CUMA DENGAN 5 JUTA UDAH BISA PUNYA APARTEMEN PLUS GRATIS SEWA 3 TAHUN?


Punya apartemen, lokasinya di Jakarta, aksesnya dekat dengan tempat kerja, pasti jadi cita-cita dan impian semua orang yang tinggal di Jakarta. Apalagi kondisi sekarang yang macet tak berkesudahan karena ada pembangunan jalanan dimana-mana, membuat kita ingin punya hunian di Jakarta saja.  Saya pribadi yang tinggal di Bekasi, walaupun hanya sesekali ke Jakarta, membutuhkan waktu minimal 1.5 - 2 jam untuk bisa ke Jakarta. Nyeremin? Banget!

Makanya dari dulu sebelum nikah saya sempet bilang ke suami (dulu sih zaman masih ngantor), kalau nanti nikah saya pengen banget punya apartemen dibanding rumah. Kenapa? Karena apartemen lebih simple dan kekinian bangetlaah. Tapi sampai sekarang sudah 10 tahun pernikahan gak kesampaian juga 🤣 karena syaratnya ribet kudu pakai DP.

Walaupun udah punya rumah tapi entah kenapa hasrat saya ingin punya apartemen itu masih ada. Supaya kalau saya ingin akses ke Jakarta gak perlu lagi 2 jam-an sih. Jadi rencananya apartemennya mau tak sewain aja sebagai bisnis properti. Jadi apartemen yang mau saya beli sekarang sebagai investasi jangka panjang untuk Narend setelah nikah sih. Karena kan katanya bisnis properti adalah bisnis yang tidak akan pernah mati (asal kita tau cara maintainnya dengan baik).

So, untuk itulah saya datang ke acara bincang siang di Bassura City. Temanya sangat menarik yaitu tentang Aksesibilitas Transportasi dan Investasi Properti Sebagai Keunggulan Hunian. Katanya Bassura City punya info kalau dengan uang 5 juta udah bisa punya apartemen, dan free sewa 3 tahun. Gimana caranya ya? Menarik? Baca tulisan saya ya sampai selesai.

Bincang siang waktu itu dihadiri oleh 3 narasumber. Nara sumber yang pertama adalah Mas Yoga Adiwinarto sebagai Country Director ITDP (Institute and Development Policy). Yaitu organisasi internasional yang bergerak di isu sistem transportasi, baik inovasi maupun advokasi kebijakan ITDP bekerja sama dengan UNEP untuk memberikan pendampingan teknis kepada pemerintah DKI Jakarta terkait pengoperasian transportasi. Kali ini bahasannya agak teknis ya (soal kemacetan dan transportasi di Jakarta).



Hal pertama yang mas Yoga tanyakan adalah, "Kenapa orang-orang Jakarta suka banget naik mobil?" Ini pertanyaan diajukan ke saya atau gimana ya? Kok ngena banget yaa 😂 
Jawabannya simple, ya karena Jakarta didesain supaya orang-orang naik mobil. Istilahnya car oriented. Hmm, setelah dipikir-pikir bener juga ya. Karena hampir 70% orang yang rumahnya di pinggiran dan kerjanya di Jakarta, pasti bawa mobil ke kantor. Padahal udah tau di kantornya juga gak ada parkir 😁

Dan tahun 2030 targetnya nanti adalah dari Car Oriented berubah menjadi people oriented city. Maunya sih Jakarta seperti ini (Jadi kayak singapura ya?). 7Kira-kira bakal kesampaian gak ya?

Transportasi di Jakarta ada Busway, kereta, angkutan umum dan juga kendaraan online. Tapi ke depannya Jakarta mungkin akan mengambil kiblat seperti Singapura, yaitu mengajak orang-orang untuk naik Busway. Dan jalur busway di Jakarta adalah paling panjang di dunia, yaitu sepanjang 220 km. Dan kapasitasnya adalah bisa mengangkut sebanyak 500 orang. Dan targetnya adalah orang bisa berjalan dengan nyaman. 

Lalu apa PR pemerintah? Yaitu trotoar dibuat senyaman mungkin. Saya sih lihat sekarang di beberapa titik di Jakarta dan Bekasi (akses saya bekerja), sudah mulai pembenahan beberapa trotoar. Hmmm... Ternyata saya tahu sekarang tujuannya, yaitu membuat orang senyaman mungkin berjalan kaki di Jakarta.

Biasanya orang yang suka naik kendaraan umum, mau gak mau akan banyak berjalan kaki. Jadi setidaknya bisa mencapai 6000 kaki. Which is itu bisa mengurangi obesitas. Hmm, iya juga sih, masuk akal, orang-orang di Jakarta banyak yang over weight karena malas berjalan kaki.

Kamu tipe yang suka menerobos jalur busway? Please dont. Ingatlah bahwa jalur busway dibuat untuk kepentingan orang banyak. 1 jalur busway bisa mengangkut sekitar 6000 - 8000 orang per jamnya (data ini didapat menurut survey di halte indosiar. Di halte inilah yang terbanyak). Jadi lumayan efektif untuk mengurangi orang-orang yang membawa kendaraan pribadi.

Kantor-kantor di Sudirman - Thamrin menyediakan 38ribu space untuk parkir mobil. Tapi walaupun demikian, masih belum mencukupi seluruh pekerja yang ada di Jakarta. Dan kedepannya ITDP akan menargetkan orang-orang mengurangi membawa kendaraan pribadi. Jadi PR pemerintah adalah memperbaiki sistem angkutan umum membuat orang nyaman untuk naik kendaraan umum.

Gak lengkap rasanya kalau bahas hunian tapi gak bahas soal hitung-hitungan dan bicara soal investasi. Untuk itulah Bassura City menghadirkan pakar keuangan Ahmad Gozali.




Beliau menjelaskan bahwa menurut prediksi bahwa ke depannya sebanyak 83% generasi milenial tidak mampu memiliki rumah. Karena apa? Karena generasi milenial sekarang kebutuhan utama bukan lagi pangan, sandang, papan. Tapi colokan, wifi, pangan, sandang, dan papan. Lebih baik gak makan daripada gak ada koneksi internet. Setuju gak kalau saya bilang gitu? 😁 Yah faktanya memang begitu sih. Semua coffee shop gak cuma pas tanggal gajian dan weekend pasti rame 😋

Untuk menyikapi inflasi, mas Gozali menyarankan untuk kita memiliki bisnis. Gak bisa bisnis? Gak masalah. Yang penting punya saham di bisnis orang lain. Kamu bisa investasi di pasar modal karena asetnya lumayan tinggi.

Dengan kita memiliki aset tetap emas dan aset riil, bisa melawan inflasi. Karena naiknya pelan-pelan dan aman. Alhamdulillah saat ini saya memiliki aset tetap dan aset riil 😊

Lalu bagaimana dengan pasar modal? Saat ekonomi sedang baik, pasar modal akan naik. Saat ekonomi buruk, aset tetap akan mengamankan keuangan kita. Jadi sebaiknya kita memiliki kombinasi diantara ketiganya.

Mas Gozali ini adalah penulis buku Habiskan Saja Gajimu. Beliau mengajarkan paradigma bahwa saving dulu daripada menyisakan gaji. Kalau kita shopping dulu, kemana-mana bawa dompet perasaaannya gak aman. Masih ada gak ya untuk saving? Jadi sekarang ubah minsetnya dulu, lebih baik saving dulu jadi perasaan kita jadi lebih nyaman.

Lebih baik rumah atau apartemen ya dari sisi legalitas? Mas Gozali bilang keduanya sama-sama memiliki sertifikat. Bedanya kalau apartemen setelah 3 tahun serah terima baru dapat sertifikat. Kalau rumah, itu langsung terima. Itu aja.

Lalu penyebab lainnya milenial tidak memiliki rumah adalah kebanyakan referensi. Ini itulah. Dan terakhir adalah karena persyaratan bank yang cukup ribet. Tapi di Prajawangsa City ini katanya sih gak pakai persyaratan bank yang cukup ribet, seperti yang dikatakan oleh mas Asnedi (Edi). Mas Edi ini adalah property investment advisor synthesis development. Beliau pakar ahli di bidang properti selama 15 tahun dan investor properti.



Ada yang udah pernah ke Prajawangsa City ? Saya udah dong.

Nah mas Edi bilang bahwa kendala para generasi milenials sekarang adalah besarnya DP. Tapi tidam di Prajawangsa City, bisa dengan DP 0% saja. Jadi angsurannya 5 juta.

Mau punya hunian 300juta? Jawabannya cuma apartemen di Jakarta. Tapi rata-rata apartemen di Jakarta juga persyaratannya harus pegawai tetap.

Nah, siapa sih target market penghuni Prajawangsa City ini? Yaitu orang-orang yang beraktivitas di sekitar TB Simatupang.

Perasaan unitnya belum jadi deh! Nanti setelah DP nunggu dulu ya unitnya jadi? Justru itu, karena unitnya belum jadi, jadi bagi kamu yang deal, akan diberikan free tinggal di Bassura City selama 3 tahun plus free service of charge. Nanti setelah 3 tahun, unitnya langsung jadi milik.

KPR Mandiri

Gak punya cash? Gak masalah. Kamu bisa ajukan KPR. Kebetulan Prajawangsa City bekerja sama dengan Bank Mandiri. Namanya KPR Mandiri. Jadi untuk 2 tahun pertama adalah 5.5%. Kemudian tahun 3-5 yaitu 6,55%.



Dengan KPR Mandiri segalanya jadi dimudahkan. Kalau kamu belum jadi nasabah Mandiri, DP nya 30%. Tapi kalau sudah jadi nasabah Mandiri, DP nya 15%.

Syaratnya?

Gak usah melampirkan dokumen-dokumen, hanya melampirkan form yang kita isi pertama kali saat kita apply KPR ini. Nah, form itulah yang nantinya diproses oleh Bank Mandiri.

Jadi, sekarang udah jelas kan? Mau punya hunian di Jakarta, dengan gaji 2 digit, angsuran 5Juta, dapat free service charge, DP 0% pulak, dan gratis sewa 3 tahun. Ahh itu sih saya mau bangeet! Masih ada sisa buat biaya hidup. Gak usah mikirin biaya sewa listrik dan air juga, semuanya free. Tinggal mikirin aja biaya makan dan transportasi. Kan jadi lebih hemat 😁 Apalagi gak perlu keterangan gaji pula kan? Tinggal isi form aja.



Miliki hunian 300juta di Jakarta bukan lagi impian. Saatnya beli hunian dulu, baru mobil ya 😁

Semua narasumber

Saya dan teman-teman blogger

Terima kasih yang sudah membaca tulisan saya sampai selesai. Sampai bertemu lagi di tulisan saya selanjutnya ya.

5 comments

  1. ahhh ini yang aku suka dari Prajawangsa, malah hemat jadinya, uang yg sebelumnya buat bayar kos2an atau kontrak rumah per bulan, bisa dialihkan jadi cicilan krn kita dikasih gratis sewa 3 tahun.. keren bangett, solusi banget nih buat yang mau beli apartemen tapi duitnya kepake buat ngontrak ya Lin..

    ReplyDelete
  2. Dream come true banget nih buat anak milenial, selama bulan maret ini doang ya kak?

    ReplyDelete
  3. Seruuu banget mbak bisa punya apartment harga segitu, tapi emang tetep PR utama adalah membuat Jakarta dan sekitarnya nyaman untuk dijelajah tanpa kendaraan pribadi ya. Baru deh seru kaya di Singapore!

    ReplyDelete
  4. Jarang-jarang yah ada apartemen yang menjual unitnya kayak gini. Siapa yang nggak tertarik, modal 5 juta bisa punya apartemen tanpa DP. Nggak sampe di situ, udah dibayarin pula ngontrak gratis selama tiga tahun di apartemen Prajawangsa City lainnya sembari menunggu apartemen yang masih dibangun. Ini sih amazing banget kalo aku bilang. 😱

    ReplyDelete
  5. Yg di suka dr prajawangsa city konsep hunian dn akswanya mudah ke mana2 jadi bikin betah kali ya,,,aplg klo investasi spt untung banget

    ReplyDelete