How To Draw Doodle on Daluang


Sekarang doodle sedang happening ya. Dengan doodle sedang naik daun, akibatnya hobby menggambar jadi booming lagi. Dulu hobby menggambar hanya milik anak-anak saja, tapi sekarang menggambar dilakukan oleh semua umur. Dari anak-anak sampai dewasa. Gak terkecuali saya. 

Nah, tanggal 2 Desember kemarin saya ikutan belajar menggambar doodle diatas kertas daluang. Bertempat di Museum Tekstil, Jakarta Sebenarnya sih menggambar doodle diatas kertas saya sudah biasa, yeahh walaupun gak bagus ahaha. Tapi kali ini workshop yang saya ikuti yaitu bagaimana menggambar diatas kertas daluang. Dan ini menjadi pertama kalinya saya mengunjungi museum tekstil ini, yang sebelumnya saya hanya dengar dari teman-teman lainnya, bahwa di Jakarta itu ada musem tekstil. 

Sekilas Tentang Daluang

Mungkin sebagian dari kamu ada yang udah tau atau juga ada yang belum tahu, daluang itu apa. Ini adalah contoh penampakan dari kertas daluang.


Daluang adalah kertas tradisional Indonesia dari lembaran kulit kayu pohon paper mulberry. Pembuatannya cukup sulit, yaitu dengan cara ditumbuk, diperam, dan dijemur di terik matahari dengan menggunakan peralatan yang sederhana. 

Pada abad ke-18, daluang dimanfaatkan sebagai pakaian pandita (sebutan untuk orang bijaksana). Selain itu juga digunakan untuk ketu (mahkota penutup kepala), dan pakaian.

Kenapa menggambar doodle di daluang?

Daluang sebagai bagian tradisi tulis di Indonesia. Pada jaman dulu daluang ini digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti pakaian kulit kayu, atau keperluan lainnya yang terkait dalam ibadah agama, keperluan sebagai media dalam tadisi menulis, atau juga kebutuhan administrasi di pemerintahan lokal. Tapi seiring perkembangan jaman dan kebudayaan di Indonesia, penggunaan daluang untuk keperluan sehari-hari menjadi tergantikan oleh benda pakai lainnya. Keberadaan daluang sebagai kertas (tradisional) juga mulai perlahan-lahan tergusur 

Dan Unesco sudah menerapkan bahwa kertas daluang ini adalah sebagai warisan budaya Indonesia yang wajib kita lestarikan (selain batik). Dan workshop menggambar diatas kertas daluang ini adalah sebagai bentuk pelestarian budaya Indonesia.

Sebelum acara menggambar dimulai, acara dimulai dengan pembukaan laporan kegiatan oleh Kepala Museum Seni DKI Jakarta, Ibu Esti Utami. Setelah itu kata sambutan dari Kartini Blue Bird, mba Nova.

Bahan-bahan

Yang perlu disiapkan sebelum mulai adalah :

1. Pensil 2B
2. Penghapus
3. Kertas untuk draft dan pola
4. Kertas daluang
5. Cat acrylic
6. Air
7. Kuas


Ohya, yang menjadi mentor saat itu adalah mba Tanti. Tema gambar doodle kali ini adalah All About Indonesia. Dan mba Tanti memberikan ide untuk menggambar ondel-ondel atau orang yang sedang mengenakan pakaian adat Betawi seperti di bawah ini

cantik yah :)
Nah, saya ceritanya ingin menggambar dua orang (laki-laki dan perempuan) yang sedang memakai pakaian adat tapi versi kawaii doodle. Jadi ceritanya saya ingin menggabungkan kedua unsur itu. Jadinya seperti ini malah acak kadut ahaha,,,,


Jadi, sebelumnya para peserta menggambar diatas kertas gambar biasa dulu, setelah sudah fix, barulah gambar tersebut dituangkan diatas kertas daluang.

Jujur saja ini menjadi pengalaman pertama saya menggambar diatas kertas daluang. Sebelum-sebelumnya saya menggambar doodle diatas kertas gambar khusus. Dan jujur saja saat mengga,bar diatas daluang itu sangat tidak mudah, apalagi bagian yang mewarnai.

Ada beberapa tips yang bisa aku share jika kamu ingin mencobanya :

1. Karena dengan menggunakan cat acrylic, jadi catnya cepat kering. Harus cepat-cepat dioleskan diatas medianya
2. Sebaiknya saat mewarnai tidak menggunakan air. Karena airnya bisa menyebabkan daluangnya hancur.
3. Air hanya digunakan untuk mencuci kuas dan mengganti warna
4. Saat mengoleskan catnya keatas daluangnya, itu benar-benar harus diperhatikan naik-turunnya. Karena sekali kamu sudah menswipe lalu salah, itu bisa menjadi fatal. Karena kertas daluang ini harganya sangat mahal, dan sangat langka.

Setelah sudah oke gambarnya, barulah diberikan frame


Setelah selesai para peserta bisa membawa pulang hasil karyanya masing-masing.


Buat yang ingin tahu lebih banyak seputar daluang, asal muasalnya dan manfaatnya, bisa langsung googling aja ya. Last but not least, saya seneng banget bisa hadir kesini. Saya jadi tahu bahwa ternyata masih banyak kekayaan alam Indonesia lainnya yang patut kita lestarikan. Bisa kita manfaatkan juga untuk hasil kerajinan yang lain. Misalnya saja daluang yang telah digambar ini nantinya bisa dibuat clutch, aksesoris lainnya tergantung selera dan kebutuhan.

Pulang sampai orang saya jadi latihan doodle lagi. Tapi bukan diatas daluang, melainkan diatas kertas biasa :)

Saya memang suka banget dengan doodle, jadi kalau ada workshop yang sejenis seperti ini, mungkin saya akan ikutan lagi. 

6 comments

  1. Keren ih mama Narend ini, segala bisa. Pengen belajar ngedoodle juga deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku sebenernya udah suka gambar dr kecil. Dulu sempet dilesin sama si mama. Cuma yagitu gak dilanjutin lagi :)

      Delete
  2. pas udah dibingkai jadi cantik banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal iti aslinya gambarnya gak jelas ^^

      Delete
  3. Replies
    1. Hihi iyaaa.. aku seneng bgt kmrn bisa ikutan :)

      Delete