JALAN-JALAN KE SINGAPURA PART II (CHANGI AIRPORT)



Masih dalam topik yang sama yaitu ke Singapura dengan menggunakan pesawat Air Asia, akhirnya saya tiba juga setelah menempuh perjalanan 1 jam 40 menit disini. Perbedaan waktu Indonesia - Singapura adalah 1 jam, jadi Singapura lebih cepat 1 jam daripada Indonesia. Saya gak mengaktifkan roaming tapi di smartphone saya tertera ada 2 perbedaan waktu. 

Jadi disini tertera jam 11 siang, lalu saya panik, jam segini kok suami gak ngabarin udah sampe kantor apa blum? Biasanya ngabarin. Barulah setelah saya tanya 15 menit kemudian dia mengabari bahwa dia sampai kantor jam 10, yess karena saat saya bertanya disana masih jam 10 LOL. Hmm oke saya harus mulai terbiasa dengan perbedaan waktu ini.

Setelah saya sampai di Terminal 4, kamu akan menemukan seperti ini



Setelah itu kamu turun ke bawah menggunakan escalator. Setelah turun sebelah kiri ada toilet, bolehlah saya mampir dulu untuk refill botol minum. Disini sudah boleh isi air minum lagi.




Jangan lupa setelah sampai di negara orang, di bandara kamu wajib mampir ke booth Tourist Information like this, kamu ambil semua maps and informasi yang disediakan disini.




Setelah ke toilet, saya mampir ke booth FREE WIFI. Registrasinya dengan menggunakan buku paspor yang discan saja. Sebenarnya sih bisa aja pakai FREE WIFI-nya Changi, cuma kan pemakaiannya per 3 jam, jadi per 3 jam kamu kudu ke mesin ini untuk scan paspor lagi, dapetin password lagi, connect lagi, gitu terus. Tapi karena saya 3x gagal memasukkan password I dont why,  dan saya bakalan keluar Changi Airport, untuk koneksi diluar airport, jadinya saya gak pakai wifi bandara, saya sewa koneksi internet paspod. Harganya sekitar 90ribuan untuk 5 hari pemakaian.  



Bagaimana Cara Menyewa Koneksi Modem Paspod?

Jadi ceritanya saya lagi cari-cari info di Singapura apakah ada free wifi atau gak. Dan jawabannya hampir semua blog bilang bahwa di Singapura itu koneksinya gila banget. Free wifi dimana-mana. Tapi ada juga yang bilang bahwa koneksi di Changi itu lemot. Oke, saya gak mau ambil resiko, jadi searching-searching akhirnya saya dapatlah Modem Paspod ini.

Cara Sewanya :

1. Hubungi CS Paspod, lalu kamu akan janjian oleh salah seorang Admin Paspod untuk bisa diberikan modemnya. Waktu itu saya janjian langsung sebelum keberangkatan ke Singapura. 

2. Modem diberikan. Harga sewanya 500ribu (sebagai deposit, mungkin back up aja seandainya modemnya hilang oleh kita). Jadi total saya bayar adalah sekitar 700ribuan (plus administrasi).

3. Setelah janjian, udah deh langsung bisa kita pakai.

Cara Pakai Modem Paspod :

1. Nyalakan modemnya
2. Tunggu sekitar 5 menit untuk mereka cari sinyal setempat. 
3. Setelah indikator wifinya sudah nyala dan sudah terlihat 5 bar, itu artinya kamu sudah terkoneksi.
4. Masukkan aja passwordnya. Di modemnya sudah diberikan clue-nya kok.
5. Udah deh, udah bisa connect. Gampang.

1 modem ini bisa dipakai berapapun gadget kamu. Dan 1 GB per hari itu bagi saya udah lebih dari cukup karena saya cuma buka sosmed and GPS (untuk cari alamat). Saya gak sempat buka-buka Youtube, karena tujuan saya ke Singapura bukan buat mainan sosmed, tapi lebih kepada explore Singapura. 

Setelah urusan koneksi internet selesai, selanjutnya kamu harus melewati bagian imigrasi Singapura. Siapkan kembali boarding pass dan paspor kamu




Disini tidak diperbolehkan foto-foto. Di imigrasi Singapura juga saya gak ditanyain macem-macem tuh. Apa yang menjadi ketakutan ternyata gak kejadian. Saya takut ditanyain macem-macem, ngapain ke Singapura, bawa uang berapa banyak, tasnya ditimbang, kalau lebih disuruh bayarlah, dsb. Itu sih yang saya baca-baca, tapi ternyata gak sama sekali. Prosesnya sangat cepat, petugasnya ramah banget (karena kebetulan yang melayani saya adalah orang asli Chinnese Singapore). 

Jadi prosesnya itu paspor, form imigrasi dan tiket kita diberikan untuk discan, lalu kita masukkan jempol kita dua-duanya, sidik jari kita diperlukan untuk verifikasi (ini gunanya untuk nanti saat check in di bandara Singapura sudah menggunakan scan sidik jari seperti ini, jadi bisa self check in). Setelah oke, baru deh kita keluar dari imigrasi. Prosesnya hanya kira-kira 5 menitan deh. Makanya form yang tadi kita isi sebisa mungkin isi secara lengkap. Supaya tidak ada pertanyaan selanjutnya dari petugas Imigrasi.

Setelah selesai baru deh kamu bisa jalan-jalan di Singapura ^^

Saat saya datang kesini tadinya saya mau langsung check in ke hostel tempat saya menginap, tapi lokasi ke hostel lumayan jauh cyiin, harus menggunakan MRT. Jadinya saya eksplore Changi di Terminal 4 kedatangan dulu baru deh saya ke hostel.



Untuk pengalaman jalan-jalan dan belanja di Changi nanti baca artikelku secara terpisah ya.

Saya sampai di Terminal 4 ini adalah pukul 3 sore. Disini tidak ada musholla, agak susah menemukan mushola disini. Jadi saya putuskan untuk lanjut foto-foto saja. Di Arrival Terminal 4 Public Area banyak spot instagrammable. 



Ini namanya Les Oiseaux (The Birds)

Diambil dari websitenya Changi, Les Oiseaux berarti instalasi dari kabel baja yang berbentuk tiga burung dan dibuat langsung oleh tangan seorang seniman Prancis, Cedric Le Borgne. Seekor burung hinggap di tanah sementara dua lainnya melayang di udara, meluncur tinggi. Ketiga burung tersebut melambangkan hubungan antara langit dan bumi, antara mimpi dan kenyataan, dan mencerminkan puisi dalam kehidupan sehari-hari.



Charging Station

Baterai kamu habis? Dont worry, disini juga ada charging station dengan port yang sangat banyak. Jadi kamu siap-siap aja ya chargernya di backpack kamu (Jangan ditaruh di koper) supaya memudahkan kamu untuk charging anytime.



Toilet di Terminal 4

Di toiletnya terminal 4 kedatangan lokasi di public area ini, toiletnya seperti ini. Asik banget ya, karena kalau kita bawa baby, kita bisa taruh disini selagi kita lagi di toilet.


Jam Dinding and Welcoming Wall di Terminal 4

Let say saya katrok ya, tapi saya gak mungkin melewatkan kesempatan ini untuk foto-foto di depan wall kece ini.



Liat kan itu ganti-ganti gitu wallnyaaa...




Jadi dinding ini akan berganti-ganti setiap 3 menit. Untungnya pas saya foto gak banyak orang yang lewat disitu :)





Makan Malam di Terminal 2

Duh saya lapar, makan dimana ya? Akhirnya saya keluar juga dari Terminal 4, menuju Terminal 2 menggunakan shuttle bus. Karena saya ingin ke kantin karyawan yang ada di Terminal 2.

Shuttle bus disini on time sekalii. Dia datang setiap 10 menit sekali. Mereka beroperasi sampai jam 11 malam. Jadi jangan khawatir kalau ketinggalan, bisa naik bus yang selanjutnya kok.

Kantin Karyawan Jauh Gaess 

Clingak-clinguk sana sini gimana caranya ke kantin karyawan ini? Kok kayak gak ada petunjuknya ya? Dari yang saya baca posisi di ada di parkiran basement. Oke kalau gitu kita cari basement aja. Jalannya agak berliku-liku ini. Kalau kamu sudah menemukan Starbucks, lurus aja nanti kamu akan ketemu parkiran, masuk aja, naik lift dari dalam parkir menuju lantai 3. Posisi si kantin ada di lantai 3M. Jadi dari lantai 3 naik sedikit 1 lantai ke 3M. Hmm cukup ngos-ngosan juga cyin, saya angkat-angkat tas 9kg :))













Daaan inilah makan malam sayaaaa.


Ini adalah paket Ayam Penyet 5SGD. Sumpah ini ayamnya dingin pisan, terus gedeeee banget porsinya, pakai kuah-kuah gitu makannya, dan kuahnya dingin pulak, nasi dan ayamnya juga dingin, eh tahunya juga dingin dink, semuanya dingin! Aselik, gak enak, tapi tetep saya makan, lha wong gak ada makanan lain yang lebih enak dan murah ketimbang ini :( Masih jauh ayam penyet di Indo deh, 20rebu udah dapet yang endeeuss.





Selesai makan saya kembali ke bandara lagi menuju terminal 2, karena saya mau naik MRT.

Tidak lupa saya refill minum dulu disini dekat toilet sebelum pulang.


Foto dulu ya cyin sebagai barbuk saya udah pernah ke Changi :)



Saya lelaaah, capek, mari kita istirahat ke hostel.

Untuk menuju hostel tempat kami menginap kami harus menggunakan MRT.






Untuk mencapai station bisa memakai escalator, bisa juga menggunakan lift. Karena saya ingin hemat tenaga, saya memilih naik lift saja. Berat juga tas saya, saya cuma takut backpain aja.

Lumayan jauh menuju lift MRT 😁


Kalau mau beli  tiket di loket yang ada tulisan MRT Office, nanti ada penjaganya disini.



Karena kami baru pertama kali ke Singapura, dan bakalan banyak wara-wiri, jadi kami memutuskan untuk beli tiket STP (Singapore Tourist Pass) saja, supaya lebih hemat. Harga kartunya 10sgd, untuk MRT 3 days pass adalah 20sgd, jadi kami membayar 30sgd untuk 3 hari.




Saat saya datang ke Ticket Office sudah sepi, paling hanya 1-2 orang saja. Setelah daya perhatikan ternyata saat itu udah jam 8 malam 😁



Di tiap station ada maps menuju lokasi setempat. Perhatikan dan pelajari supaya kita gak nyasar.



Finally saya me coba MRT di Singapura. This is my first time.


Escalator di MRT ini panjang-panjang, dan cepet banget speednya! Saya waktu pertama kali datang dab mencoba escalatornya heboh sendiri (karena saya baru tahu kalau di Changi itu escalatornya udah kayak kilat). Pantesan aja di Singapura gak ada yang palai heels (gak kayak di Indo), karena disini semua menghargai waktu. Semua serba rush, hectic dan ingin semuanya buru-buru.

Nah gara-gara auranya begitu, mau gak mau saya jalan cepet tau gak? Hahaa. Padahal ya biasa aja juga gapapa. Pantesan ya orang-orang di Singapura itu gesit-gesit dalam mencari pekerjaan.









Di dalam MRT kamu akan melihat stiker atau simbol seperti ini. Artinya kamu harus care kepada oranglain. Seat ini diperuntukkan untuk orang yang berkepentingan. Jangan pernah duduk disini kalau gak kepepet atau sepi, atau yang tidak berkepentingan, kalau kamu gak mau disinisin 1 gerbong MRT :D


Lokasi hostel kami ada di Jalan Lavender. Tapi lokasinya agak jauh dari hostel, kami disarankan untuk turun di Bendemeer Station (oleh pihak hostel). Jalan kaki dari stastion bendemeer sekitar 400m.


Keluar dari stastion Bendemeer, kami menuju ke [A] Lavender Street. Nanti saya berikan info juga soal hostel tempat kami menginap ya.



Oke, segitu dulu perjalanan saya di hari pertama saya di Singapura. Sampai bertemu di postingan saya selanjutnya ya. Dadaaa..


5 comments

  1. Seru juga ya seharian keliling Changi. Waktu itu saya langsung keluar dari Changi, pas pulangnya dimepetin. Sampe lari-larian khawatir ketinggalan pesawat :D

    ReplyDelete
  2. Wa,bener2 dimanjain banget ya Mbk di changi. Semoga bisa nginjakin kaki disini^^

    ReplyDelete
  3. Changi tuh bandara rasa mall, hehehe.

    ReplyDelete
  4. Keren banget yaa Bandara Changi fasilitasnya lengkap dan modern sekali. Semoga saya kapan-kapan bisa ke sini, amiin. ^^

    ReplyDelete
  5. wahh tambah cakep dan nyaman ya sekarang Changi.. kerennn...

    ReplyDelete