JALAN-JALAN KE SINGAPURA PART I (PERSIAPAN)

Me at Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta

Biar gak dianggap katrok, saya sudah mengagendakan jalan-jalan plesiran keluar negeri di tahun 2018. Jangan salah, untuk bisa berangkat di tahun 2018 ini, persiapan saya hampir 2 tahun. Kalau orang-orang bisa langsung berangkat, saya mah gak. Ada banyak hal yang harus saya persiapkan, selain soal budget. Budget untuk keluar negeri baru bisa saya sisihkan per akhir tahun 2017 kemarin. Budget kami hampir semuanya dialokasikan untuk tabungan kebutuhan papan. Lalu setelah saya lihat kondisi, oke saya siap berangkat dan Narend sudah bisa berangkat, barulah kami menetapkan pilihan bahwa tahun 2018, insyallah kami berangkat.

Apa Saja Yang Saya Siapkan?

Pertama soal KTP suami, dulu KTP saya dan suami belumlah 1 alamat. Kalau gak mau bikin paspor sih saya gak bakalan ngurus domisili. Dulu gara-gara saya pindah-pindah, untuk urusan surat-surat jadinya masih belum beres. Jadinya kami harus ngurus surat-surat dulu. 

Setelah KTP suami, lainnya yang saya siapkan adalah KK (Kartu Keluarga). KK tidak akan bisa buat kalau KTP masih belum 1 alamat. Belum lagi drama form e-KTP yang sampai sekarang belum ada-ada juga. Untunglah dari Dukcapil memberikan surat keterangan bahwa E-KTP on processing dan bisa digunakan untuk kepengurusan dokumen lainnya. Dan KK juga dulu menunggu Narend untuk bisa segera dimasukkan ke dalam 1 KK.

Oke, selesai KK saya lanjut kepengurusan dokumen paspor. Bayangkan, untuk bisa bikin paspor, perjalanan saya jauh sekali. Makanya saya gak kayak horang-horang yang bisa langsung pergi :(

Alhamdulillah sekarang kami punya paspor dan kami siap berangkat keluar negeri yeay!



Ketika Kesempatan Itu Datang

Saat kami ingin membeli tiket, dan saat paspor dalam kepengurusan, belum jadi, ternyata saya mendapatkan tawaran untuk bisa jalan-jalan gratis ke Singapore, I feel so blessed! Agak-agak bingung juga sih, take it or leave it ya? Karena paspor belum ada tapi saya harus berangkat segera? But, I think it's a good chance. So, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil kesempatan ini. 

Perjuangan Membeli Tiket

Karena saya harus berangkat di bulan februari which is ini bulannya Valentine dan Imlek, jadi untuk harganya sudah pasti mahal. Terlebih saat minggu kedua Februari. Jadi saya sebisa mungkin untuk dapat harga tiket yang masih masuk akal. Akhirnya saya terpaksa beli tiket dulu daripada paspor. Alhamdulillah lagi paspor beneran selesai dalam waktu 3 hari kerja.

Tips membeli tiket jika ingin saat peak season, harus beli dari minimal 1 bulan sebelumnya. Jika harganya menggila, setidaknya gak sampai dua kali lipat jika beli dadakan 1 minggu sebelumnya.

Budget Airlines for Travellers = Air Asia

Untuk bisa berangkat dengan harga murah, saya harus hunting ketiga platform yaitu Tiket.com, Traveloka dan AirAsia.com jauh-jauh hari sebelumnya, yaitu 1 bulan sebelumnya. Dan dari ketiganya yang paling masuk akal adalah Air Asia, karena harga yang ditawarkan belum termasuk bagasi. Kalau platfrom lain semuanya include all in dengan bagasi dan asuransi.

Tips buat temen-temen yang ingin mendapatkan harga murah, bisa memilih AirAsia. Kamu bisa memilih dengan asuransi atau dengan bagasi. Disana ada pilihannya (retail).


Persoalan Tas Kabin

Dari info yang saya baca soal tas kabin ini juga agak ada infonya maksimal tas 7 kg yang kayak gimana, bahannya apa dan sebagainya. Info yang diberikan hanyalah ukuran tas atau koper yang 20 inch. Lha sedangkan Air Asia memberlakukan maksimal tas 7 kg.

Dari semua toko tas yang saya cari, semua rata-rata berat kosongnya adalah 2,kg, ada yang 2,2 kg, 2,5kg, ada juga yang beratnya 1,8 kg. Kenapa ada yang bisa sampai kurang dari 2 kg untuk berat kosongnya? Karena bahannya.

Awalnya saya memakai koper pasport yang berat kosongnya 2,8 kg, lalu setelah diisi plus backpack saya totalnya jadi 8,9 kg :( Padahal sebelum berangjat saya sudah lakukan simulasi barang bawaan dulu, tapi setelah ini itu semua dimasukkan (termasuk sendal, gorilla pod, dsb) itu jadi juga 8,9 kg. Akhirnya saya terpaksa ganti tas lagi yang bahannya bukan dari hard case.



Untuk selanjutnya soal koper yang berhubungan dengan Air Asia bisa baca di postinganku terpisah ya.

So tips dari saya jika ingin travel lite dan tidak ingin membawa bagasi, pilihlah bahan tas yang bukan dari hard case. Karena jika hard case / cover, setelah diisi nantinya bisa over dari 7 kg. Kecuali kalau memang kamu tidak ingin membawa barang yang banyak. Koper ukuran 20 inch bisa kok masuk kabin (bagaimanapun modelnya).

Tukar Uang di Money Changer

Sebelum berangkat wajib banget tukar uang di Money Changer. Nah, agak drama sedikit waktu saya mau tukar uang ini. Jadi saya menukarnya pas banget H-1 sebelum keberangkatan. Yaitu pertama saya cari di Money Changer Metropolitan Mall, tapi ternyata tutup! Waktu itu pas banget saya lagi ambil uang di BCA (yang posisinya samping Money Changer). Saat itu hari Sabtu dan jam menunjukkan pukul 5 sore. Wah berarti saya ambik kesimpulan bahwa weekend tidak semua Money Changer itu buka. Sebenarnya bisa sih tukar uang di bandara, cuma saya takut ribet, jadi saya memilih tukar uang di Indonesia saja.



Saya gak mau kehabisan akal, akhirnya saya cari info lagi. Googling lagi dan akhirnya saya dapat Money Changer di Summarecon Mal Bekasi. Dia tutup jam 8 malam (jangan terkecoh info yang ada di website, karena di website bilangnya tutup jam 11), ada baiknya kamu harus telpon dulu for make sure. Alhamdulillah saya sampai lokasi pas banget jam 7.30, dan ia masih buka.

Biasanya orang ke Singapore itu (khusus baru yang baru pertama kali), 3 hari 2 malam, dan uang yang dibawa minimal 2 juta.

Tips tukar uang ke Money Changer : Jangan mepet-mepet H-1 sebelum keberangkatan, karena bisa-bisa waktunya gak cukup atau Money Changer-nya tutup. Paling tidak tukarlah H-3 supaya hati gak was-was. Selain itu, mintalah uang dengan pecahan kecil saja. Misalnya waktu saya ke Singapura kemarin, saya bawa uang ada yang 50 SGD, which is IDR 500ribu kan? Finally itu susah luar biasa. Jarang banget tempat yang mau menerima uang besar. Jadi bawa saja 1 lembar 50 SGD.

Tips bila kamu ingin menginap 3 hari 2 malam, uang yang dibawa adalah 2 juta, pecahannya  adalah jadi 1 lembar 50 sgd (IDR 500ribu), 10 lembar 10 sgd (IDR 1juta), 8 lembar 5 sgd (IDR 400ribu), 10 lembar 2 sgd (IDR 100ribu). Jika ingin membawa lebih, tinggal ditambahkan saja dari jumlah diatas.

Oke, segitu aja sih persiapan aku waktu jalan-jalan ke Singapura kemarin. Sampai bertemu di Jalan-Jalan Singapura Part II ya.

6 comments

  1. paspor 3 hari selesai, cepet juga ya mba. Ah senangnya bisa jalan-jalan ke Singapura.

    ReplyDelete
  2. aku sendiri pengen balik ke singapore lagi..

    iya kapasitas 7kg itu emang cukup pusing kalo kita ga pake bagasi, cuma enaknya lebih praktis buat pindah2.

    ReplyDelete
  3. Ditunggu lanjutan ceritanya, kak. Singapore ngga ngebosenin kok, perlu berkali-kali ke sana, hehehe.

    ReplyDelete
  4. Duh serunya liburan ke Singapore, saya aja ke ula sebelah belum kesampaian XD Apalagi ke Singapore yaa XD

    ReplyDelete
  5. Jadi pengen balik SG lagi Kak. Selama ini selalu barengan acar kantor, jadi saya nggak terlalu pusing mikirin macem2. Soalnya bujet selalu ada. Next saya ada rencana reuni ke sana juga. Catatan Kak Oline bisa jadi bahan bacaan banget.

    ReplyDelete
  6. Biar rasanya mendadak jadi miskin karena apa-apa mahal di Singapura, tapi aku ngga pernah bosan ke sana. Lebih sering masuknya siy lewat Batam, naik fast ferry. Kalau terbang dari Medan juga bisa, deket cuma 1 jam.

    ReplyDelete