Seberapa Penting Sih Kita Menyimpan Darah Tali Pusat Bayi Kita di Bank Darah Tali Pusat?


Flash back for several years ago.

"Lin, nanti sebelum lahiran, jangan lupa beli kendi ya."
"Hah?  Buat apaan mah?"
"Yaitu buat saudara si Narend nanti?"
"Saudara? Lha wong, Narend aja baru mau lahir, saudara Narend dari mana?
"Itu tali pusatnya Narend maksud mama."
"Ohh ituu..."
"Iya, kalau plasenta itu ibaratnya saudara kita."
"Trus kendinya buat apaa?"
"Jadi nanti kalau habis lahiran, tali pusat si Narend dimasukkan ke Narend dimasukkan ke dalam kendi, trus dikubur di halaman rumah, trus dikasih lampu"
"Hah? Apalagi itu dikasih lampu segala?"
"Iya, supaya bisa menerangi dia saat ia di bawah."
"Yeaahh right... OKe deh ma, manut aja."

Kira-kira seperti itu penggalan percakapan saya dengan mama saya. Agak weird yah emang. Tapi setelah saya tanya ke beberapa teman saya yang seumuran dengan saya, mamah-mamahnya juga secara garis besar berpikiran hal yang sama. Tali pusat itu dikubur dan diberikan lampu sampai 40 hari. Sebenarnya secara logika emang gak ada hubungannya sih ya, si tali pusat itu kan bukan mahluk hidup, tapi kalau orangtua sudah berbicara, yaudahlahya, manut aja. Secara saya juga gak mengerti bagaimana memperlakukan si tali pusat itu setelah melahirkan. Tapi, setelah saya baca-baca teori katanya darah tali pusat (plasenta atau sel punca pada tali pusat) yang kita simpan itu sebenarnya bisa untuk mengobati penyakit lho. Hah? Sel puncanya kita simpan sendiri gitu? Gimana caranya bisa menyembuhkan penyakit? Nanti saya jelaskan dibawah ya. 

Pada tanggal 15 November 2017 lalu saya berkesempatan untuk hadir di acara blogger gathering bersama Cordlife di Hongkong Cafe, Jakarta. Sebenarnya sih saya sudah pernah mendengar tentang Cordlife itu apa. Tapi hanya sekilas saja. Dan ternyata pada hari itu saya jadi tahu banyak soal Coordlife dan seberapa pentingnya tentang kesehatan ibu dan anak.

Tema dan Tujuan Acara

Acara ini bertemakan CORDLIFE AWESOME, kepanjangan dari Awareness for Some People, yang bertujuan untuk memberikan informasi dan mengedukasi berbagai kalangan masyarakat seperti calon orangtua, blogger, media sampai praktisi kesehatan tentang pentingnya bila kita menyimpan darah tali pusat. Selain itu juga acara hari itu bertepatan dengan perayaan World Cord Blood Day, yaitu yang pertama kalinya diadakan di seluruh dunia pada tanggal 15 November 2017. 

Tujuan dari Word Cord Blood Day ini adalah untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai manfaat sel punca yang bersumber dari darah tali pusat dari yang semula dianggap sebagai sampah medis. Beberapa fakta mengenai darah tali pusat yang perlu diketahui yaitu darah tali pusat adalah sumber sel punca yang berpotensi untuk terapi pengobatan lebih dari 85 jenis penyakit termasuk leukimia, limfoma, dan anemia. Lalu alasan saya datang ke acara ini juga makin diperkuat karena faktor itu, sel punca tersebut bisa untuk terapi, yang sebenarnya banyak juga orang yang belum tahu.

Nara sumber yang dihadirkan sore itu sebanyak 3 orang, diantaranya adalah dr. Ardiansjah Dara, SpOG sebagai dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Meriana Virtin sebagai medical advisor PT Cordlife Persada dan Ibu Fanny Novia sebagai brand ambassador PT. Cordlife Persada. 

dr. Ardiansjah Dara (lebih akrab dipanggil dengan dr. Dara), beliau  menjelaskan bahwa proses pengambilan darah tali pusat dilakukan sesaat setelah bayi dilahirkan, yaitu dimana proses tersebut cepat, aman, dan tidak menyakitkan bagi ibu dan bayi. Jadi sesaat setelah bayi kita lahir, dokter akan memotong tali pusat sepanjang 10 cm untuk kemudian dikirim dan diproses di Laboratorium Bank Penyimpanan Darah dan Membran Tali Pusat). 


Hmm... oke, ternyata bukan disimpan sendiri di dalam rumah ya, apalagi pakai kendi :)

dr. Dara (Doc : Pribadi)
Sebenarnya Tali Pusat itu Apa Ya?

Tali pusat atau funiculus umbicalis adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Jadi tali pusat adalah saluran ini yang menyuplai zat-zat gizi dan oksigen ke janin.




Fungsi tali pusat itu sendiri adalah selain untuk transportasi nutrisi dan oksigen dari plasenta ke tubuh janin, untuk pengeluaran sisa metabolisme janin ke tubuh ibu, dan juga transportasi zat antibodi dari ibu ke janin. 

Struktur tali pusat itu ada arteri Umbikalis, Duktus Allantois, Arteri Umbikalis, Wharton's Jelly, Membran tali pusat dan vena umbikalis (darah tali pusat). Wharton's Jelly adalah pembuluh darah yang diliputi oleh mukopolisakarida. Untuk gambarannya saya sertakan gambar di bawah ini. 




Nah, nanti yang diambil adalah darah tali pusat itu. Darah tali pusat bisa juga disebut dengan darah plasenta. Yaitu darah yang berada di dalam tali pusat dan plasenta setelah proses persalinan dan setelah tali pusat dipotong.

Lalu Sel Punca Darah Tali Pusat itu apa ya?

Darah tali pusat adalah sumber akan Hematopetic Stem Cell (HSC) terutama yang bertanggung jawab untuk mengisi darah dan regenerasi sistem kekebalan tubuh. Mereka memiliki kemampuan yang unik untuk berdeferensiasi menjadi berbagai jenis sel yang ditemukan dalam darah. Sel-sel ini digunakan untuk pengobatan standard untuk lebih dari 85 penyakit. Meskipun sebagian besar penyakit memerlukan sel-sel induk dari donor lain (alogenik), autologous (dari diri sendiri) transplantasi dapat diterapkan untuk beberapa diantaranya. 

Ada 3 tipe sel punca dalam tali pusat

Darah Tali Pusat : Yaitu mengandung sel punca pembentuk darah, sel punca hematopoietik (HSC). 

Membran Tali Pusat : Mengandung sel punca pembentuk insfrastruktur, terdiri dari sel punca mesenkimal (MSC), dan sel punca epitelial (EPSC). 

Jaringan Tali Pusat (Wharton's Jelly) : Mengandung sel punca pembentuk infrastruktur, yaitu sel punca mesenkimal (MSC). 

Nah, si HSC tadi itu dapat menjadi organ cair di dalam tubuh, yang mengandung sel darah merah, sel darah putih dan trombosit. Dan melalui HSC itulah ada sebanyak 85 penyakit yang bisa diterapi oleh HSC. Seperti kanker darah, Tumor Padat, Kelainan darah non-kanker, kelaninan sistem imun, dan juga kelainan metabolik. 

Ada 3 penyakit yang akan saya bahas sekilas yaitu Leukimia, Thalasemia dan Limfoma. 

Sekilas tentang Leukimia dan Thalasemia.

Leukimia

Do you know what's that mean? Leukimia adalah kanker pada jaringan pembentuk darah, yaitu sumsum tulang, yang seringkali melibatkan sel darah putih. Di Indonesia ada 11.000 kasus kanker anak setiap tahunnya dan 1/3 dari kanker anak tersebut adalah leukimia. Leukimia ini adalah termasuk kategori penyakit kanker darah. 

Menurut data dari RS Kanker Dharmais, selama tahun 2010-2013, Leukimia termasuk penyakit yang dengan kematian terbanyak dan meningkat setiap tahunnya. 

Bagaimana terapi transplantasi sel punca terhadap Leukimia?

Gunanya adalah untuk mengembalikan sumsum tulang yang sehat bagi pasien dengan Leukimia. Sebelum menjalani terapi, biasanya pasien menerima kemoterapi atau radioterapi untuk mematikan sel-sel kanker. Transplantasi dilakukan intravena seperti saat transfusi darah. Setelah masuk dalam aliran darah, sel punca akan bergerak menuju sumsum tulang dan mulai membentuk sel darah baru yang dikenal sebagai engraftment. Beberapa bulan setelah transplantasi, darah pasien akan tetap dipantau dan mendapatkan terapi yang diperlukan. 

Thalasemia

Apakah Thalasemia itu? Adalah kelainan darah bersifat genetik dan diturunkan di dalam keluarga dimana tubuh tidak mampu membentuk hemoglobin, protein di dalam sel darah merah yang mengandung zat besi dan berfungsi sebagai pembawa oksigen. Thalasemia ini termasuk kategori penyakit kelainan darah non-kanker. 



Limfoma

Adalah tumor padat.

Siapa saja yang bisa memanfaatkan terapi darah tali pusat dan membran tali pusat ini? Yaitu otologous (diri sendiri) atau juga alogenik (oranglain) bisa saudara kandung atau anggota keluarga lain yang cocok. 

Gimana Caranya Proses Pengambilan Membran Tali Pusat?

Detailnya seperti ini :

1. Sesaat setelah darah tali pusat diambil, tali pusat dipotong.
2. Tali pusat akan dibersihkan di laboratorium dan dipotong-potong untuk dimasukkan ke dalam tabung.
3. Tali pusat akan dipotong-potong dan disimpan di dalam tabung sebelum proses kriopreservasi (dimasukkan ke dalam tangki dengan suhu -196 derajat, nitrogen cair digunakan untuk mempertahankan suhu di dalam tangki).
4. Menyimpan membran tali pusat dalam bentuk aslinya, memungkinkan orangtua untuk dapat melakukan ekspansi sesuai dengan kebutuhan pada saat akan digunakan untuk transplantasi.

Noted : Pengambilan darah tali pusat dapat dilakukan pada proses persalinan caesar maupun normal ya dan hanya ada 1 kesempatan untuk mengambil HSC, MSC dan EPSC saat melahirkan.




Berapa banyak darah tali pusat yang dapat diambil dari tali pusat bayi kita?

Jumlahnya bervariasi, umumnya sih sekitar 60-75 ml darah tali pusat untuk ukuran bayi Asia. Sebenarnya sih bukan berapa banyak, tapi jumlah sel berinti yang dapt diisolasi itulah setelah pemrosesan. 

Selain darah tali pusat, apa saja yang akan diambil dari tali pusat bayi kita?

Yes, yaitu sample darah ibu harus diambil dalam waktu 48 jam sebelum atau sesudah kelahiran bayi kita. Darah ibu ini akan diuji untuk sejumlah penyakit menular,termasuk HIV, Hepatitis B dan C, Cytomegalovirus dan Sifilis. Pengujian ini merupakan syarat dasar untuk memastikan keamanan dan kualitas darah tali pusat yang diambil supata dapat digunakan di masa depan sesuai dengan standard kriopreservasi darah tali pusat internasional.

Berapa lama darah tali pusat layak untuk disimpan?

Secara teori, usia sel yang disimpan dalam temperatur nitrogen cair diperkirakan dapat disimpan selama 1000 tahun. Sebuah studi baru menunjukkan pemulihan yang efisien dari sel punca yang sudah disimpan selama 21 sampai 23,5 tahun.

Salah satu yang bisa menyimpan darah tali pusat (sebagai bank darah tali pusat) itu adalah Cordlife.

Selanjutnya yaitu ada dr. Meriana Virtin, beliau menjelaskan bahwa Cordlife memproses darah tali pusat menggunakan mesin Sepax2 yang mampu menghasilkan hingga 99% sel berinti di laboratorium Cordlife Persada yang telah memiliki surat ijin operasional dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 

dr. Meriana Virtin (Doc : Pribadi)
Sekilas Tentang Cordlife

PT. Cordlife Persada (Cordlife Indonesia) adalah anak perusahaan yang dimiliki oleh Cordlife Group Limited. Berdiri sejak tahun 2003, Cordlife Indonesia merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang mengoperasikan fasilitas pemrosesan darah tali pusat dan kriopreservasi lokal. 

Sepax2

Menurut laporan yang dirilis oleh Deloitte, PT. Cordlife memimpi industri penyimpanan darah tali pusat sebagai pemimpin pasar di Indonesia. Di tahun 2014 fasilitas Cordlife di Singapura merilis 2 unit darah tali pusat yang berhasil digunakan untuk serebral palsi di Korea. Tim Cordlife Indonesia memiliki peranan penting dalam kasus tersebut dimana pengambilan tali pusat darah tali pusat sepenuhnya terkoordinasi dan dilakukan di Indonesia. 

Cordlife Group Limited pada awalnya didirikan sebagai jaringan bank darah tali pusat yang menyediakan rangkaian legkap layanan penyimpanan darah tali pusat dan jaringan tali pusat yang meliputi pengambilan, pemrosesan, dan kriopreservasi sel punca darah tali pusat dan tali pusat. Sejak dimulai tahun 2001, Cordlife Group Limited telah berkembag pesat menjadi sebuah perusahaan pelayanan kesehatan konsumen yang melayani kebutuhan ibu dan anak. 

Apakah Cordlife sudah cukup qualified?

Bank tali pusat pertama yang didirikan di Singapura pada bulan Mei tahun 2001 dan pertama di Asia, Cordlife Group Limited memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman di industri ini dan memiliki catatan penggunaan darah tali pusat yang sukses. 

Tahun 2007, Cordlife ternyata bank darah tali pusat pertama di dunia yang dianugerahi status teknologi Pioneer oleh World Economic Forum. 

Cordlife Itu bank Darah Tali Pusat Ya?

Sebenarnya sih lebih daripada itu, Cordlife ternyata juga menawarkan kepada orangtua, yaitu kesempatan untuk menyimpan sel punca bayi mereka dari sumber lain selain darah tali pusat. Sebagai bentuk dari penawaran servis kamu yang beragam, Cordlife membantu untuk memperluas akses keluarga terhadap aplikasi klinis menggunakan sel punca untuk kondisi yang saat ini tidak ada obatnya. 

Ada 5 Alasan utama untuk mempertimbangkan penyimpanan darah tali pusat

1. 1 dari 217 orang memerlukan transplantasi sel punca (Haematopoitic (HSCs) pada usia 70 tahun, menurut jurnal ilmiah yang dikeluarkan pada tahun 2008.

2. Hanya satu kali kesempatan dalam seumur hidup untuk menyimpan darah tali pusat sumber yang siap tersedia ketika dibutuhkan. 

3. 60% lebih tinggi kemungkinan kecocokan unit darah tali pusat dalam satu keluarga dibandingkan dengan sumsum tulang. 

4. Penelitian menunjukkan kemungkinan komplikasi transplantasi pada pasien sangat rendah apabila mereka menerima transplantasi dari sumber dengan hubungan keluarga. 

5. Thalasemia mayor dan leukimia merupakan dua dari penyakit paling sering di Indonesia yang dapat diterapi dengan sel punca. Sekali terlewatkan, sel punca hanya akan dapat diambil dari sumber lain termasuk sumsum tulang yang prosesnya akan terasa menyakitkan. 

Sel Punca darah tali pusatnya nanti disimpan dimana?

Awalnya saya berpikir bahwa nanti sel puncanya itu ditaruh di laboratorium lalu dilabeli dengan nama bayi kita. Ternyata lebih daripada itu lho. Cordlife memiliki tangki penyimpanan kriogenik, yaitu MVE Anti-contamination Vapour-phase Liquid Nitrogen Storage System, yang sudah digunakan dan dipercaya oleh mayoritas bank darah tali pusat swasta di seluruh dunia selama puluhan tahun. 


Tangki-tangki tersebut sudah dilengkapi dengan sistem pemantauan yang dapat mendeteksi kondisi diluar batas normal untuk memastikan bahwa temperaturnya tetap berada dalam batas optimal. Tempat penampungan nitrogen cair terdapat di dasar tangki. Nitrogen cair tersebut akan mempertahankan suhu yang sesuai untuk darah tali pusat yang disimpan di dalam tangki selama lebih dari 20 hari karena uap yang dihasilkan oleh nitrogen cair. 

Selain dr. Dara dan dr. Meriana, pada talkshow kali itu juga dihadirkan brand ambassador dan juga klien dari Cordlife, yaitu Fanny Novia. Ia mempercayakan penyimpanan darah tali pusat anaknya di Cordlife. Fanny juga bilang merupakan pilihan yang tepat sebagai orangtua di Indonesia untuk menyimpan darah tali pusat anak kita. 



Mengapa harus di Cordlife?

1. Cordlife sudah terdaftar sebagai perusahaan publik dan memiliki kredibilitas secara transparan. 
2. Kualitas yang dapat kita percaya
3. Paling berpengalaman selama 16 tahun dengan jaringan terbesar
4. Kombinasi terbaik dalam menyimpan darah tali pusat
5. Catatan pemakaian terbanyak
6. Jaminan perlindungan ganda



Mengapa penting menyimpan darah tali pusat di Bank yang memiliki izin operasional Kementrian Kesehatan RI?

1. Sesuai dengan Permenkes no. 48 tahun 2012
2. Bank darah tali pusat sudah terakreditasi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
3. Bank tersebut beroperasi dan memiliki tempat penyimpanan di Indonesia 
4. Dalam operasionalnya, Bank diawasi oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
5. Jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku, klien bisa melaporkan bank tersebut kepada Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.



Lalu jika saya ingin menyimpan darah tali pusat anak saya, bagaimana prosedurnya?

1. Kamu bisa mendaftar di Cordlife terlebih dahulu. Kamu bisa menghubungi i pusat dan atau membran staff Cordlife di 021-83797424 untuk mengatur jadwal presentasi.

2. Mendapat Collection Kit 
Setelah proses pendaftaran selesai, Cordlife akan menyediakan kotak perlengkapan pengambilan darah tali pusat dan atau membran tali pusat khusus untuk kita. Kotak perlengkapan kita akan berisi semua yang kita butuhkan untuk pengambilan darah tali pusat dan atau membran tali pusat bayi kita dan juga darah Ibu. 

3. Segera informasikan dokter kandungan kita
Setelah sukses registrasi di Cordlife, kita langsung menghubungi dokter kandungan kita bahwa kita sudah terdaftar di Cordlife untuk pengambilan darah tali pusat dan atau membran tali pusat. 

4. Membawa Collection Kit 
Nanti jangan lupa membawa Collection Kit yang sudah diberikan dari Cordlife untuk pengambilan darah tali pusat dan atau membran tali pusat bayi kita ke rumah sakit pada hari persalinan.

5. Menghubungi Cordlife saat kita tiba di rumah sakit dan setelah melahirkan
Langsung menghubungi staff Cordlife di 021-83797424, nanti Cordlife akan tiba dalam 12 jam untuk mengambil collection kit dan mengirimkan darah tali pusat dan atau membran tali pusat ke lab Cordlife untuk diproses. 





Jadi, kalau ditanya, seberapa penting sih kita menyimpan tali pusat bayi kita di bank darah tali pusat? Jawabannya ternyata penting banget! Dengan menyimpan darah tali pusat dan membran tali pusat, kita bisa memberikan lebih banyak pengobatan untuk bayi dan keluarga kita di masa depan. Dengan kualitasm teknologi dan stabilitas finansial yang dimiliki kita bisa memilih Cordlife sebagai tempat penyimpanan darah tali pusat dan membran tali pusat.

Cordlife, one chance, one choice.



5 comments

  1. Cordlife ini sungguh awesome! Teknologi kesehatan berkembang luar biasa ya mba
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  2. Aku juga dikubur plasentanya anak-anak, atas saran orang tua juga si. Ehh ternyata darahnya bisa disimpen ya di Cordlife. Bener-bener Awesome deh teknologi kesehatan sekarang

    ReplyDelete
  3. Aku sempet nulisin doa dan cita - cita setinggi langit untuk ponakanku, jadi aku ikut dalam barisan pengubur kendi hihhi. Gak sangka ya mba kalau tali pusat itu begitu berharga. Ahhhh kerennya.

    ReplyDelete
  4. Terapi masa depan ini. Semoga ada inovasi yang lebih kece lagi nantinya. Dengan senang hati aku sounding kepada mamah-mamah muda supaya menimpan darah tali pusat mereka untuk investasi kesehatan jangka panjang.

    ReplyDelete
  5. Btw, di aku dulu gak ada ritual-ritual khusus menanam tali pusat. Seru juga baca cerita teman-teman. :D

    ReplyDelete