Mengatasi Masalah Kesehatan Pencernaan Anak Untuk 1000 Hari Pertama Kehidupan


Topik pencernaan ini masih erat kaitannya dengan 1000 hari pertama kehidupan adalah periode emas penentu kesehatan di masa depan. Karena 1000 hari pertama tersebut adalah hari pertama kehidupan dimulai. Yaitu sejak awal kehamilan sampai anak berusia 2 tahun. Analoginya seperti ini :


1000 Hari pertama kehidupan periode dimana anak kita tumbuh dengan pesat dan berkembang secara signifikan bersamaan dengan tahap pertumbuhan otak, sistem pencernaan dan sistem daya tahan tubuh juga sedang mengalami tahap perkembangan. Oleh karena itu nutrisi yang tepat sangat diperlukan untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Mengapa Nutrisi Sangat Penting?

Nutrisi 1000 hari pertama kehidupan tidak hanya berdampak pada kesehatan jangka pendek bayi tapi juga berdampak panjang hingga dewasa. Tantangan selama 1000 hari pertama kehidupan mempengaruhi resiko penyakit tidak menular di masa mendatang seperti obesitas, diabetes, alergi dan penyakit jantung.

Kesehatan Jangka Panjang

1000 hari pertama kehidupan menawarkan kesempatan emas untuk membangun kehidupan sehat di kemudian hari. Nutrisi yang tepat berperan sangat penting pada periode ini. Pertumbuhan yang pesat dan perkembangan selama masa kehamilan, menyusui dan anak-anak memerlukan nutrisi khusus yang berbeda-beda pada setiap periodenya. So, penting untuk memastikan setiap ibu dan anak mendapatkan nutrisi yang optimal pada 1000 hari pertama kehidupan.

Saluran Cerna Yang Sehat Untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak

Nutrisi yang tepat juga dipengaruhi kesehatan dari saluran pencernaannya. Bagaimana ia bisa tumbuh optimal kalau saluran pencernaannya aja terganggu? Saluran cerna yang sehat akan mendukung optimalisasi tumbuh kembang anak. Saluran cerna yang sensitif terhadap gangguan, anak menjadi rentan untuk gagal tumbuh. Karena saluran cerna memerlukan nutrisi yang tepat agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik dalam mencerna dan menyerap makanan, begitu juga sebagai pertahanan terhadap beberapa gangguan saluran cerna seperti diare dan konstipasi. Tapi bagaimana cara kerjanya bisa saluran cerna mengganggu tumbuh kembang anak? Dan bagaimana sih sikap kita sebagai orangtua bila ada masalah dengan saluran pencernaan dengan anak kita? Dibawah akan saya jelaskan apa hubungannya dan bagaimana kita menyikapinya ya.

Nutrisi Tepat Kunci Kesehatan Pencernaan Bagi Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak


Siang itu tanggal 28 April 2016 bertempat di Hotel JW Marriot Kuningan Jakarta, saya menghadiri acara talkshow Nutrisi Untuk Bangsa bertemakan EARLY LIFE NUTRITION: Dasar-Dasar dan Pedoman Praktis Mengatasi Pencernaan Sensitif pada Anak. Para narasumber yang dihadirkan adalah Dr Badriul Hegar, Phd SpA(K) – Konsultan Gastrohepatologi RS Cipto Mangunkusumo dan DR Dr Ahmad Suryawan, SpA(K) – Konsultan Tumbuh Kembang Anak dari RSUD Dr. Soetomo (atau yang lebih dikenal dengan Dr.Wawan.

MC siang itu adalah Dr. Lula Kamal. Wah, cantik sekali siang ini dengan balutan baju berwarna hijau :)

Dr. Lula Kamal
Dr. Lula Kamal di awal sesi sharing bahwa anaknya yang kembar nomor 2, menjadi pasien langganan dari Dr. Hegar. Pasalnya anaknya itu pernah bermasalah dengan saluran cerna, yaitu kena diare. Pupnya yang bau, perutnya kembung, dan susah makan. Saking sensitifnya, pencernaan anaknya jadi sensitif dengan coklat dan es krim. Pokoknya kalau makan coklat atau es krim terlalu banyak, ususnya jadi sangat sensitif. Nah, kalau kondisi seperti itu, perlu dikhawatirkan gak sih? 

Dr. Badriul Hegar, Ph. D, SpA (K) atau yang lebih akrab dipanggil Dr. Hegar, mengatakan saluran cerna memiliki peran yang unik dan penting bagi kesehatan anak. Karena tidak hanya mencerna dan menyerap makanan tapi juga sebagai pembayas antara dunia luar dan dunia dalam tubuh, istilahnya barrier. Saluran pencernaan adalah organ yang sangat komplit, yang 40% selnya adalah jaringan limfoid yang merupakan sel sistem imun, maka perannya dalam mekanisme pertahanan tubuh secara keseluruhan menjadi sangat penting.



Bayi itu alat pencernaannya masih belum matang, mahluk yang sangat rentan, karena :


  1. Secara fisiologi saluran pencernaannya belum matan sehingga perannya sebagai sistem imun (pertahanan tubuh) juga belum matang, 
  2. Sel-sel pada permukaan usus yang telah matang, saling terikat satu dengan yang lainnya, sedangkan pada bayi-bayi tersebut masih dalam posisi renggang sehingga memudahkan kuman atau makanan yang sensitivitasnya tinggi masuk ke dalam tubuh bayi, yang dapat menimbulkan masalah pada kesehatan.
Sekitar 70-80% sel imun dihasilkan oleh saliran cerna dan proses ini berkembang pesat pada satu tahun pertama kehidupan. Saluran cerna sehat diharapkan dapat menoleransi makanan yang masuk ke dalam tubuh anak dan meningkatkan proteksi terhadap kuman penyakit.

Skitar 30% anak memiliki saluran cerna yang sensitif, mudah diare, mengalami konstipasi atau menghasilkan gas yang berlebihan. Di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian nomor dua (15-17%) pada anak usia di bawah 5 tahun, sedangkan konstipasi kronis dialami oleh 12% anak. 

Diare itu adalah kondisi dimana anak buang air besar (BAB) nya cair lebih dari 3x sehari. Biasanya disebabkan karena infeksi, seperti virus, bakteri, parasit, jamur atau non-infeksi seperti alergi atau intoleransi makanan. Sedangkan konstipasi adalah kondisi anak mengalami BAB dengan tinja keras dan frekuensi  kurang dari 2 kali seminggu. Deteksi dini dan tata laksana akurat sangat diperlukan pada gangguan saluran cerna, agar kejadian berkepanjangan atau berulang.

Diare dapat dicegah dengan memberikan ASI Eksklusif, MPASI sesuai waktu dan kebutuhan bayi, menjaga kebersihan, dan imunisasi. Konstipasi dapat dicegah dengan memberikan cukup cairan dan serat (tidak berlebihan dan tidak berkekurangan) alias cukup. 

Saluran cerna yang sehat berarti yang dapat menjalankan fungsinya dengan optimal, bukan hanya mencerna dan menyerap makanan, tapi juga sebagai mekanisme pertahanan tubuh. Keberadaan mikroflora di dalam saluran cerna juga memegang penting terhadap kematangan sistem imun anak. Saluran cerna bayi yang mendapat ASI didominasi oleh bakteri baik yang keberadaannya memberikan keuntungan bagi kesehatan saluran cerna. Oleh karena itu pemberian ASI eksklusif 6 bulan menjadi sangat penting.

Pembicara kedua adalah Dr. Wawan. Beliau menjelaskan bahwa 1000 hari pertama kehidupan adalah window of opportunity tidak hanya untuk perkembangan pencernaan yang sehat saja, tapi juga merupakan masa kritis untuk perkembangan otak anak. Jadi, kalau ada gangguan di sistem pencernaan pada periode tersebut akan beresiko tinggi dan berdampak pada pertumbuhan anak dari sisi berat dan tinggi badan, BMI, dan lingkar kepala, maupun perkembangan anak dari sisi penglihatan atau pendengaran, motorik, bicara-bahasa, dan personal sosial-emosi. ANak dengan tumbuh kembang optimal akan menjalani kualitas hidup yang baik termasuk dari sisi perilaku-sosial maupun prestasi akademis. Pada masa ini, pemberian nutrisi yang tepat dapat menyehatkan pencernaan sehingga tumbuh kembang anak dapat optimal.


Tentang Serat

Yes, semua pasti tau ya, serat itu bermanfaat untuk menjaga konsistensi tinja, pergerakan usus, dan meningkatkan produksi SCFA (Short Chain Fatty Acid), sebagai sumber nutrisi sel usu besar dan stimulasi pertumbuhan mikroflora sehingga meningkatkan peran proteksi terhadap infeksi.

Tentang ZINC

Zinc adalah mineral yang berperan dalam proses sel mukosa usus. Dan glutamin sebagai sumber energi untuk saluran cerna, mempertahankan integritas mukosa, dan translokasi bakteri.

Masalah Pencernaan Berefek Pada Gangguan Sosial?

Pencernaan sensitif dapat berimplikasi tidak hanya berupa gagal tumbuh pada anak, tapi juga berupa gangguan perkembangan emosi, perilaku, dan kecerdasan anak jangka panjang. Hal ini adalah salah satu implikasi dari hubungan emosional antara anak dengan orang karena peningkatan stress pada anak akibat tidak bisa makan, yang sangat mungkin diperberat dengan adanya dampak ekonomi keluarga akibat kebutuhan tinggi terhadap biaya obat kunjungan berulang ke tenaga media, serta berkurangnya produktivitas orangtua. 

Dr. Wawan juga menjelaskan bahwa jika si anak mengalami gangguan pencernaan, si anak biasanya pupnya jadi bau. Nah, teman-teman di sekolahnya tau, akhirnya jadi dibully dan jadi mengganggu tumbuh kembangnya secara emosional. Saluran pencernaan itu adalah otak kedua dari tubuh kita. Jadi pastikan saluran pencernaan anak kita sehat, sehingga kita bisa tumbuh kembangnya bisa optimal.








7 comments

  1. Makasih ilmunya Mbk, aku lagi nyari info mengenai pencernaan anakku yang sangat sensitif.

    ReplyDelete
  2. Oh gitu ya mak. Aku kira pup bau itu karena jenis makanan nya, kaya kita org dewasa gitu, bau jengkollllll karena abis makan jengkollllll. Ternyata kalo ada masalah cerna jg menyebabkan bau ya.

    Btw mak, itu bnyk gambar yg takada?

    ReplyDelete
  3. Anakku sendiri Alhamdulillah pencernaannya nggak sensitif, tapi anak temen beberapa ada yg begini, keluhannya frekuensi bab dibawah 4× setiap minggu dan kalo pup kesakitan. Mkn krn sensitif ini ya?

    ReplyDelete
  4. wuah langsung jadi saja tulisannya, makasih ya Mbak sudah dishare
    Aku juga punya anak kecil, nih :)

    ReplyDelete
  5. waaah, materinya padat ya mbak. Thanks for sharing, mantaaab!

    ReplyDelete
  6. Pencernaan anakku termasuk sensitif berarti. Gampang banget diare...

    ReplyDelete