Ke Dokter Gigi itu Selalu Menakutkan!


Ceritanya saya mau curhat soal saya ke dokter gigi. Kalau dirunutin umur saya, ke dokter gigi itu saya bisa diitung pakai jari sihh. Kalau gak karena sakiiit banget, ya bersihin karang gigi. That's it. Itu juga bersihin karang gigi setahun sekali. Kalau gak ya saya gak bakalan ke dokter gigi. Padahal yang bener itu, kita kudu rajin ke dokter gigi per 6 bulan sekali. Sama aja kayak kita (yang cewe) rutin ke salon buat bersihin wajah kayak facial. Tapi image dokter gigi kan bagi saya udah kayak mahluk pencabut nyawa, jadinya ya ke dokter gigi kalau ada maunya doang (Please jangan ditiru ya?)


Ceritanya 2-3 minggu lalu gigi kanan bawah saya sakiiit luar biasa. Bagian geraham. Saya pikir dengan didiamkan saja ya dia bisa sembuh sendiri. Karena udah sering kejadian kayak gitu.

Sehari..
Dua hari..
Hari ketiga, kok gak sembuh-sembuh ya? Malah makin sakit, makin linu. Gak dipakai makan aja sakit luar biasa. Sampai ke syaraf. Akhirnya saya memutuskan ke dokter gigi.

Saya gak punya dokter langganan. Jadi ya dokter mana aja sih. Waktu itu saya coba panggil temen saya yang rumah dan prakteknya gak jauh dari rumah saya. Tapi ternyata dia gak praktek di rumahnya malam hari. Cuma pagi sampai sore hari aja. Itupun jauh banget di daerah Bekasi Timur. Saat saya lewat di daerah galaxy, karena saya gak kuat, akhirnya saya coba deh mampir ke klinik disana dan mencoba control disana.

Registrasi, dan langsung masuk bertemu dengan dokternya. Kebetulan saat itu dokternya juga sedang praktek. Dokternya masih muda gitu deh, kayak dokter baru praktek, yang habis selesai praktek lapangan gitu. Kliniknya pun juga baru buka. Ahh saya gak banyak pikir macem-macem, karena udah kepepet, yaudah akhirnya mampir aja disana.

Setelah dicek, ternyata gigi saya ada yang bolong. Tapi tidak bisa mendapat penanangan apa-apa, karena gusi saya sakit (walaupun gak bengkak), jadi harus disembuhkan dulu. Waktu disenggol sedikit aja giginya dan bagian lubangnya, itu rasanya LINU TIADA TARA, sampai ke syaraf. So, dokternya hanya kasih resep antibiotik. Dokternya juga gak berani kasih treatment apa-apa, kasihan lihat ekspresi saya saat disentuh sedikit aja gigi saya sakiiit bangeet. Sebelum duduk aja saya langsung bertanya ke dokternya, "Dok, sakit gak? Saya takuuut.". Saya bilang terus terang. Karena duduk di bangku perawatan itu aja deg-degannya setengah mati.

Setelah selesai dari ruangan dokter, kemudian saya ke bagian kasir. Total pembayaran sekitar IDR 80ribuan (hiks, ngecek gituan doang gak pakai treatment apa-apa aja bayar segituan).

Akhirnya saya ke apotik untuk tebus resep dokter, untuk beli antibiotik (amoxan) saja. Total antibiotiknya adalah IDR 54ribu. Cara minum antibiotiknya, yaitu minum per 5 jam sekali, supaya sakitnya gak kambuh lagi. Karena tujuan minum antibiotik ini adalah supaya menurunkan rasa sakitnya ini supaya bisa diberikan penanganan segera.

Akhirnya saya pulang sampai rumah dengan perasaan lapar luar biasa. Ohiya, tadi saat sebelum pulang dokternya berpesan supaya saya jangan makan terlebih dahulu, sekitar 1 jam-an. Saat saya control aja itu udah jam 9 lewat. Sementara saya belum makan. Jadi pas sampai di rumah saya harus menunggu sampai jam 10 dulu. Baru bisa minum obatnya.

Keesokan harinya, saya bangun dan merasa gigi saya ada perbaikan. Maksudnya rasa sakitnya sudah mulai berkurang. Hah, syukurlah..

2 hari kemudian, saya balik ke dokter yang sama. Namanya dokter Putri. Setelah gigi saya sembuh dari linunya, kemudian dr. Putri melakukan penanaganan penambalan gigi saya. Duh, begini ya rasanya ditambal, saya lupa banget, terakhir gigi saya ditambal mungkin sekitar 7-8 tahun yang lalu kali ya, saat sebelum nikah.

Gigi yang bolong itu adalah gigi geraham bawah. Lubangnya gak besar sih, tapi harus ditambal supaya makanan dan kuman tidak masuk. Lubangnya dibersihkan dulu, baru ditambal. Saya baru sadar, ternyata itu tambal temporer, jadi rasanya tidak terlalu sakit. Saya baru tahu dari suami saya setelah dia cerita.

Ohya, saat dokter cek gigi geraham bawah saya, saya sempat bilang, bahwa gigi saya yang geraham kanan atas juga kok terasa sakit yah? Tapi gak linu-linu amat sih. Tapi sakit saat dipakai makan aja. Pas dokter ngecek ternyata ada bolong juga. Tapi PR utama geraham kanan bawah dulu. Rencana saya begitu. Jadi selesai geraham kanan bawah dulu baru ke bagian atas.

Selesai dari dokter, saya ke bagian kasir. Total treatment tadi sekitar 150ribuan dari harga normal IDR 200ribuan sekian. Karena klinik itu baru buka, jadi diskon 20%. Mayanlah yaa..

Selesai dari dokter, gigi geraham bawah saya alhamdulillah sudah bisa dipakai makan.

Sehari..
Dua hari..
Gigi saya sudah gak pernah sakit lagi. Cuma yang jadi PR adalah gigi geraham kanan atas saya. Gimana kelanjutannya? Akan aku update di postingan berikutnya ya.

Pokoknya, ke dokter gigi itu selalu menakutkaaaaan! ^^

1 comment

  1. Saya terakhir 2 bulan yang lalu, bersihkan katang gigi...

    Malah dokternya bilang, gigi geraham paling belakang saya itu miring dan dorong gigi depannya. Bagusnya sih dioperasi dan diangkat... Saya pun terdiam, berasa mimpi buruk mbak... :(

    ReplyDelete