Mengatasi Alergi Debu Dengan Membasmi Tungau di Tempat Tidur

Alergi di keluarga saya adalah hal yang biasa, suami ataupun saya bersin-bersin menjadi hal yang biasa, namun menjadi hal yang tidak biasa jika yang bersin-bersin adalah anak saya si Narend. Saat ini Narend baru berusia 1 tahun 9 bulan, jadi belum bisa berbicara jelas, jadi saat dia bersin, saya tidak bisa bertanya sebabnya apa ke anak saya, jika bersin biasanya sih tidak apa-apa, terkadang Narend bersin sampai ingusan, yang akhirnya biasa saya berikan obat tetes hidung untuk anak-anak, yaitu Breathy.

Alergi pada manusia - Sumber: sharp-indonesia.com

Namun, saya tidak mau terus-terusan bergantung dengan obat, masak sih karena alergi harus menggunakan obat Breathy terus menerus, jadi terbesit di otak saya "Kalau masih kecil seperti ini, bagaimana kalau Narend sudah dewasa? Jangan-jangan dampak alergi sejak kecil bisa mengakibatkan penyakit lain saat dewasa", akhirnya saya dan suami membawa Narend ke dokter anak langganan kami di RS Mitra Keluarga Bekasi, setelah di cek, dari gejala bersin dan pilek ternyata Narend tidak sakit pilek, namun alergi yang disebabkan oleh debu :( Jadi merasa bersalah, ngasih Breathy waktu Narend bersin-bersin dan ingusan.

Narend waktu di cek di dokter soal Alergi - Doc: Pribadi

Percakapan lengkapnya saya agak lupa (terutama nama alergi akibat debu kasur yang ada nama kedokterannya), kira-kira begini percakapannya.


Dokter Tissa (dokter anak), memberitahu bahwa "Pilek yang dialami oleh Narend bukan karena sistem kekebalan tubuh Narend berkurang, tapi karena alergi, dan biasanya 90% alergi berasal dari debu di kamar tidur". Tapi aneh juga sih, padahal saya mengganti sprei dan sarung bantal setiap 2 minggu sekali namun Narend tetap kena alergi, langsung deh Dokter Tissa bilang "Mau mengganti sprei dan bantal secara periodik juga tidak ngaruh, karena alergi itu diakibatkan debu yang dihasilkan oleh kutu/tungau pada kasur, jadi kalau penyebabnya tetap disitu mau diganti spreinya juga tidak terlalu berpengaruh".

Alergi dari bayi sampai dewasa - Doc: sharp-indonesia.com

"Apakah anda mau anak anda menderita Asthma?", kalau saya sih enggak, saya mau Narend tumbuh berkembang secara sehat. Nah saat dokter Tissa bilang soal Tungau, saya jadi penasaran binatang seperti apa sih tungau yang biasa ngumpet di kasur ini.


Sekilas tentang Tungau

Kalau menurut Wikipedia, Tungau adalah sekelompok hewan kecil (berukuran 0.3mm) bertungkai belakang yang bersama-sama dengan caplak dan hewan ini salah satu avertebrata yang paling beraneka ragam dan sukses beradaptasi dengan berbagai keadaan lingkungan. Ukurannya sangat kecil sehingga kurang menarik perhatian hewan pemangsa besar dan ia mudah menyebar.

Ini nih si Tungau - Sumber: sharp-indonesia.com
Perkembangan Tungau perhari, enaknya dibikin kos-kos-an khusus Tungai kali yah :) - Sumber: sharp-indonesia.com

Dan tungau sangat senang hidup dengan manusia loh, yang umumnya memakan bekas kulit ataupun ketombe, dan yang terpenting tempat tinggal favorit dari tungau adalah tempat tidur :( Nah kalau caplak itu adalah ektoparasit penghisap darah pada hewan avertebrata, contohnya yaitu caplak anjing, caplak babi, dan sebagainya. Tapi tungau itu tidak sama jenisnya dengan kutu. Karena kalau kutu seringkali ditemukan hanya pada bagian tubuh tertentu induk semangnya.

Tungau Debu Rumah - Sumber: wikipedia

Tungau itu jenisnya sampai sekarang ada 45 ribu dan dipercaya sudah ada sejak 400 juta tahun yang lalu, nah kalau kamu penasaran debu yang ada pada kasur itu disebabkan oleh tungau yang mana? Nah tungau yang biasa tinggal dikasur adalah Tungau Debu Rumah atau Dermatophagoides Pteronyssinus yang bentuknya seperti gambar diatas, serem gak tuh?


Tips Membasmi Tungau

Karena ukurannya yang kecil alias mikrokopis, tungau tidak bisa dibasmi dengan cara biasa, jadi untuk membasminya harus menggunakan cara yang luar biasa, dari hasil browsing di Internet, akhirnya saya rangkum menjadi 5 tips ampuh membasmi tungau.

1. Ganti Sprei Kasur secara berkala

Ayo ngaku, siapa diantara kamu yang ganti sprei setiap 1 bulan sekali? atau bahkan 2 bulan sekali? Kalau saya kan mengganti sprei kasur tiap 2 minggu sekali, menurut rekomendasiternyata sprei harus diganti setiap 1 minggu sekali, dan yang terpenting saat mencuci wajib menggunakan air hangat atau air panas agar tungau-nya tidak menempel pada sprei.

2. Gunakan Vacuum Cleaner

Kalau sprei sudah tau solusinya pada nomor 1, kalau kasur dulu orang tua saya sering mengajarkan untuk menggotong kasur ke depan halaman lalu di jemur dibawah sinar matahari. Jaman sekarang orang sudah malas atau tidak punya waktu harus menggotong kasur setiap hari, apalagi yang tinggal di apartemen, karena itu gunakan vacuum cleaner untuk menghilangkan tungau dan debu.

3. Gunakan Vacuum Cleaner berdaya sedot kencang

Hati-hati yah, tidak semua vacuum cleaner bisa digunakan untuk menyedot tungau (salah satu contohnya vacuum cleaner untuk lantai, ini tidak bisa digunakan untuk menyedot tungau), hanya vacuum cleaner yang berdaya sedot besar dan memiliki kepala cleaner khusus kasur yang bisa menghilangkan tungau dari kasur, intinya semakin kencang sedotannya, maka semakin bersih tungaunya.

4. Rajin membersihkan Vacuum Cleaner

Walau kamu rajin menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan kasur, namun kalau malas atau tidak pernah membersihkan vacuum cleaner setiap selesai dipakai, sama saja kamu menumpuk tungau, karena itu carilah vacuum cleaner bagian-bagiannya bisa dicopot dan mudah untuk dibersihkan.

5. Bersihkan kasur secara berkala

Tips terakhir yang paling penting, tidak hanya sprei yang harus diganti tiap minggu, kasur juga harus sering di vacuum, sebisa mungkin kasur di vacuum minimal seminggu sekali bersamaan dengan kamu mengganti sprei.

Wah-wah dari hasil browsing, dari 5 tips diatas, ternyata 3 tips membahas soal vacuum cleaner, jujur saja saya tidak memiliki vacuum cleaner khusus kasur dirumah, adanya vacuum cleaner khusus lantai atau mobil. Jadi dapat disimpulkan bahwa yang paling utama adalah harus memiliki vacuum cleaner yang berdaya sedot kencang dan mudah untuk dibersihkan.


Ini saatnya untuk hunting vacuum cleaner di toko elektronik, untuk tokonya bukan toko sembarangan, tapi toko yang SPG-nya bisa menjelaskan secara detail barang yang dijual mulai dari manfaat, perbedaan dan selisih harga pastinya. Karena tempat tinggal saya di Bekasi, toko yang paling cocok untuk nanya-nanya ke SPG yang knowledge-well ada di Ace Hardware MM, BEST GMM dan Electronic Solution SMB, nah pilihan saya jatuh ke BEST di Grand Metropolitan Mal (GMM), karena paling dekat dari rumah.

Saya di BEST GMM - Sumber: Pribadi

Sudah nature-nya BEST, setiap orang yang masuk pasti langsung ditanya mencari apa, ya sudah saya langsung bilang "Mau nyari vacuum cleaner untuk membasmi tungau di kasur", langsung saya diajak menuju salah satu counter merek d****n (pabrikan asal Amerika) yang digunakan untuk lantai dan korden serta (bisa) menyedot Tungau, waktu melihat harganya sekitar 16.7 juta, WOW, yang paling murah harganya 8.4juta, dalam hati berfikir, ini vacuum cleaner sama motor kok harganya sama yah, langsung saya bilang lagi "Mba kalau vacuum cleaner yang memang khusus untuk kasur trus berdaya sedot kencang dan pastinya bisa mengatasi bau ada gak mba?"

Say No to MITE/tungau - Sumber: sharp-indonesia.com

Waktu saya tanya, katanya "Maaf bu, tidak ada produk yang khusus untuk menyedot Tungau, apalagi untuk menghilangkan bau, yang ada yah seperti Vacuum Cleaner untuk lantai yang punya daya sedot kencang", waktu mendengar kata mba SPG-nya, saya dan suami memutuskan untuk ke MM atau SMB. Tiba-tiba datang SPG lain dan bilang bahwa "Bu, ada kok produk yang khusus untuk menyedot kutu/tungau pada kasur dan memiliki teknologi untuk menghilangkan bau juga", wah antara SPG kok beda jawabannya waktu saya bilang begitu, langsung SPG-nya bilang "Produk ini baru datang 3 hari lalu bu, jadi belum semua SPG di training mengenai produk ini, jadi baru beberapa SPG saja yang mengetahui produk ini, mari bu kita lihat produk itu".

Oalah, ternyata produk baru toh, pantasan SPG yang pertama tidak mengetahui produk ini :) Ya sudah akhirnya saya dan suami mengikuti SPG yang satu lagi dan tiba di booth SHARP, lalu menunjukkan sebuah alat yang bernama Sharp Plasmacluster Mite Catcher tipe EC-HX100. Seperti dibawah ini penampakannya.

Sharp Plasmacluster Mite Catcher - Sumber: sharp-indonesia.com

Dalam hati saya bertanya "Karena produknya baru sekitar 3 hari, jangan-jangan SPG ini tidak tahu detail tentang produk ini", ini nih kira-kira pembicaraannya.


Tungau berbeda dengan kutu-kutu lain, saat menggunakan Vacuum Cleaner biasa (yang untuk lantai), walaupun daya sedotnya kencang, hanya mampu menyedot debu dan kotoran yang ada di kasur, tungau akan tetap ada, karena saat ada tarikan kencang dari vacuum cleaner, tungau akan bertahan dengan berpegangan pada kasur, mau berapa kalipun di sedot, debu dikasur hilang namun tungau tetap ada. Dengan adanya angin hangat (sekitar 45 derajat) dari Sharp Plasmacluster Mite Catcher tungau yang tadinya berpegangan kuat pada kasur sedikit demi sedkit akan kehilangan keseimbangan dan akhirnya tungau akan di sedot oleh Sharp Plasmacluster Mite Catcher.

Berdasarkan hasil penelitian dari Sharp, ternyata udara panas minimal 40 derajat celcius mampu melepaskan pegangan mereka dari kasur, teknologi ini di sebut Heat Cyclone, yang menyalurkan udara panas yang berputar terus pada alat ini dan membuat tungau yang tadinya diam menjadi bergerak.

Teknologi Heat Cyclone dari Sharp - Sumber: sharp-indonesia.com

Hm... ternyata selain adanya Heat Cyclone, perbedaan lain dengan Vacuum Cleaner untuk lantai, ada sikat khusus yang berputar terus menerus untuk menggetarkan kasur yang namanya Powerful Beater Brush. Dengan sikat ini maka saat tungau perpegangan erat, udara panas yang membuat pegangan tungau menjadi lepas, ditambah getaran dari sikat yang terus menerus berputar sekitar 6000 putaran/menit.

Bagian bawah dari Sharp Plasmacluster Mite Catcher - Sumber: Pribadi

Kalau kamu melihat bagian yang saya beri kotak, nah itu yang namanya Beater Brush (yang warnanya merah, biru, putih), sikat itu akan berputar kencang, dengan gerakan memutar ini Tungau yang bandel akan terlepas pegangannya dan akhirnya tersedot ke dalam Mite Catcher. Kira-kira seperti dibawah ini analoginya, udara hangat (45 derajat) akan keluar lalu Tungau akan terlepas otomatis dan akhirnya di sedot oleh Sharp Plasmacluster Mite Catcher.

3 Langkah menyedot tungau - Sumber: sharp-indonesia.com

Nah ini nih yang paling saya suka dari teknologi sebuah alat pembersih, tidak hanya mampu menyedot debu dan Tungau namun juga mampu menghilangkan bau yang membandel. Teknologi ini di Sharp dinamakan dengan Ion Plasmacluster, dari hasil Lab Sharp, kasur yang sudah diberi komponen bau badan (nonenal) di coba alat ini di operasikan dengan gerakan lambat (10cm/detik) selama 1 putaran di atas kasur, hasilnya efek penghilang bau dengan 6 tingkat bau menyimpulkan bahwa bau hilang hingga tingkat yang tidak mengganggu.

Saking penasaran, waktu dijelaskan oleh mba SPG, saya curi-curi sambil membuka Youtube, ternyata ada loh penjelasan mengenai teknologi-teknologi diatas loh, buat kamu yang penasaran gimana tungau bisa ditarik oleh alat ini, yuk nonton :)


Ini nih enaknya belanja di BEST, disini SPG-nya bisa menjelaskan secara detail dan yang terpenting bisa testing langsung loh.

Aku dan Sharp Plasmacluster Mite Catcher - Sumber: Pribadi

Saat melihat pertama kali produk ini saya kira bentuknya tabung seperti vacuum cleaner lain yang portable, namun ternyata bentuknya bulat dan terdiri dari 2 bagian loh, coba lihat foto dibawah yang sebelah kiri saya kira itu bisa dilepas, ternyata yang bisa dicopot hanya tabung penampung debu dan tungau saja, untuk bagian pegangannya menempel dengan bagian bawah (yang berwarna putih).

Bentuknya futuristik banget, keren dan fungsional - Sumber: Pribadi

Mungkin kamu bertanya-tanya, "Ini beneran vacuum cleaner untuk menyedot tungau?" well, lihat saja foto dibawah. Tulisannya apa tuh "Mattress Cleaner Mite Catcher", nah menjawab kan, alat ini memang diciptakan untuk menyedot tungau, bukan seperti vacuum cleaner lain.

Benar-benar untuk menyedot tungau - Sumber: Pribadi

Tadinya saya berfikir, bakal susah gerakin alat ini di kasur, ternyata tidak loh, handlenya lumayan pas ditangan, kata SPG-nya "Seperti ibu menggunakan setrika untuk baju, alat ini memang di desain seperti itu", wah keren banget, dan beneran waktu saya coba, jadi seperti menggunakan setrika. Pengoperasiannya mudah loh, untuk menghidupkan tinggal menekan tombol AUTO, untuk mematikan menekan tombol OFF, simple kan. Dan asiknya ada indikator FILTER CARE, jadi kalau filter pada alat ini sudah saatnya untuk dibersihkan atau diganti, akan di-indikasikan oleh lampu ini yang berkedap-kedip atau menyala terus, bisa dibilang sangat informatif.

Simple dan informatif - Sumber: Pribadi

Untuk dayanya sendiri ternyata tidak seperti vacuum cleaner lain yang mencapai 1000 watt loh, alat ini hanya 720 watt.


Jujur saja, waktu melihat produk ini saya sudah jatuh cinta termasuk waktu di demokan saat menyedot debu pada kain berlapis, dimana debu yang ditaruh dibawah busa yang ada kainnya bisa tertarik sampai bersih :) Nah untuk harga kalau vacuum cleaner yang bisa menyedot debu dengan kencang berkisar 8-14 juta, bisa syok akan harga alat ini, ehh ternyata enggak mahal-mahal amat kok, Sharp Plasmacluster Mite Catcher ini harganya hanya Rp. 3.729.000,- Kalau dilhat, beneran "New Arrival" kok produk ini :)


Hitungannya cukup murah untuk sebuah alat efektif untuk menyedot tungau serta menghilangkan bau pada kasur. Bayangan berapa biaya yang harus kita keluarkan saat anggota keluarga kita mengalami alergi akibat tungau dikasur, tidak hanya biasa, namun juga waktu untuk datang ke dokter. Kalau saya pribadi lebih suka mengeluarkan uang lebih di depan agar kesehatan kami sekeluarga terbebas dengan yang namanya alergi.


Oya, buat kamu yang penasaran, seperti apa alat ini saat bekerja, dibawah ini video waktu saya mencoba produk ini.


Sharp Plasmacluster Mite Catcher ini memang produk unggulan dari Sharp karena produk ini memiliki banyak keunggulan daripada produk-produk yang lain. Apalagi nama Sharp sudah tidak perlu diragukan lagi. Karena harganya lumayan mahal, saya sudah rencanakan untuk menabung agar bulan depan bisa membeli Sharp Plasmacluster Mite Catcher , tapi kalau ada teman-teman yang mau memberikan produk ini ke saya, saya akan dengan sangat mau menerima dengan tangan terbuka :) Dan pastinya nanti akan saya review di Blog saya ini juga hehehe. En, buat teman-teman yang sudah membeli dan menggunakan produk ini, share pengalaman kamu di comment artikel ini ya :)

4 comments

  1. Hal-hal yang jarang kulakukan -membersihkan kasur-. Biasanya sprei aja. Makasih Mbak Oline atas sharenya. :)

    ReplyDelete
  2. Dear Ibu,

    Saya juga terpikir untuk membeli Sharp EC-HX100. Bisa sharing gimana hasilnya? apakah berhasil menyedot tungau? Terima kasih

    ReplyDelete
  3. Harga filternya brapa ya....kl terpaksa ganti filter hsrgnya rp 750000 kan pusing ?

    ReplyDelete