuhan kita. 


Profesor Ujang Sumarwan, Ahli Consumber Behaviour dari IPB bilang bahwa beragam masalah di Indonesia diantaranya dipicu oleh ketidakseimbangan asupan gizi, yang berasal dari makanan dan minuman sehari-hari. Biasanya kita konsumsi berdasarkan rasa yang kita sukai saka, tanpa memperhatikan kandungan gula di dalamnya. 


Supaya kita masih bisa menjaga jumlah kalori yang masuk untuk mengurangi resiko kegemukan. Menurut survey, kebiasaan orang Indoneia mengkonsumsi air putih itu meningkat dari tahun 2012 sampai 2016. Tapi mirisnya, pola minum minuman manis juga meningkat! 😕 Jadi disinilah kita perlu mengedukasi kepada masyarakat supaya bisa lebih menjaga pola makanan dan minuman yang lebih baik lagi.


WHO menyarankan masyarakan untuk mengurangi asupan gula hingga kurang dari 10% dari total asupan energi. Ini berlaku untuk dewasa dan juga anak-anak. Itu setara dengan 50 gram gula per hari (jika kebutuhan energi harian kita 2000 kalori / hari).

Kalau menurut usia :

- Umur 1-3 tahun: 2-5 sendok teh
- Umur 4-6 tahun: 2,5-6 sendok teh
- Umur 7-12 tahun: 4-8 sendok teh
- Lebih dari 13 tahun dan dewasa: 5-9 sendok teh
- Lansia: 4-8 sendok teh 

Kalau pembatasan garam bagaimana?
Kita disarankan maksimal 5 gram per hari (2000 mg natrium) atau setara dengan 1 sendok teh per hari (dewasa). 

Kalau lemak bagaimana?
Lemak juga sangat dibutuhkan tubuh, untuk sumber energi tubuh, cadangan makanan, pengaturan hormon dan menyerapan vitamin larut lemak. WHO merekomendasikan konsumsi lemak kita maksimal 67 gram per hari (jika kebutuhan energi kita per hari 2000 kalori). Atau setara dengan 5-6 sendok minyak per harinya. 

Hayooo.. yang suka makanan goreng-gorengan? Itu juga termasuk lemak lho 😁

Dr. Rimbawan juga kemarin sempat bilang, kita sebagai konsumen juga harus cerdas memilih minuman dalam kemasan. Caranya, dengan memperhatikan kandungan gizi dan nutrisi yang terkandung di dalamnya.


Alhamdulillah saya dan suami tipe orang yang selalu memperhatikan kandungan nutrisi dulu sebelum membeli. Gak hanya asal murah, atau enak saja. Karena apa yang menurut kita rasanya enak, belum tentu sehat. Dan Danone-Indonesia, perusahaan yang memiliki misi untuk membawa kesehatan kepada banyak orang, ingin menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya minum air untuk nutrisi tubuh dan mendukung himbauan untuk membaca label informasi nilai gizi pada kemasan dengan memberikan edukasi umum dalam memilih minuman dalam kemasan yang baik bagi masyarakat.


Setiap beraktivitas saya juga tidak lupa untuk minum untuk menggantikan kebutuhan air yang sudah saya pakai saat beraktivitas, terutama berolaharaga. Sejak dini saya selalu mengusahakan minum minuman air putih. Bukan berarti minum minuman manis itu haram buat saya, tapi prinsip saya, kalau bisa, sebisa mungkin, kita mengkonsumsi air putih. Jika dalam keadaan kepepet, saya baru minum minuman manis. Kalau sudah minum minuman manis, juga saya batasi. Misalnya, hari ini saya sudah minum berapa botol? Minum minuman apa? Berapa kandungan gulanya? Makanya kalau di restoran, sebisa mungkin, saya pesan minum air mineral, atau jika saya lagi ingin minum manis, saya lebih baik pesan air dalam botol kemasan saja. Daripada saya pesan es teh manis (misalnya). Karena saya tidak tahu, pemilik restonya menambahkan berapa sendok gula dalam es teh manis saya.

Sebisa mungkin pola hidup sehat saya ini saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama kepada Narend. Narend itu, tidak saya perbolehkan minum minuman manis, jika tidak dalam keadaan kepepet. Oleh karena kebiasaan itu, akhirnya sekarang dia tidak pernah lagi menagih minum minuman manis jika kami sedang dalam aktivitas outdoor. 

Ohya, warning juga nih! Kalau kamu setelah berolahraga dan ingin minum, usahakan kamu jangan langsung minum minuman dingin yah. Karena tubuh kamu dalam keadaan panas, sementara kamu isi tubuhmu dengan minum minuman dengan suhu yang rendah. Akibatnya kamu bisa terkena stroke ataupun serangan jantung. Pernah dengar kan berita ini?

Nah, setarakan dulu suhu tubuh kamu. Jika suhu tubuh kamu sudah dalam keadaan idle, kamu boleh minum minuman dingin. Kalaupun ingin segera minum, minumlah air dalam suhu ruangan terlebih dahulu. Ehmm.. memang gak enak sih rasanya, maunya minum es teh manis yang dingin banget gitu ya 😀 Duh, percayalah, yang seperti ini bisa membayakan tubuh kita. 

Ohya, gak hanya itu, adalagi nih, yaitu setelah panas-panasan berolahraga, sebaiknya kamu jangan langsung mandi dengan suhu yang sangat rendah (dingin) ya. Ini juga bisa berpotensi kamu serangan jantung. Itulah kenapa dulu mamaku sering komplain kalau saya sedang aktivitas diluar rumah, lalu tidak boleh mandi langsung dengan air dingin. Sekarang saya jadi tahu lebih banyak. Jadi lebih mawas diri 😘


Sayangi tubuh kita. jaga kesehatan kita, seringlah baca kandungan nutrisi makanan dan minuman dulu sebelum membeli. Jadilah pelopor konsumen yang cerdas ya friends! 😘

Semoga info yang aku share ini bisa bermanfaat ya.

Ohya, kalau kamu ada yang mau dishare seputar pengalaman kamu related topik ini, boleh banget lho, drop your comment di bawah. Nanti kita diskusi bareng 😉

6 comments

  1. aku suka perhatiin itu kandungan isi di kemasan.. kalau berlebihan ya ditinggalin aja. duh caaya jadi pengen beli besok ah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa kudu koh Deddy. Sebelum kita konsumsi, sebaiknya kita perhatikan dulu kandungannya apa aja.
      Kalo aku yg tinggi gula, natrium gitu, gak aku beli. Krn bahaya juga buat tubuh :)

      Delete
  2. Wah, saya jarang banget sih merhatiin kandungan apa saja yang ada di kemasan botol minuman yang saya beli. Jadi berasa dosa sama diri sendiri deh mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mulai sekarang kudu diliat dulu ya mba,karena 1 botol itu bisa aja utk 2 sajian :)

      Delete
  3. aku hobi banget nih bacain ingredients sejak diet, ternyata kandungan gula dll dalam mayoritas minuman kemasan tuh bisa tinggi banget yaah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa Reipuut. Keep in that way :)
      Karena gula, natrium dan karbohidrat dalam 1 botol kemasan itu, bisa jadi untuk 1 sajian atau 2 sajian. Kita kudu aware. Krn aku juga baru tau, bahwa 1 botol itu ada yang utk 2 sajian lho :D
      Jadi kalau kita minum 1 botol ibarat minum 2 botol. Serem gaak tuh :D

      Delete