Beli Powerbank & Rendang di Lebaran Belanja Online

Mungkin bagi kamu yang belum berkeluarga, bulan ini sekedar bulan Ramadhan, dimana kamu menunaikan ibadah puasa, namun bagi yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, terutama anak yang sudah sekolah, bulan ini tak sekedar bulan Ramadhan, namun juga musim liburan. Yup, liburan anak sekolah, dan pastinya buat kita sebagai orang tua harus bisa memikirkan, anak-anak kita akan menghabiskan liburan sekolah ini dengan apa dan bagaimana.

Yang paling susah itu, kalau anak-anak dirumah, gak pergi kemana-mana, bawaannya pasti bosen, apalagi kalau sudah kenal dengan gadget jadi bisa aja seharian main gadget tuh, kalau gadget membuat anak jadi produktif sih gak apa-apa, tapi yang sering kejadian gadget malah membuat anak-anak jadi autis (gak perduli akan lingkungan sekitar), apalagi sekarang kan lagi rame-ramenya tuh COC (Clash of Clans), antara teman sekolah buat clan untuk melawan clan lainnya, gimana anak kamu, ikutan demam COC juga gak?

Liburan kemana sih?

Nah, di masa liburan ini, udah pada punya rencana kemana aja nih? Kalau saya karena Narend masih bayi, jadi mainnya gak jauh-jauh, dari Timezone dan Ragunan aja :) Tapi buat yang anaknya sudah mulai besar, waktu liburan menjadi sebuah "momok" yang "mengerikan", kenapa? Karena kita harus memikirkan anak kita nanti dirumah ngapain aja, biasanya sih kalau gak ada kegiatan dari kita, mereka akan pergi ke rumah teman sampai sore (jadi flashback nih hihihi), namun yang pasti jika kamu mengajak anak-anak liburan keluar rumah, budgetnya harus dipikirkan banget loh, karena nanti kita mengeluarkan uang untuk bensin, makan, main di arena bermain sampai mainan, lumayan banget kan budget yang keluar, jadi ingat teman saya pernah bilang sekali keluar rumah untuk ajak 2 anaknya bermain waktu liburan bisa habis sekitar 500rb.

Lifestyle vs Investasi

Tersentak gara-gara kultwit ringan mba Claudia Kaunang malam ini. Soal THR. Ada yang udah terima dana THR? Ada beberapa kantor yang membagikan THR di minggu-minggu ini. Tapi kalau kantor suami sih THR dibagikannya 2 minggu menjelang lebaran. Alhamdulillah. Karena masih bisa saving lebih banyak :)

Tapi gimana dengan yang dibagikan minggu ini ya?

Beberapa hari yang lalu juga, saya mendengarkan paparan singkat talkshow dari mba Prita Ghozie, sang Financial Planner andalanku. Bahwa mulai bulan depan kita akan memasuki bulan yang penuh akan godaan. Mulai dari godaan nafsu berbelanja karena akan semakin banyak tawaran great sale dimana-mana. Lalu tawaran berbuka puasa diluar akan semakin kuat. Orang akan semakin malas masak di rumah. Berarti akan terjadi over budget dong di bulanannya?



Sebelum menggunakan THR, ada baiknya kita flash back dulu beberapa minggu :

1. Ada gak kita merasa memakai uang tabungan terlebih dahulu untuk kepentingan lebaran? Kalau ya, berarti saat kita menerima uang THR, sebenarnya porsinya sudah terpakai duluan. Jadi jangan merasa, ahh uang THR kita kan masih banyak?

2. Rincikan barang-barang kebutuhan yang akan dibeli saat setelah terima gaji dan THR, yang nominalnya lumayan besar?

Seperti : beli koper untuk liburan, atau beli kamera dan sebagainya. Dirincikan tuh satu-satu. Kalau saya sih 1 bulan sebelum terima gaji dan THR sudah dibuat listing barang-barang apa aja yang akan saya dan suami beli. Jadi gak ada lagi merasa saat terima THR, dana saya masih banyak aja nih :)

3. Hal-hal kecil yang kita belanjakan kalau dikumpulkan bisa jadi besar. Misalnya 1 pasang baju, sepatu, parfum, makan-makan di resto, dan sebagainya.

4. Lalu kalau ada yang hobbynya jalan-jalan, jangan lupa tuh dialokasikan juga. 

Tapi semua kembali lagi ke prioritas. Ada yang sukanya jalan-jalan, dia akan alokasikan dananya ke travelling. Tapi kalau hobbynya shopping, alokasi dananya untuk beli baju dll. Yang penting, apa yang kita belanjakan bisa menghasilkan.

Kata mba Claudia Kaunang (as a travel blogger), 
Travelling membuat saya lebih smart membelanjakan sesuatu. Smart juga menentukan prioritas dan mengatur investasi.
Bisa jalan-jalan bisa menabung, bisa investasi bukanlah perkara besar. Tapi gaya hidup. Ada banyak orang yang punya gaji besar tapi gak bisa tiga-tiganya. 
Tapi ada juga yang gajinya biasa aja, tetap bisa jalan-jalan secara bertahap, bisa nabung sedikit demi sedikit dan bisa investasi kecil-kecilan. Yang penting niat dan usaha.
Jadi kalau ada yang ngeluh gak bisa jalan-jalan, gak bisa nabung, gak bisa investasi, karena gaji kekecilan, coba cek dulu gaya hidup. Berapa cangkir kopi kondang setiap minggu?
Selalu ada jalan buat orang yang mau usaha. Jalan-jalan bisa, nabung juga, investasi juga, ketiganya pun bisa. Langkah awal : buat tabel pendapatan dan pengeluaran. 
Dari tabel itu bisa diliat kita banyak keluar uang untuk apa. Dan mulai sekarang dikurangi deh pelan-pelan. 
Jadi inget deh dulu, saya dan suami sering banget nongkrong berlama-lama di coffee shop. Setiap bill yang keluar berkisar minimal 70ribu. Isssh lumayan banget ya? Dan ini kita lakukan seminggu bisa 3-4 kali. 

Tapi sejak ada wifi yang ngebut di rumah, trus saya juga udah bisa bikin and ng

Jual Nomor Telepon Demi Rupiah Part IV (Selesai)

Buat yang mau baca ceritaku sebelumnya, klik disini.

22.00 WIB

Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Suami saya sudah tak kuasa menahan kesal, melihat Narend yang sudah tidur lalu bangun kembali karena tidak nyaman. Sudah tidur di pangkuan saya, tapi 30 menit kemudian langsung bangun.

Ochi : wah, si Dede terbangun tuh Bun.. Ihh dedenya lucu ya? (Dede, dede! Gue paling benci anak gue dipanggil dede-dede!) :(

Dan saya tau banget Ochi ini gak suka dengan Narend. Karena saat dia bilang lucu, raut mukanya aneh. Seperti jijik dan kesel. Entah ya, cuma perasaan saya aja atau gimana. Yang jelas saat mengangkat makanan Narend aja dia sudah merasa jijik. Saat melihat saya kepayahan menyuapi Narend makan aja, dia bilang kok repot banget yah punya anak? Padahal saya gak merasa repot sedikitpun. Sudah biasa bagi saya. Narend memang seperti itu kalau di rumah. Gak bisa diem kayak cacing kepanasan.

Jual Nomor Telepon Demi Rupiah Part III

Bersambung dari yang kedua.

Sambil makan, akhirnya obrolan dilanjutkan kembali. Dari awal si mba Ochi ini sengaja mengulur-ulur waktu dengan prakata dan pertanyaan yang ngalur ngidul tentang diri saya dan suami. Saya ditanya bisnisnya apa. Saya menjawab bisnis batik dari Solo. Salah saya harusnya saya gak usah bilang bisnis! Akibatnya, sepanjang kehadiran saya di malam itu saya jadi dicap PENGUSAHA BATIK YANG SUDAH KAYA DARI SOLO. Padahal saya tidak menyebutkan omset sedikitpun lho. 
Dan suami saya jadi dicap bahwa BEKERJA DI KANTORAN HANYA SAMPINGAN. Karena saya sudah mempunyai bisnis yang sudah terbilang sukses. Saat disitu rasanya saya ingin NAIK DARAH. Suami saya yang kerja banting tulang untuk penghasilan utama dibilang hanya sampingan aja??

Belum lagi selesai saya menahan kesal, tiba-tiba di tengah obrolan saya dengan si Ochi ini, ada salah satu salesnya yang duduk di meja tengah bilang seperti ini dengan nada agak keras sambil berdiri di tengah ruangan (Dan ternyata itu adalah manager dari perusahaan ini)

Jual Nomor Telepon Demi Rupiah Part II

Masih dalam tema cerita yang sama. 

Setelah saya disambut oleh mba Ochi, akhirnya kami dipersilakan duduk di 1 meja bulat. Dalam hati, ini kenapa dalam ruangan ini mejanya bulat semua ya? Aduh jangan-jangan??? Tapi, lagi-lagi saya masih berpikiran positif.

Ochi : Selamat malam bunda Caroline, dengan bapak Eko ya?
Saya : iya.
Ochi : perkenalkan saya dengan Ochi. Saya mendapat nomor telepon ibu dari mba Tika tim telemarketing kami.
Saya : Iya
Ochi : Bunda bekerja dimana? Dan kalau bapak bisnis juga? (saya gak bisa terlalu memperhatikan karena saya ngajak Narend dan dia agak gak bisa diam disitu) so saya hanya menjawab seperlunya saja.
Ochi : Bunda kayak syahrini ya? Atau ashanti?
Saya : kenapa kayak Syahrini?
Ochi : iya itu bun bulumatanya. (Ini mba Ochi bermaksud mengambil hati saya terlebih dulu dengan memuji. Ngapain sih pake ngebahas bulu mata saya?? Pikir saya dalam hati).

Jual Nomor Telepon Demi Rupiah Part I

Cerita di bawah ini adalah jujur apa adanya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Dan saya cerita disini bukan untuk menjelek-jelekkan mantan rekan kerja saya atau demi iklan atau apapun. Pure ini curhatan kemarahan saya.

Maaf sebelumnya kalau nanti ceritanya agak panjang ya

Kamis, 18 Juni 2015

Hari itu tiba-tiba saya di WA oleh teman saya (mantan rekan kerja di kantor lama), singkat cerita, dia menanyakan apakah saya mau direkomendasikan untuk menerima voucher hotel gratis? Alasannya karena suaminya tidak bisa. Awalnya sih saya fine-fine aja, saya memang tidak ada perasaan curiga sedikitpun. Saya tanya apa yang menjadi kewaiban saya atas voucher itu? Ataukah harus menghadiri acara atau gimana? Dia bilang, saya cukup menghadiri acara pameran selama 90 menit saja, nanti akan diberikan voucher hotel secara gratis.

Senangkah saya? Tentu tidak! Saya malah curiga. Pasti ada udang dibalik batu.

Oke. Cerita saya lanjutkan.

Dari kata-kata awalnya saya harusnya curiga ya, bahwa dia ini seperti menawarkan sesuatu seperti semacam tehnik marketing gitu yah? Tapi saya belum ada perasaan apa-apa. Hingga saya bertanya kepada suami, bagaimana sebaiknya menyikapi hal ini? Karena jujur aja, hati ini sebenarnya gak mau terima, karena pertama, saya bukan orang yang fakir voucher hotel atau kepengenan banget dapet voucher. Lalu kedua, saya curiga, segala sesuatu di dunia ini gak ada yang gratis kan yah? Jadi pasti apa-apanya. Tapi saya tepis semua anggapan itu.

Akhirnya saya bertanya kepada suami, dan suami saya menyuruh saya untuk menolaknya saja. Karena pasti ada apa-apanya ini. Tapi saya bandel, dan tetap mengiyakan tawaran si teman saya ini (sebut saja inisial M).

Saya copas saja ya percakapan saya dengan dia, supaya tidak ada kesalahan ya.


Hati-hati Mengunggah Foto Anak di Media Sosial

Karena saya masih punya bayi, saya jadi tergugah untuk membahas tentang ini.

Sekarang lagi marak kasus penjualan bayi di social media khususnya Instagram. Yang menjadi pelaku atau oknum adalah yang mempunyai akun @jualbajumurah. Modusnya sih jualan baju anak-anak. Tapi di dalamnya ternyata terdapat penjualan bayi.



Hunting Smartphone 4G yang Terjangkau di Indonesia Cellular Show

Jaman sekarang kita sudah memasuki jaman Broadband. Apa itu broadband? Yaitu speed internet sudah diatas 100 Mbps. Baik dari smartphone maupun modem. Yaitu setingkat dengan koneksi 4G. Nah, gara-gara lihat iklannya 4G di TV, saya jadi kepincut juga, jadi pengin hunting and coba sendiri pengalaman koneksi 4G ini. Apakah bener ya katanya ngebut banget? Wah, jadi penasaran juga.


4G Itu Apa Sih?

Teknologi 4G adalah kecepatan maksimum dari 4G setara dengan 20 kali kecepatan 3G.


Si Pintar yang Mengerti Kebutuhan Ibu Rumah Tangga

Hobby saya kalau di rumah itu memasak. Classic sih, tapi memasak itu bisa menghilangkan stress dan kepenatan seharian bekerja. Siapa bilang ibu rumah tangga itu gak sibuk? Pastinya lebih sibuk mengalahkan porsi suami dan orang kantoran. Pekerjaan ibu rumah tangga itu harus standby 24 jam tanpa istirahat. Itulah kenapa memasak adalah cara saya untuk bisa menyalurkan hobby sekaligus saya bisa terus berkreasi. Apalagi sejak saya sibuk dengan persiapan MPASI. Segala macam menu MPASI saya coba, mulai dari yang mudah sampai yang susah sekalipun.

Ohya, saya termasuk orang yang fakir waktu, alias ibu-ibu rumah tangga yang cuma punya waktu limited. For being a full time mommy, as an entrepreneur, and as a blogger. Saat membaca Blogger, mungkin kamu akan bertanya "Emangnya blogger bikin menyita waktu ya? Ibu rumah tangga kan punya banyak waktu luangnya?" Kalau itu yang ada pikiran kamu, SALAH BESAR cuy. Semua punya porsi masing-masing. Menulis juga butuh ketekunan dan konsistensi. Yang pastinya butuh yang namanya "waktu".  That's it.

Tips Merampingkan Alexa Rank Secara Cepat dan Alami

Kalau bahas soal alexa, pasti sudah jadi istilah yang familiar banget di kalangan blogger. Kalau berbicara soal job review, pasti ada saja agency yang bertanya, "Alexa Rank-nya berapa?" Betul kan?

Alexa Rank itu apa?

Alexa Rank adalah sebuah website yang digunakan untuk merangking website kita. Semakin ramping angka alexa rank kita, semakin bagus. Tapi, walaupun alexa rank kita 'kurus', tapi blog kita gak keurus, banyak sarang laba-labanya, alias jarang update, ya orang juga makin males mengunjungi blog kita. Sebagus apapun blognya, yang terbaik adalah rajin diupdate. Setuju? *Noted to my self nih* :D

Sebelum masuk kepada tips, saya mau cerita sedikit nih. Minggu lalu peringkat alexa blog saya sudah berhasil mencapai di angka 500ribuan. Udah hore-hore tuh. Ahh biarin ajalah dibilang  norak. Ngerampingin alexa tuh susah jendral! :D Masih di domain gratisan (blogspot). Nah, karena sesuatu dan lain hal, karena saya juga masih punya fasilitas free domain yang belum saya pakai dan proses, akhirnya saya refer ke domain yang baru lah. Sebelumnya suami saya sudah warning, "Kamu jangan nangis boombay, atau ngomel-ngomel yaa.. kalau nanti diubah ke domain berbayar akan jadi gendut lagi alexa rank kamu.

Proses untuk menjadi web.id memakan waktu 2 bulan. Karena ditambah urusan ini itu. Dan tepatnya beberapa hari lalu domain saya berubah dong. Alexa saya mendadak gendut! Mendadak saya shock jadi segini..


Sushi Enak Harga Kaki Lima di Hayabusa House

Siapa bilang makan di Japanese Resto harus ke mall? Coba aja mampir ke Hayabusha House, di Ruko Grand Galaxy City No. 131 A Bekasi Selatan. Lokasinya di ruko, gak pakai ribet parkir, dan harganya juga kaki lima. Gak percaya? Yuk cekidot ceritaku.

Gara-gara suami freak banget sama yang namanya Japanese Resto, saya jadi ikut-ikutan hunting and tasting kuliner Japanese Resto deh. Karena akses saya kalau ke rumah mertua di daerah Galaxy Bekasi, sudah beberapa bulan ini liat kuliner yang satu ini. Penasaran juga. Kebetulan juga malam minggu nih. Saya absen dari dapur, masak memasak pastinya OFF kalau sabtu minggu. So, saatnya saya dan suami hunting kulineran.



Resep Omelet Mie Sayuran dengan Mi Tropicana Slim

Beberapa waktu saya sudah pernah nyoba kreasi mie dengan Mi Tropicana Slim, yaitu Mie Goreng Chicken Wings. Kali ini saya mau berkreasi menu lain, masih sama dengan menggunakan Mi Tropicana Slim, yaitu Omelet Mie Sayuran

Kenapa harus Mi Tropicana Slim?

Mi Tropicana Slim ini adalah Low Fat Noodles. Artinya rendah kalori dan lemak. Sebagai penggiat diet, mie ini cocok banget buat saya. Apalagi saya ingin hidup sehat, makan enak tapi gak bikin gemuk *penting*.


Feel Fresh at Reiki Reflexology Galaxy Bekasi

Kemarin ceritanya badan saya lagi gak enak banget. Kaki pegel plus kepala pusing gak karu-karuan. Pengennya reflexy banget nih. Dari pagi udah niat pengen banget ke reflexy. Udah minta ijin juga ke Narend, bahwa tar malem mommynya pengen ke reflexy. Yeaa walaupun dia gak ngerti apa yang saya bilang sih :D

Iya, kalau tanda-tanda badan udah mulai terasa gak enak, saya langsung buru-buru ke reflexy. Ini obat ampuh banget buat ngobatin badan yang pegel-pegel. Kebetulan juga kemarin seharian saya pakai boots heels selama lebih dari 8 jam. Kata therapist langganan sih kalau pakai heels lebih dari 8 jam kudu ada treatment khusus supaya kaki tetap terjaga cantik dan terbebas dari yang namanya varises. Yaitu di massage atau reflexy ini. 

5 Hal Persiapan Yang Dilakukan Datangnya Bulan Puasa

Kurang dari sebulan lagi kita akan memasuki bulan puasa. Bulan puasa tahun 2015 ini jatuh di pertengahan bulan, yaitu menurut perkiraan (kalender pemerintah), puasa pertama di tanggal 17 Juni 2015. Itu artinya saat memasuki pertengahan bulan. Kalau bagi saya sih, itu tanggal-tanggal rawan. Tanggal rawan banyak pengeluaran.