Hal-hal Yang Perlu Diketahui Jika Kamu Ingin Menjadi Seorang Vlogger


Masih edisi workshop belajar menjadi Vlogger handal nih, bersama mba Yonna Kairupan di Indonesian Female Blogger beberapa hari lalu. Saya mencoba membuat lanjutannya ya. 


Setelah tahu etika di sosial media, sekarang gimana caranya menjadi seorang Vlogger? Hal-hal apa yang harus kita ketahui untuk pertama kali?

1. Why do you want to do to Youtube?
Kenapa kamu mau membuat video di Youtube?

2. What impact to achieve?

3. What benefits?

Have a great reasons and know the right reasons

Start Now

Hal-hal apa yang harus kita lakukan untuk pertama kali?

1. Know Yourself

Ketahui potensi diri. Kenali kekurangan dan kelebihan dari diri kita. Setelah sudah kamu ketahui, coba pikirkan lagi, apakah benar itu jadi kekurangan dan kelebihan diri kamu?



2. Focus or Clarity

Mba Yonna menyarankan jika kita ingin fokus menjadi Vlogger, niche Vlog kita harus fokus. Richest are in the nichest. Semakin kita fokus terhadap 1 bidang, orang gak kan ragu lagi mau subscribe kita. Untuk simplenya, mba Yonna melontarkan pertanyaan kepada audience saat itu, kategori masing-masing Vlog kita apa. Dan saya yang masih campur-campur alias gado-gado begini jadi malu sendiri :) Beberapa dari audience yang hadir sih sudah punya niche masing-masing. Misalnya beauty Vlogger, food Vlogger, Family Vlogger, dan sebagainya. Kalau saya? Masih gado-gado.

Ini adalah channel youtube saya ada 3, yaitu lifestyle, cooking and culinary serta beauty. Yang baru diisi saat ini baru lifestylenya aja. Ini saya buat juga dari tahun saya kuliah, tahun 2009-an, disaat orang-orang belum familiar sana Youtube. Namanya juga masih alay @caroline21fun. Tapi karena gak diseriusin jadi lumutan deh, subscribernya gak nambah-nambah lol. Doakan semoga secepatnya bisa terisi yah ^^

Gapapa bikin akunnya dulu, mengamankan nama akun :) Yang penting niatnya dulu bikin channel, baru eksekusinya menyusul :)

Daily life (lifestyle)

Beauty

Oline's kitchen

Dan per tahun 2017 ini, saya sudah bertekad alias niat 100% (halaagh), untuk mengkategorikan Vlog saya. Walaupun dari ketiganya diatas belum ada yang saya bikin, baru saya bikin channelnya aja. 

Nah Focus ini dibagi lagi menjadi 3 yaitu : Clear Branding, Clear Messaging dan Clear Content. Sekaran kita bahas satu-satu ya. Semoga kamu semua gak capek ya bacanya :)


Clear Branding
Kamu harus menentukan branding kamu mau kemana

Clear Messaging
Video yang kamu buat harus jelas arahnnya kemana. Message yang akan kamu sampaikan juga jelas. 

Clear Content
Kontennya juga harus runut dari awal sampai akhir. Ada greetings, materi utama, clossing, backsound.

Lalu masuk ke Clear Questions ya

Clear Questions

1. Who is your target audience
Siapa yang menjadi target viewers kamu? Kamu harus bisa menentukan. 

2. Why should they watch your content?
Kenapa orang mau nonton video kamu? 

3. How are you going to stand out and be different?
Apa yang membedakan kamu dengan yang lain?

Kesalahan terbesar para content creator adalah : Too General and Unclear.

3. Value

Untuk value dibagi lagi menjadi 4, yaitu Informational, Educational, Inspirational, Motivational, Entertaining.


Jadi video yang kita buat harus mengandung (setidaknya) satu atau 2 unsur-unsur diatas. 

1. Informational
Vlog kita harus ada unsur informasinya. 

2. Educational
Vlog kita harus ada nilai edukasinya. Apa yang mau kita share ke oranglain. Message apa yang ingin kita sampaikan ke audience?

3. Inspirational
Misalnya kamu bisa bikin tutorial atau tips. Vlog kamu akan bisa ditonton orang berulang kali. 

4. Motivational
Misalnya kamu biasa membawakan dengan ceria dan semangat kayak mba Yonna? Sok atuh monggo aja.  

5. Entertaining
Atau menghibur. Misalnya kamu punya gaya unik yang jadi nilai tambah kamu seperti Rachel Goddard, sok monggo. 

Mau apapun karakter kamu, harus mengandung setidaknya 1 atau 2 unsur diatas. Jadi orang gak ragu lagi buat subscribe channel youtube kamu.

4. Start

Langkah selanjutnya adalah mulai dari sekarang. Musuh terbesar dari diri kita justru kita terkadang terlalu perfectsionis. Gak kan mau mulai kalau peralatan belum lengkap, nunggu soft light dulu baru bisa bikin. Padahal bisa bikin dari peralatan yang sederhana. Jika nanti kita punya peralatan yang mumpuni, kita bisa bikin video yang lebih baik lagi. 

Gak ada yang videoin. Karena yang biasa take shoot adalah suami. Biasa gak sih denger alasan kayak gitu? Mba Yonna bilang jadi Vlogger itu harus independen, harus kuat, harus mandiri, harus bisa melakukannya semua sendiri. Gak tergantung sama oranglain. gak ada suami, ya harus bisa gimana caranya kita bisa melakukannya sendiri. 

5. Youtube Search

Youtube itu sekarang sudah jadi search engine kedua setelah google. Jadi jika kamu ingin membuat Vlog, disarankan untuk research dulu di Youtube, trend apa yang lagi hype sekarang. Lakukan itu dengan versi kamu masing-masing. Re-create lah video itu. Dengan begitu, traffic Vlog kamu bisa tinggi karena banyak dicari orang.

6. Consistency

Langkah yang terakhir adalah konsistensi. Lakukan batching (per kategori). Maksudnya di video kita, kita bikin kategorinya. Sama halnya seperti di blog. Supaya orang lebih mudah mencarinya. 

Tips lain :
Mba Yonna bilang, ubah kebiasaan dulu, bikin blog dulu baru digiring ke youtube. Sekarang usahakan kita bikin Vlog dulu, baru giring orang untuk baca blog kita. 

Setelah selesai workshop, para peserta diminta untuk praktek di depan kelas, membuat vlog dadakan! :)

Lia laagi dapat giliran mempraktekkan DIY with Scarf :)

Ohya, selesai workshop para peserta mendapat 1 buah goodie bags yang isinya produk-produk NYX :)


Dan ini adala isi dari goodie bagsnya. 

Banyak ya :)

Kesimpulan dan Testimoni

Finally, dari workshop kurang lebih 5 jam yang saya ikuti ini, cukup membuat mata saya terbuka. Ada beberapa hal yang harus saya benahi dari diri saya, Sekaligus menjadi reminder saya :

1. Specific
Kategori Vlognya harus lebih spesifik, sama halnya seperti blog. Jika terlalu 'gado-gado' orang juga akan bingung ingin follow atau subscribe vlog atau blog kita. Wah, pantesan aja selama ini subcriber saya di blog dan Vlog gak nambah-nambah hiks :(
Saya belajar dari kasusnya mba Yonna yang subsribernya gak nambah-nambah, yang harusnya jadi 10ribu atau bahkan sampai 100ribu, karena mba Yonna dulu sempat tidak fokus.

2. Batching
Kalau saya sudah konsisten membagi per kategori tersebut. Jadi misalnya saya sudah ada interest ke kategori parenting, beauty dan daily life, harus punya ketiga channel youtube. Semuanya gak bisa digabung jadi 1. Supaya orang jadi tahu apakah saya harus subscribe atau tidak?

3. Consistent.
Udah punya akun youtube, harus ditetapkan mau posting berapa kali dalam sebulan? Apakah seminggu sekali? Atau seminggu 2x? Saran mba Yonna jangan setiap hari, berikanlah audience atau viewers kita untuk bernafas dan menanti-nanti video kita. Bila terlalu sering gak ada gregetnya juga. 

4. Identity and Be Different
Harus punya ciri khas atau setidaknya beda dari yang lain. Sampai saat ini saya masih mencari jati diri nih untuk greetings di video saya. Masih mencari yang cocoknya bagaimana. kan gak gampang ngomong di depan video, walaupun audiencenya gak keliatan, tapi kita harus tau bagaimana supaya viewers kita betah di video kita sampai selesai. 

5. Clear
Harus jelas message yang akan saya sampaikan nanti. Dan usahakan gak dubbing, langsung ngomong aja, dan itu lebih interaktif. Hmm, ini juga PR buat saya, karena selama ini video saya kebanyakan di dubbing. Setelah saya minta testimoni oleh suami, suami juga menyarankan untuk ngomong langsung aja. Hmm, oke deh, in PR lagi buat saya :)

Akhirnya selesai juga workshop yang saya ikuti bersama Indonesian Female Blogger. Makasih banyak buat para sponsor yang sudah berpartisipasi di acara ini, special thanks to NYX untuk produk lipstik yang kece-kece ini dan juga Best Western Premiere The Hive Jakarta yang sudah menyediakan tempat yang super nyaman dan dengan wifi super kencang, sehingga saya bisa livetweet dan live streaming dengan lancarnya dan bisa membagikan informasi workshop ini live update dan berguna untuk follower-follower saya.

Semoga apa yang saya sharing bisa bermanfaat ya.


Best Western Premier The Hive
Alamat: Jl. DI. Panjaitan Kav. 3-4, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13340
Telepon: (021) 29821888
Website: www.bwpremierthehive.com
Facebook: Best Western Premier The Hive
Instagram: @bwpthehive
Twitter: @bwpthehive



5 comments

  1. Ini lengkap baget lin. Thumbs up..

    ReplyDelete
  2. baca artikel ini jadi dapet ilmu baru lagi, makasih ya Linnn..

    ReplyDelete
  3. Wah,ini komplit banget ulasannya..
    aku baru belajar bikin video mbk,acak2an banget. Tapi sekali nyoba bikin vlog,nagih ya hehe...
    makasih sharing ya mbkkk

    ReplyDelete
  4. Ya ampun akunya acakadul banget hahahaha.

    ReplyDelete
  5. Aku juga ikut materi Mba Yonna di ISB :D
    Keren banget!
    Aplicable

    ReplyDelete