Ambassador Cafe, The Best Japan Cafe in Jakarta

Kalau ditanya, di Jakarta ini ada cafe book mana yang menawarkan kenyamanan, banyak colokannya, parkirannya gak jam-jaman, bisa menikmati makanan sambil kerja? Jawabannya cuma 1, Ambassador Cafe :)



Hari itu ceritanya saya mendapat undangan untuk acara 'Free Colouring Hair' bersama Bigen di Plaza Blok M. Karena acaranya jam 4 - 6 sore, pasti ada acara makan malam diluar. So, daripada saya makan di Plaza Blok M, yang udah jelas-jelas makanan mall, lebih baik saya mencari sesuatu yang berbeda. Kebetulan saya ingat, mak Nurul pernah menginfokan di Blok M ada satu cafe yang penuh dengan buku-buku bacaan,  atau majalah berbahasa Jepang. Sengaja event hari itu saya mengajak suami. Dia freak banget sama segala sesuatu yang berbau anime dan Jepang. Saya ceritakan sedikit mengenai cafe ini, dia sukses jadi penasaran, hihii... Kami ke cafe ini sekaligus ingin makan malam disini :)



Lokasinya tidak jauh dari Plaza Blok M. Tepatnya samping persis di Yoshinoya. Saya hampir aja salah masuk ke SkipJack, yang lokasinya di samping Ambassador Cafe ini. Hampir saja saya langsung mengambil meja dan memesan menu *sotoy*... Untung saja suami saya memanggil saya, hohoo... ternyata lokasinya di sebelah kirinya SkipJack. Tulisan billboardnya kecil. Posisi Cafe ini memang agak mojok ya, dia satu lantai dengan minimarket di bawahnya.

Rumah saya di Bekasi. Saya memang tidak terlalu hapal daerah Selatannya Jakarta. Yah tapi kalau seputaran daerah Blok M sih, taulah ya, secara jaman SMP begaulnya daerah sini bareng temen-temen :D Tapi, sudah hampir kira-kira 6 bulan lamanya saya tidak ke daerah Plaza Blok M. Dengan bantuan GPS manual aka mak nurul (thanks mak Nurul, hehee...), akhirnya saya sampai juga di lokasi.

Yuk, kita masuk :)
Ini tempat favorit saya :)
Posisi cafe ini ada di lantai 2 ya. Nanti kamu akan menemukan lukisan dengan tulisan katagana seperti ini si sisi dinding sebelah kiri. Dan ada petunjuknya kok, cafenya ada di lantai 2.


Sebelum masuk saya narsis dulu di depannya :)



Belum selesai saya dengan foto-foto selfienya, saya tiba-tiba dikagetkan dengan sambutan yang membuyarkan lamunan saya, beliau adalah dari Manager Store, Mas Adhie. Setelah ia tahu bahwa saya adalah temannya mba Nurul, langsung saja, sepotong Panacotta telah mendarat di meja kami :)


Panacotta ini rasanya gak jauh beda seperti puding rasa strawberry. Rasa strawberrynya juga tidak terlalu asam. Puding panacottanya rasanya juga tidak terlalu manis. Rasanya 1 cup ini sangat kurang buat saya, hahaa...eniwei, thanks mas Adhi :)

Sengaja saya memilih lokasinya tempat duduk disini, karena bisa sambil buka laptop, update blog and browsing. Dari sini juga bisa lihat pemandangan keluar :)




Sambil memesan menu, saya lanjut ngobrol-ngobrol santai dengan mas Adhi. Cafe ini ternyata baru berdiri, sekitar 6 bulan yang lalu. Wah, pantes aja, 6 bulan lalu saya lewat sini belum ada cafe ini :).




Di cafe ini kita juga bisa belajar menggambar dan belajar berbahasa Jepang lho. Mereka membuka kelasnya. Saat kami kesini pun kami ditawari ikut kelasnya, karena saat itu lagi ada kelas belajar bahasa Jepang :D

Time by time, gak terasa sudah 20 menit, menu kami datang. Saat itu kami memesan Yaki Shoba dan Yaki Meshi.

Yaki Shoba (Mie Goreng)


Yaki Meshi (Nasi Goreng)
Tadinya suami saya mau memesan menu Onigiri. Tahu kan Onigiri? Itu lho, makanan kesukaan SinChan :D. Nasi yang dibungkus dengan nori (rumput laut). Yang isinya adalah buah plum? Sayangnya menu ini habis saat kami memesan hikss... So, akhirnya kami memesan menu standar deh, nasi goreng dan mie goreng :( padahal signature mereka adalah Onigiri.

Kok Onigirinya habis?
Iya, karena beras yang mereka gunakan langsung import dari Jepang. Jadi gak pakai beras dalam negri. Dan ownernya sendiri yang membawa berasnya dari Jepang. And thats why saat kami memesan menu tersebut habis :(

Enaknya disini bisa membaca sambil buka laptop. Bener-bener cafe yang pas banget dengan kepribadian saya dan suami. Ini konsep yang kami rencanakan, someday kami mau membuka cafe dengan konsep seperti ini. Gak banyak lho, yang resto mempunyai konsep comfy begini. Kalaupun yang ada colokan untuk laptop, menu makanannya hanya sebatas icip-icip teman ngopi aja, gak ada makanan berat. Seringkali kendala saya dan suami mau browsing ke coffee shop, tapi gak ada makanan beratnya. Terpaksa kami harus expend 2 kali. 
Dan menurut mas Adhi, pangsa pasar untuk cafe ini memang kebanyakan untuk para mahasiswa dan pelajar. Mereka ke cafe ini memang untuk buka laptop, untuk belajar. Ohya, pantas aja waktu kami kesini, hanya 10% yang benar-benar makan seperti kami. Sisanya mereka buka laptop atau sekedar baca majalah.

Saya suka banget dengan majalah-majalah fashion Jepang. Disini koleksi fashionnya lengkap bingits! Saya puas banget membolak balikkan majalan dari 1 buku ke buku lain untuk mengamati trend fashion 2015. Aeeeh buku dan majalah disini baru-baru lho. Biasanya kan kalau cafe-cafe lainnya suka edisi jadoel kan? Majalah fashion Jepang yang saya baca terbitan tahun 2014. Majalah dan buku-buku ini langsung diboyong oleh owner dari cafe ini, dari Jepang :)

Inilah interior dari Ambassador Cafe. Overall design interiornya mengandung unsur kayu. Dan meja-meja disini memang diperuntukkan untuk belajar. Jadi, jangan harapkan bisa leyeh-leyeh di sofa ya :D Walaupun ada menu kopi dan ada colokan laptopnya :D

Tempat menyimpan cake dan panacotta

Meja Penyajian dan meja kasir


Mereka membuka kelas menggambar manga dan belajar bahasa Jepang lho :)
Di sudur inilah para siswa belajar manga dan bahasa Jepang





Bukunya lumayan lengkap




Komik asli berbahasa Japan berlimpah disini :)

Ada miniatur Ultraman :)


Ada majalah jepang juga disini

Ini pojok yang saya suka, bisa sambil makan dan lanjut kerja :)

Kue-kue kering
Nah, gimana? Udah lihat kan interiornya seperti apa? Tertarik untuk mengunjungi tempat ini?Yuk, cantumkan di agendamu untuk menyambangi cafe yang satu ini. Saya sih bukan fanatik banget-banget soal Japan, tapi saat setelah saya mengunjungi datang langsung kesini, dan lihat oohh.. ternyata banyak yang bisa saya explore ya disini. Salah satunya majalahnya ini :)

Sebelum pulang, saya menyempatkan diri untuk ke toilet terlebih dahulu. Lokasinya 1 lantai, di lantai 2. Di lantai 1 juga ada. Saya pikir toiletnya ahh biasa seperti toilet-toilet pada umumnya. Tapi ternyataa... ^^

toilet seat
Ternyata WC-nya unik. Saya sampai kayak wong ndeso disitu. Saking high techno bingits :) Ya gak ada siapa-siapa sih saat itu di toilet. Jadi gak ada yang bisa saya tanya-tanya :))
Jadi, toilet ini, penutup WC nya akan terbuka sendiri saat kita memasuki ruangan toiletnya. Saat kita buka pintu kamar mandi saja penutup WC nya sudah terbuka sendiri. Saya sempat shock sendiri waktu itu, kenapa bisa buka sendiri? Saya pikir malah ada hantunya, hahahaa... 
Nah, saat kita mau menyiram (flush), di sebelah kiri toilet seat ada tombol-tombol seperti gambar di bawah ini. Kita bisa mengontrol sendiri seberapa kuat dan arah keluar airnya hanya dengan menekan tombol. Praktis ya?
Begini seharusnya WC kita di Indonesia. Jadi tangan kita tetap higenis. Gak memegang toilet sama sekali. 


Buat yang bingung, disini juga ada tata cara pemakaian toiletnya kok. Jadi ya kalo kamu pas ke toilet dan antri, dan kebetulan lama, jadi jangan heran, bisa jadi orang yang di dalam toilet tersebut sedang mempelajari, hahaa.... Yah daripada nanya? Malu juga keluar kan :D




Saya dan suami harus segera pulang.Gak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Saya juga harus menyudahi obrolan ringan saya dengan mas Adhi. Rasanya saya belum puas ke tempat ini, mungkin minggu-minggu berikutnya saya akan kembali lagi kesini. Saya masih penasaran pengin baca majalahnya, yang kemarin belum rampung :)

Eh iya, tiba-tiba kami diberikan 2 buah action figure (kesukaan suami) oleh mas Adhi. Waaa... mas Adhi baiiikk bingits!! :) Akhirnya sebelum pulang kami bertukar contact untuk bisa keep in touch. Ahhh senangnya :)

Ini dia action figure-nya :)
Segera saya menuju ke kasir. Tiba-tiba saya dapat surprise lagi, kami mendapat diskon spesial oleh mas Adhi (lagi). Diskon spesial untuk pembelanjaan makanan. Waaa... beribu-ribu terima kasih kami diberikan special treatment hari itu. 

Surprisenya belum usai, kami diberikan lagi kartu diskon untuk dipakai setiap kedatangan. Ahhh bikin speechless aja nih mas Adhi :) Dan saat saya bilang, bahwa saya someday saya akan kembali lagi, mas Adhi berjanji untuk menyediakan kami Onigiri. Ahhh senangnyaaaa ^^

Akkk.. royal banget kartu diskonnyaaa...

Many thanks for Ambassador Cafe from us :)

Service : 5/5
Price : 2/5
Interior : 5/5
Parking : Available
Wifi : Available

Ambassador Cafe
Jl. Bulungan No.16 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12130
Phone : 021-29306690/91
Fax : 021-29306691
twitter : Ambassador_cafe
fanpage : AmbassadorcafeJKT
















7 comments

  1. Kyaaa, menarik!! Berarti itu memang Jepang punya ya Mbak.
    Kapan-kapan ke sana ah... sama mau ke Papaya, ngidam susnya >,<
    Toiletnya ada tombol khusus nyalain suara flush palsu ngga? Hihihi ^^

    ReplyDelete
  2. Suka banget sama environmentnya, plus akses internet kecepatan tinggi ^^ apalagi komiknya asli jepang, jadi bisa belajar baca katakana sama hiragana langsung ^^

    ReplyDelete
  3. qiqiqiq unik juga yaa... kafe jepang tapi ada pancota nya ;D

    ReplyDelete
  4. Hwaaaa...reportasenya lengkap bangeeetttttt... 4jempol buat mbak oline. Hehehe.. Aku belom nyobain toiletnya mbaakk.. Itu baru lho.. Waktu ksana lagi direnovasi :p

    ReplyDelete
  5. Aih, mantap....Mak Olin super lengkap fotonya kalau reportase....hehehhe..jadi pengen kesana deh...hehehe..wajah kedua kasirnya lucu..sipit -sipit gitu..apa mereka org Jepang juga..?hehehe

    ReplyDelete
  6. Wow, keren banget! Bacaannya baru-baru dan langsung dari Jepang, ya. Tersepona juga lihat foto toiletnya. Tfs, Oline. Reviewnya mantab!

    ReplyDelete