8 Stimulasi Yang Tepat Untuk Menunjang Kepintaran Anak Karena Beda Anak Beda Pintar

Ibu X: Anak Ibu udah umur berapa sekarang?
Saya : Baru mau 2 tahun bu.
Ibu X : Udah bisa apa sekarang? Udah bisa ngomong apa aja? 
Saya : Belum bisa bu. Kalo anak Ibu udah umur berapa?
Ibu X : Anak saya udah umur 2,5 tahun. Dia sih udah bisa ngomong mama-papa, mam (makan), dan pipis sih, alhamdulillah. Dia juga udah keliatan bakatnya, suka banget sama alat musik drum tuh. Minumnya sih ASI. Mungkin bakatnya turunan dari ibu-bapaknya kali ya.

Sering banget gak nemuin percakapan atau kejadian seperti itu? Saya sih sering. Gak jarang pula kita sering menemukan kejadian ibu si A membanding-bandingkan anaknya dengan anak kita. Entah anaknya achieve atas prestasi sesuatu atau memang karena bakatnya. Masih banyak para orangtua diluar sana melihat kepintaran anaknya dari nilai IQ dan EQ. Atau juga dilihat dari sisi kemampuan bicara dengan anak lain. Sadarilah bahwa tiap anak beda bakat dan kepintarannya. Setiap anak itu unik. Membanding-bandingkan anak kita dengan anak oranglain bisa berdampak buruk pada psikologis dan tumbuh kembangnya loh moms. Percaya gak?

Bertempat di Bali Room Hotel Kempinski Jakarta, minggu lalu, tepatnya tanggal 1 Oktober 2015 lalu, saya menghadiri talkshow persembahan S-26 Procal Gold bertemakan Beda Anak Beda Pintar, yaitu bagaimana Memahami Multiple Intelligences dan Peran Nutrisi. Temanya sangat menarik, untuk itu saya memutuskan untuk hadir ke acara talkshow ini. 



Nara sumber yang dihadirkan disini ada 3 orang, yaitu Thomas Armstrong, PhD (seorang ahli di bidang multiple intelligences), dr. Endang D. Lestari Sp.A(K), MPH (seorang pakar nutrisi anak), Ika Nursantini Noor (Head of Marketing Services PT Wyeth Nutrition Indonesia.

Ibu Ika Nursantini Noor menjelaskan bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi oleh para orangtua dalam upaya untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya. Oleh karena itu lahirlah quotes ini, yaitu #BedaAnakBedaPintar karena setiap anak terlahir beda kemampuan. Dan campaign yang dilakukan oleh S26 Procal Gold terbilang cukup berhasil, khususnya di social media (Contohnya melalui twitter, facebook, ataupun instagram). Dan ini adalah contohnya :



Menurut Thomas Armstrong bahwa setiap anak memiliki kepintaran yang berbeda. Oleh karena itu para orangtua disarankan mengenali 8 jenis kepintaran pada anak dan cara-cara terbaik untuk menstimulasi anak sesuai dengan kepintaran yang mereka miliki.



Yaitu Word Smart, number smart, picture smart, body smart, muaic smart, people smart, self smart dan nature smart.

Para orangtua juga dapat membantu meningkatkan kwsadaran akan #BedaAnakBedaPintar melalui media sosial dengan mengupload foto anak kita disertai dengan komentar dan hastag #BedaAnakBedaPintar. Para orangtua juga dapat menemukan dan berbagi informasi seputar #BedaAnakBedaPintar melalui akun facebook ProGold Parenting Club dan twitter @ProGoldParenting. Untuk keterangan lebih lanjut para mommies bisa mengunjungi websitenya atau menghubungi care line Wyeth Nutrition Indonesia.

ProGold Parenting Club

Sebagai bukti komitmen penampingan orangtua dalam memberikan hal yang terbaik untuk anak-anaknya, S-26 Procal Gold membentuk ProGOLD Parenting Club, yaitu sebuah wadah (forum) pendidikan bagi orangtua yang terintergrasi via online atau offline. Di forum ini, para orangtua dapat mengakses semua informasi tentang parenting, pola asuh anak, baik dari sharing sesama orangtua atau juga dari para ahlinya. Forum ini sekaligus memfasilitasi orangtua dalam memahami jenis-jenis kepintaran anak dan cara terbaik untuk menstimulasi anak berdasarkan kepintarannya.

Tentang S-26 Procal Gold

S-26 Procal Gold adalah susu pertumbuhan yang diformulasikan untuk anak-anak sehat berusia 1-3 tahun.

15 Cara Membantu Anak Kita Menjadi Yang Terbaik Yang Ia Bisa

Seringkali para orangtua mengalami kendala bahwa sekolah anak mereka mengadakan tes sebagai proses dari pembelajaran mereka. Tes yang dilakukan biasanya terfokus pada apa yang anak-anak tidak bisa lakukan daripada apa yang mereka bisa lakukan. Saya percaya bahwa setiap anak memiliki banyak cara untuk menjadi cerdas dan berhak mendapatkan kemampuan mereka belajar untuk dikenal, dipuji dan dipupuk.

Menurut Studi di Universitas Harvard, yaitu anak-anak dapat mendemonstrasikan kecerdasan melalui berbagai cara, seperti melalui kata-katam angka, musik, gambar, kemampuan atletik serta perkembangan emosi dan sosial.

Nah ternyata ada 15 cara untuk memunculkan potensi anak kita, yaitu :

1. Biarkan anak kita menemukan minatnya sendiri. Jangan dipaksa. Tapi tetap pantau dan perhatikan aktivitas yang dipilihnya. Kesempatan untuk bermain bebas dapat menunjukkan dimana kemampuan khusus yang dimilikinya.

2. Perkenalkan anak kita ke berbagai jenis pengalaman yang luas cakupannya. Hal ini dapat mengaktifkan kecerdasan pembelajaran laten mereka. Jangan berasumsi bahwa anak kita tidak cerdas hanya karena anak kita tidak menunjukkan minatnya.

3. Berikan kesempatan anak kita untuk berbuat kesalahan. Jika anak kita harus melakukan semuanya dengan sempurna, maka ia tidak akan pernah mengambil resiko untuk menemukan atau mengembangkan kemampuan pembelajara khususnya.

4. Bertanyalah. Bantu anak kita untuk menjadi anak yang open minded terhadap hal-hal yang menarik di dunia dengan menanyakan beberapa pertanyaan seperti : Kenapa langit berwarna biru? Lalu temukan jawabannya bersama.

5. Rencanakan kegiatan keluarga bersama. Kreativitas bersama dapat membangkitkan dan mengembangkan potensi pembelajaran yang baru.

6. Jangan paksa anak kita untuk belajar. Jika anak-anak kita dikirim ke kursus khusus tiap hari untuk belajar dengan harapan mereka dapat mengembangkan kemampuan belajar mereka, mereka mungkin bisa menjadi terlalu stress atau lelah. Kita perlu menyemangati, tapi jangan terlalu dipaksakan.

7. Sediakan lingkungan yang kaya penginderaan. Sediakan materi di sekeliling rumah yang dapat merangsang panca indera seperti: cat hari, alat perkusi, dan boneka.

8. Jaga minat belajar nya, karena anak-anak sangat mudah terpengaruh oleh contoh yang kita berikan.

9. Jangan mengkritik atau menghakimi apa yang dilakukan anak kita.

10. Bagi dan ceritakan kesuksesan kepada keluarga. Membahas tentang hal baik yang terjadi hari itu dapat berguna untuk meningkatkan kepercayaan diri.

11. Dengarkan anak kita. Hal yang sangat dia pedulikan dapat memberikan petunjuk tentang kemampuan spesialnya.

12. Jangan sering memberikan rewards kepada anak kita. Memberikan insentif agar anak kita dapat meraih sesuatu menandakan bahwa pembelajaran tersebut sebenarnya tidak bermanfaat.

13. Jangan suka membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain. Karena akan menurunkan rasa ketidakpercayaannya.

14. Berikan anak kita pilihan. Itu akan memupuk tekad dan mendorong ia lebih inisiatif.

15. Bermain dengan anak kita untuk menunjukkan rasa sayang kita kepadanya.

Wah, ternyata memang semua anak itu terlahir sempurna dengan keunikan masing-masing ya. Kita sebagai orangtua tidak boleh memaksakan apa yang menjadi kehendak kita. Terkadang orangtua memang suka memaksakan kehendaknya kepada anak. Terutama soal passion. Misalnya, cita-cita orangtuanya tidak tercapai jadi dokter, kemudian passionnya itu dipaksakan ke anaknya. Dan ini sering terjadi. Tentunya di keluarga yang sering memegang teguh prinsip pendidikan adalah diatas segalanya. Tapi dengan membebaskan anak kita memilih apa yang ia suka, justru hal tersebut akan membuat ia menemukan passionnya. Kita sebagai orangtua hanya sebagai supporter dan pengawas.

Semoga saya bisa menjadikan Narend anak kami menjadi anak yang bahagia, pintar, aktif, dan juga menjadi pribadi yang menyenangkan banyak orang :)

Salam,




1 comment

  1. bener mak, beda anak beda pintar :) dan semua anak pintar

    ReplyDelete