Movie Review : Surga Yang Tak Dirindukan



Sebut saja Citra Arini (Yang diperankan oleh Laudya Cynthia Bella), wanita cantik yang tinggalnya di pedesaan, yang punya mimpi ingin mempunyai surga seperti dongeng yang diimpikannya. Dipertemukan dengan seorang pria bernama Pras (Fedi Nuril). Gak sengaja keduanya jatuh hati dan akhirnya menikah. Keputusan Arini memilih Pras sempat dipertanyakan oleh ayahnya, apakah benar ia memilih Pras sebagai calon suami yang membimbingnya ke Surga, sebagai ayah dan juga imam yang baik? Berbagai peristiwa perselingkuhan yang dialami teman-teman dekatnya sendiripun, tapi tidak menggoyahkan keputusan Arini sedikitpun. Arini tetap pada pendiriannya. Artinya, Arini sudah beekaca dulu dari pengalaman suka dukanya menikah melalui teman-temannya.

Pras yang memiliki pembawaan tenang seakan-akan menggambarkan sosok suami dan ayah idaman. Tidak pernah sebersit pikiran Pras untuk berselingkuh.

Sampai suatu ketika, dalam perjalanan Pras menuju luar kota karena ada urusan pekerjaan, ia bertemu dengan seorang wanita yang hendak bunuh diri, dengan cara menabrakkan mobilnya ke jurang. Karena Pras memang orang yanh baik hati, tergeraklah hatinya untuk menolong wanita itu. Setelah didekati ternyata seorang wanita yang memakai gaun pengantin. Lalu Pras membawanya ke Rumah Sakit terdekat. Wanita itu bernama Mei, yang diperankan oleh Raline Sjah.

Sampai di Rumah Sakit, ternyata dokter harus meminta keputusan untuk bisa mengambil tindakan operasi atas kandungan yang dialami oleh Mei. Karena jika tidak cepat-cepat dioperasi bisa membahayakan si jabang bayi. Karena kandungannya sudah memasuki trimester akhir.

Mengandung? Mei hamil? Pras kaget luar biasa. Ia bukan siapa-siapanya tapi ia harus turut andil dalam keputusan seperti ini. Tanpa pikir panjang, Pras-pun menandatangani surat pernyataan dari dokter bahwa Mei harus segera dioperasi.

Kebingungan Pras bukan sampai situ saja, tapi berlanjut. Pasca operasi, Mei bangun dari tempat tidurnya dan melihat kondisinya anak yang dikandungnya sudah dilahirkan, akhirnya semakin memantapkan hatinya untuk bunuh diri. Ia ingin loncat dari atap gedung rumah sakit. Mei sudah tidak peduli lagi dengan hidupnya.

Saat Mei menuju atap gedung, gak sengaja Pras mengecek kamar tidurnya dan mendapati Mei tidak ada di kamarnya. Lalu Pras memeriksa di setiap sudut ruangan.

Gak sengaja Pras melihat ada pintu terbuka yang menuju ke atap gedung ini. Dan mendapati Mei sudah diujung dan sedetik lagi ingin melompat kebawah. Usaha Pras mencegah Mei malah berujung Mei membulatkan tekadnya untuk benar-benar loncat ke bawah. Tapi usaha Mei akhirnya bisa digagalkan oleh Pras. Ia berhasil meraih tangan Mei dan membujuknya untuk bisa naik kembali. Mei yang sudah tidak punya harapan itu, ingin mencoba bunuh diri. 

Singkat cerita, Pras terjebak dalam kondisi kasihan dan tidak tega. Mei tidak punya sanak saudara dan juga keluarga. Karena berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan, sementara pihak Rumah Sakit membutuhkan kejelasan terhadap pria yang membawa Mei, akhirnya ia dalam kondisi terjepit meminang Mei sebagai istri keduanya.

Apakah itu sudah cukup solved? Bagaimana dengan Arini? Bagaimana perasaan Arini saat tahu suaminya mempunyai istri kedua, padahal selama ini ia tahu bahwa suaminya tidak pernah berperilaku aneh ataupun tanda-tanda akan selingkuh? Pastinya lebih seru nonton aja kelanjutannya di bioskop kesayangan kamu.

Dan sayapun sudah beli bukunya, karena memang ngefans banget sama jalan cerita ini :)











No comments