Jakarta Food Summit Security Sumit ke-4 Tahun 2018


Percaya gak sih kalau saya bilang bahwa sektor pertanian memegang peran penting terhadap kecerdasan bangsa? Dulu sih saya gak terpikirkan, karena bayangan saya hanya sektor pendidikan saja. Tapi ternyata sektor pangan juga penting lho. Bagaimana Indonesia bisa maju kalau sektor pertanian saja diabaikan? Karena pertanian bisa menjadi leading sector untuk memperkecil kesenjangan ekonomi dengan memperhatikan petani dalam ketahanan pangan. So, untuk itulah KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Indonesia menggelar acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) ke-4 di tahun 2018 ini di Jakarta Convention Center. 

JFSS pertama kali diselenggarakan pada tanggal 28-31 Januari 2010. Lalu yang kedua pada tanggal 7-8 Maret 2012. Waktu yang kedua itu KADIN sudah menjalankan program FEED INDONESIA, FEED THE WORLD. Fokusnya adalah swasembada yang kompetitif dan berkelanjutan serta mendorong produk-produk unggulan nasional. Lalu JFSS ke-3 pada tanggal 12-14 Februari 2015. Temanya waktu itu adalah Food Security = National Security, Pemberdayaan Petani, Petambak, dan Nelayan melalui wadah koperasi untuk mencapai Ketahanan Pangan. Dan JFSS ke-4 diselenggarakan pada tanggal 8-9 Maret 2018. Khusus untuk tanggal 8 Maret 2018 adalah seminar nasional. Dan 9 Maret 2018 adalah Pameran Pangan Nasional. 

Untuk yang ke-4 tahun 2018 ini temanya adalah Pemerataan Ekonomi Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan melalui Kebijakan dan Kemitraan. Jadi tujuannya untuk mendorong iklim usaha di Indonesia supaya ketahanan pangan semakin kondusif. 

Jadi tujuannya apa diselenggarakan JFSS ini? Lebih kepada penyerapan tenaga kerja. Jadi ada peran serta industri untuk perluasan lapangan pekerjaan. Jadi produktivitas di sektor pangan harus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Otomatis kesejahteraan petanipun diperhatikan. 

Siapa saja yang terlibat dalam program ini? Dari kalangan pemerintah, para pakar, akademis dan juga petani. Di acara JFSS ini juga dilengkapi dengan pameran produk-produk komoditas pangan nasional dan inovasi teknologi pembiayaan pertanian terkini. 

Source : detik.com
Sebenarnya Pak Jokowi saat itu dijadwalkan hadir di acara tersebut, tapi beliau berhalangan hadir, lalu diwakilkan oleh bapak Jusuf Kalla. Beliau mengatakan bahwa ketahanan pangan mengacu pada pertumbuhan penduduk. Karena setiap tahun jumlah penduduk meningkat, otomatis jumlah pangan juga harus meningkat. Jadi sebenarnya sih ini masalah dunia juga ya. Pengaruh kepada harga sayuran dan buah-buahan. 

Sebagian besar penduduk Indonesia masih banyak yang mengkonsumsi beras. Ah sayapun juga. Nah, saat ini pemerintah sedang mengupayakan melepaskan ketergantungan masyarakat terhadap beras. Sebenarnya sumber karbohidrat lainnya masih banyak, seperti jagung, kentang, umbi-umbian dan sebagainya melalui program diversifikasi pangan. 

Semoga dengan adanya JFSS ini ketahanan pangan di negara kita bukan lagi menjadi masalah, dan bisa mensejahterakan para petani di Indonesia. 


No comments