Cara Untuk Mengenali dan Mengembangkan 8 Tipe Kecerdasan pada Anak

Kalau bicara soal ilmu parenting, emang tiada habisnya ya. Karena jaman terus berkembang dan banyak ilmu-ilmu parenting baru yang wajib kita tahu. Kita-pun sebagai orangtua kita selalu terus belajar dan keep update. Karena bagi saya pembelajaran jadi orangtua itu seumur hidup. 

Untuk itulah saya ingin terus memperbarui ilmu parenting saya dengan mengikuti talkshow yang diselenggarakan oleh RISE (RISE Immersive Subject - based English) di fX Sudirman, Jakarta.



Nara sumber yang dihadirkan yaitu Ms. Hanlie Muliani, M. Psi, seorang psikolog, dan juga seorang penulis buku "How to Deal with Your Child".




 Ada 3 topik yang dibawakan oleh Ms. Hanlie, yaitu :

1. Bagaimana memaksimalkan inteligensi anak?
2. Kapan anak mulai belajar?
3. Metode apa yang terbaik untuk anak?

Gimana? Menarik? Saya bahas satu persatu yah.

Memaksimalkan Inteligensi Anak

Setiap anak itu unik, dan pada dasarnya semua anak dilahirkan adalah pintar. Setiap anak juga memiliki inteligensi yang berbeda-beda pula. Itulah sebabnya anak kita berbeda dengan anak lainnya. 

Dari 8 Multiple Intelligence ini, kita sebagai orangtua wajib tau bagaimana mengembangkan talenta atau skill yang dimiliki oleh anak kita. Apa aja sih Multiple Intelligence itu?

1. Logic Mathematic Intelligence

Ahli dalam hal hitung menghitung, expert dalam hal angka, simbol, pola pemikiran, logika, dan sistematika dalam hal berpikir. Stimulasi yang bisa diberikan adalah kita bisa bermain balok-balok (bangunan 3 dimensi), bereksperimen, membandingkan sesuatu, menemukan pola pikir, sampai kepada pemecahan masalah.

2. Visual Spatial Intelligence

Ahli dalam menggambarkan sesuatu dalam rupa bentuk ataupun gambar. Stimulasi yang bisa diberikan adalah kit bisa bermain dengan bentuk-bentuk balok, bangun ruang, role play, puzzle competition, atau bermain origami. Intinya adalah semua stimulasi yang membutuhkan pola pikir terhadap bangun ruang. Profesi yang bisa dikembangkan adalah pelaut, pilot, membuat patung,  pelukis, designer, atau arsitek.

3. Music Intelligence

Peka terhadap musik, menciptakan lagu serta apresiasi musik, mungkin ini adalah salah satu ciri yang menonjol pada kecerdasan ini. Stimulasi yang dikembangkan bernyanyi, mendengarkan musik, dan memahamai berbagai suara.


Bernyanyi atau suka bermain musik itu juga bisa sebagai obat terapi lho. Karena bernanyi itu berusaha menyeimbangkan antara otak kiri dan kanan. Dan biasanya digunakan untuk golongan usia lanjut. Musik juga bisa menghindarkan kita dari penyakit Alzeimer atau parkinson.

4. Physical Intelligence

Yang berhubungan dengan fisik. Biasanya untuk anak yang suka berolahraga. Kecerdasan ini adalah kemampuan untuk menyeimbangkan serta koordinasi yang baik antara otak dan tubuh. Kecerdasan ini akan menghasilkan memory yang kuat, mood yang positif, Inteligent yang cukup kuat, serta prestasi akademik di sekolah yang oke.

5. Nature Intelligence

Yaitu kemampuan untuk mengenal alam sekitar, memahami mahluk hidup lain, yaitu hewan dan tumbuhan (selain manusia). Stimulasi yang bisa dilakukan adalah belajar mengumpulkan dedaunan atau batu-batuan, mendengarkan suara binatang, dan mengamati tingkah laku binatang dan alam.

6. Intrapersonal Intelligence

yaitu mampu mengenal dirinya sendiri dan mampu mengontrol emosi diri sendiri. Stimulasi yang bisa dilakukan adalah memahami emosi, mengajarkan si kecil untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya secara mandiri, role play, memberikan pilihan dan bermain dengan kartu emosi. Profesi yang akan dihasilkan adalah konselor, psikologi atau pemimpin agama.

7. Interpersonal Intelligence

Yaitu kemampuan memahami oranglain dan bisa membangun hubungan sosial yang baik. Stimulasi yang bisa diberikan adalah memahami perasaan oranglain, bermain dengan temannya, belajar berbagi dan belajar untuk bisa antri. Profesi yang bisa dikembangkan adalah Public Relation, Pekerja Social, Pemimpin ataupun diplomat.

Dan yang terakhir adalah

8. Languange Intelligence 

Meliputi kemampuan secara verbal maupun tertulis. Yang umumnya profesi yang bisa dikembangkan seperti novelist, journalist, editor, reporter ataupun presenter. Stimulasi yang bisa dilakukan adalah dengan membacakan cerita pada anak, mendongengkan atau bisa menuliskan cerita pada anak. Manfaat membacakan cerita pada anak minimal 15 menit per hari, anak kamu akan mempelajari 1 juta kosakata dalam satu tahun.

Usia 0 - 12 bulan adalah usia keemasan untuk belajar bahasa, Belajar berbicara baik bahasa ibu, ataupun bahasa asing. Kenapa belajar bahasa itu sangat penting? Karena di setiap akademik (sekolah) pasti membutuhkan si anak lancar berbahasa. Dan mengapa belajar bahasa Inggris itu penting? Karena kita sudah memasuki jaman MEA (Masyarakat Ekonomi Asean), yang semuanya diharuskan BISA berbahasa dan lancar berbahasa Inggris. So, sebaiknya mulai dari sejak dinilah kita perkenalkan bahasa Inggris kepada anak-anak kita.

Dan mengapa bahasa Inggris diperlukan anak-anak abad 21? Karena semuanya harus MELEK TEKNOLOGI. Pribadi yang feksibel, mandiri dan mampu berkomunikasilah yang nantinya diperlukan untuk berkompetisi.



Anak yang cerdas bila bisa menyeimbangkan antara masing-masing Intelligence-nya.



Tapi kalau ditanya sebaiknya minimal setidaknya 2 ME yang harus dikembangkan secara bersamaan. Caranya bagaimana? Dengan memberikan stimulasi untuk tipe kecerdasan yang ingin kita kembangkan pada si anak tersebut.

Salah satunya bila kita ingin mengembangan kemampuan berbahasa Inggris, RISE Indonesia menyediakan sarana dan media untuk si anak dapat mengembangkan (potensi) bakatnya di bidang languange intelligence.

RISE pada dasarnya adalah tempat kurus berbahasa Inggris untuk anak-anak, dimulai start dari usia 2 tahun. RISE menawarkan konseo pembelajaran

Ms. Imelda
Ada 3 hal teaching approach yang dimiliki dan diajarkan di RISE, yaitu :

1. Active learning

Anak akan diajarkan untuk berimajinasi serta memiliki pola pikir seperti di kehidupan nyata. Istilahnya langsung praktek kepada kehidupan nyata. Permainan yang diberikan berupa bermain secara spontan, bermain yang terencana, menyelidiki, menjelajahi berbagai peristiwa atau pengalaman hidup. Jadi opendekatan yang dilakukan semua secara aktif, guru hanya sebagai fasilitator saja.



2. Positive guidance

Disini menekankan kepada disiplin yang positif. Jadi anak-anak sebisa mungkin belajar dan mendengarkan dengan patuh apa yang guru katakan. Peraturan itu bukan bersifat melarang, tapi justru membiarkan anak bebas berekpresi secara bertanggung jawab.

3. Scafolding

Yaitu mengajarkan kepada anak untuk mempunyai pondasi personal yang kuat. Simplenya contohnya seperti ini, dalam satu kelas, guru memberikan clue (petunjuk) bagaimana cara memecahkan satu masalah. Nahh si anak diharapkan bisa memecahkan masalah tersebut tanpa support dari siapapun, termasuk gurunya.

Jdi, sudah terjawab yah semua pertanyaan dari topik Ms Hanlie diatas.

1. Bagaimana memaksimalkan inteligensi anak? Yaitu dilihat satu persatu sesuai dengan potensi (intelligence) yang dimiliki si anak tersebut. Jadi misalnya anak kita sudah terlihat bakatnya di bidang tarik suara, dan minatnya ada disana, kita sebagai orangtua bisa memfasilitasinya dengan mengikutkan anak kita ke les musik atau dunia tarik sura.

2. Kapan anak mulai belajar?
Ya sekarang!



3. Metode apa yang terbaik untuk anak? Adalah ketiga metode yang diberikan pada RISE English Course ini, yaitu belajar aktif, mempunyai personality yang kuat. 

Semoga apa yang saya sharing ini bermanfaat ya.




1 comment