Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Wajah Baru Bandara Indonesia

Menyebut 1 kata bandara yang teringat oleh saya adalah Bandara Sekarno Hatta. Karena dulu waktu saya jaman-jaman masih kerja kantoran, saya sering tuh orderin tiket flight buat para direksi di kantor. Jadi yah minimal taulah kota destinasi dan nama flightnya apa aja.

Tapi yah, yang namanya naik flight saya belum pernah tuh seumur-umur. Ciyus deh. Orang bisa bilang udah melalang buana pakai pesawat, kalau saya? Ishhh boro-boro. Ke bandara aja saya cuma sekali. Itupun cuma anter saudara mau ke Thailand.


Makanya, waktu saya terima undangan event community gathering dari Liputan6.com, sayanya seneng banget! Soalnya katanya bandara Soetta akan dibangun bandara baru, namanya Terminal 3. Udah pernah tau blom infonya? Kalau mau tau, baca ceritaku sampai selesai ya. Semoga gak membosankan :)

The Beginning

(Haiis kayak film drama yak. Hahahaa).
Jadi, saya berangkat menuju meeting point di kantor liputan6, yaitu di SCTV Tower (samping persis Senayan City) pukul 10.00 pagi. Berangkat dari rumah jam 8 pagi (bareng suami). Alhamdulillaaah sampai lokasi jam 10 kurang dikit. Iyes  katanya acara kali ini gak boleh telat katanya, supaya bisa sampai di lokasi sesuai jadwal dan gak kesorean baliknya. Okelah kalau begitu.

Tapi berangkatnya baru bisa sekitar jam 11 kurang, karena menunggu teman-teman yang lain dulu. Ada yang kejebak macet, ada yang masih menunggu busway.

Jadi ya foto-foto dulu saja yah eike disini. Bersama mba Donna yang ramah ini :)

(Foto2 before dengan mba Donna)

On the way

Selama perjalanan ceritanya mau bobo cantik, tapi ternyata gak bisa! Karena hape saya masing tang-ting-tung, alias email datang terus menerus. Yeaaa email soal kerjaan yang harus direspons saat itu juga *hiks*. Padahal saat itu saya lagi kurang tidur tuh, alias baru tidur 4 jam aja. Gara-gara semalamnya ngerjain deadline :(

Arrive at Destination

Wah, baru mau tidur udah sampai lokasi ajaa. Kira-kira pukul 11.30 kami sampai di lokasi. Kami ke kantor Angkasa Pura terlebih dahulu.

Kantor Angkasa Pura (Dok : Pribadi)
 Sampai di lokasi para blogger registrasi terlebih dahulu

Bloggers Registrasi Terlebih dahulu (doc pribadi)

Berhubung hari itu adalah hari Jumat, para pria bersiap-siap untuk melaksanakan sholat Jumat terlebih dahulu. Lokasi mesjid ada di sebrang Angkasa Pura. Jadi para wanita dan teman lainnya menunggu di kantor.

Mesjid sebrang Angkasa Pura

Di samping mesjid, lagi ada bazaar, beberapa teman ada yang tergoda untuk melihat-lihat disana :)

On the way to Terminal 3

Selesai dari Jumatan, para rombongan blogger bersama team dari Angkasa Pura berangkat menuju Terminal 3. 








Finally Terminal 3!




Sampai di lokasi, kamipun foto-foto terlebih dahulu. Sambil menunggu Pak Rizal Ramli hadir ke bandara ini.





Setelah 30 menit, akhirnya Pak Rizal Ramli datang. Wah disini saya berasa kayak wartawan beneran, soalnya saya jadi ikut-ikutan lari-larian kesana kemari untuk mengambil gambar momentnya. Padahal ya gak usah gitu-gitu amat juga sihh. Hahaaa.. saya baru sadar sekarang :)


All are still under renovation






Memasuki Scanning Barcode




Press Confrence Terminal 3

Sebelum menuju lokasi press confrence, kami melewati beberapa titik dan menurut saya ini penting untuk diabadikan. Di sepanjang arrival (kedatangan) akan ditunjukkan gerbang kebangsaan Indonesia, yaitu berupa hasil karya seni. Dan berikut maestro sesi yang dihadirkan fotonya disini.


Sebelah kanan ada full landscape.




Selesai menikmati interiornya, saya dan rombongan media menuju lokasi press confrence diadakan. Yaitu lokasinya dibawah. Kami turun ke bawah dengan menggunakan escalator.




Nah, disinilah lokasi press confrencenya.


Acara press confrence siang itu dihadiri oleh 3 nara sumber. Yaitu Pak Rizal Ramli dan juga perwakilan dari PT. Angkasa Pura.

Tentang Terminal 3

Terminal 3 Soetta ini panjangnya 1,4km (dari ujung ke ujung), jadi lebih mudah aksesnya jika orang mencari lokasi flight tujuan.
Penumpang yang akan check in akan discan dari barcode sistem, jadi lebih efisien karena less people. Dan terminal 3 ini sepenuhnya dioperasikan oleh PT. Angkasa Pura.

Beberapa teknologi yang ada di Termina 3 Ultimate adalah :

1. BHS Level 5 yang bisa mendeteksi bahan peledak atau bom. Apabila suatu barang terdeteksi bom, maka akan langsung dimasukkan ke bom blanket untuk kemudian ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

2. ASS atau airport security system yang berfungsi layaknya intelijen. Dengan teknologi ini CCTV dapat mendeteksi wajah penumpang atau pengunjung bandara yang masuk ke dalam daftar pihak berwajib.

3. Fully IBMS atau Intelligence Building Management System. Teknologi mengatur agar Terminal 3 Ultimate menjadi suatu bangunan yang mengusung konsep eco green. Seperti misalnya mengatur pengeluaran air, listri dan sebagainya.

4. Rain Water System. Teknologi ini untuk menampung air hujan sehinga bisa digunakan sebagai air bersih.

5. Recycle Water. Teknologi yang mampu mengolah air toilet untuk kembali lagi menjadi air toilet sehingga dapat menghemat penggunaan air.

6. Sistem penerangan menggunakan teknologi yang dapat mengatur terang dan redup secara otomatis sesuai dengan kondisi.

Terminal 3 ini melayani penerbangan internasional dan juga domestik. Kapasitas penumpangnya adalah 25.000 per tahunnya.

Tentang Design Terminal 3

Ide dasarnya adalah Nusantara, yaitu Indonesia yang dihubungkan dengan laut (bukan dipisahkan, selama ini orang hanya tau Indonesia dipisahkan oleh laut katanya). Dan benang merah dari Terminal 1 dan 2 adalah elemen tradisional (atap miring) yang merefleksikan rumah adat. Lalu terminal 2 Soetta mempunyai inner garden, yang sudah mendapatkan award.





Selesai dari sesi pertama, selanjutnya adalah sesi talkshow kedua, yaitu nara sumbernya adalah Miss Jinjing.

Miss Jinjing (Doc : Pribadi)

Talkshow sesi kedua ini sedikit lebih santai dan asyik, karena kita disini mendengarkan cerita langsung kisah perjalanan dari Miss Jinjing tentang travellingnya selama ini.

Miss Jinjing ini saya sudah lama mengenalnya. Gimana gak kenal, lha wong bukunya eksis di seluruh toko buku. Bahkan di beberapa destination. Sebut saja Beijing, Kuala Lumpur, Paris, Bangkok, you named it laah. Ada semua. Masing-masing 1 buku untuk 1 destinasi. Tapi yah saya belum punya satupun, karena budgetnya belum masuk ke buku bulanan saya. Iyah, buku-bukunya lumayan pricey bagi saya. Karena full colour kali yes? 



Miss Jinjing cerita kalau orang-orang Korea sangat bangga dengan airportnya. (Yeaa well, saya belum pernah ke Korea siy, tapi saya cukup percaya apa yang dikatakan oleh Miss Jinjing), dan sudah seharusnya bangsa Indonesia juga berbangga dengan airportnya sendiri. Miss Jinjing sering sekali diundang oleh tamu-tamu asing. Jadi sering sekali melihat berbagai airport di seluruh dunia. Jadi ya no wonder kalau beliau khatam banget soal airport ya :)

Budget Travelling Darimana?

Soal budget travelling? Hmm,. semua orang pasti bertanya-tanya darimana? Jawabannya, Miss Jinjing ini pernah bekerjasama dengan dinas pariwisata dan pemerintah Indonesia untuk kepentingan travellingnya. Dan miss Jinjing sempat berpesan kepada semua writters atau bloggers, kalau mau menulis, menulislah dengan hati supaya hasilnya maksial. Dan kalau bisa menulis di blog itu jangan sekaligus ditulis semua, lebih baik dibuat per part saja, agar lebih fokus, dan mata orang juga tidak lelah.

Beliau sempet cerita bahwa beliau pernah punya pengalaman unik di Jambi. Dia pernah tinggal 7 tahun di Jambi. Salah satu oleh-oleh yang sering dibawanya ke Jakarta adalah Sirup Pinang. Katanya, satu-satunya Bandara yang memungkinkan untuk flughtnya balik lagi cuma di Jambi itu. Ceritanya sambil tertawa. Iya, karena waktu itu si Miss Jinjing ini membawa sirup Pinang (kalau gak salah) sebanyak 200 pax dan sudah dimasukkan ke dalam bagasi pesawat. Tapi Miss Jinjing belum naik dan sempat panik. Akhirnya setelah dikoordinasikan flightnya balik lagi dan menjemput Miss Jinjing. LOL. So, Miss Jinjing sangat appriciate terhadap cara kerja dari Angkasa Pura yang sangat responsif terhadap masalah ini.


Miss Jinjing sangat impression terhadap pembangunan Terminal 3 ini. Karena Airport sesungguhnya adalah pintu gerbang suatu negara. Jadi sudah seharusnyalah Indonesia memiliki airport sekeren Terminal 3 ini.

Selesai sesi talkshow dengan Miss Jinjing, talkshow dilanjutkan dengan sesi selanjutnya yaitu berkenalan lebih dekat dengan arsitek dari Terminal 3 ini, beliau adalah Pak Benyamin.



Pengerjaan Terminal 3 ini hasil kerja keras melalui sebuah Tender, dan hanya diberikan waktu 1,5 bulan saja untuk basic desain. Dan Pak Ben ini hanya fokus di terminal 3.


Saya gak pernah menyangka bahwa interior dari Terminal 3 ini adalah ternyata adalah karya anak bangsa :)
Mengutip dari perkataan Pak Rizal, bahwa bangga menjadi orang Indonesia karena orang Indonesia bisa menjadi orang hebat :)

Sementara terminal 3 ini melayani kota domestik Jogja, Solo, Padang, Semarang. Menyusul kota dan negara lainnya. Kita bisa berbangga bahwa kita bisa punya airport yang head to head dengan bandara Changi di Singapore :)

Pak Ben atas nama generasi muda mengucapkan terima kasih kepada Angkasa Pura yang sudah mempercayakan bahwa KAMI BISA.

Selesai sesi talkshow kamipun menikmati interior Terminal 3. Dan inilah kemegahannya. (maaf, banyak foto-foto narsis saya disini) :)










Sebelum balik ke Jakarta, saya sempat mampir ke toiletnya. Wahh perlu diacungi jempol nih, karena toiletnya bersih banget dan pelayanannya pun ramah banget. Saya disapa oleh semua cleaning service disana :)


Whoaaah, finally saya senang banget bisa ikut tour Terminal 3 kali ini. 

5 comments

  1. Keren mbaknya..lupa bawa koper ya biar sekalian gituu, dilayani terbang

    ReplyDelete
  2. Wah keren ya jadinya, teknologinya juga udah canggih. Salut euy!

    ReplyDelete
  3. mirip kuala namu medan yak,persis

    ReplyDelete