Mencari Sekolah Untuk Masa Depan Anak Bersama Sun Life Edufair 2017


Siapa yang setuju kalau saya bilang, urusan sekolah itu bikin kepala para orangtua selalu cenat cenut? Maksudnya, anak kita nanti mau sekolah dimana, terus kalau udah dapat sekolah yang dimau, biaya sekolahnya gimana, lokasinya dimana, lingkungannya bagus apa gak, dan sejuta pertanyaan lainnya. Saya pernah survey dari 5 orang teman saya yang saya tanya, bahwa hanya 1 diantara 4 orang moms lainnya yang sudah benar-benar ready dan yakin atas pendidikan anak-anaknya. Kalau bisa saya asumsikan, teman saya itu sudah siap lahir batin, baik dari sisi materi maupun sekolah pilihannya. Tapi sisanya, bingung saat saya tanya anaknya mau sekolah dimana and belum siap juga pendidikannya sampai ia kuliah.  Kalau saya sih posisinya diantara 4 orang itu :D Nah, kebetulan tahun ini Sun Life mengadakan kembali Sun Life Edufair 2017 di Mall Kota Kasablanka Jakarta.  Kebetulan juga saya mendapat undangan untuk bisa hadir kesini, sekaligus saya ingin tahu soal pilihan sekolah terbaik dan juga bagaimana perencanaan keuangan yang tepat untuk pendidikan Narend nantinya. Acaranya berlangsung dari tanggal 20-22 Oktober 2017.

Tentang Sun Life Edufair 2017

Sun Life Edufair 2017 adalah pameran edukatif tahunan untuk membantu keluarga Indonesia mendapatkan informasi tentang kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Di Sun Life Edufair 2017 ini ada 20 sekolah formal dan 5 sekolah non-formal terbaik di wilayah Jabodetabek. Mempertemukan para orangtua, pakar pendidikan dan ahli perencanaan keuangan Sun Life. 

Sun Life Edufair tahun ini memasuki tahun yang kedua. Belajar dari tahun sebelumnya, respons dari para orangtua sangatlah baik dan positif. Untuk itulah Sun Life Edufair mengadakan kembali pameran pendidikannya di tahun 2017 ini. 

Sun Life Edufair 2017 ini adalah wujud nyata komitmen dan kontribusi Sun Life dalam mengedeukasi masyarakat akan pentingnya memiliki perencanaan keuangan terutama untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya, yaitu sekitar 10-15%.

Di Indonesia, rata-rata para keluarga Indonesia menempatkan kepentingan pendidikan sebagai prioritas utama karena mereka sadar bahwa pendidikan adalah hal yang paling penting untuk menentukan kesuksesan anak-anaknya. Jadi biasanya demi anaknya sukses, tidak segan-segan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ternama. Bahkan ada yang rela berhutang, atau mungkin sampai menguras tabungan pensiunnya untuk membiayai sekolah anaknya. Kenapa itu bisa terjadi? Karena rata-rata para orangtua tersebut belum menyiapkan untuk pendidikan anaknya. Oke, mungkin yang terbayang hanya biaya sekolah SD atau SMP. Tapi bagaimana dengan biaya sekolah SMA dan Universitas anaknya? Itu karena rata-rata mereka hanya mengandalkan gaji bulanan saja. 

Sesi Pertama : Perkenalan Sekolah dan Pembagian Sertifikat

Untuk sesi pertama diisi dengan perkenalan dari masing-masing sekolah yang ikut berpartisipasi di pameran kali ini. 





Di acara Sun Life Edufair 2017 ini, gak hanya sekedar pameran pendidikan saja, tapi juga ada parenting talkshow lho. Nah, kebetulan saat saya datang kesana, which is hari Jumat (hari pertama), 20 Oktober 2017, ada Education talkshow bersama Kak Seto. Temanya adalah Motivasi Guru dan Sekolah Untuk Kesuksesan Pendidikan Generasi #LebihBaik, Mendidik Dengan Cinta


Di talkshownya kali ini Kak Seto tidak banyak memberikan ilmu atau teori, justru ilmu yang aplikatif, dan lebih banyak kepada prakteknya. Tentunya dengan gaya khasnya, dalam bentuk dongeng. 

Contoh pertanyaan yang pertama, Kak Seto menceritakan bahwa dalam 1 kelas terdapat 4 anak bernama Rudi. Untuk Rudi yang pertama, cluenya adalah hobbynya bermain pesawat terbang. Cita-citanya ingin menjadi Insinyur. Siapakah dia? 


Yes, jawabannya adalah Rudi Habibie. 

Pertanyaan kedua, Rudi ini hobbynya bermain bulu tangkis, ia berlatih setiap hari. Bahkan cita-citanya juga ingin menjadi pemain bulu tangkis yang profesional. Siapakah dia?


Yes, jawabannya adalah Rudi Hartono!

Pertanyaan ketiga, ada anak yang bernama Rudi hobbynya menggunting rambut, cita-citanya ingin menjadi hair styler terkenal. Siapakah dia? Jawabannya adalah Rudy Hadisuwarno. 


Kalau dari contoh case diatas, siapakah yang paling pintar? Jawaban para audience disini 90% menjawab Rudy Habibie. Padahal jawaban sebenarnya adalah semua anak terlahir cerdas! Cerdas pada kemampuannya masing-masing. 


Yang paling menyedihkan sekarang, kecerdasannya ini dipakai untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Contohnya kasus bullying yang sekarang makin marak dan membuat resah para orangtua. Bullying itu sendiri adalah tindakan kekerasan menggunakan kekuatan ataupun kekuasaan untuk melukai seseorang maupun kelompok. secara fisik, verbal atau emosional sehingga korban merasa tertekan, trauma dan tak berdaya.

Dampak yang ditimbulkan dari korban bullying adalah mudah gelisah dan cemas, rendah diri, malas belajar, panik, ingin bunuh diri, agresif, dan juga kenakalan remaja. Dan inilah kekerasan terhadap anak di sekolah. Salah satunya adalah kurikulum pendidikan kurang berpihak pada hak anak.

Standar isi dari kurikulum adalah soal etika, estetika, iptek, nasionalisme, kesehatan. Pada dasarnya semua anak itu senang sekali belajar. Belajar yang efektif adalah belajar dalam suasana senang.


Pemaparan Kak Seto sungguh menyadarkan saya kalau saya selama ini masih aja memakai kekerasan. Yang terkadang saya terbawa emosi karena banyaknya pekerjaan.

Anak cerdas bukan jaminan dari IQ nya tinggi. Karena IQ bukanlah segala-galanya. Karena ada fakor lain yang mempengaruhi, seperti CQ (Connecting and Spiritual Intelligence). Ada anak yang mahir  dalam hal bernyanyi, atau ada anak yang gemar dalam hal berolahraga. Kenapa bisa berbeda-beda? Karena setiap anak memiliki 8 kecerdasan (Multiple Intelligence).


Kunci untuk menghadapi anak kitanya sebagai orangtua harus berpikir kreatif dan mengikuti jaman.

Gimana caranya agar belajar bisa lebih efektif? Bisa melalui hiburan, permainan, warna-warni, berpikir positif, badan harus segar.

Ada jurus jitu bagaimana menghadapi anak, yaitu punya komitmen kuat, kompak dengan mitra (dalam hal ini adalah pasangan kita), peduli pada hak anak, teruslah belajar, dan harus kreatif.

Pendidik yang profesional adalah bisa menjadi sebagai penghibur, pendongeng, seniman, pelawak, pesulap, ilmuwan, dan sebagainya. Intinya pendidik harus bisa segala profesi. Pendidik itu gak harus seorang guru, orangtuapun termasuk pendidik (guru bagi anak-anaknya).

Kenyataannya saat ini, 70% orangtua belum mampu mengasuh anak dengan metode sekarang. Orangtua masih lebih peduli dengan prestasi akademik. Iya bener juga sih, bagi sebagian orangtua beranggapan biasanya anak yang akademiknya bagus, sudah pasti pintar. Padahal teori itu belum tentu benar. Kecerdasan sosial, emosional dan moral sering dilupakan. Biasanya ketiganya itu hanya 10% nya saja diajarkan di sekolah. 90% nya diajarkan di rumah. Karena ketiga kecerdasan itu sangat erat hubungannya dengan pendidikan karakter. Mendidik anak harus dengan penuh kasih sayang. Karena impian anak sesungguhnya adalah memiliki rumah dan sekolah yang ramah anak. Kak Seto juga mengajak kita untuk menciptakan Jakarta yang ramah anak dan mendidiklah dengan penuh cinta.

Selanjutnya masuk ke sesi sharing dari Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Elin Waty.


Sekilas Tentang Sun Life Financial Indonesia

Sun Life Financial Indonesia adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sun Life Financia. Sun Life menawarkan berbagai perlindungan asuransi dan pengelolaan produk yang variatif, dari asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, dan rencana pensiun. Sun Life bermitra institusi keuangan terkemuka, baik nasional maupun internasional, untuk melayani strategi multi distribution channels dan menyediakan akses yang lebih luas untuk solusi asuransi.

Mba Elin mengatakan bahwa Sun Life Edufair 2017 ini menjadi momentum yang tepat untuk membangun perspektif terutama bagi generasi muda yang tumbuh di era digital. Perspektif baru ini penting karena memiliki implikasi pada perencanaan keuangan yang sesuai dengan pendidikan yang akan ditempuh. Dengan cara pandang baru yang sesuai dengan pendidikan yang akan ditempuh. Dengan cara pandang baru yang sesuai dengan perubahan zaman, orangtua di Indonesia diharapkan mampu mempersiapkan perencanaan keuangan yang tepat untuk mendukung keberlangsungan pendidikan putra-putrinya tanpa harus mengorbankan prioritas-prioritas lain seperti saat ini masih terjadi.

Melalui acara ini Sun Life juga meluncurkan Bright Education, yaitu sebuah prtal informasi yang menampilkan profil 25 sekolah di wilayah Jabodetabek yang dapat dijadikan referensi orangtua dalam memilih sekolah yang sesuai dengan minat dan aspirasi anak.

Beberapa portal Bright Education dilengkapi dengan fitur-fitur bermanfaat, yaitu :

1. Fitur Sekolah
Berisikan informasi mengenai informasi sekolah-sekolah yang berpartisipasi dalam Sun Life Edufair 2017. Meliputi lokasi, kurikulum, fasilitas di lingkungan sekolah, kegiatan ekstra kurikuler yang dapat diikuti oleh para siswa, penghargaan yang berhasil diraih oleh sekolah tersebut, administrasi, sampai testimoni tentang sekolah dari para siswa dan orangtua.



2. Fitur perbandingan 
Melalui fitur ini para orangtua bisa membandingkan sekolah yang diminati dengan cara mudah, dengan memilih tingkat pendidikan, lokasi nama sekolah dan mengisi data pribadi. Selanjutnya akan keluar hasil perbandingan secara lengkap yang membantu para orangtua menentukan pilihan sekolah yang sesuai

3. Fitur Kalkulator
Fitur ini membantu para orangtua untuk memproyeksikan dana pendidikan yang dibutuhkan serta menyusun perencanaan keuangan sejak dini.

4. Fitur Artikel
Di dalamnya terdapat informasi dan tips menarik seputar dunia pendidikan, anak dan perencanaan keuangan.


Simplenya, saat kamu masuk ke website ini, kamu bisa langsung menuju ke bagian bawah dari website untuk mendapatkan apa yang akan kamu cari.


Selanjutnya setelah sesi sharing dari mba Elin, acara dilanjutkan dengan Brighter Talent, yaitu setiap sekolah menunjuk perwakilan untuk unjuk kebolehannya masing-masing.



Inilah sekolah-sekolah yang ikut berpartisipasi di acara Sun Life Edufair 2017.





Sayapun tak lupa mengunjungi booth tiap sekolah yang ada disini.











Finally saya senang banget bisa hadir ke acara Sun Life Edufair 2017 ini. Pastinya menambah ilmu tentang pendidikan, saya jadi lebih siap lagi soal memilih sekolah yang terbaik dan juga persiapan dana pendidikannya.


5 comments

  1. SAya belum begitu kenal sama sunlife, tapi kok jadi penasaran, cek ah

    ReplyDelete
  2. sayangnya sun life belum ada dikota ku

    ReplyDelete
  3. Rudy, Rudy apa yang jago IT..?
    .

    .

    .

    .

    Rudiantara (Menkominfo) hahahahhaha

    ReplyDelete
  4. Karena aku dateng juga, saya ketawa baca komennya om satto waakaka.

    Tapi memang event semacam Sun Live Edufair sangat penting sekali. Semoga menjawab perubahan kurikulum kita yang diharapkan akan berpihak pada anak.

    ReplyDelete
  5. Senang banget ke acara Sun Life kemarin, dapet ilmu parenting lagi, mataku jadi terbuka lebar sebagai orang tua

    ReplyDelete