5 Tips Mengelola Keuangan Dengan Bijak

Suatu hari saya pernah ditanya oleh seorang teman, apa pekerjaan saya? Saya jawab, ibu rumah tangga, entrepreneur dan blogger. Pengennya sih jawab blogpreneur. Cuma masih segelintir orang yang paham apa itu arti blogpreneur. Mau jawab mompreneur juga masih sedikit juga yang paham. 
Trus ada yang tanya lagi, apa sih nikmatnya jadi blogger? Jujur aja sih saya baru hampir 3 tahun ini menikmati menjadi full time blogger. Ohya, profesi saya sebelumnya adalah full time mom, dan juga entrepreneur (professional). Saya menikmati ketiga profesi itu. Eh, dulu saya juga pernah kok menikmati jadi karyawati. Cukup 4 tahun aja sih. Habis itu saya langsung resign and being a full time mom.
Semuanya pernah saya rasakan. Nah, pertanyaannya kalau sudah menyangkut gaji, profesi manakah yang menjadikan kita 'kaya dan bahagia' di masa depan?

Minggu lalu tepatnya 1 Agustus 2015, berlokasi di Cafe XXI Plaza Indonesia, saya menghadiri acara jumpa blogger bersama Sunlife dan Safir Senduk (seorang pakar keuangan). Kamu tau siapa Safir Senduk? Beliau adalah seorang Perencana Keuangan yang memiliki sertifikasi CFP (Certified Financial Planner), juga seorang penulis buku, dimana salah satu bukunya adalah "Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?" dan telah menjadi best seller. Ohya, selain perencana keuangan, beliau juga menguasai ilmu Grafologi, yaitu ilmu menganalisa karakter seseorang lewat tulisan tangannya. Bahkan katanya bisa melihat gaya seseorang mengelola keuangannya lewat tulisan tangannya. Keren ya :)

Sesuai jadwal acara pada pukul 12 siang, diawali dengan makan siang bersama. Tapi karena dari para panitia ada persiapan dan registrasi, akhirnya acara baru dimulai pada pukul 1 siang.



Acara ini seperti semacam halal bihalal ya. Karena yang datang ratusan blogger bow. Banyak bangeeet!


Banyak yang hadir membuktikan bahwa acara ini banyak diminati oleh para blogger, materinya cukup bagus, hari dan waktunya cukup friendly. Dan dengar-dengar panitia sempat kehabisan seat lho, ada yang harus menunggu makanan episode selanjutnya lho. Saking banyaknya peserta yang hadir. Kamu penasaran materinya? Sabaar. Saya ceritain satu persatu ya. Penting nih khususnya buat kamu para bloggers!

Selesai dari acara makan siang, materi pertama diisi oleh sharing session Ibu Elin Waty, seorang Direktur dan Chief Distribution Officer dari Sunlife. Kamu tau Sunlife? Bukan sunlight ya. Bedaaaa *lol*. Sunlife adalah perusahaan yang bergerak di bidang finansial (asuransi).


Sun life Financial adalah organisasi jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan aneka produk asuransi dan wealth management untuk nasabah individu dan korporat.

Sunlife ternyata sudah berdiri sejak tahun 1865. Tapi mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 1995. Berarti sudah 150 tahun usia Sunlife ya. Itu membuktikan bahwa Sunlife sudah kredible atau bisa dipercaya. Berbagai macam award tlah didapatkan. Salah satunya seperti di bawah ini :


Sun Life Financial dan para mitranya saat ini beroperasi di pasar utama dunia, yaitu Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Hongkong, Filipina, Jepang, Indonesia, India, dan Cina. Dan di Indonesia sudah terdapat 9000 agen yang tersebar di 56 kota.

Visi Sunlife yaitu customer is still numero uno. Alias Sunlife mengutamakan customer. Dan memastikan mereka mengerti tentang finansial mereka.
Kebutuhan hidup orang akan berubah sesuai dengan kondisi mereka. Makin tinggi penghasilan yang didapat, makin besar pula kebutuhannya.

Misi Sunlife yaitu membantu nasabah untuk mencapai kesejahterannya melalui kemapanan finansial. Itu artinya Sunlife ingin customer bisa mempersiapkan masa depannya dari sekarang. Karena Sunlife percaya seseorang bisa sejahtera kalau mereka bisa mencapai kesejahteraan mereka sendiri.

Nilai yang diterapkan oleh Sunlife adalah Integritas, Keikutsertaan, Fokus pada Masalah, Unggul, Nilai dan Inovasi.

Lalu apa aja sih proteksi yang Sunlife berikan untuk nasabahnya untuk mencapai kesejahteraan dengan Kemapanan Finansial?

  1. Membeli mobil
  2. Pemasukan pendapatan jika tidak mampu bekerja
  3. Memproteksi keluarga jika saya meninggal
  4. Membeli rumah
  5. Mulai menabung untuk masa pensiun
  6. Menabung untuk dana pendidikan
  7. Memproteksi tabungan terhadap volatilitas pasar
  8. Memproteksi bisnis
  9. Memulai bisnis
  10. Membeli rumah kedua
  11. Dan sebagainya


Wah kalau begitu, Sunlife bisa mengerti kebutuhan para kliennya dong yah? Kok kayaknya semua sudah mencakup yah proteksinya :)


Inilah beberapa achievement yang Sunlife pernah dapatkan :
  1. Sunlife adalah merupakan satu-satunya financial yang mempunyai distributor syariah di Indonesia. Dan Sunlife satu-satunya perusahaan asuransi yang disahkan oleh MUI tentang investasi syariah.
  2. Sunlife pernah bekerjasama dengan ILO yang bertujuan untuk financial literacy lebih baik. 
  3. Sunlife juga pernah memberikan beasiswa SMK di Indonesia 
  4. Sunlife juga mendukung upaya peningkatan nutrisi anak dan keluarga Indonesia. 
Bu Elin bilang, bahwa tingkat konsumerisme orang di Indonesia semakin mencengangkan. Itulah sebabnya kita harus bijak dalam hal mengatur keuangan.

Selesai sharing dari Bu Elin, sekarang masuk ke sesi sharing dari mas Safir Senduk.

Awalnya saya pikir Mas Safir ini memang seorang entertain loh, karena membawakan materinya bener-bener kocak, bikin saya gak berhenti tertawa geli sejak kemunculan awal sesi sampai selesai :D

Dari ketiga profesi diatas, menurut kamu siapa yang paling kaya? Karyawan? Profesional? Atau Pengusaha? Hmm.. saya yakin 80% dari kamu saat membaca ini bilang pengusaha. Betul gak? Karena sayapun berpikir demikian :) Coba kita ulas satu persatu ya.

Karyawan. Adalah seseorang yang bekerja di dalam sebuah organisasi dan sebagai kompensasinya dia mendapatkan penghasilan sebulan sekali. Besar penghasilannya dibatasi oleh peraturan di dalam perusahaannya. Penghasilan seorang karyawan biasanya sangat terbatas.

Profesional. Adalah seseorang yang bekerja memberikan jasanya, dan dari jasa yang ia berikan ia mendapatkan penghasilan dari situ. Makin banyak orang meminta jasanya, makin banyak penghasilannya.

Pengusaha. Adalah seseorang yang memiliki bisnis sendiri dan umumnya memiliki tim yang membantu menjalankan bisnis tersebut. Dimana kalaupun orang tersebut pergi, timnya bisa tetap menjalankan bisnisnya dan memberikan penghasilan bagi si pemilik bisnis. Penghasilan si pemilik bisnis berasal dari pembagian laba bisnisnya.

Kekayaan seseorang dilihat bukan dari gaji atau income yang ia dapatkan. Tapi diukur seberapa besar investasi anda. Makin banyak investasi yang anda lakukan, anda akan makin kaya. Wah, kalau kayak gini, keuangan saya dibedah sama Safir Senduk, saya belum termasuk orang yang kaya nih. Karena investasi saya belum maksimal :)

Nah, setelah diulas, siapakah yang paling kaya diantara ketiga profesi diatas? Kalau blogger masuk yang mana ya? Kamu bisa jawab? :)

Sebelum dijawab, kita bahas soal otak manusia dulu yuk. Otak manusia terbagi menjadi 2 bagian, Otak Kiri dan Otak Kanan.

Kehidupan dan kesejahteraan seseorang ditentukan dari karakter seseorang.


Orang yang lebih sering berpikir otak kiri, berarti ia cenderung tipe pemikir, alias LOGIKA. Segala sesuatu yang berhubungan dengan angka dan hitung menghitung. Contoh pekerjaan atau profesi yang digelutinya, dokter, guru, ahli kimia, karyawan, dan sebagainya. Sedangkan orang yang lebih sering berpikir dengan otak kiri, berarti ia cenderung lebih sering terbawa perasaan,emosi. Seperti seniman, dirigen, pelukis, forografer, dan sebagainya. Biasanya pria lebih suka berpikir menggunakan otak kiri (logika) ketimbang dengan otak kanan. Begitupun sebaliknya. Bahwa wanita cenderung berpikir menggunakan otak kanan (perasaan dan emosi). Hmm.. iya sih saya dan suami saya emang beda banget. Kalau ketemu satu kasus di jalan, biasanya saya bermain emosi, sedangkan suami saya bermain akal logika :)

Otak kiri dan kanan itu sama pentingnya. Kita harus tahu kapan harus pakai otak kiri, kapan harus pakai otak kanan. Problem orang otak kiri terlalu serius. Orang yang berpikir dengan otak kanan terlalu santai.

Masuk ke soal hitung-hitungan nih.Gak kok, gak hitungan bangeet. Cuma Safir Senduk mengajak audience untuk berpikir dengan logika. Semua angka nih. Jadi saya harus sedikit melek dan focus :)


Kata mas Safir, istilah tanggal muda dan tua hanya untuk orang yang gajian bulanan. Ada 3 macam karakter orang dalam mengatur pemasukkan dan pengeluarannya. Yaitu :

1. Orang Miskin
Yaitu orang yang sangat balance. Artinya, jika ia mempunyai penghasilan (katakanlah 5 juta). Pengeluarannya pun 5 juta, sesuai sekali dengan pendapatannya. Sampai-sampai tidak ada sisa sedikitpun untuk investasi :) Menurut Safir, ini adalah tipe orang miskin. Dengan pengaturan uang seperti ini, dijamin ia tidak akan bisa menjadi kaya.

2. Orang Sedikit Miskin.
Untuk tipe yang kedua.

3. Orang Kaya
Orang yang menyisihkan sebagian dari incomenya untuk diinvestasikan terlebih dahulu, sebelum ada dipakai untuk hal-hal lain.

Managing Your Cashflow

Mengatur keuangan itu sangatlah penting. tapi menurut Safir Senduk, ada 3 jenis cashflow, yaitu :

1. Miliki Investasi sebanyak mungkin.

Masih banyak orang berpikir bahwa kunci untuk jadi sejahtera adalah dengan memiliki gaji besar. Makin besar gajinya, makin sejahteralah dia. Tapi dalam perencanaan keuangan, ini justru akan merepotkan. Karena kalau seseorang terpaksa tidak bisa bekerja lagi, penghasilannya juga akan berhenti.

Jadi kuncinya, jangan mengandalkan kesejahteraan dan besarnya gaji. Tapi andalkan aset. Dalam hal ini aset produktif atau Harta Produktif. Jadi pesan moralnya : jangan bekerja untuk uang atau gaji, tapi bekerjalan untuk bikin aset. Harapannya nanti aset itulah yang akan menghidupi keluarga kita kelak.

2. Siapkan Dana untuk Masa Depan

Masa depan bukanlah misteri kalau kita menyiapkannya dari sekarang. Salah satu cara mempersiapkannya adalah dengan mempersiapkan dana untuk Pos Pengeluaran Besar yang akan kita keluarkan di masa depan.

3. Atur Pengeluaran

Dalam soal mengatur keuangan, menurut kamu, lebih boros mana laki-laki dan perempuan? Jawaban para audience semua mengacu ke perempuan. Padahal menurut mas Safir, dua-duanya sama borosnya. Hanya beda di kepentingannya aja.



  • Ketahui dimana boros kita, lalu kurangi. karena laki-laki dan perempuan sama borosnya.
  • Kendalikan keinginan kita. Keinginan manusia dibagi lagi menjadi 3, yaitu wajib, butuh dan ingin. Kita harus tau mana yang benar-benar kita butuhkan (seperti bensin, sembako, pulsa), bukan yang kita inginkan (segala barang yang konsumtif seperti baju). Wajib dan butuh ada batasnya. Tapi ingin tidak ada batasnya. Remember, siapa yang bisa mengendalikan keinginan, dia bisa mengendalikan pengeluarannya.
  • Hati-hati dengan SALE. Tidak ada SALE yang benar-benar SALE.
  • Lakukan priorotas pada income kita. Bayar hutang terlebih dahulu.
  • Miliki asuransi. Contohnya, kita harus mempersiapkan dana untuk kesehatan.

Contohnya seperti ini, sering kan kita lihat diskon 50% + 20%? Apakah itu sama artinya dengan diskon 70%? Kalau kamu jawab iya, berarti kamu salah! Misalnya lagi diskon 50% (untuk setiap pembelian kelipatan Rp 100ribu). Atau diskon 50% untuk pembelian barang kedua. Lha, kalau gak butuh, kita jadi terpaksa beli 2 dong? :) Atau diskon Rp. 50ribu untuk pembelanjaan kedua, dll. Yang promo diskon-diskon seperti yang terkadang bikin kantong kita meraung-raung. Yang tadinya gak butuh, jadi terjebak ingin. Akhirnya beli. Promo fantastis seperti ini sering kita lihat di musim lebaran dan tahun baru.

Ada beberapa jenis SALE yang berlangsung di Jakarta, seperti :
  • Lebaran SALE
  • End Year SALE
  • Jakarta Great Sale
  • Christmas SALE
  • Chinese New Year SALE
  • dan sebagainya

Ada 4 prioritas yang harus kita perhatikan (sesuai dengan prioritas) :


Saat ini ada 5 objek wisata yang paling konsumtif, yaitu Ancol, Kota Tua, Monas, AEON, dan IKEA. Iya, saya-pun pernah ke AEON sebelumnya, cerita saya disini. Disana itu bukan hanya sekedar mall, tapi juga untuk tempat wisata dan all in one solutions. Seperti ada tempat kuliner, ada tempat bermain untuk anak-anak, bioskop, parkir, shopping, musholla, tempat wisata outdoor seperti taman sakura, dan sebagainya. Jangan berharap mudah dapat parkir disini saat weekend. Karena ramenya luar biasa! Semua yang netizen butuhkan ada disini. Jadi setiap weekend sudah pasti orang akan cenderung lebih konsumtif. Ahh sayapun ngerasain banget! Apalagi hobby saya dan suami itu kulineran, suka banget hunting tempat-tempat baru, plus punya anak, itu kerasa banget pengeluarannya double! Padahal anak saya baru 1, dan masih bayi :D

Ada 2 hal yang menjadi pertimbangan seseorang dalam memutuskan untuk membeli barang. Yaitu rational dan emotional.

Kalau kamu, lebih sering memakai yang mana? :)

Biasanya wanita akan lebih sering cenderung memakai emotional. Kadang barang yang tidak perlu pasti dibeli juga, karena faktor entah warnanya lucu lah, atau memang modelnya okelah, dan sebagainya. Hmm... ini saya banget deh. Tapi itu dulu. Sejak punya anak, teori ini sudah tidak berlaku lagi. Karena yang diutamakan bagi saya adalah kepentingan anak. Yah percaya gak percaya yah, pasti akan dengan sendirinya kok, naluri orangtua akan mengalahkan ego dan kepentingan pribadi :)

Bijak dalam mengelola keuangan adalah ciri pribadi yang memiliki citra diri positif dengan planning yang matang. Prioritas yang diutamakan adalah cicilan hutang, bayar tabungan, premi asuransi, dan biaya hidup.

Katanya, kita hidup di negara dimana kalau kita gak punya mobil, dianggap belum MAPAN. Iyes, belum MAPAN.Duh kalimat ini menohok banget ya. Tapi memang ada benarnya juga sih. Karena kan yang dilihat orang sehari-hari itu adalah 'mobil', bukan rumah, bukan juga investasi. Jadi kalau kita belum punya mobil ya kita dianggap belum punya apa-apa. Yah begitulah kehidupan di Jakarta. Semua diukur berdasarkan materi.

Asuransi

Sekarang kita bahas asuransi. Prinsip asuransi itu analogikanya seperti prinsip payung. Payung tidak menjamin hujan tidak akan turun, tapi menjamin kita tidak akan basah kalau ada hujan. Jadi asuransi tidak menjamin kalau tidak terjadi apa-apa. Tapi asuransi menjamin kita masih punya tabungan kalau terjadi sesuatu.

Investasi via manager investasi adalah investasi setara dengan cash.

Ada 4 hal yang harus kita persiapkan dalam hal keuangan (sesuai dengan prioritasnya) :
  1. Menikah
  2. Rumah dan isinya
  3. Pendidikan 
  4. Dana pensiun
Menurut mas Safir, ada 3 jurusan kuliah yang paling mahal saat ini, yaitu Kedokteran, Tehnik, dan Sosial. tapi ketiganya juga bisa menjadi pengusaha. Misalnya, lulus dari kedokteran bisa membuka klinik kedokteran, dan sebagainya.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam memilih asuransi. Salah-salah kita bisa terjebak dengan investasi bodong lagi. Here we go :
  1. Menjanjiikan return atau bunga yang sangat tinggi
  2. Ada cash bulanan
  3. Dijamin tidak rugi
  4. Ada bonus member baru
  5. Skema yang mustahil
Tips memilih investasi via manager investasi :
  1. Perhatikan reputasi perusahaana suransinya. Sudah berapa lama ia berdiri.
  2. Perhatikan juga kemana investasinya
  3. Lihat juga orang-orang yang bekerja di balik pihak asuransinya.
Investasi 

Memilih investasi sama seperti kita memilih seat pesawat. Mas Safir mencontohkan, ada yang suka duduk dekat jendela, gunanya untuk melihat pemandangan. Ada juga yang suka duduk di dekat gang, biasanya orang yang seperti ini yang suka bolak balik ke toilet. Tapi ada juga yang suka duduk di dekat ruang darurat, alasannya jika terjadi sesuatu, ia bisa ambil tindakan terlebih dahulu ketimbang yang lain. Yah seperti itulah kira-kira. 
Tidak ada satu investasi yang baik untuk semua orang. Tapi investasi yang baik yang punya paling banyak kelebihan.
Bila kita ingin berinvestasi tapi tidak terjun langsung, kita bisa menggunakan manager investasi. Yaitu uang kita dikelola oleh pihak ketiga yang ahli dalam hal investasi. Ada dua macam manager investasi, yaitu reksadana dan unit link. Reksadana dikeluarkan oleh Asset Management. Sedangkan Unit Link dikeluarkan oleh pihak asuransi. Jika kita ingin membeli, kita bisa datang ke pihak asuransi langsung. Keduanya baik reksadana maupun unit link dijual di perbankan. 

Investasi (Properti)

Properti adalah investasi Buat yang suka dengan properti sebagai investasi, ada tips dari Mas Safir Senduk nih. Kalau kita bukan pemain properti dan hanya punya 1 rumah saja, usahakan :
  1. Jika kita tidak punya pengalaman di dunia properti, jangan membeli properti untuk investasi
  2. Fokuslah beli investasi untuk disewakan saja. 
  3. Menyewakan dalam frekuensi jangka pendek saja. Misalnya harian, mingguan, bulanan. Usaha yang paling pas yaitu kos-kosan. Wah ini cita-cita saya jangka panjang banget ini :)
  4. Sewakan ke banyak penghuni. Misalnya, ke 1 keluarga, bukan ke 1 orang. Dengan demikian pemasukkan kita jadi double.
Ada 4 hal yang harus kita perhatikan kalau mau menjual rumah :
  1. Lokasi
  2. Market 
  3. Kondisi 
  4. Lingkungan
Kalau penghasilan meningkat dan masih bertahan dengan gaya hidup yang lama, maka prioritaskan investasi. 

Investasi (Saham)

Jika kita tertarik ingin berinvestasi dalam saham, ada tipsnya juga. Yaitu pilihlah saham yang sudah mapan, jangan yang masih berkembang.

Rumah atau Mobil dulu?

Kalau kamu ditanya, lebih memilih mana, rumah atau mobil terlebih dahulu? Kalau saya bisa flash back ke jaman-jaman awal nikah, saya pasti akan menjawab saya akan lebih memilih beli rumah terlebih dahulu. Kalau kondisi saya sekarang, saya membeli mobil dulu baru rumah. Keputusan ini juga tidak diambil secara cuma-cuma. Pertimbangan saya membeli mobil dulu, karena sejak awal nikah sampai sekarang, saya itu orangnya mobile, selalu kemana-mana, dan sangat membutuhkan transportasi. Kalau naik taksi atau kendaraan umum, kok rasanya lebih mahal ya? Itulah kenapa saya lebih memilih mobil dahulu. Walaupun saya tahu harga rumah akan naik terus menerus tiap tahun, sedangkan harga mobil terus naik tapi harga jualnya turun drastis.

Jadi benarnya gimana?

Menurut Mas Safir, jika dihadapkan posisi seperti itu, mas Safir menyarankan untuk membeli rumah terlebih dahulu. Beli rumah lebih baik Cash atau Credit? Mas Safir menyarankan untuk beli rumah kredit saja. toh peningkatan harga rumah setiap tahunnya juga lebih kecil ketimbang cicilan rumah kita.

Kalau dapat bonus atau rejeki lebih boleh gak dilunasi? Mas Safir bilang, boleh saja. tapi sebaiknya dilanjutkan saja cicilan rumahnya. Uang tabungan yang kita punya sebaiknya dialokasikan untuk keperluan yang lain saja. Tapi jika hati kita tidak tenang, kepikiran terusm sebaiknya dilunasi saja tidak apa-apa.

Persiapkan Dana Pensiun

Kamu sudah punya dana pensiun? Mas Safir menyarankan untuk sesegera mungkin memiliki dana pensiun. Properti salah satunya, bisa menjadikan bekal kita dana pensiun kelak. Dana pensiun gak harus menunggu kita sudah menikah atau berpenghasilan tinggi. Makin dini, makin murah biayanya.

Ada beberapa quotes yang saya tulis disini pesan dari Mas Safir Senduk yang menjadi reminder sekaligus refleksi kita :)



So, kesimpulannya kalau dari pertanyaan diatas, mana sih yang paling kaya?
Jawabannya adalah, siapa yang paling banyak berinvestasi, itulah yang paling kaya. Mas Safir bilang, karyawan probabilitas kaya justru 90% ketimbang pengusaha. Terdengarnya seperti gak masuk akal ya. Karena karyawan kan penghasilannya terbatas. Tapi coba kita lihat dari sisi yang lain.

Analoginya seperti ini :
Seorang karyawan sudah pasti mendapat gaji tiap bulan yang besar dan tanggalnya sudah fix tiap bulan. Nah, karena sudah ada tanggal dan jumlah yang pasti, biasanya si karyawan ini jadi lebih disiplin dalam membayar hutang ataupun investasi apapun di awal. Jadi si karyawan lebih bisa menyisihkan untuk investasi lebih banyak. Kalau tidak membayar tagihan kan pasti si karyawan ini mendapat warning dari bank.

Lain hal dengan pengusaha. Coba kita lihat, berapa penghasilan per bulan? Tanggal berapa ia gajian? Sudah pasti penghasilannya up and down. Dan sebagai pengusaha juga tidak ada 'kartu warning' nya sebagai reminder. Reminder untuk apa? Untuk mengingatkan, saatnya menyisihkan investasi, atau membayar hutang, dan sebagainya. Jadi investasi sesuai dengan berapa income yang ia dapatkan. Sama sepertiprofesional atau freelancer. Begitu kira-kira logikanya.

Jadi, walaupun si pengusaha bisa disiplin dalam berinvestasi, ia juga bisa dikatakan paling kaya. Semakin cepat, semakin awal kita berinvestasi, harganyapun semakin murah. Dan kita bisa menikmatinya untuk anak cucu kita dalam jangka waktu yang panjang :)

Kita as a blogger adalah termasuk kategori yang professional. Jadi kita perlu pintar-pintar mengelola keuangan dengan baik. Karena penghasilan sebagai blogger sangatlah tidak menentu. Saat menerima gaji, sisihkan dulu minimal 10% untuk investasi di awal. Dan harus disiplin. Jadi bukan bulan ini kita investasi, bulan depannya gak, karena penghasilan kita kecil.

Wah, beruntung banget deh saya datang ke acara yang SUPER ini. Saya dapat ilmu banyak. terlebih lagi saya terhitung dan tergolong baru dalam hal entrepreneur dan full time blogger.

Akhir kata saya banyak mengucapkan banyak terima kasih kepada Sunlife untuk acara yang keren ini. Ditunggu acara berikutnya, saya sangat excited tentang acara-acara terutama yang berhubungan dengan financial planner :)

Semoga bermanfaat ya teman-teman.













12 comments

  1. Mantaaaappp bin lengkaapp postinganng mba olin.tq for sharing mba :)

    ReplyDelete
  2. Ga rugi datang ke acara2 ini yaaa, ilmunya banyaaak

    ReplyDelete
  3. Huaaa lengkap banget ya mak laporannya.
    Itu image2 pendukungnya, buat nya pakai apa?!

    ReplyDelete
  4. Eh maaf salah ya tanda bacanya, seharusnya : image pendukungnya dibuatnya pake apa?

    ReplyDelete
  5. Abis baca post mak oline ini langsung ambil nafas panjang. Mesti berbenah nih. Makasih mak :))

    ReplyDelete
  6. Wah lengkap banget Mbak Oline. Salut. Saya belom nulis euy. *malu
    Jadi keinget lagi serunya belajar sabtu itu. :D

    ReplyDelete
  7. Acaranya keren ya Olie... Jd pengen banget berinvestasi

    ReplyDelete
  8. semoga kita udah termasuk orang kaya ya Maaak. Aamiin :)

    ReplyDelete
  9. terimakasih mak tipsnya, sangat bermanfaat sekali :)

    ReplyDelete
  10. Panjang artikelnya tapi penting. Sebentar lagi anakku kuliah nih, dan dia udah ngincer teknik arsitektur. Ngitung Soekarno didompet yuuuk :))

    ReplyDelete