BTPN Sinaya, Menabung Untuk Memberdayakan UMKM

Yuk menabung - Doc: menabunguntukmemberdayakan.com

Siapa sih yang tidak mengenal gorengan? Saya yakin 99% masyarakat Indonesia pernah mencoba makanan favorit yang bisa ditemukan diseluruh pelosok ibukota. Nah apa hubungannya antara pedagang Gorengan dengan Bakso, Mie Ayam, Siomay sampai pedagang Asongan? Saya yakin kamu pasti bisa menjawab, hubungannya adalah semua itu merupakan usaha UMKM atau usaha untuk masyarakat kecil. Kecil disini definisinya adalah masyarakat yang belum mampu memproduksi skala besar seperti perusahaan kelas menengah atas yang memiliki pabrik sebagai basis produksi produk mereka. Nah para pelaku usaha itu disebut dengan Mass Market.

Saya sendiri adalah salah seorang pelaku usaha UMKM juga loh, saya memiliki bisnis usaha Fashion batik dengan label Aura Batik, nah kenapa disebut UMKM, yah karena semua proses saya kerjakan sendiri, mulai dari memilih bahan batik, mencari penjahit, sampai proses pemasaran, jadi dari A sampai Z saya lakukan sendiri. Sebelum punya usaha sendiri, dulu saya pekerja kantoran yang nyambi menjadi seorang guru les freelance. Nah penasaran kan, awalnya saya menceritakan tentang gorengan trus saya bilang bahwa saya punya usaha? Tenang aja, gak usah bingung, antara gorengan dan usaha batik saya ada hubungannya kok, bahkan bisa dibilang tanpa gorengan mungkin saya tidak memiliki usaha batik saya sekarang. Penasaran mau tahu kisahnya? :)
Gorengan

Saya dan teman-teman kantor termasuk orang yang sangat suka makan gorengan, kenapa enggak setiap sore sebelum pulang kantor, saya dan teman-teman selalu meluangkan waktu menyicipi gorengan milik ibu Kus. Nama aslinya adalah Endang, namun entah kenapa orang-orang yang membeli gorengan beliau menyebutnya ibu Kus, jadi saya ikut-ikutan saja. Balik ke beli gorengan sore, nah ritual ini hampir tiap hari saya lakukan loh, terutama saat sedang suntuk dengan kerjaan, lumayan turun ngobrol bareng.

Pernah suatu ketika saya dan teman-teman habis balik dari Ambas, nah karena perjalanan lumayan jauh, jadi capek dan perut menjadi laper. Nah teman-teman nitip sama saya Gorengan 25rb sekalian untuk teman-teman diatas, ya sudah teman saya naik ke atas dan saya menuju ke ibu Kus. Langsung deh karena sudah kebiasaan langsung bilang "Ibu Kus, gorengan 25rb campur", kode campur sudah pasti gorengannya beraneka ragam dari bakwan, tahu, risol, pisang goreng, ubi sampai tempe.

Nah saat ibu Kus selesai memasukkan semua gorengan ke tempat kertas, saya sudah bersiap untuk membayar, tiba-tiba hujan turun .... eh enggak deng, gak hujan hihihi, tapi tiba-tiba saya ingat kalau uang saya di dompet sudah habis, ehh teman-teman sudah naik keatas duluan.

Oline : Wah bu, maaf saya lupa kalau uang saya habis
Ibu Kus : Gak apa-apa mba, bawa aja dulu, besok bayarnya gak apa-apa kok
Oline : Saya naik dulu deh bu, nanti saya balik ke sini lagi
Ibu Kus : Udah tenang aja mba, kan mba langganan tetap, jadi besok pasti kesini lagi

Wah ibu Kus ini bisa saja ngomong begitu kalau saya adalah langganan tetap, mungkin kalau ada kartu member, pasti saya sudah apply hihihi. Nah waktu saya mau ke atas membawa gorengan, tiba-tiba ada pemulung beserta anaknya yang ada di gerobak mendatangi ibu Kus, lalu dengan sigap ibu Kus mengambil gorengan dan memasukkannya ke dalam tempat kertas, lalu memberikan kepada pemulung itu, tak lupa sang pemulung mengucapkan "Terima kasih bu Kus", sontak saya kaget, gimana gak kaget, ada pemulung yang mengenal ibu Kus, langsung deh saya tanya

Oline : Ibu Kus kenal dengan pemulung itu?
Ibu Kus : Tidak mba, memangnya embak kenal?
Oline : Enggak kenal bu, cuma saya bingung kenapa mereka bisa kenal ibu dan kenapa mereka gak bayar bu?
Ibu Kus : Ibu kan artis jadi pada kenal ibu hihihi becanda kok mba. Itu namanya sedekah, jadi ibu menabung dengan memberikan sedekah bagi yang membutuhkan
Oline : Wah ibu jadi rugi dong?
Ibu Kus : Buat ibu tidak ada yang namanya rugi kalau kita bisa bermanfaat untuk orang lain, kalau orang lain memandang semua hal termasuk mbak dari nominal uang wah bisa-bisa saya gak pernah sedekah mba, kan sedekah tidak hanya di mesjid tapi bisa dimana saja dan kapan saja mba


Mendengar kalimat terakhir dari ibu Kus itu mengubah cara pandang saya untuk bersedekah kepada orang lain.



Gimana hasil simulasinya? Bisa menjadi gambaran kan berapa nilai nominal yang kita inginkan, dan tidak hanya itu, dengan menabung di BTPN Sinaya, kita jadi bisa membantu UMKM diseluruh Indonesia.

2 comments

  1. pecinta gorengan muncul *ting..
    bu kus ini sosok yg menginspirasi ya mbak, 'tidak ada yg namanya rugi kalau bisa bermanfaat utk org lain'. Kece.

    ReplyDelete
  2. Subhanallah, Bu Kus luar biasa. Walau hanya jual gorengan, gak lupa buat sedekah. :)

    BTW, usulin buat kartu member pelanggan gorengan juga Mbak :D

    ReplyDelete