Marlina Si Pembunuh Dalam 4 Babak : This is Not Real Horor Movie (Khusus Yang Sudah Nonton Saja)


Cast 
Marsha Timothy
Dea Panendra
Yoga Pratama 
Egi Fredly

Director 
Mouly Surya

Genre 
Thriller

Saya gak tau review film yang saya posting ini bernada spoiler apa bukan, tapi yang jelas saya cuma mau cerita apa yang menjadi testimoni saya aja terhadap film ini. 


Jadi baru aja beberapa hari yang lalu ceritanya saya mengajak suami saya menonton film Marlina si Pembunuh 4 Babak. Cerita dulu alasan saya mau nonton ini. Pertama, waktu sebelum film ini tayang, saya udah liat si Marsha Timoty tampil di SarahSechanNetTV, dia bilang ini adalah film pertamanya yang dia berakting layaknya seorang pembunuh dalam film drama. Trus langsung deh saya lihat trailernya di Youtube. Ahaa.. langsung saya curious, antara pengen nonton apa gak, tapi gara-gara saya lihat itu yang ditenteng-tenteng sama si Marsha (disini dia berperan sebagai Marlina), adalah sebuah kepala, jadinya saya pengen nonton deh. Aslinya mah saya emang gak berani nonton film horor, apalagi horor Indonesia, mau judulnya thriller kek, tetep gak berani. Tapi karena ini yang main adalah Marsha Timothy, yang biasanya saya lihat dia di drama, kali ini dia main di film thriller, seperti apa ya aktingnya? Lalu alasan kedua, liat review dari seorang teman katanya ini gak 100% horor katanya, gak ada darah dimana-mana kok. Hmm, oke deh fix, saya putuskan nonton.



Oke, waktu saya nonton di sebuah bioskop dekat rumah, itu penontonnya gak banyak, mungkin karena jam tayangnya bersamaan dengan film box office Justice League dan film lainnya kali ya? Mungkin sekitar cuma seperempat ruangan aja penontonnya malam itu.

Untuk lokasi pembuatan film ini adalah di Sumba, Indonesia. Dan film ini bukan diangkat dari kisah nyata. Waktu saya tanya sama mba-nya (mba-mba yang ada di bagian ticketing itu), saya tanya ini kisah nyata apa bukan, mbanya gak tau, lol. Yaudah males saya tanya-tanya lagi, tetep aja sih saya beli tiketnya :) Dan ternyata bener, di scene awal udah dibilang bahwa film in 100% fiksi dan untuk lokasi pembuatannya benar adanya di Sumba. (Wah, sekalian saya bisa lihat Sumba nih, pikir saya dalam hati). 

Nah, kalau lihat trailernya pasti udah tau kan Marlina itu nenteng-nenteng kepala? Ternyata setelah nonton filmnya baru tahu, kenapa dia bawa-bawa itu kepala :) Yang bikin saya amaze adalah itu kepala yang dia bawa-bawa aseli mirip banget kayak aslinya! Serius. Gak kelihatan itu manekin beneran deh! Tapi pas saya bilang ke suami, itu keren banget, suami bilang biasa aja :( Hih, nyebelin! :(

Lalu kedua, itu pemainnya kan ada si Yoga Pratama kan yah? Suami saya bilang, dia gak pantes banget jadi penjahat di film itu, soalnya kan dia kulitnya putih ya, orang-orang di Sumba itu kan kulitnya hitam-hitam. Karena saya penasaran dia itu siapa, akhirnya saya googling nama pemainnya, ealah ternyata dia itu artis cilik lho! Dulu ia ngetop di filmnya Warkop DKI, yang jadi anak kecil yang super iseng. Ya ampuun, ternyata gedenya kayak gitu :))

Selain itu, Marsha juga secara aktingnya keren banget kalau saya bilang, dia benar-benar mendalami perannya sebagai Marlina. Tapi yang saya heran sutradaranya kenapa memilih Marsha ya, padahal menurut saya sih Adinia Wirasti lebih pantes, karena kulitnya lebih gelap. Kalau Marsha gak pantes jadi orang Sumba. Tapi secara aktingnya gila totally awesome lah!

Lalu sesuai judulnya saya bilang ini bukan real horor karena di tengah-tengah film itu pemerkosa yang dipenggal kepalanya itu, badannya suka ngikutin si Marlina terus, tapi itu cuma di bayangan dia aja sih. Jadi kemana si Marlina pergi, si Markus namanya, mainin okulele (gak tau tepatnya apa) gitu terus. Asli 1 bioskop jadi ketawa terus gara-gara hampir setengah scene film dia keluar terus, ahaha..

Tapi saya cukup menghargai hasil karya sutradaranya, membuat film Indonesia yang super seperti ini, beda dari yang lainnya. 

Untuk rating yang saya berikan untuk film ini adalah 9/10.

Buat kamu yang sudah nonton, apa komenmu tentang film ini? Bagus tidak? Bisa tulis di kolom komentar ya.




9 comments

  1. Maaf mba olin saya baca ini padahal belum nonton. Hahahaha

    Aku juga penasaran mau nonton tapi kok serem duluan ya karena nenteng2 kepala, soalnya saya juga gak berani nonton yang serem2 meski anak sudah 3. He

    Tapi ya ini film memang bikin penasaran, saya sampai kepoin terus ig cinema nya karena latar belakang tempat yang keren lalu cerita sebenernya bagaimana. Makin mau nonton deh skr, :D

    ReplyDelete
  2. Marsha punya garis wajah yang lebih tegas ketimbang Adinia Wirasti. Tapi 2 orang ini aktris yang hebat. Aku menikmati akting mereka. Level atas :)

    Udah nonton film "Fiksi." Mbak?

    ReplyDelete
  3. Aku bacaaa dan belum nonton hihiii. Marsha Timothi aku sukaak aktingnya, biasanya liat d FTV sihhh

    ReplyDelete
  4. penasaraannnnn... btw, makasih reviewnya Linn...

    ReplyDelete
  5. Unik ya. Jadi kalau dari review ini aku berarti filmnya masuk ke kategori apa, Mbak? Hihihi. Jadi penasaran juga.

    ReplyDelete
  6. Aku udah nonton filmnya pas gala premiere. Semuanya tepuk tangan untuk kesuksesan film ini. Padahal belum tayang di Indonesia tapi Marsha Timothy udah nyabet penghargaan best actress. Dia coba keluar dari zona aman aktingnya selama ini di drama.

    ReplyDelete
  7. Makin penasaran!!!!! Aku mau nonton ini paling besok atau lusa. Thanks for the review ya

    ReplyDelete
  8. Aku takut kebayang yang ditenteng-tenteng itu, apalagi kalo pas sendirian di rumah. Mikir dulu deh, berani apa enggaknya.. hahaha

    ReplyDelete
  9. Belum nonton tp aku udah baca postingan ini maakk hahaha

    ReplyDelete