BNI, Tabungan Dulu, Sekarang dan Nanti

Hari ini saya bongkar-bongkar lemari karena sudah menjadi kebiasaan saya dan suami tiap per-enam bulan kami punya kebiasaan (baca: kewajiban) untuk menyumbangkan pakaian yang jarang dipakai dan masih layak pakai untuk disumbangkan ke panti asuhan di dekat rumah kami yaitu Graha Yatim & Dhu'afa Galaxy. Nah terakhir kali kami kesana, mba Susi (bagian penerima amal, infak dan sodaqoh) memberitahukan, selain uang dan baju juga menerima barang-barang seperti buku dan mainan. Alhasil saya dan suami setelah bongkar lemari, kami ke gudang untuk bongkar kardus-kardus buku.

Tempat langganan kami untuk memberikan sumbangan di area Bekasi - Doc: Pribadi
 
Sewaktu membongkar kardus buku, saya menemukan buku tabungan saya waktu kuliah, "Waktu kuliah?", yup bener-bener waktu kuliah, yaitu buku tabungan BNI.

Untuk nominalnya saya mark yah, gak enak liat nominalnya yang sedikit, maklum anak kuliahan - Doc: Pribadi

Mendengar kata BNI atau PT. Bank Negara Indonesia membawa diri saya kembali saat kuliah, "Kok kuliah?", karena BNI adalah tabungan yang pertama kali saya miliki, dan karena sudah kuliah, mama membuatkan rekening tabungan yang gunanya transfer "uang jajan" bulanan. Walau sudah lama, sekilas saya masih ingat betul percakapan saya dan mama waktu itu.

Lina : Ma, untuk bulan ini, Lina minta uang bulanan dong ma
Mama : Kamu ini, bisanya minta aja
Lina : Yee mama, Lina kan masih kuliah belum kerja, nanti abis lulus kuliah trus kerja udah gak minta uang bulanan lagi deh ma
Mama : Ya udah, nanti mama transfer ke rekening kamu
Lina : Lina kan gak punya rekening tabungan ma, uang Lina disimpen di "bawah bantal"
Mama : Dibawah bantal, kamu tuh udah kaya paman Gober
Lina : Trus Lina buka tabungan apa dong ma
Mama : Oiya, nanti untuk bayar uang kuliah kamu butuh rekening tabungan  loh lin. Kalau mama sih dari dulu selalu pakai BNI, Oma kamu tuh sejak dulu pakai BNI, jadi mama juga pakai BNI, selain banknya tersebar disemua daerah, yang terpenting bank BNI itu bank pemerintah, jadi kalau sampai ada apa-apa tidak usah kawatir, karena salah satu bank yang dijamin LPS, jadi mama selalu tenang, wong bank milik pemerintah.

Setelah mendengar penjelasan mama, saya langsung deh buka tabungan BNI, dan mama langsung mengajak aku untuk buka tabungan di BNI terdekat di Bekasi. Kalau dipikir-pikir, alasan saya membuka tabungan BNI tidak jauh dengan alasan mama yaitu :

1. Dari dulu, oma, mama bahkan daddy, semua nabung di bank BNI. BNI sudah menjadi bank yang dipercaya oleh keluarga kami, apalagi kalau mama mau transfer ke aku, cepat dan mudah plus gak kena charge.
2. Bank milik pemerintah, jadi mau berapapun yang ditabung, gak kawatir akan kehilangan uang, wong dijamin LPS.
3. Kampus aku juga pakai BNI, jadi transfer uang kuliah enak dan cepat.

Jadi ingat pepatah "Lain dulu, lain sekarang, lain ladang, lain belalang", kalau buat saya pepatah itu tidak berlaku, kenapa? karena saat ini pun saya tetap mempercayakan uang saya di BNI.

Yes, sampai sekarang pun, saya tetap menggunakan BNI - Doc: Pribadi
Buku tabungan sekarang dan dulu - Doc: Pribadi
Buku tabunganku yang sekarang dan dulu, keren yah masih nyimpen aja nih aku :) - Doc: Pribadi

Saya jadi ingat, selama menggunakan tabungan BNI, saya bahkan mendapat suvenir dan hadiah loh, dan sejak kuliah sampai sekarang, barangnya masih tetap ada, seperti : Gelas BNI yang saya dapatkan sebagai hadiah waktu tahun baru (waktu itu sih dapatnya beserta kalender, tapi karena sudah lama kalendernya sudah tidak ada), trus ada lagi Tas BNI yang saya dapatkan waktu adik saya membuka tabungan di BNI, trus yang heboh ini nih, Mini Compo BNI yang saya dapatkan dari undian berhadiah dari BNI.

Gelas BNI yang selalu menemani saya sejak mulai kerja kantoran sampai sekarang - Doc: Pribadi
Lumayan, ngajak adik buka BNI di KCU Rawamangun, dapet tas ini :) - Doc: Pribadi
Hadiah undian BNI dapet Mini Compo plus VCD Player - Doc: Pribadi
Sebagai bukti, logo bank BNI di Mini Compo milikku - Doc: Pribadi

Kalau dulu, saya menggunakan BNI sebagai media untuk menerima uang bulanan dari mama, bayar uang kuliah, nabung dari ngajar bimbel. Saya yakin kamu pasti bertanya "Itu kan dulu, kalau sekarang peranan tabungan BNI untuk Oline apa?", saat ini saya sebagai seorang ibu rumah tangga, tentunya saya tidak hanya diam, gaji bulanan suami selalu saya investasikan di BNI Supermarket Reksadana, saya sebagai seorang mompreneur yang bergerak dalam bidang fashion batik membuka 1 rekening lagi yaitu di BNI Taplus Bisnis. Kenapa BNI Taplus Bisnis? ada 6 alasan saya, mempercayakan tabungan usaha batik saya yaitu

1. Rincian transaksi yang saya lakukan tercetak secara lengkap. Hal ini saya butuhkan sebagai rekening koran, jadi saya mengetahui secara detail uang masuk dan keluar dalam usaha saya.
2. Notifikasi transaksi via SMS. Jadi saat karyawan saya transfer atau bahkan ada uang masuk ke rekening, saya bisa langsung tahu.
3. ATS Online (Automatic Transfer System). Penting sekali, terutama jika terjadi penarikan cek sementara saldo tabungan tidak mencukupi.
4. Gratis asuransi jiwa. Buat saya yang tidak kerja kantoran, mendapatkan asuransi dari Taplus Bisnis, benar-benar suatu banget.
5. Limit transaksi di ATM lebih tinggi dari Taplus biasa.
6. Otomatis akses ke SMS Banking, Internet Banking dan Phone Plus.

Kelak, beberapa tahun lagi, saya akan membuatkan rekening untuk Narend, yup nanti saat Narend sudah mulai mengerti arti uang. Dan tentunya mengajarkan bagaimana menabung uang dan pastinya rekeningnya di BNI :)

Si Narend yang lagi ngotak-ngatik Mini Compo hadiah dari BNI - Doc: Pribadi

Kalau dipikir-pikir dari jaman Oma, Mama sampai saya sekarang, sudah berapa tahun yah BNI? Iseng-iseng buka www.BNI.co.id, wah ternyata BNI sudah 69 tahun melayani Indonesia, kalau Indonesia punya semangat 45, bank BNI punya Semangat 46.


Saat ini, buat saya, Bank BNI tidak sekedar sebuah bank, namun adalah sebuah keluarga, karena sejak dulu keluarga saya selalu percaya kepada BNI, sekarang saya menginvestasikan uang yang saya miliki di BNI melalui Reksadana BNI serta mempercayakan keuangan usaha batik saya di Taplus Bisnis, nanti saya akan tetap menggunakan dan mempercayakan BNI, kok bisa? karena saya akan mengajarkan kepada anak saya bagaimana BNI bisa dipercaya oleh keluarga kami, serta mampu memaksimalkan uang yang dimiliki dengan berbagai produk investasi yang ada di BNI.

69 Tahun BNI, Berprestasi dan Berbagi untuk Negeri.

2 comments

  1. wah mak oline udah banyak dapet hadiah dari BNI ya jadi setia deh

    ReplyDelete
  2. Wah mantep bisa dapet banyak hadiah begitu, saya udah lama di bank sebelah blom dapet apa2 :) mungkin karena saldonya juga selalu pas2an haha

    ReplyDelete