Mungkinkah Barang Bekas Jadi Liburan?



Akhir tahun sudah di penghujung mata. Cuma tinggal beberapa hari lagi ke depan. Kamu sudah punya planning liburan kemana? Domestik atau Internasional? Biasanya akhir tahun identik dengan travelling. Sayapun begitu, udah hunting harga beberapa perjalanan 6 bulan terakhir. Gak boleh dadakan. Tapi yang terencana bukan hanya destinasinya saja, tapi juga mempersiapkan budget. Karena untuk akhir tahun memang terbilang cukup spesial, karena harga yang ditawarkan beberapa destinasi cukup fantastis, sangat berbeda jauh dengan harga normal.

Tahun ini saya dan suami berencana untuk menghabiskan akhir tahun diluar kota. Salah satu destinasi kami awalnya adalah Singapore. Tapi karena budget kami tidak mencukupi, dan harganya lumayan fantastis, akhirnya kami membuat plan B, yaitu mengubah lokasi tujuan ke Yogyakarta. Kami sudah searching dan membuat perbandingan untuk 2 travel agent online. Harga yang saya buat adalah perbandingan antara tiket kereta, pesawat dan mobil. Mari sedikit kita hitung-hitungan ya.

Untuk harga Flight

Hari Biasa 
Tujuan Yogyakarta
Travel Agent A by Citilink (528.000)
Travel Agent B by Citilink (360.000) exclude PPN

Akhir Tahun
Tujuan Yogyakarta
Travel Agent A by Citilink 918.000 (promo)
Travel Agent B by Citilink 924.000

Untuk Harga Hotel yang sama yaitu Hotel Grand Tjokro Yogyakarta

Hari Biasa 
Travel Agent A 365.000/night
Travel Agent B 465.000/night

Akhir tahun
Travel Agent A 1.113.888/night
Travel Agent B 1.213.888/night

Kamu bisa lihat perbandingan kedua harga itu. Bedanya lumayan ya? Kesimpulannya biaya tahun baru jelas lebih mahal daripada hari biasa. Untuk akhir tahun saya membutuhkan biaya untuk travelling 2 hari 1 malam 3 orang (2 orang dewasa dan 1 orang balita 2 tahun menggunakan flight) yaitu sebesar IDR 6 jutaan.
Tapi gak cuma transportasi dan hotel aja yang harganya mahal. Tapi juga ada biaya lain yang harus kita perhitungkan, yaitu makan, jalan-jalan disana menggunakan transportasi disana, dan juga oleh-oleh. Terkadang budget oleh-oleh juga lumayan nguras kantong :))

Sudah tau harga akhir tahun mahal, akhirnya kami nabung dari 3 bulan lalu. Saya pikir cukuplah. Bad news-nya, ternyata saya baru ingat uang THR suami kemarin sudah habis terpakai, untuk ke rumah mama di Tulung Agung, Jawa Timur. Ini saya salah perhitungan, saya pikir budget THR masih ada, ternyata tidak. Waduh, bisa-bisa akhir tahun ini saya di rumah deh (low budget).

Tiba-tiba saya teringat bahwa kemarin saya lihat newsletter dari OLX yaitu info tentang bekas jadi liburan. Maksudnya apa sih? Jadi ini adalah salah satu program dari OLX untuk mewujudkan mimpi kita untuk liburan dan bersenang-senang tanpa khawatir soal budget liburan. Jadi barang-barang bekas yang kita punya bisa dijual melalui OLX.

Akhirnya saya minta waktu luang ke suami untuk bongkar-bongkar plus merapihkan barang-barang di rumah. Jujur aja sudah hampir 6 bulan rumah kami berantakan, gara-gara kami tidak punya waktu untuk beres-beres rumah.

Akhirnya suami saya setuju. Kami mulai bongkar-bongkar barang di rak pertama. Yaitu rak buku. Kami mulai mensortir buku-buku dan majalah yang sudah usang tapi masih layak dibaca. Ternyata banyak juga koleksi saya. Buku-buku majalah dari tahun 2009 masih bagus-bagus. Dulu sempat ada wacana mau dijual kiloan ke tukang loak majalah bekas, tapi kok saya merasa sayang ya? Akhirnya rencana itu gagal, jadilah buku dan majalah it duduk manis lagi di rak buku.



Terus yang bikin saya amazing lagi ternyata buku dan majalahnya masih ada yang dalam bentuk segel, alias belum saya buka plastiknya :) Saya emang hobby banget beli buku dan majalah, tapi bacanya bisa seminggu atau bahkan sebulan kemudian :)

Untuk hasil pencarian harta karun pertama saya ini, saya kira-kira saja ya, saya memakai harga jual buku bekas yang di Revo Town Bekasi, disana untuk 1 (buah) buku bekas IDR 10ribu minimal terbitan tahun 2009. Jadi kalau majalah dan buku bekas saya kira-kira berjumlah 120 buah, berarti 120 buah x IDR 10.000 = IDR 1.200.000. 

Oke, hunting saya berikutnya yaitu barang yang ada di dalam container kamar. Yaitu ada beberapa handphone yang saya miliki tapi tidak sempat terjual, lengkap dengan boxnya.



Saya memakai harga terendah. Kira-kira dari handphone yang saya kumpulkan ini totalnya adalah IDR 4.000.000

Saya lanjutkan pencarian berikutnya, ternyata di dalam container ada beberapa modem yang tidak terpakai. Wah dipikir-pikir banyak juga ini koleksi modem saya di rumah? Sudah plus kartu sih, tapi pastinya nomornya sudah hangus, karena sudah lama tidak terpakai. 




Kenapa gak saya pakai lagi? Karena di rumah sudah saya pasangkan WiFi dengan TV Kabel sepuasnya. Jadi lebih hemat dan lebih praktis. Jadinya bekas-bekas peninggalan modem berbagai varian masih lengkap saya simpan bersamaan dengan boxnya.

Untuk total nominal model yang saya punya ini sekitar IDR 1juta. Saya ambil nilai terendah saja.

Setelah ditotal-total ternyata hasil pencarian harta karun saya semua adalah sekitar IDR 6.200.000. Angka dan penilaian sya diatas belum final, karena masih ada beberapa buku dan majalah lain yang belum saya lihat di dalam gudang. Ini angka kasarnya aja. Saya happy karena ternyata dari barang bekas yang kita punya bisa mempunyai daya nilai tinggi juga kalau dikumpulkan satu persatu. Dan gak perlu repot lagi nunggiuin tukang loak barang bekas lewat depan rumah tiap kali, tinggal foto barangnya, trus upload ke OLX, jadi deh kita liburan.

Caranya gimana?

1. Kunjungi Bekas Jadi Apapun
2. Login

Ada kompetisinya juga nih. Dari tanggal 14 November sampai dengan 19 Desember 2016. Terus hadiahnya yang bikin ngences adalah :

Hadiah dari kompetisi ini adalah :
  • 16 buah tiket pulang pergi pesawat AirAsia untuk tujuan Jakarta-Singapura-Jakarta untuk 8 pemenang masing-masing mendapatkan 2 tiket dan uang saku sebanyak Rp 2.000.000,-
  • 26,000 BIG Points untuk 5 pemenang untuk tujuan ke semua rute AirAsia.
Nah, gimana? Udah tau mau barang bekas apa aja yang akan dijual? Gampang kan?

Kalau barang bekasku aja bisa jadi bermanfaat, bagaimana dengan kamu? :)



2 comments

  1. saya sampe googling di mana itu Revo town. Ternyata Bekasi Square, ya hehehe. Menarik juga programnya. Langsung bongkar barang, ah :D

    ReplyDelete
  2. Wah, pengen dong liburan dibayarin barang bekas. Hehehe...
    Saya dulu sempat jualan barang-barang bekas di salah satu marketplace, tapi karena lakunya lama akhirnya mandeg. Gak telaten ceritanya. Padahal ya kalo semua buku laku 10rb-an aja bisa lumayan buat nambah-nambah beli tiket kereta berempat, hehehe.

    Mau coba ikutan programnya OLX ini, ah. Kayanya dulu juga pernah deh ngadain program begini, tapi saya nggak ngeh. Thanks infonya, Mbak Oline :)

    ReplyDelete