Jadi (Beauty) Blogger Itu..


Alohaa. Saya mau update blog lagi. Kali ini saya cuma mau cerita soal pengalaman saya jadi beauty blogger 😁

Ada yang bilang mudah, ada juga yang bilang sulit. Ada yang bilang enak banget dapet endorse-an barang, ada juga yang bilang gak enak juga kalau dapat barang endorse-an. Perjalanan saya menjadi beauty blogger juga gak yang extra ordinary banget. Biasa ajalah kayak orang-orang lainnya 😁👌

Nah lho, jadi gimana sih perasaan jadi seorang beauty blogger itu sebenarnya? Susah gak sih jadi beauty blogger itu? Pengen tahu gak sih pandangan saya tentang dunia beauty blogger itu? Baca sampai selesai ya 😁

Happy reading! 😁

Saya mengawali karir menjadi blogger itu tahun 2012. Masih dibilang masih junior ketimbang blogger-blogger lain yang senior, jauh sebelum saya mengawali jadi blogger. Ada yang di tahun 2008, 2009. Di tahun-tahun itu sebenarnya saya udah punya blog, tapi dulu awalnya cuma buat sharing mindahin dari tulisan tangan ke digital aja. Semua keseharian saya, saya tulis di blog. Sebenarnya untuk pengalihan pikiran aja sih, di kantor terakhir saya kerja, saya bener-bener gak ada kerjaan. Sekalinya dikasih kerjaan bisa saya selesaikan dalam waktu 1 jam. Selebihnya, gak. Jadi bisa dibilang, saya punya banyak waktu untuk ngerjain ini itu.

Dulu juga awal-awal jadi blogger semua niche saya jalani. Ya lifestyle, otomotif, finance dan sebagainya. Yang penting kan dulu ngeblog dibikin fun.

Tapi lama kelamaan keadaan semakin berubah. Dunia industri sudah melirik blogger menjadi salah satu media marketingnya. Akhirnya timbullah istilah influencer. Yaitu bagaimana kita sebagai blogger menjadi 'tools' untuk cukup menginfluence orang banyak. Nah disitulah saya mulai mengkhususkan untuk menjadikan blogger sebagai mata pencaharian.

Karena sudah mencoba semua niche, akhirnya kira-kira di tahun 2015-an, niche saya mulai terbentuk. Dulu saya tipe yang suka coba-coba make up. Kebanyakan saya beli sendiri, lalu saya review sendiri di blog. Make up nya juga yang gak mahal-mahal banget, karena saya belum pernah terima 'gaji' dari Blog.

Dari yang awalnya review sendiri, finally ada brand yang contact saya untuk diajak kerjasama. Jadi saya banyak mereview tentang make up. Disitulah saya dilabeli beauty blogger oleh semua orang 😁

Gimana sih rules jadi beauty blogger itu?

Jadi beauty blogger itu kudu effort. Ini dia step by stepnya :

1. Saat barang datang, kamu jangan kebawa nafsu buat buka dan merusakkan packagingnya. Adakalanya brand menginginkan video unboxingnya dan dimasukkan ke dalam instastory.

2. Kamu wajib mencoba dulu di kulit kamu bagaimana warnanya, di kulit wajah gimana looknya. Lihat hasilnya selama beberapa waktu.

3. Setelah dapat hasilnya, baru kamu lanjut dengan foto-foto produk. Disini foto produk juga kamu gak bisa asal-asalan. Kamu harus punya nilai estetikanya, kalau perlu kamu punya aksesoris yang menunjang. Ini penting. Supaya orang gak bosan (flat) lihat produk kamu cuma dijepret aja tanpa ada nilai estetikanya. Seiring dengan waktu, kamu juga lama-lama tahu angle yang bagus menurut kamu gimana 😁 banyak baca and belajar aja dari beauty blogger lainnya. Semakin sering kamu blogwalking, semakin cepet kamu dapat insightnya.

4. Pastikan lighting yang oke. Foto produk tanpa lighting gakkan oke hasilnya.

5. Review. Disini kamu bisa menceritakan first impression kamu terhadap produk itu gimana. Apakah ada wanginya, bentuknya gimana, warnanya gimana. Berapa beratnya, dsb. Sampai pengalaman kamu menggunakan produk itu. Usahakan sedetail mungkin. Semakin detail semakin interest orang membacanya.

6. Sertakan info. Jika ada info membelinya dimana, harganya berapa, infokan saja. Jadi nanti setelah orang membaca review kita, mereka jadi berpikir, jadi udah tahu mau beli dimana produknya.

Wahh enak dong dapet barang gratis terus? 😁

Hmm, ada sih yang mikir kayak gitu. Dapet barang gratis endorse-an juga gak melulu enak. Hai kamu, di saat kamu memilih blogger jadi profesi, disitulah ada peran bisnis. Ada hak dan kewajiban yang harus kamu jalankan.

Apa kewajibannya? Ya macem-macem. Bisa posting blog, atau hanya sosial media. Atau keduanya. Atau malahan posting di youtube. Tergantung kesepakatan kamu dengan brand seperti apa.

Apa haknya? Ada yang berupa uang cash plus produk. Ada juga yang produknya aja. Ada juga malahan yang produknya aja.

Disaat kamu memahami ada hak dan kewajibannya, disitulah kamu harus bekerja secara professional. Ada juga brand yang meminta review yang positif-positif saja. Ada juga yang meminta honestly review. Kalau saya tipenya yang honestly review. Jadi saya coba dulu produknya selama beberapa waktu, lihat hasilnya dulu gimana. Dan saya akan bilang seperti apa hasilnya di blog atau sosmed. Jadi saya gakkan mau membohongi readers bahwa produk itu pasti hasilnya baik di wajah. Ada juga kok produk yang gak cocok di kulit saya, tapi ya namanya beauty blogger, harus tahu resikonya gimana 😁 makanya kalau mau terima endorse, saya selalu memberikan waktu terima produk per 3 bulan (khusus untuk skincare). Untuk make up, anytime. Mau tiap bulan. Tiap minggu atau tiap hari juga gak masalah. Asal saya sanggup menjalankannya aja 😁

Pernah gak coba produk terus breakout (wajah jadi beruntusan? 

Pernah banget! Jangan kira gak pernah. Terus apa itu menghalangi saya jadi beauty blogger. Ya gaklah 😁 namanya juga beauty blogger, ya garansinya ya wajahnyalah. Makanya di awal perjanjian sebelum kerjasama, saya bilang, bahwa produk ini akan saya coba di wajah saya. Jika tidak cocok, saya akan bilang sejujurnya. Jika cocok saya akan bilang cocok.

Sampai sejauh ini saya sangat-sangat menikmati menjadi beauty blogger. Karena inilah passion saya.

Kalau sudah terjadi breakout terus gimana?

Biasanya saya kasih masa idah (jeda) dulu untuk term tertentu. Kalau setahun kemarin saat saya jerawatan parah, saya berikan waktu selama 3-6 bulan dulu. Saya treatment sendiri dulu untuk memperbaiki wajah saya. Karena yang namanya beauty blogger itu kalau wajahnya jelek kan gak enak.

Beauty blogger itu harus cakep kah?

Menurutmu gimana? 😁 kalau saya tipe yang gak suka kalau ada orang yang beranggapan gitu. Label beauty barang-barang yang diberikan karena mengacu ke ranah perempuan, makanya dilabeli beauty. Dan itu most of all adalah make up atau produk perawatan wajah. Bukan berarti harus cakep ya 👌

Enakan barang endorse atau beli sendiri?

Depends kalau saya sih. Semuanya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalau beli barang sendiri ya enaknya gak ada tenggat waktu yang diselesaikan, gak ada ketentuan harus backlink ini itu, atau keywords ini itu, dsb. Kalau endorse kan pasti ada syarat-syarat penulisannya. Jadi kalau saya lihat dulu traffic di Google gimana. Jadi gak masalah mau endorse atau beli sendiri. Sukur-sukur ya dapat endorse. Kalau gak, ya beli sendiri lalu review sendiri deh 😁

Nah, segitu dululah celotehan saya tentang beauty blogger itu. Jadi beauty blogger itu gak selamanya enak. Gak selamanya kudu cakep. Jadi jangan heran once kamu menemukan beauty blogger yang mukanya parah, aneh, jerawatan dan sebagainya. Ingat, karena beauty blogger juga manusia 😁

Semoga bermanfaat 😚

5 comments

  1. makasih tulisannya mba Oline, kadang suka bingung kalo ulas produk beuaty...

    ReplyDelete
  2. Jujur kalo aku malah suka sama para beauty blogger atau beauty vlogger yang wajahnya apa adanya bukan yang muluuuuus banget. Saat melihat mereka memperlihatkan before afternya hasil dari review produk,disitulah terlihat pesona mereka.seperti mengubah wajah yang banyak bekas jerawat menjadi mulus dengan make up yang mereka gunakan.

    ReplyDelete
  3. Thank you mbak! Bener banget ada kewajiban yang harus dipenuhi dan diusahakan ga numpuk ya. Ntar puyeng sendiri hehehe. Oiya sama konsisten nulis juga penting. Mau yang endorse atau yang sendiri, yang penting ada konten :D

    ReplyDelete
  4. Makasih sharingnya Mbk, senang baca kalau review produk, sempat bingung gimana mau nulisnya baca ini jadi enggak bingung lagi.

    ReplyDelete
  5. Menurut aku jadi beauty blogger itu susah. Sekali swatch bisa sampai 8 lipstik. Bibir hampir jontor. Kudu modal juga. Beli produknya, kamera, ring light, dll. Semua profesi dihargai.

    ReplyDelete