JIKA KAU INGIN MENULIS, MENULISLAH DENGAN CINTA


Love is selfless, not love is selfishless. 

Artinya, cinta itu adalah bentuk penyerahan diri, keikhlasan, bukan keegoisan diri. Kira-kira itulah sepenggal quotes yang dikatakan oleh mba Dini Fitria. Siapakah beliau? Mba Dini adalah seorang penulis buku best seller seri cinta, presenter dan produser program Jazirah Islam Trans7. Latar belakang sebagai jurnalis yang beralih menjadi seorang penulis adalah daya tarik tersendiri. Dan profesinya yang sekarang penulis ini adalah justru dari sesuatu hal yang tidak ia sukai, kemudian ia menjadi sangat cinta, dan akhirnya ia bisa menghasilkan karyanya dalam buku best seller seri cinta.  Salah satu karyanya yaitu Islah Cinta yaitu mengisahkan seorang Diva melakukan syiar dalam perjalanan travellingnya ke India. Padahal yang kita tahu, jika kita menulis pastinya sesuatu yang kita sukai dan kita ada passion di dalamnya, Tapi Mba Dini justru mengajarkan bahwa dari hal yang tidak kita sukaipun, bisa berubah menjadi hal yang kita cintai. Bagaimana caranya mba Dini bisa melakukannya? 
Mungkin kamu pernah berkunjung ke blog saya, dan membaca salah satu atau salah banyak artikel saya, yang tidak ada nyawanya sama sekali? Pasti pernahlah ya, karena sayapun merasakan sendiri bahwa saya pernah menulis tulisan itu ala kadarnya, gak ada nyawanya sama sekali. Sesuatu yang tidak saya sukai, terpaksa saya tulis. Kenapa saya lakukan? Karena tuntutan pekerjaan. Lain hal jika saya menulis sesuai dengan passion saya, tulisan dan ide itu akan mengalir dengan sendirinya. Terlebih lagi jika kita dihadapkan oleh sebuah deadline, yang namanya ide mengalir itu boro-boro keluar dengan smooth. Yang ada kita menulis hanya menuntaskan kewajiban.

Di awal-awal saya menjadi blogger, hampir semua kegiatan saya tulis. Mungkin kamu bisa menemukannya di artikel saya di tahun-tahun sebelumnya. Tapi seiring perjalanan saya sebagai seorang blogger dan saya sudah memutuskan diri menjadi seorang blogger professional, saya sudah memilah-milah, mana saja yang akan menjadi bahan tulisan saya di blog.

Sama seperti yang mba Dini lakukan, ia pernah melakukan perjalanan ke India tahun 2011. Waktu itu ia sempat bercerita bahwa negara yang satu-satunya tidak ia kunjungi adalah negara India. Negara yang tidak menawarkan kenyamanan, lalu kaum muslim yang minoritas. Tapi ternyata takdir berkata lain, tahun 2016 ia dihadapkan sebuah tawaran pekerjaan yang mengharuskan ia berangkat ke India (lagi). Awalnya ia ragu, tapi ia jalani juga. Ternyata ia sekarang malah jadi jatuh cinta sekali dengan negara India ini. Ia membagi kisah perjalanannya dalam sebuah workshop yang saya hadiri pada hari kamis 15 Februari 2018 lalu yang diadakan oleh Komunitas Social Blogpreneur bertempat di JSC Hive Kuningan Jakarta.

Jujur saja sebenarnya saya ingin membatalkan hadir datang ke acara ini, tapi saya takut dicap orang yang tidak pegang komitmen, seenaknya saja membatalkan kehadiran. Bukannya apa-apa, sebenarnya saat itu Narend sedang panas dan demam. Ditambah lagi saat itu cuaca sedang hujan deras sejak subuh. Tapi saya bismillah aja dan memaksa diri untuk tetap datang. Karena saya percaya segala sesuatu bila di awal niatnya sudah baik, insyallah ke depanya juga akan baik.

Oke, sebelum saya ceritakan lebih lanjut tentang mba Dini, saya sharing dulu beberapa brand yang ikut mensponsori acara workshop ini.

 C2Live 


Acara kali ini juga mendapat sponsor dari C2Live oleh Encrico. Ia menjelaskan tentang penggambaran C2Live. Saya juga kebetulan sudah pernah mendengar apa itu C2Live, karena waktu itu saya tahu mereka mengadakan lomba blog, yang jurinya adalah teman-teman saya sendiri, tapi saya gak jadi ikutan. 

Sebenarnya apa itu C2Live? C2Live adalah tempat bagi para pembuat konten berkualitas tinggi, berfungsi sebagai platform bagi mereka untuk berbagi dan menemukan beragam ide menarik, sudut pandang original dan pengetahuan mendalam tentang berbagai hal menakjubkan dalam negeri ini.

C2Live adalah sebuah jaringan media yang mengumpulkan dan mendukung blogger, penulis dan pembuat konten di Indonesia dalam membagikan cerita-cerita mereka yang mengagumkan.

C2Live ini adalah sebagai aggregator, yang mengamplifikasi jaringan yang terdiri dari bloggers, penulis, dan produsen serius untuk menyampaikan cerita-cerita penting dan terkini. di C2live ada dashboard, statistik dan fitur validasinya juga.

Dan di workshop kali ini adalah meet up perdana yang diadakan oleh C2Live lho, ke depannya mereka berencana akan mengadakan meet up bulanan dan akan reguler mengadakan kontes blog katanya.

Kalau kamu berencana ingin mengadakan lomba blog dan ingin bekerja sama dengan C2Live, mereka open banget kok. Dan gratis lagi!

So, singkat katanya, C2Live ingin para blogger ikut berkontribusi menulis di websitenya dengan meminta artikel dari blogger, lalu memberikan reward berupa backlink kepada penulisnya dan menyertakan sumbernya. 

Kulina.ID


Oke, selanjutnya ada mba Tika dari Kulina. Apa itu Kulina? Kulina adalah sebuah brand yang bergerak dalam hal jasa catering penyedia makanan matang. Kulina ini hanya penyedia jasa delivery and management cateringnya saja, sedangkan urusan masak memasak makanannya, Kulina bekerja sama oleh beberapa rumah makan yang ada di DKI Jakarta. Sudah dipastikan semua makanan di Kulina itu HALAL.

Apa istimewanya Kulina dibanding brand lain yang sejenis? Kulina bisa melayani order minimal 1 piece, free ongkos kirim, dan rasanya sudah dijamin enak. Sampai saat ini baru melayani wilayah DKI Jakarta saja. Kenapa? Karena memang targetnya Kulina adalah orang-orang pekerja kantoran seputar Jakarta.

Siapa target marketnya? Semua orang pekerja kantoran yang gak sempat masak, tapi ingin makan enak tanpa ribet, dan ingin yang enak juga, maka terciptalah Kulina ini.

Harganya berapa? Untuk semua paket dibandrol IDR 25ribu saja.

Pemesanan bisa dilakukan maksimal H-1. Supaya Kulina bisa contact ke dapur-dapur yang sudah bekerja sama dengannya, yang pastinya tidak jauh dari lokasi si pemesan.

Dan Kulina ini adalah yang menyediakan makan siang kami saat itu.



Shafira

Bisa dibilang Shafira ini adalah menjadi sponsored untuk goodie bags yang saya dapatkan ini.

Maaf ya kalau fotonya blur, karena paperbagnya saya cari lagi mau foto ulang entah kemana


Tutoral Hijab

Ternyata acaranya gak hanya talkshow saja, dari pihak Shafira sudah menyiapkan tutorial hijab dan kebetulan modelnya kali ini adalah mba Haya Aliya Zaki. 



Shafira memberikan tutorial hijab yang simple tapi elegan, tanpa repot. 



Menulis Dengan Cinta

Setelah makan siang, tibalah masuk sesi talkshow Menulis Dengan Cinta oleh Dini Fitria.



Sebelum kita menulis, usahakan kita punya passion di bidang itu. Sebisa mungkin kita menyukai apa yang akan kita tulis. Ubah cara pandang kita dan memposisikan diri kita bagai sebuah produk. 

Cerita yang bagus itu memiliki 6 feature stories. Bertutur, Deskriptif, Informatif, Gaya Penulisan, No Need Exactly 5W+1H, dan human interest. 

Bertutur. Usahakan apa yang akan kita sampaikan jelas urutannya. 

Deskriptif. Apa yang kita tulis, tidak sembarang ditulis, tapi juga menggambarkan keseluruhannya. 

Informatif. Gak usah bertele-tele pada paragraf awal, tidak usah terlalu banyak bunga kata. Jadi orang tau apa yang ingin kita sampaikan. Jika terlalu banyak bunga kata, orang terlalu capek membacanya, jadi sudah pasti sudah tidak ada lagi ketertarikan untuk melanjutkan membaca artikel kita. 

Gaya Penulisan. Kamu sudah tentukan gaya penulisan kamu seperti apa? Apakah mendayu-dayu seperti puisi, lalu penyebutan dirinya konsisten (tidak di awal gue, lalu di akhir saya, atau sebaliknya), dan sebagainya. 

Human Interest. Bahasa yang kita sampaikan dalam artikel kita, usahakan seperti kita ngobrol pada umumnya saja. 

Ohya, ada beberapa do and donts yang perlu kita perhatikan dalam penulisan.

1. Tehnik Why, what and how

2. Grab pembaca kita dengan kalimat pertama yang pamungkas. Jika kalimat pertama sudah bikin orang penasaran, selanjutnya orang akan otomatis melanjutkan membaca sampai selesai.

3. Antar paragraf dari awal sampai akhir harus ada benang merahnya. Tidak terputus. 

4. Tulisan sebaiknya menjadikan diri kita bukan hanya sebagai subjek tapi juga objek

5. Korelasikan apa yang kita alami dengan sesuatu yang up to date atau case yang membuat pembaca kita senasib. 

6. Pembaca itu pintar, gak perlu merasa dinasehati.

7. Tulisan kita bersifat persuasif atau provokatif, tapi tidak agresif. Biarkan pembaca yang menimbang dan memutuskan sendiri, apakah jadi membeli atau tidak (misalnya kita sedang mereview sebuah produk).

8. Pembendaharaan kata. Jika kita ingin memperkaya bahasa dan pembendaharaan kata kita, perbanyaklah membaca. 

9. Memadukan experience diri dengan case yang kita tulis. 

10. Gak semua yang kita lihat di lapangan perlu kita tulis semuanya. Terlalu banyak ide yang kita tulis di blog, orang jadi bingung arahnya kemana tulisan kita. 

11. Sebelum publish, dikoreksi terlebih dahulu apakah masih ada typo. Karena tulisan yang typo membacanya sudah tidak enak. 

Nah itulah ilmu yang disampaikan oleh mba Dini tentang bagaimana kita bisa menjadi penulis yang baik. 

Semoga apa yang sharing kali ini bisa bermanfaat untuk kamu ya. Terima kasih yang sudah menyempatkan membaca. Sampai bertemu di tulisan saya berikutnya ya. 


11 comments

  1. Menulis dengan cinta, menghasilkan ruh tulisan yang bernyawa :)

    ReplyDelete
  2. Nulis pake rasa, pake cinta, pake hati... eh nulis pake jari-jari tangan, bukan? Hahaah becanda ah. Yaa, kalo tulisan itu keluar dari hati beda memang rasanya. Seperti ada "nyawa"-nya.

    ReplyDelete
  3. Nulis itu memang harus pakai rasa dan cinta ya mbak. Biar yang baca juga suka

    ReplyDelete
  4. Aku suka lho baca tulisan Mbak Oline terutama buat tulisan lomba. Niat banget dan bernyawa!

    ReplyDelete
  5. Jelas banget ini infonya, enak bacanya tau2 abis. Mau kek hini, belajarnya lama tapi. Huhuhu

    ReplyDelete
  6. soal typo tuh sering banget saya.. padahal udah dbaca berulang.. pas publish eeehhh masih aja ada yang typo

    ReplyDelete
  7. Wiih, mba Oline detail tulisannya, cakeep. Seneng ya di acara itu, ilmunya bergizi banget

    ReplyDelete
  8. Kadang emang sih terlalu banyak ide, semua mau ditulis. Dulu soalnya belum ngerti, kirain kalau event itu semuanya harus ditulis. Ternyata kita hanya perlu cari sudut pandang yang unik ya biar tulisannya gak bertele-tele. Nice post mbak Oline. Makasihh...

    ReplyDelete
  9. memanjakan pembaca dengan informasi yg bermanfaat itu penting

    ReplyDelete
  10. Pastinya sekarang narend sudah sehat ya mba. Niat baik untuk datang ke acara yg bermanfaat pasti gak akan sia sia

    ReplyDelete
  11. Bener-bener workshop yang berbobot dan penuh ilmu yah mbak oline...aku dr awal sampe akhir ga berkedip merhatiin materi yang dipaparkan oleh Mbak Dini 😁😁

    ReplyDelete