5 Tips Liburan Hemat Keliling Indonesia


Seneng bangeeeettt kita akan memasuki tahun baru 2017 yang tinggal beberapa hari lagi. Kamu sudah berencana kemana aja? Sudah punya budgetnya kan? Di area lokasi rumah saya aja udah ada yang menyalakan kembang api loh, kayaknya masyarakat Indonesia pada gak sabar menyambut Tahun Baru ^^

Ngomong-ngomong tahun baru, teman saya udah ada yang cuti dari minggu ke,-2 bulan Desember 2016 lalu lho. Dia sih bukan pekerja kantoran, tapi traveler sejati. Dia ingin menghabiskan waktu liburannya sampai tahun baru tiba. Waktu saya tanya, katanya dia mau keliling Indonesia. Dan salah satu lokasi yang ingin didatangi adalah Raja Ampat. Kepala saya langsung pening deh tuh, mengingat biaya ke Raja Ampat itu tidaklah murah, masih lebih murah ke Singapore daripada ke Raja Ampat deh. Teman saya ini juga gak kaya-kaya amat anaknya. Dia masih single dan masih tinggal dengan orangtuanya. Saat ini sih ngekost. Tapi memang pekerjaan dan hidupnya diabadikan melalui travelling. Karena memang dia suka banget travelling. Gak cuma travelling aja, tapi lengkap berwisata kuliner di daerah-daerah baru itu.

Saya agak wondering ya, kok bisa ya single dan freelancer seperti dia, bisa keliling Indonesia, single traveler tanpa worried? Karena saya penasaran, lalu saya ajaklah dia untuk ngopi di coffee shop paling ngehitss di Jakarta, yang lambangnya warnyai ijo gitu deh ^^ Dan saya minta dia buka-bukaan disana. Apa sih rahasianya? Soalnya saya mau banget kayak dia. 

Nah, inilah rahasianya :

1. Riset Sebelum berangkat

Temen saya ini sebelum berangkat, pertama tentukan dulu tujuannya mau kemana. Misalnya Bali. Hal ini bisa memudahkan kita untuk menyusun itinerary. Browsing juga tempat wisata tujuannya apa saja. Bagaimana mencapai lokasi tempat wisata? Menggunakan kendaraan atau apa? Disana ada kendaraan apa saja? Pernah waktu saya ke Tulung Agung, saya pikir itu kota, yang semuanya serba modern. Gak taunya untuk angkot aja sulit. Jadi setiap orang punya kendaraan masing-masing. Karena disana untuk kendaraan umum hanya becak. Selain becak, kendaraan umum lainnya adalah bus antar propinsi. Untuk yang lokasi-lokasi dekat harus menggunakan kendaraan sendiri. 

Nah, disini saya bilang, riset sebelum berangkat itu penting banget, sampai kendaraannya disana apa. Karena menentukan budget kita juga. Berapa rupiah yang harus kita keluarkan untuk transportasi lokalnya?

2. Pastikan waktu liburannya tepat

Kalau kita tahu kapan waktu yang tepat untuk liburan, ternyata budget kita gak membengkak lho. Misalnya aja, hindari peak season, atau libur panjang. Kalau mau hemat bisa travelling di waktu yang sepi pengunjung. Pilihlah yang hari biasa. Biasanya di peak season selain tempat wisata yang dituju juga rame, harga-harga hotel dan pesawat juga sangat melambung tinggi. Lain hal kalau kamu memang tidak mempermasalahkan soal budget. Misalnya kamu memang ingin mendapatkan momentnya dan harus berangkat saat peak season, berarti kamu sudah harus siap akan biaya yang dikeluarkan.

3. Buat anggaran liburan 

Membuat anggaran menjadi salah satu hal yang dapat membantu liburan makin murah. Kamu perlu memisahkan terlebih dahulu dana liburan sebelum berangkat ke beberapa pos anggaran. Pertama, untuk membayar tiket dan akomodasi, jika perlu pesan kedua hal ini jauh-jauh hari karena harganya akan lebih murah. Kedua, pisahkan untuk keperluan makan selama liburan. Kamu bisa surveiy terlebih dahulu tempat makan yang murah. Terakhir, untuk keperluan wisata disana, kamu bisa membuat perencanaan terlebih dahulu tempat-tempat yang ingin kamu kunjungi dan juga aktivitas yang akan kamu lakukan. Anggaran berkendaraan selama di Bali pun juga penting. Kalau mau murah, kamu bisa menyewa sepeda motor yang harganya berkisar Rp 100.000-150.000 per hari. 

Seperti contohnya waktu saya ke Bali, sewa motor disana bisa mencapai 100ribu per hari. Ini saya survey berdasarkan riset dan blogwalking ke blog-blog oranglain yang pernah membahas travelling di Bali.

4. Beli tiket pesawat dari jauh hari

Biasanya, booking tiket pesawat via online bisa lebih murah. Caranya adalah dengan mencari tahu informasi promo yang sering diadakan dari situs online, baik maskapai ataupun online travel agent. Pastikan juga nih kamu mendapatkan informasi harga tiket pesawat promo terbaru. Coba ikuti semua social media online travel agent yang ada, baik Twitter, Facebook sampai Instagram dan jangan ragu untuk mendaftar di newsletter supaya tidak ketinggalan. Selain itu, kamu pun perlu memilih waktu penerbangan malam hari. Soalnya, harga tiket pesawatnya dipatok lebih murah dari penerbangan pagi dan siang hari. Tapi kalau memang kamu ingin melihat pemandangan sekitar, kamu bisa memilih berangkat pagi hari, tapi yang tidak terlalu pagi. Middle time istilahnya. Kecuali kalau kamu berangkat naik kereta api, mau berangkat siang atau malam ya sama aja sih pemandangannya ^^
5. Pilih penginapan yang murah

Ini menjadi faktor terakhir yang sangat penting. Penginapan! Ada sebagian orang yang dengan bintang 3 sampai 5 untuk bisa menginap. Tapi kalau tipe teman saya ini, yang ala backpackeran, dia bilang hotel atau penginapan dengan berbintang 2 pun tidak masalah. Karena dia tidak bertujuan untuk menikmati fasilitasnya, tapi yang ia nikmati hanya tempat wisata setempat. 

Selain itu manfaakan juga Dome. Atau sharing dengan sesama traveller lainnya. Ini lumayan menekan budget. Dan teman saya bilang, lebih baik travelling dalam jangka waktu yang lama, ketimbang dalam jangka waktu singkat. Karena dari segi makanan bisa ditekan dengan masak sendiri. 

Dan tips lainnya, tapi tidak saya masukkan ke dalam list, jangan lupa untuk mempersiapkan hati dengan bahagia, Karena dengan travelling akan menemukan moment yang tidak kamu duga, atau best moment. Karena dengan hati yang bahagia, hati kita akan siap menerima kondisi apapun :)







3 comments

  1. Tambah satu ikut lomba yg hadiahnya travelling
    tapi ini hoki-hokian sih :))

    ReplyDelete
  2. Sekarang beli jauh2 hari kadang lebih mahal coz jarang promo. mending beli 3 hari sebelum berangkat kalo lion suka murah hahaha

    ReplyDelete
  3. Memilih waktu yang tepat ini yang sepertinya agak menantang. Dulu waktu anak masih TK, travelling relatif bisa kapan saja. Tapi sekarang harus mengikuti waktu liburan anak. Jadi, mau-tidak-mau, waktu travelling bersama keluarga sangat ditentukan oleh waktu-waktu tersebut. Ujung-ujungnya biaya yang harus dikeluarkan pun jadi lebih besar.

    ReplyDelete