Yuk Berkreasi Bikin Cemilan Sehat Dengan SUN Ubi Ungu


Sekitar 2 minggu lalu saya baru pulang dari rumah sahabat saya, Dina, rumahnya tidak jauh dari rumah saya sih, masih di sekitar Bekasi. Rencananya sih mau silaturahmi sekaligus menjenguk anaknya yang berusia 14 bulan yang baru terkena demam dan sempat nginap dirumah sakit karena panasnya mendekati 39 derajat. Karena silaturahmi, otomatis saya ke rumahnya bersama anak dan suami saya. Hanya saja, karena teman saya keberatan untuk minta foto bareng waktu itu, jadinya saya ceritakan kisahnya aja ya.

Ngobrol punya ngobrol, ternyata anaknya ini bukan pertama kalinya sakit, bahkan bisa dibilang langganan sebulan sekali pasti anaknya sakit. Entah demam atau sekedar batuk pilek. Sakitnya sih ringan-ringan gitu aja sih, cuma rutin setiap bulan gonta ganti penyakitnya. Karena saya penasaran, akhirnya saya bertanya ke dia.

Saya : "Din, Kania sakit apa?"
Dina : "Sakit demam Lin, sekitar 38-39 derajat"
Saya : "Sudah sejak kapan sakitnya?"
Dina : "Sejak 2 hari yang lalu sih. Ini baru aja pulang setelah kemarin nginep di rumah sakit"
Saya : "Oh gitu, sempet nginep juga"
Dina : "Iya lin, panasnya itu bikin kawatir banget, sudah minum obat panas tetep aja gak turun panasnya karena itu nginep di rumah sakit kawatir Kania kenapa-kenapa. Bingung juga kalau tiap bulan begini ya. Eh iya, anak kamu si Narend juga gini juga gak sih?"
Saya : "Maksudnya gini juga itu apa?"
Dina : "Iya, sakit juga tiap bulan."
Saya : "Alhamdulillah sih gak Din. Aku ke rumah sakit jarang banget. Aku ke RS hanya untuk keperluan imunisasi aja. Kalau gak, ya gak. Alhamdulillaaah banget Narend tergolong anak yang gak mudah sakit."
Dina : "Oh gitu yaaa..."
Saya : "Nanti kalau udah sembuh, enaknya dikasih apa ya anaku supaya gak sakit terus?"

(Tiba-tiba saya jadi ingat, dulu pernah ikut beberapa seminar waktu Narend masih di bawah umur 12 bulan, tentang peranan ASIX yang sangat penting untuk daya tahan tubuh).

Singkat cerita setelah saya tanya ke teman saya ini, ternyata anaknya ini sudah berhenti dari ASIX sejak masuk usia 6 bulan. Teman saya ini adalah SWAM (Stay Working At Home) sih, alias dia bukan pekerja kantoran. Jadi full time moms di rumah. Lalu saya heran, kenapa gak diberikan ASIX? Teman saya bilang, karena waktu jelang anaknya usia 6 bulan, ASIX nya sudah tidak keluar, awalnya dia bilang di campur dengan susu formula, tapi kalau sekarang sudah full susu formula.

1000 Hari Pertama Kehidupan

Lalu saya ceritakan bahwa 1000 hari pertama kehidupan seseorang adalah dimulai dari sejak kehamilan sampai anak berusia 2 tahun. Dan salah satu faktor penentu gizinya adalah pemberian ASIX sejak bayi lahir. Itu artinya, anaknya masih sangat membutuhkan ASIX sampai 2 tahun ke depan. Karena kalau boleh saya sharing, sejak Narend lahir sampai sekarang, saya benar-benar jarang menginjakkan kaki ke rumah sakit. Kalaupun ke RS hanya untuk imunisasi saja. Dan dokter anaknya Narend sempat bilang Narend termasuk anak yang hebat, karena aktif dan jarang sakit.

Hmm, kuncinya cuma 1 sih moms, anak harus diberikan ASIX sampai usianya 2 tahun. Jujur saja, Narend mendapat ASIX hanya sampai 1,5 tahun saja. Karena waktu itu ASIX saya perlahan-lahan stocknya mulai sedikit sampai tidak keluar, walaupun setiap jam saya pumping. Dia memang tidak lulus S3 dalam dunia perasian. Tapi setidaknya dia sudah lulus S2, alhamdulillah.

Lalu teman saya menambahkan, bahwa saudaranya yang kemarin menjenguk Kania (kebetulan saudaranya berprofesi sebagai bidannya yang bekerja di puskesmas) sempat bilang bahwa "Sebaiknya pemberian ASIX sampai usia 2 tahun. Dan salah satu antisipasi supaya Kania tidak gampang sakit, cobalah untuk mengkonsumsi ubi ungu. Karena ubi ungu mengandung antioksidan dan antosianin yang tinggi". Nah waktu menjenguk si Dina ini, saudaranya langsung membawakan SUN Ubi Ungu sekitar 1 box, karena saudaranya tahu bahwa Dina tipe ibu yang tidak bisa mengolah ubi ungu yang masih mentah. Apalagi si Dina ini di rumahnya tidak ada asisten rumah tangga, daripada repot lebih baik bawakan saja yang instan tapi juga menyehatkan.

Nah, Dina sempat bertanya ke saya tentang SUN Ubi Ungu ini "Lin, kalau tiap hari dikasih SUN Ubi Ungu kayaknya Kania bakal bosen deh, ada alternatif lain gak lin?". Lalu saya jawab "Sama seperti orang dewasa yang makan makanan yang itu-itu aja pasti kan bosan apalagi anak kecil. Nah supaya gak gampang bosan, kamu tuh bisa mengolah SUN Ubi Ungu ini sesuai dengan kreativitas kamu menjadi makanan lain, bukan sekedar bubur".

Challenge

Sejak kenal si Dina, memang sih dia bisa dibilang lack of creativity, alias kurang kreatif kalau urusan makanan, jadi patokannya yah buku resep yang dibelinya di toko buku. Entah kesambet apa, dia bilang "Lin, gak percaya gw, mana bisa SUN Ubi Ungu yang notabene bubur ini bisa menjadi makanan lain, gak mungkin, atauuu gini aja deh, gw kasih 1 SUN Ubi Ungu terus lo bikin menjadi makanan yang berbeda dan si Narend suka, bisa gak?", walah baru kali ini di tantangin sama teman untuk ngolah makanan :) ya sudah, langsung aja saya jawab "Ok Din, gw bikin trus gw tulis di blog deh mulai dari resep sampai cara pembuatannya, jadi bisa lo cobain sendiri".

Sepulang dari rumah teman saya ini, langsung aja deh coba cari ide untuk mengolah SUN Ubi Ungu, dan tak butuh waktu lama, saya langsung punya ide untuk membuat "Kue Cubit dengan SUN Ubi Ungu" :) kebetulan saya sering sekali membawakan Narend kue cubit untuk ke sekolah, jadi mau coba untuk mencampur SUN Ubi Ungu ini di adonan tepung :)

Let's Cooking : Kue Cubit dengan SUN Ubi Ungu

Nah untuk membuat kue cubit ini, simple aja kok.


Bahan-bahan dasar kue cubit :
3 butir telur
100 gram gula
50 gram tepung terigu
50 gram SUN Ubi Ungu
100 gram margarin, lelehkan
1 bungkus vanili bubuk
1/4 sdt soda kue
1/2 sdt baking powder
2 buah tusuk sate (untuk membalikkan adonan)
keju parut dan coklat meses secukupnya

Cara membuat Kue Cubit dengan SUN Ubi Ungu :

1. Siapkan wadah lalu masukkan telur dan gula pasir, kocok hingga mengembang serta gulanya menjadi larut. Disini saya tidak menggunakan mixer karena saya memang tidak mempunyai mixer. Jadi saya mengocoknya dengan manual saja, menggunakan kocokan telur biasa. Tapi jika memiliki mixer akan lebih mudah dan cepat mengembang. Sambil membuat adonan, lelehkan margarin.



2. Setelah gula dan telur tercampur rata, masukkan tepung terigu dengan memasukkan sedikit demi sedikit dan aduk hingga rata. Masukkan SUN Ubi Ungu juga perlahan-lahan. Tuang margarin cair, aduk hingga rata dan kemudian masukkan soda kue, baking powder dan vanili bubuk. Setelah adonan rata, masukkan adonan ke dalam wadah ke dalam tempat seperti teko atau gelas ukur, supaya memudahkan saat dituangkan ke dalam cetakan kue.


Setelah SUN Ubi Ungu dimasukkan, warnanya jadi sedikit berubah seperti ini. Aduk sampai rata.


Masukkan vanili bubuk, soda kue dan baking soda.


Aduk lagi sampai rata.



3. Panaskan cetakan kue cubit diatas api kecil yang sebelumnya sudah dioleskan sedikit margarin. Setelah panas, tuang adonan dengan volume setengah.


Setelah semua adonan dituang, jangan lupa ditutup supaya matangnya sempurna.



4. Saat adonan sudah terlihat setengah matang dan mengembang, taburi isinya. Disini saya menggunakan 2 rasa, yaitu keju dan coklat. Lalu tutup kembali dan teruskan memanggang sampai bagian bawah adonan sedikit berwarna kecoklatan.




5. Keluarkan dari cetakan lalu sajikan. Kalau masih ada sisa keju atau mesesnya, bisa ditaburi lagi diatasnya supaya lebih lezat.


Saya mau mencoba kue cubit dengan sedikit taste kue bolu, jadinya saya memanggang agak lama dan jadinya seperti ini. Cantik yah? :)


Daaan... jadinya seperti ini... Tadaaa...
Jadi deh.. Saya namakan ini Kue Cubit Takoyaki. Kenapa dinamakan demikian? Karena bentuknya mirip takoyaki, adonan dan rasanya mirip banget kayak bolu. Tapi cara masaknya persis seperti kue cubit.


Setelah disajikan, langsung deh saya kasih ke Narendra, saya tes apakah dia mau..

Dan ternyata...



Dia sukaaa.. alhamdulillaaah. Berarti resep ini bisa saya lanjutkan untuk bekal Narend ke sekolah berikutnya :)

Kebetulan memang akhir tahun 2016 lalu saya menghadiri sebuah blogger gathering bersama SUN Ubi Ungu.



Narasumber yang dihadirkan saat itu adalah (Dari kiri ke kanan) Prof. Dr. Ali Khomsan, MS. Guru Besar Gizi Masyarakat IPB. Kemudian Dokter Spesialis Anak, dr. Julistio Budhiawan Djais, Sp.A (K), M.Kes. Kemudian Brand Manager SUN, Nutrition and Special Foods Division ICBP, Desi Hendradiani.


SUN sebagai brand yang sangat mengerti tumbuh kembang bayi, mengeluarkan SUN varian rasa Ubi Ungu. Kenapa ubi ungu? Karena ubi ungu kaya akan antosianin yang berperan penting untuk mendukung daya tahan tubuh bayi sebagai sumber antioksidan alami. Ini merupakan produk MPASI fortifikasi pertama di Indonesia yang menggunakan ubi ungu sebagai sumber karbohidrat alternatif selain beras. Produk ini mengandung lebih dari 30% kandungan ubi ungu asli yang kaya antosianin sebagai sumber antosianin alami yang baik untuk mendukung daya tahan tubuh sehingga bayi tidak mudah sakit. Seperti varian lainnya, SUN varian rasa Ubi Ungu juga di fortifikasi dengan 11 vitamin dan 7 mineral.

Ubi ungu adalah salah satu bahan pangan lokal yang tergolong superfood karena mengandung betakaroten dan antosianin. Melalui proses pengolahan yang tepat dapat dihasilkan produk turunan ubi ungu yang bergizi, tahan lama dan aman di konsumsi bahkan sebagai makanan MPASI untuk bayi sekalipun. MPASI fortifikasi berbahan dasar ubi ungu dapat dijadikan pilihan karena tidak hanya mengandung zat gizi yang lengkap dan seimbang, tetapi juga mengandung antioksidan alami antosianin dan Betakarotin.

Asupan gizi yang cukup dan pencernaan yang sehat akan membentuk sistem daya tahan tubuh anak yang baik. Oleh karenanya moms perlu memperhatikan gizi yang terkandung dalam makanan si kecil. Selain mengandung zat gizi makro, makanan si kecil juga perlu dilengkapi zat gizi mikro penting seperti zat besi, zinc, vitamin dan mineral lainnya. Lebih lanjut, kesehatan saluran cerna si kecil sangat ditentukan keseimbangan bakteri didalamnya, karena itu konsumsi serat dan Antosianin yang memiliki aktivitas seperti prebiotik ikut berperan dalam mengatur keseimbangan bakteri di pencernaan sehingga membantu memelihara kesehatan pencernaan dan pada gilirannya dapat mendukung daya tahan tubuh anak.

Nah peluncuran SUN Ubi Ungu ini merupakan salah satu upaya SUN, sebagai salah satu brand MPASI fortifikasi yang telah menemani perjalanan ibu-ibu Indonesia lebih dari 25 tahun dalam memenuhi gizi anak Indonesia loh. Karena SUN percaya bahwa pemenuhan gizi seimbang bayi dapat mendukung tumbuh kembang bayi yang optimal sehingga dapat tercipta generasi yang Sehat Untuk Negeri :)

Buat yang ingin tahu informasi tentang SUN, bisa mengunjungi facebooknya ya.

Semoga apa yang saya sharing disini bisa bermanfaat ya moms.

1 comment

  1. Khusus buat anak2 yaaa, kalo yang dewasa udah ngak boleh makan sun ubi ini hehehe

    ReplyDelete