Belajar Menjadi Vlogger Yang Handal Bersama Yonna Kairupan (Part I)


Kalau ditanya cita-cita anak-anak milenial sekarang udah gak lagi jawabnya mau jadi dokter, guru ataupun pilot. Itu udah jawaban jaman kuda gigit besi kali ya. Anak-anak jaman sekarang mah maunya jadi Youtuber, Vlogger gitu deh. Gak tau juga sih karena apa, yang jelas sejak perkembangan konektivitas internet di Indonesia menjadi lebih baik, perkembangan sosial media di Indonesia juga jadi makin bertambah, kondisi demikianlah yang membuat orang tambah narsis, tambah ingin mengekspresikan dirinya melalui sosial media. Salah satunya adalah becoming a Vlogger.

Apa sih Vlogger?

Sebelum saya cerita lebih jauh benefitnya, saya mau jelasin dulu Vlogger itu apa. Buat kamu yang belum paham, Vlogger itu adalah para content creator (orang yang suka membuat video), kemudian hasil videonya itu diunggah (diupload) ke Youtube. Nah, para content creator itulah yang dinamakan Vlogger. Atau ada juga yang menyebutnya Youtuber.

Apa sih enaknya jadi Vlogger?

Yang pasti sih (menurut saya), salah satu benefitnya, adalah you will becoming a famous. Kamu akan dikenal oleh orang banyak. Jaman sekarang gak perlu menunggu jadi artis dulu di tv, tapi dengan boomingnya Youtube, kamu udah bisa jadi famous. Bisa mendapat penghasilan juga dari Vlogger.

Salah satu contoh Vlogger yang sukses dan bisa jadi role model kamu, yaitu mba Yonna Kairupan. Hari sabtu 27 Mei 2017 kemarin saya berkesempatan untuk hadir di acara workshop yang super keren untuk memenuhi undangan dari Indonesian Female Bloggers (IFB).


Jujur aja ini adalah event pertama saya bersama IFB, karena sebelumnya saya selalu gagal mendaftar, entah seatnya penuh atau sayanya gak bisa hadir karena ketidakcocokan waktunya. So, saat saya dikonfirmasi saya terdaftar di acara ini, I'm SO HAPPY pastinya. 

Materi yang dibawakan oleh mba Yonna kali ini adalah tentang How to Grow Your Youtube Channel. Materinya related banget dengan kehidupan dan profesi saya sehari-hari. Lokasi workshop kali ini adalah di Best Western Premiere The Hive Cawang. Kebetulan saat itu sedang moment bulan puasa, dan pas hari pertama puasa, jadi jalanan sepi luar biasa, jadi perjalanan saya hanya 30 menit saja kesini. Amazing ya, yang biasanya hari Sabtu super duper macet, tapi ternyata ini sepi luar biasa :)


Acara workshopnya dimulai pada pukul 2 siang sampai jam berbuka puasa. Hah? Selama itu bahas apa aja sih? Kamu pasti kepo kan? Yukslah cus, akan saya share dibawah ya untuk detail materinya.

Pertama-tama sebelum saya masuk ke materinya, kenalan dulu dengan nara sumber, momma hot yang satu ini ya (aku panggil momma hot karena kalau lagi presentasi selalu HOT alias berapi-api bahasanya, jadi audiencenya jauh-jauh dari kata tidur ahahaa).

So, Do You know who is she? 

Mba Yonna (demikian aku menyapanya), adalah seorang MUA SFX (make up artist special effect), ibu dari 4 orang anak dan juga seorang content creator (Vlogger) yang sangat aktif.

Saya sih sama mba Yonna sama profesinya, cuma beda jauh. Saya Vlogger pasif aka Vlogger abal-abal, sementara mba Yonna Vlogger aktif. Lah emang bedanya apa? Hahaa nanti ya saya jelasin di bawah :))


Jujur aja saya merasa jadi ibu yang belum ada apa-apanya, dibanding Mba Yonna ini, karena setelah mendengar manajemen waktunya asli saya jadi takjub banget. Ditambah lagi anaknya ikutan jadi peserta workshop siang itu. Karena anaknya bilang, she wants to be a famous like her mother. Dan Mba Yonna sangat open minded terhadap apa yang menjadi cita-cita anaknya. And she wants to facilitate it.

Oke mulai materi yang pertama ya.

Kenapa orang membuat akun dan posting video di Youtube?

Kira-kira jawabannya apa temen-temen? Nah, aku kasih jawabnnya ya.

1. Hidup hanya sekali
Di bagian pertama ini mba Yonna jelasinnya sangat berapi-api, hahaa. Iya simple sih, emang bener juga, hidup kita hanya sekali, jangan pernah disia-siakan. Terus apa hubungannya dengan Youtube? Nah, justru itu mba Yonna mengajak semua orang untuk bisa menjadi Vlogger. Terlepas properti kamu apa, kalau bisa apapun yang kamu lakukan kamu bisa dokumentasikan lalu jadikan Vlog. Sayang banget momen demi momen harus terlewatkan begitu saja.

Contoh simple aja, mba Yonna cerita pengalamannya waktu ke Paris, saat itu

2. Networking
Networking disini pengertiannya ada 2, bisa dari circle kita di dunia Vlogger jadi bertambah, bisa juga dari pertemanan offline. Datang ke sebuah acara, tukeran kartu nama, akhirnya networking kita jadi bertambah lagi.

3. Skil bertambah
Dengan menjadi Vlogger, skill kita jadi bertambah. Yang tadinya kita gak bisa edit video, mau gak mau kita jadi terpaksa belajar dari 0. Mau yang basicnya pendidikan, dokter atau apapun kalau memang mau terjun ke dunia Vlogger secara serius, kamu harus pelajari juga bagaimana tehnik video shoot yang bagus, anglenya bagaimana, bagaimana tehnik editing video yang sederhana tapi hasilnya bagus, dan sebagainya.

Mba Yonna saya pikir dulunya memang les yang namanya desain grafis atau video animasi, tapi apa yang ia hasilkan sekarang adalah hasil yang ia pelajari sendiri. Semua learning by doing. Keren ya :)

4. Gain money
Youtube gak hanya cuma untuk mencurahkan hobby, tapi sekarang sudah bisa menambah penghasilan kita. Ya contohnya aja mba Yonna ini. Dia sudah bisa merasakan mendapat penghasilan dari menjadi Vlogger. Jadi bisa dong Vlogger disebut sebagai sebuah profesi? :)

Lalu mba Yonna melontarkan pertanyaan seperti ini :

Pernah Kayak Gini?

1. Upload video yang views cuma 5 orang?
2. Udah sering upload video, tapi subscriber masih segitu-gitu aja?
3. Dikasih jempol unlike?
4. Dikasih komentar negatif?

Believe me, saya sih sudah pernah semua. Apalagi yang nomor 1 lol. Tapi saya gak patah semangatlah. Tetep aja upload and create video, walaupun yang views cuma 5 :))

Apa yang membuatmu berhenti berkarya?

Sebenarnya apa shh yang menyebabkan orang gagal untuk berkarya jadi Vlogger?

1. Udah banyak youtuber
Ada yang berpikiran begitu? Padahal hanya 3-5 milliar orang yang online lho. Sisanya masih banyak yang belum kenal dunia Vlogger.

2. Gak punya uang
Kadang orang menunggu peralatan yang perfect dulu, baru menjadi Vlogger. Padahal tinggal bikin akun Youtube and bikin video pakai smartphone juga udah bisa lho.

3. Gak bakat
Duh ini alasan klasik lagi ya. Justru semakin kamu autentik dan karya original, kamu semakin memiliki value disana. Seperti Vlogger Indonesia contohnya Rachel Goddard.

4. Gak ada waktu
Ini kayaknya alasan oleh semua orang sejuta umat ya. Padahal Tuhan memberikan kita waktu 24 jam dan 7 hari seminggu. Dan bikin video itu cuma butuh beberapa jam per minggu.

5. Gak punya koneksi
Sebenarnya point ini pintar-pintarnya kita aja sih. Kalau soal provider, kita tinggal pilih aja sih mau pakai apa. Kekuatan sinyal kan tergantung daerah masing-masing.
Soal networking, kamu bisa sering-sering melakukan kopdar dan tukeran kartu nama. Atau kamu bisa juga colaboration dengan Vlogger lain, itu justru bisa meningkatkan traffic Vlog kamu lho.
Lalu setelah bikin Vlog, banyak-banyaklah share di sosial media. Gratis lho! Jadi jangan udah bikin, terus gak diapa-apain. Gimana orang bisa tahu kamu ada video baru? Sharinglah di beberapa komunitas yang kamu ikuti.

Etika share di sosial media

Disini mba Yonna, memberikan tips lagi. Sering gak sih kamu sebagai blogger, lihat 1 timeline isinya 4L, dia lagi dia lagi tapi dia sharing di komunitas blogger yang berbeda-beda at the same time? Bikin pegel mata gak sih? Nah, mba Yonna menyarankan, memang iya perbanyak share di sosial media atau komunitas, tapi sesuaikan juga dengan karakter group tersebut. Misalnya hari ini share di 2 komunitas, besok share lagi di 2 komunitas yang berbeda. Sharinglah di jam-jam peak hour. Disaat orang sedang ramai buka facebook.

Verbodent banget :
Share di semua komunitas, copy paste, kata-kata yang sama dan di satu waktu.

Materi diatas masih materi pertama, kamu masih mau lanjut baca di materi kedua? Kamu kepo kah? Rahasianya mba Yonna belum tuntas nih. Silakan baca lanjutannya disini

Baca : Hal-hal yang harus kamu ketahui jadi Vlogger

Best Western Premier The Hive
Alamat: Jl. DI. Panjaitan Kav. 3-4, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
Telepon: (021) 29821888
Facebook: Best Western Premier The Hive
Instagram: @bwpthehive
Twitter: @bwpthehive


3 comments

  1. Setuju no 3,ngerasain banget

    ReplyDelete
  2. dirmu juga Hawtt mba. Makin hawttt nih pideonya setelah workshop :))

    ReplyDelete