10 Langkah Untuk Memulai Kerajaan Business Online Kamu


Kalau bisa dibilang bisnis yang paling ideal jaman sekarang itu bisnis online, hmm ya itu menurut pandangan saya sih. Seorang ibu rumah tangga, kalau punya bisnis atau pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah sambil mengurus anak, suami dan rumah, itu sepertinya ideal ya. Ya, at least for me. Karena sudah 7 tahun saya menjalani bisnis online yang saya kelola berdua dengan suami.




Dulu waktu saya lulus kuliah gak punya kepikiran untuk berbisnis, malahan rencananya saya ingin merintis karir jadi wanita karir. Tapi sejalan dengan waktu, sepertinya susah ya untuk mewujudkan itu. Ditambah lagi traffic di Jakarta luar biasa macetnya. Dulu waktu saya masih ngantor tahun 2007-2009-an, gak semacet seperti sekarang. Jarak tempuh rumah ke kantor hanya 40 menit via toll. Kalau sekarang kayaknya bisa 2 jam.



Dulu saya memutuskan banting stir dari karyawan ke entrepreneur gara-garanya saya ingin mempunyai waktu bebas yang bisa saya tentukan dan kelola sendiri, tidak terikat waktu, jam masuk dan pulang kantor, lalu juga saya selalu kecapekan mengerjakan double job seperti itu. Double job? Yaa, ibu rumah tangga dan juga seorang karyawan. Saya menyebut ibu rumah tangga is a profession. 

Rutinitas saya tiap hari itu saat saya masih jadi karyawan :

Bangun pagi-pagi banget, tepatnya subuh, lalu saya harus persiapan masak dengan kondisi mata sepet dan masih 5 watt, lanjut saya harus mencuci baju. Kemudian setelah selesai mencuci baju, lalu saya menyiapkan bekal makanan untuk saya dan suami bawa ke kantor. Selesai urusan beberes, saatnya saya mandi dan bebenah diri untuk berangkat ke kantor. Karena lokasi kantor kami berjauhan (saya di jakarta Selatan dan suami di Jakarta Pusat), sementara jam masuk kantor kami adalah jam 8 pagi, 1 tahun terakhir saya dan suami berangkat ke kantor dengan menggunakan kendaraan masing-masing. Jadi ada ekstra effort yang harus kami bayar untuk itu.

Pulang sampai rumah jam 7.30 malam. Malam setelah sampai rumah, saya harus bekerja membereskan rumah lagi, yaitu menggosok baju. Dan ini saya kerjakan selama 1 tahun terakhir sebelum resign, ditambah lagi dengan profesi baru saya yaitu mengelola bisnis online. Capek banget!

Jangan bahas soal ART yah, karena sejak menikah saya belum pernah kesampaian menggunakan ART. Selain memang belum dapat, kami juga belum bisa menggaji ART. Toh juga dulu belum ada anak, hidup berdua aja dan saya masih bisa mengerjakan sendiri, kok kayaknya wasting yah pakai ART? Akhirnya keterusan sampai sekarang Narend berusia 2 tahun.

Lalu karena bisnis online yang saya kelola akhirnya berbuah manis dan sangat menghasilkan, akhirnya saya resign dan full time menjadi ibu rumah tangga sekaligus mengelola bisnis. Selain saya ingin memiliki freddom time, saya juga ingin cepat memiliki anak. Karena saya khawatir kalau kecapean, saya jadi sulit memiliki anak. Alhamdulillah suami saya mendukung 100%. Karena katanya kodrat istri ya urus rumah tangga aja. Yah sukur-sukur kalau ada bisnis yah lebih baik. Kamu gak usah kerja kantoran. Cukup saya aja. 

Seiring dengan perkembangan waktu, akhirnya saya merambah ke dunia blogger. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya ngeblog, saya sudah ngeblog dari tahun 2008. Tapi sempat vakum beberapa tahun. Akhirnya saya bangun kembali blog saya di tahun 2013. Tepat 1 tahun setelah bisnis online saya dengan nama baru Aurabatik berjalan. Lambat laun blog saya alhamdulillah sudah memiliki readers atau viewers dan sudah dipercaya oleh beberapa brand, itu berjalan sekitar kurang lebih 1 tahun. Saya dulu ngeblog juga memang untuk sharing saja. Sharing apa saja tentang keseharian saya. Dan tidak disangka itu juga jadi berbuah manis dan sangat menghasilkan. Jadi ya pekerjaan saya sehari-hari sekarang mengurusi bisnis, menulis/blogging, dan juga mengurus rumah tangga. That's what I called mompreneur :)


Tahun 2013 saya memiliki 1 blog. Sejalan dengan waktu dan aktivitas, 1 tahun kemudian saya memecah blog saya menjadi 6 sesuai dengan passion dan kategori masing-masing, yaitu Parenting, Batik, Lifestyle, Food and Cooking, Pregnancy, Business. Saya memiliki blog lebih dari 1 semata-mata bukan untuk gaya-gayaan, tapi memang terlebih untuk saya ingin terlihat professional. Saya lebih suka membaca blog yang satu genre saja. Misalnya blog khusus makanan, atau blog khusus tentang lifestyle, dan sebagainya. Susah? Gak sih sama skali. Mungkin di awal terasa berat, tapi karena sudah terbiasa ya dibawa enjoy aja :)


Ohya, dulu juga saya juga pernah menjadi reseller suatu produk, tapi tidak bertahan lama, akhirnya saya memutuskan mempunyai produk sendiri saja. Dulu brand saya bernama batikmodernindonesia dan saya menuliskan ceritanya di blog batikmodernindonesia. That's why twitter saya berinsial akun Oline_BMI. Mungkin beberapa orang bertanya-tanya apa arti dari akun twitter saya itu. Nah, sekarang jadi tau ya asal muasalnya :) Setelah berjalan kurang lebih 2 tahun, akhirnya berganti nama menjadi Aurabatik. 

Melihat saya sibuk berbisnis online, ada beberapa teman yang langsung mencontact japri ke saya bagaimana caranya menjadi pebisnis untuk yang pemula. Wah saya bingung menjelaskannya bagaimana. I'm on the expert, but I'm trying to share about my experience ya.

1. Tentukan produk yang ingin dijual.

Saat kamu memutuskan untuk menjalani bisnis (khususnya reseller), kamu harus memastikan barang bisa diperoleh dalam waktu berapa lama. Lalu jika bisnisnya produksi, pastikan kamu bisa menjual repeat order dan menyesuaikan bahan baku yang ada.

2. Tentukan target market reset melalui google keyword, untuk kata kunci sesuai dengan produk yang dijual. 

Misalnya kamu menjual baju muslim, kamu bisa mencari target market kamu menggunakan google keyword. Misalnya menjual baju muslim, ya keywordsnya 'baju muslim'. Misalnya kamu menjual baju batik, ya keywordsnya 'baju batik'. Dan seterusnya.

Kemudian, lakukan reset kompetitor yang menjual barang serupa. Buatlah kemungkinan profile link calon customer. Kamu bisa mendapatkan calon customer hanya dengan melihat profile kompetitormu. Kamu bisa membuatnya di kolom khusus dalam file excel agar rapih terdatabase. Lakukan secara berkala.

3. Buat business model canvas dan tentukan brand dari produk-produk yang kamu jual.

Misalnya kamu produsen, kamu bisa melisting jenis produk yang kamu jual disana. Keep update your business model canvas. Bisa 6 bulan sampai 1 tahun. 



4. Ambil semua website dan social media.

Mumpung gratis, amankan semua nama akun yang sesuai dengan toko online kamu di social media. Mulai dari facebook, fanpage, twitter, instagram, blogspot, wordpress, sampai domain untuk website.

5. Bangun landing page kamu

Tentukan alamat domain sesuai dengan reset yang dilakukan di awal. Ambil semua domain dengan extension yang berbeda. Jika barang yang dijual banyak, kamu bisa menggunakan CMS e-commerce.

6. Tentukan kata kunci kamu (keyword).


Gunakan kata kunci dari google keyword (dari point no 2). Listing semua produk yang kamu jual dan tentukan kata kunci yang sesuai.

7. Mulai pasarkan produk kamu melalui iklan.

Kamu bisa mencobanya melalui facebook ads, atau google adwords.

8. Buat blog dari produk yang kamu jual


Untuk alamatnya bisa mengambil keyword produk yang kamu jual. Muatlah informasi tentang produk yang kamu jual. Lakukan soft selling dari artikel yang kamu buat di blog.

9. Buat mini blog yang mendukung bisnis utama kamu


Gunakan sub-keywords dari point nomor 2 untuk mendukung kata kunci untuk produk yang kamu jual. Lakukan backlink ke blog dan website utama kamu.

10. Berdoa dan berusaha
Usaha sekeras apapun tanpa diiringi doa akan menjadi sia-sia.

Nah, untuk mendukung dan mewujudkan 10 langkah diatas dibutuhkan beberapa hal di bawah ini :

1. Kamu bisa menitipkan produk kamu di e-commerce atau marketplace terpercaya.

Untuk meningkatkan penjualan, kamu bisa menitipkan produkmu di marketplace pilihan kamu. Pilihlah marketplace yang sudah mempunyai traffic (market). Kalau tidak, sama saja kamu berjualan di daerah yang gak ada penghuni atau penduduknya. 
Salah satunya kamu bisa mencoba bobobobo.com. Untuk bisa menjadi merchant e-commerce premium ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu :

  • Barang kamu harus bisa repeat order
  • Bukan barang KW 
For details how to be merchant at bobobobo, you may read this : Digital Business Your Way Through Your Blog and Social Media


2. Dukung bisnis dengan internet ultra cepat 

Dari awal saya membangun bisnis memang saya memutuskan hanya berjualan online saja. Membangun bisnis online sama saja repotnya dengan bisnis offline kok. Hanya saja medianya berbasis online. dan berbisnis online pastinya sangat mengandalkan dan membutuhkan kecepatan koneksi internet. Karena untuk download, upload foto harus membutuhkan koneksi yang oke. Rasanya gak mungkin bila tidak didukung dengan internet yang super cepat. Dan salah satunya kamu bisa menggunakan myrepublic. Internetnya gila super banget! Saya sudah pernah mencobanya di salah satu event, untuk upload foto, upload video, akses website, dan sebagainya. emang oke banget. 

Contoh video yang telah saya upload seperti ini.



3. Update informasi

Sebagai blogger dan juga entrepreneur, secara otomatis menuntut saya untuk selalu update. Update akan berita terbaru, fashion terkini, lifestyle, atau bahkan gosip yang lagi happening (Upss, kayaknya ini khusus untuk ibu-ibu rumah tangga aja ya:)). Dan salah satu channel info yang sering saya akses adalah Channel News Asia. Bahasa yang digunakan disini adalah English. Yah hitung-hitung saya belajar bahasa Inggris. Terlebih lagi saya sebentar lagi akan engage dengan salah satu perusahaan dan secara tidak langsung saya harus fasih untuk menggunakan bahasa Inggris dalam tulisan.

Bahasa Inggris saya katrok banget. Dulu waktu saya kuliah saya sempat les business conversation di salah satu english course terkemuka selama 3 grade. Dan secara tidak langsung saya berinteraksi dengan para native speaker. gak cuma itu, dulu saya sempat juga sering berubungan dengan orang asing karena memang pekerjaan saya yang menuntut saya untuk bisa berbahasa Inggris. Tapi itu tidak berlangsung lama, setelah menikah dan tidak pernah dilatih akhirnya vakum lagi deh. That's why saya sering membaca berita online seperti Channel News Asia ataupun Jakarta Post.

What would you do If you'll be a winner of this blog competition?

Ada beberapa planning yang akan saya lakukan seandainya saya menjadi salah satu pemenang dari lomba blog ini. Sebenarnya sih saya hanya merangkum dan menuliskannya dalam buku besar saya, tapi yah hitung-hitung saya bisa menuliskannya disini sebagai catatan perjalanan saya nantinya.

1. Memasang Internet Cable

Hmm.. rencananya saya ingin sekali memasang internet ultra cepat. Selama ini saya mengandalkan koneksi GSM saja, yang terkadang sinyalnya naik turun. Kadang cepat, kadang tidak dan juga sangat berpengaruh terhadap cuaca. 

Saya akan memasang paket basicnya myrepublic untuk mendukung proses upload ke youtube. Selain itu juga untuk maintanance online shop dan blog. 

2. Memasang Iklan di facebook dan Google, sesuai dengan profile yang sudah didapatkan.

Di facebook atau google, kamu bisa setting target market yang kamu inginkan. Dengan beriklan on target pastinya penjualan akan lebih mudah kan? Seperti menjaring ikan di laut yang sudah jelas banyak ikannya.

3. Membangun Blog Bisnis Untuk memperkuat soft selling dan backlink

Buat yang ingin focus di bisnis online, backlink dan website itu wajib kamu kuasai. Gunanya untuk memperkuat posisi kamu di mata google. Karena sekarang sudah jamannya soft selling, bukan lagi hard selling. 

Alhamdulillah saat ini blog baru khusus untuk bisnis sudah saya persiapkan, tinggal mempersiapkan adminnya dan waktu time schedulenya saja. Doakan yah bisa segera rampung sebelum akhir tahun. Banyak cita-cita dan impian saya yang belum saya wujudkan juga soalnya :)

4. Bazaar di Perkantoran

Sekitar tahun 2010 saya pernah mencoba bazaar di perkantoran dan juga mall. Dan itu luar biasa omsetnya. Tapi karena kendala di SDM, saya tidak melanjutkannya lagi. Terlebih lagi saat itu saya sedang program punya anak, lagi-lagi saya takut kecapean. 

Selain itu juga saya pernah mengalami kendala di modal. Barang yang harus dibawa saat bazaar itu harus sekitar 200-400 pcs. rata-rata bazaar di perkantoran sekitar 3-5 hari. Waktu itu saya masih berjualan barang-barang reseller. Dan stock baju di rumah saya belum sam;pai 200 - 400 pcs. Karena saya mengalami kendala modal yang tidak terlalu besar, akhirnya saya tidak melanjutkannya lagi. Sedih banget, padahal omsetnya lumayan banget.

Buat kamu yang berbisnis online, sesekali kamu juga perlu yang namanya adakan bazaar atau mungkin garage sale. Karena ada kalanya orang butuh untuk pegang langsung produk kita. Apalagi produk saya batik, khusus untuk penggemar batik (tulis), mereka lebih suka bersentuhan dan merasakan langsung kain atau bajunya. Kebetulan produk saya bisa dikatakan produk dengan harga premium. 

Insyallah tahun 2016 yang tinggal beberapa bulan lagi ini, saya bisa mewujudkan rencana saya yang tertunda, bisa bazaar-bazaar lagi di perkantoran atau mall.

5. Menambah Jumlah Produksi

Iya saya pengen banget menambah jumlah produksi, karena target saya tahun depan di 2017 saya ingin mencoba peruntungan masuk ke salah satu Departemen Store. Dan tentunya menambah junlah produksi harus saya penuhi sebagai syarat utama.

6. Join Komunitas Bisnis

Ke depannya saya akan lebih banyak join komunitas bisnis. Selain untuk memperluas networking dan juga bisa sebagai salah satu sarana marketing bisnis saya.

Itulah mimpi, rencana dan perjalanan bisnis saya. Mudah-mudahan kamu yang membaca perjalanan bisnis dan hidup saya bisa mendapatkan gambaran yah, kamu mau berbisnis apa, bagaimana penjualannya, dan sebagainya. Yang pasti kamu kudu punya minat and passion dulu di bidang bisnis yang akan kamu jalani. Dengan begitu usaha yang kamu jalani bisa berjalan dengan lancar.



Happy Selling!
Xoxo



19 comments

  1. Masih kurang faham dengan bisnis model canvas ini. Pernah diajarin di komunitas pengusaha Batam tapi sudah lupa lagi hehe. Thanks Mbak sharingnya. Jadi mengingatkan kembali untuk mulai membangun bisnis sendiri dibanding jadi pegawai terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gampang sebenarnya mba BMC itu. Harus banyak latihan bikin BMC.
      Sama2, terima kasih juga udah mampir :)

      Delete
    2. Gampang sebenarnya mba BMC itu. Harus banyak latihan bikin BMC.
      Sama2, terima kasih juga udah mampir :)

      Delete
    3. Artikelnya Gak Jelas.

      Delete
    4. Mbak Carolin, Kan dirumah pakai First Media Kan ? Kenceng Gak Internetnya

      Delete
    5. Wih, gak nyangka masuk nominasi, tapi masih bagusan first media sich, myrepublic banyak complain nya, produk gagal tuch

      Delete
  2. waah tips2 lengkap mba oline.sukses lombanya yaa

    ReplyDelete
  3. dari dulu beberapa kali nyoba bisnis online on and off aja karena gak konsisten :( eh baca ini jadi semangat lagi deh.. thank tipsnya ya Lin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaa2.
      Ayooo semangat lagiiii. Hidupkan lagi jiwa bisnisnya. Demi ngebulnya dapur rumah tangga. Hahaa..

      Delete
    2. Samaa2.
      Ayooo semangat lagiiii. Hidupkan lagi jiwa bisnisnya. Demi ngebulnya dapur rumah tangga. Hahaa..

      Delete
  4. Aku baru mau seriusan jualan online, tapi bukan fashion mba.. BROWNIES. Aku butuh tips untuk jualan makanan online especially pengiriman ke luar kota. Ada yang bisa bantu?

    ReplyDelete
  5. Wah, ternyata wanita itu lebih sibuk dari pada pria. Harus bangun pagi, pulangnya malem, masih ada kerjaan rumah juga, salut deh. Btw, sukses buat bisnis dan lombanya ya Mbak Caroline Adenan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mas. Para istri rutinitasnya begitu. Makasih ya mas :)

      Delete
    2. Iya betul mas. Para istri rutinitasnya begitu. Makasih ya mas :)

      Delete
  6. Hebat kamu kak, bisa punya blog sampai 6 biji. Aku ngurus 1 biji aja ngos2an hehehe
    Eh bazar kantor2 ini masih ngehitss yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahh kaka Cumi gituuu dehhh.
      Kaka ngos2an jalan2 mulu sih kak :))
      Masih dong. Dan omsetnya lumayan dari sana.

      Delete
    2. Ahh kaka Cumi gituuu dehhh.
      Kaka ngos2an jalan2 mulu sih kak :))
      Masih dong. Dan omsetnya lumayan dari sana.

      Delete