My Review : All Variant Blink Charm Eyelashes



Haii.. ketemu lagi dengan topik beauty kali ini. Kali ini saya mau bahas soal eyelashes nih. Siapa yang suka banget pakai eyelashes kayak saya? Cung! Saya emang suka banget pakai eyelashes. Hampir setiap kali kalau ketemu orang, saya pasti ditanya, kali ini pakai eyelashes merk apa? Terus kalau gak pakai, ditanya orang juga, kok gak pakai eyelashes sih hari ini? Hahaa.. udah kayak jadi branding aku banget ya :D

3 Lokasi Yang Wajib Dikunjungi Jika Kamu Ingin Berlibur Ke Bogor Dalam 1 Hari


Horeee... Long weekend lagiii!

Itulah yang saya katakan kepada suami kalau lihat tanggalan merah di kalender. Suami saya sampai kebingungan liat istrinya ini. Suka banget sama yang namanya tanggal merah :) harusnya suami yang excited menyambut long weekend, malah justru kebalikan, istrinya :) Iya, soalnya kalau punya waktu libur, saya gunakan untuk family time bersama keluarga. Entah jalan-jalan, kulineran, pokoknya puas-puasin deh waktunya dipakai bertiga. 

Ini Rahasiaku Untuk Bisa Menjadi Blogger Profesional



Tadinya judul sebelumnya sebenernya Rahasia Menjadi Blogger Sukses. Tapi tak ganti jadi seperti ini. Karena saya ngerasa belum sukses banget saya jadi blogger. Tapi saya cukup berbangga bahwa hasil kerja keras saya sebagai full time blogger selama hampir lebih kurang 4 tahun ini (sejak 2012), saya sudah bisa membiayai kebutuhan keluarga, mencicil dan membeli kebutuhan dan perlengkapan rumah tangga, dan sebagainya. Itu sukses versi saya. Saya sukses bahwa saya sudah achieve target. Targetnya apa? Yaitu tadi, bisa meringankan beban ekonomi keluarga. Selain saya punya bisnis fashion retail sendiri. So that's why selanjutnya saya menyebutnya blogger profesional saja ya.

Dulu saya jadi ingat, ada yang japri ke saya, bagaimana caranya jadi blogger yang profesional? Oke, sebelum didebatkan macam-macam, apa yang saya sharing disini ini adalah tips menurut cara saya ya. Saya rangkum beberapa pertanyaan yang sering saya temukan di kehidupan saya selama ini jadi blogger ya.

15 Hal Yang Harus Kamu Ketahui Sebelum Ke Big Bad Wolf (BBW)


Kalau tanya soal buku, saya paling maniak deh. Setiap ke toko buku atau liat diskonan pasti mata saya berbinar-binar. Jadi bukan hanya diskonan baju atau make up aja yang bikin saya happy, tapi juga diskon buku yang gede-gedean. Salah satunya Big Bad Wolf (BBW) 2017 ini. 

Mau tahu keseruan saya hunting buku disini? Yuk baca sampai selesai yah.

Event Report & Review : Avene x Galeries Lafayette x Clozette Indonesia


Punya kulit yang sehat, glowing, bersih, seperti wajah-wajah orang-orang Korea dan Jepang kayaknya itu face goals semua wanita ya. Termasuk saya. Tapi dengan iklim di Indonesia yang suka berubah-ubah, membuat kita harus memberikan ekstra perhatian untuk wajah kita. Salah-salah make up bisa bikin kulit kita jerawatan atau malah berubah jadi sensitif. Contohnya saya nih, kemarin sempat pakai salah skincare, yang mengakibatkan kulit saya jadi berubah menjadi sensitif. Kalau ditanya dari semua anggota tubuh yang paling mendapat perhatian itu adalah wajah saya. Karena dengan wajah yang sehat dan bersih, percaya diri kitapun akan bertambah. Bener kan? :)

ASUS Zenfone 3 Max (ZC553KL) Sekarang Ada Warna Pink Lho!



Awal tahun ini ASUS menghadirkan seri smartphone #GaAdaMatinya yakni ZenFone 3 Max ZC553KL yang menawarkan baterai berkapasitas besar dan mendukung reverse charging, teknologi khusus agar smartphone dapat menyumbangkan energi ke perangkat lain. Demi melengkapi varian smartphone tersebut, ASUS kini merilis versi ZenFone 3 Max ZC553KL yang hadir dalam warna pink.

Serunya Jalan-jalan Ke Cirebon Bersama Big Bird dan ILDI


Long weekend? Kamu biasanya kemana? Kalau saya sih biasanya keluar kota. Hampir setiap 2 minggu sekali saya ke Bandung, buat apa? Ya buat refreshing and wisata kulineran. Tapi kali ini saya lagi bosen ke Bandung, ingin suasana and kota lain. Kemana yah? Akhirnya saya memilih kota Cirebon.

Saat saya ingin menyusun itinerary, dan hotel, tiba-tiba saya mendapatkan undangan gathering dari ILDI. ILDI apa itu? ILDI adalah Indonesian Lifestyle Digital Influencer, adalah sebuah komunitas yang dibentuk oleh mba Nuniek Tirta. Dan yang menjadi tujuan lokasi gathering kali ini adalah kita ke Cirebon, yeay!! Pokoke agendanya jalan-jalan and makan-makan aja. Seru-seruan aja.

Ngumpul di TKP

Lokasi yang menjadi titik kumpul adalah Bluebird Mampang jam 6 pagi. So, sejak jam 4.30 pagi saya sudah bersiap-siap mandi dan sebagainya. Saya berangkat dari rumah jam 5.30 pagi. Sampai lokasi pukul 6 pagi. Alhamdulillah jalanan Mampang pagi itu sangat bersahabat. Setelah registrasi, kamipun siap berangkat pukul 8 pagi.

Ontheway to Cirebon

Perjalanan ke Cirebon memakan waktu sekitar 6 jam. Ini karena ada beberapa titik yang mengalami perbaikan jalan, arus dan juga ada beberapa kendaraan yang mengambil bahu jalan. Jadi mengakibatkan kemacetan di beberapa titik. Tapi 6 jam ini sangat tidak terasa karena Big Bird ini sangat nyaman, sehingga Narend bisa tertidur pulas.


Untuk mengusir kebosanan di jalan, saya sudah siap sedia cemilan favorit Narend yaitu berupa keripik-keripik. Untuk kesehariannya gak saya biasakan makan di rumah, jadi keripik ini bisa jadi alat ampuh buat membuat dia sibuk makan di jalan :)


Dan inilah penampakan bus kami.



Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya kami melewati Tol Cipali. Akhirnya saya jadi tahu deh yang namanya Tol Cipali itu.



Setelah 6 jam perjalanan, akhirnya kami tiba juga di Cirebon. Setelah keluar gate Cirebon, langsung belok ke kiri. Trafficnya siang itu lumayan padat. Jadi dari keluar gate menuju lokasi wisata kami yang pertama lumayan lama. Dari belok kiri itu beberapa km kita akan bertemu lampu merah. Ditambah lagi di tepi jalan ada banyak tempat kuliner. Plus juga hari itu adalah weekend. Jadi menyebabkan jalanan macet.


Dan ini beberapa tempat kuliner yang kami lewati sepanjang jalan Cirebon (sebelah kiri).

1. Nasi Jamblang Mang Dul


2. Empal Gentong Amarta


3. Kawasan Batik Trusmi


 4. Empal Asem dan Empal Ge tong H. Apud.


5. Petunjuk Hotel Aston Cirebon.


Nampaknya perut ini sudah lapar, kita makan siang dulu ya. Lokasi makan siang kali ini adalah Nasi Jamblang Bu Nur. Kami motong jalan, kami belok kanan setelah ada petunjuk jalan ini di sebelah kanan. Nampaknya ini jalan short cut menuju Nasi Jamblang Bu Nur ini.


Lurus aja, nanti akan ketemu Nasi Jamblang Bu Nur.









Dan inilah menu saya. Ini porsi berdua saya dengan Narend.


Selesai makan siang, perjalanan dilanjutkan kembali. Sudah waktu Dzuhur, kita sholat dulu ya di Mesjid Agung Sang Cipta Rasa.

[foto mesjidnya]

Mesjid Agung Sang Cipta Rasa atau disebut juga Masjid Agung Cirebon (menurut Wikipedia), adalah sebuah mesjid yang terletak di dalam kompleks Keraton Kasepuhan, Cirebon. Lokasinya persis sekali di sebrangnya.

Konon masjid ini adalah masjid tertua di Cirebon, yang dibangun sekitar tahun 1480 M atau semasa Wali Songo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Nama masjid ini terdiri dari 3 kata, yaitu Sang yang berarti keagungan, Cipta berarti dibangun, dan Rasa yang berarti digunakan. Arsitektur masjid ini memadukan gaya Demak, Majapahit dan Cirebon.

Dan inilah penampakan dalamnya.


Ohya, di samping kanan (utara) mesjid, terdapat sumur yang berisikan air, yang dinamakan sumur zam-zam atau Banyu Cis Cipta Rasa yang selalu ramai dikunjungi orang, terutama di bulan Ramadhan. Katanya, airnya ini berkhasiat untuk mengobati segala penyakit. Terlihat dari gambar saya di bawah ini, terdiri dari 2 sumur kan ya? Nah, ini digunakan untuk menguji kesabarang seseorang.


Selesai sholat, perjalanan dilanjutkan menuju Keraton Kasepuhan Cirebon.




Ini adalah tiket masuk Keraton Kasepuhan Cirebon.



Cuaca disini lumayan panas, saya tidak sempat explore lebih jauh keraton ini, karena mengingat lokasinya adalah Keraton sangat tidak cocok untuk Narend, dan Narendnya juga lari-larian gak jelas kesana-kesini, jadi saya hanya berfoto di bagian depannya saja.








Sementara teman-teman memasuki Keraton ini, saya kembali ke bus untuk beristirahat. Kebetulan saat itu kepala saya sedang pusing luar biasa karena panas.


Sekilas mengenai Bus Big Bird

Selama perjalanan menuju Cirebon, saya sama sekali tidak mengalami pusing, mual, muntah ataupun kepanasan. Sama sekali gak. Padahal cuaca di Cirebon daat itu bisa dibilang mungkin hampir 36 derajat. Malahan nyaman 100%. Jujur aja ini pertama kalinya saya naik Bigbird untuk perjalanan jauh. Biasanya saya naik mobil sendiri atau naik kendaraan umum lainnya seperti kereta atau pesawat terbang.

Nah, kenapa Bigbird ini nyaman? Saya penasaran juga, akhirnya saya mendapatkan jawabannya di websitenya Bluebirdgroup.

1. Experienced Driver
Drivernya sudah dipercaya dan mampu memberikan kenyamanan pada para penumpangnya. Bawanya juga gak ugal-ugalan di jalan.

2. GPS Facility 24 Hour
Bigbird sudah dilengkapi fasilotas GPS, jadi gak ada kata nyasar atau gak tau jalan deh. Semua driver diberi pengetahuan untuk bisa membaca maps (peta). Jadi kita sebagai penumpang juga nyaman gak merasa was-was.

3. Comfortable Fleet
Bangkunya empuk dan gak keras.

4. Well Maintaned Fleet
Bagian sandaran kursi bisa di-adjust, direbahkan atau ditegakkan sesuai selera. Jadi kita makin nyaman di perjalanan.

5. LCD TV ON board
Dilengkapi TV LCD. Buat kamu yang doyan karaokean, disini juga bisa lho :)

Fasilitas lainnya :

6. Colokan
Mau update status di jalan tapi takut baterai habis? Tenang, di bigbird juga ada colokan di dekat speaker.

7. Tong sampah
Sudah ada tong sampah. Jadi jauh-jauh deh dari kata kotor. Nampaknya Bigbird sudah memperhitungkan hal kecil ini. Keren :)

8. AC yang dingin
AC nya super banget deh. Bisa melawan cuaca panasnya Cirebon. Habis panas-panas dari Keraton, masuk mobil nyesss banget panasnya hilaang :)

Selesai mengeksplore Keraton ini, teman-teman kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan kembali.

Ohya, sebelum ke lokasi terakhir, kami sempat membeli oleh-oleh dulu ya disini.




Nah, tahu gak kamu lokasi terakhir kami ini kemana? Yes, Its's time for shopping! Kita akan menuju ke Kampung Batik Trusmi. Please atuhlah, kesini jadi bikin saya hampir kalap. Jadi pengen ngeborong aja gitu kain batik yang lucuk-lucuk :)

Di Batik Trusmi ini buat belanja oleh-oleh nyaman banget. Disini bukan hanya menjual kain batik, tapi juga ada oleh-oleh lainnya, seperti aksesoris, makanan, perlengkapan sholat, perlengkapan makan seperti taplak meja dan sebagainya. Terus juga ada toilet dan mushola. Toiletnya bersih lho.



Kalau kesini  gak cukup sih bawa uang 500ribu buat oleh-oleh di batik Trusmi, soalnya banyak kain-kain batik yang bagus, dan sayang untuk dilewatkan promonya. Koleksi kain batiknya juga lumayan lengkap, mulai dari batik printing sampai batik tulis juga ada disini. Harganya juga bervariasi, mulai dari 10ribu sampai jutaan rupiah.




Rasanya kain ini ingin kupinang saja :)
Selesai berbelanja kamipun segera kembali ke bus untuk bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta karena waktu sudah menunjukkan pukul 7.30 malam.

Seneng banget saya bisa ikut bagian bersama ILDI ini. Ini adalah kali kedua saya ikut acaranya ILDI. Dan kali ini special banget bisa difasilitasi ke Cirebon. Saya jadi bisa menikmati kota Cirebon bersama Narend :)

Terima kasih ILDI, terima kasih Bigbird. Perjalanannya nyaman banget, tempat tujuan wisatanya oke semua, dan sayanya juga happy banget. Jadi bulan depan kita jalan-jalan kemana? Saya siap jalan-jalan lagi bersama Bigbird dan ILDI :)


Source : Nuniek Tirta


Saatnya Merelaksasi Diri Dengan Purbasari Zaitun Series



Kayaknya aktivitas paling menyenangkan untuk seorang cewe itu adalah ke salon and spa. Tapi ada juga sih temen cewe saya yang gak doyan ke salon, alasannya karena di salon dia butuh waktu berjam-jam untuk perawatan. Jadinya dia sering perawatan di rumah. Hayo ngacung! :)

Ngomong-ngomong perawatan di rumah, sebelumnya kan saya sudah cerita review saya tentang sabun, hand body dan lulur Purbasari Zaitun Series. Kemarin kan saya cuma coba 2 rangkaian produknya aja. Tapi kali ini saya coba memakai ketiga, eh keempat produk yang saya punya ini. Kebetulan Narend hari itu lagi ada acara di sekolahnya. Sekaligus saya berencana lunch meeting juga siangnya.

Bercerai di Usia 20 Tahun, Menjadi Hal Yang Biasa?


Di usia 30 tahun, sudah punya anak 1, sudah SMP dan sudah pernah bercerai 1 kali. Prestasi? Bukanlah. Mungkin kalau punya anak di usia kepala 3, itu hal yang membanggakan, tapi kalau pernah bercerai, itu sama sekali hal yang positif. Di agama manapun juga, perceraian bukanlah yang diinginkan Tuhan. Di Indonesia angka perceraian selalu mengerikan, mengalami kenaikan sebesar 15-20% tiap tahunnya. Bahkan ada sekitar 40 kasus perceraian yang diputuskan oleh peradilan. 15% diantaranya adalah pernikahan di usia 20 tahunan. Angka perceraian yang tertinggi terjadi di tahun 2012 dengan 372.557 kasus. Itu artinya setiap satu jam terjadi 40 perceraian di Indonesia.

Oke, saya paham, kalau sudah jalan hidup seperti itu mau diapakan lagi? Justru yang sulit adalah mempertahankannya. Saya suka salut sama orang-orang yang sanggup mempertahankan hubungan rumah tangganya di era milenials seperti ini. Yang bisa mencapai tahap belasan tahunan. So, sebenarnya apa sih yang menjadi penyebab cerai di usia menjadikan ini trend buat kaum milenials sekarang?