Caroline Adenan on Media Tabloid Nakita

Siang itu 15 Juli 2014, saya tiba-tiba mendapat sebuah sms melalui ponsel nomor pribadi saya. Gak biasanya saya terima sms ke nomor yang satu ini. Yess.. sengaja saya pisahkan nomor pribadi, bisnis dan keluarga :)

"Selamat Siang, mba Caroline. Saya dari Tabloid Nakita, temannya Mba Mira Sahid, mau minta izin wawancara untuk profile di Tabloid Nakita. Di rubrik tokoh an buah hati. Apa bersedia mba? Terima kasih..."

Halaah... halaah.. tiba-tiba kok saya dapet sms kayak gini. Bingung mau jawab ya atau tidak. Abis bingung, bisa aja ini penipuan atau orang iseng kan? Soalnya sms ke nomor pribadi lagi. Langsung tak tanya si pelaku utamanya, Mak Mira Sahid. Hohohoo iyaa ternyata bener. Mira Sahid lah yang merekomendasikan saya untuk di wawancara. 
Setelah oke, saya langsung minta ijin dengan suamiku, dan dia langsung meng-IYA-kan dengan semangat 45 :)) wakakakaa... 

Akhirnya saya-pun membuat janji dengan mas Ifan (Tabloid Nakita) untuk membuat pertemuan. Mas Ifan dan tim rela meluncur ke area Bekasi demi mendapatkan artikel tentang saya. Tentunya kesempatan ini gak akan terlewatkan sia-sia. Gak perlu waktu panjang untuk mendapatkan tanggal deal ketemuan. Hari Kamis, 16 Juli 2014 lah saat itu akhirnya saya di wawancara.

Lokasi yang saya pilih yaitu Grand Galaxy Park, gak jauh dari rumah, tinggal ngesot 5 menit juga sampe. Karena saya gak bisa jauh-jauh dari rumah, punya bayi yang masih 5 bulan belum bisa pergi terlalu jauh. Alhamdulillah Mas Ifan dan tim bersedia. 

Saat itu saya diperkenalkan dengan Mas Agus sang photographer senior dari Tabloid Nakita. Paginya saya agak riweuh tuh saat itu. Ketemuannya jam 10 pagi. Otomatis saya harus ready 30 menit sebelumnya. Saya sengaja bangun pagi-pagi sekali untuk bisa mempersiapkan segala sesuatunya. Termasuk kostum :)

Di awal wawancara Mas Ifan banyak cerita tentang Mak Mira. Dari awal perkenalan sampai akhirnya banyak 'meminta berbagai narasumber', termasuk saya ini :) Agak surprise juga sih. Walaupun ini bukan kali pertama saya diinterview oleh sebuah media. Tapi, saya berpikir, topik apa sih yang mau diangkat dari seorang Caroline Adenan? Siapa saya? Seberapa pentingnya saya? Aehhh.... gak boleh berpikir negatif gitu ya.. Pikiran itu cuma ada di pikiran saya.

Ternyata, setelah saya bertanya kepada Mas Ifan, mereka ingin mengangkat topik tentang sosok seorang ibu rumah tangga, yang aktif menulis tentang si buah hati, namun tetap aktif juga berprofesi sebagai mompreneur. 

Cerita Lucu

Saat itu lokasi pertama yang kami pilih yaitu di outdoor taman depan KFC. Dari awal pertemuan Mas Agus sudah meminta untuk mengambil foto saya dari berbagai sisi. Tau sendiri dong kamera dari seorang photographer kayak gimana? DSLR kan? Bukan gadget. Langsunglah saya bergaya bersama Narend dan suami.

Kami sempat berpindah 3 lokasi untuk mendapatkan angle yang berbeda. Dari lokasi security check, security nampak memandangi kami penuh curious. Hahaa... Sampailah kami didatangi oleh security rese itu. Gara-gara mas Ifan terlalu jujur untuk media, akhirnya kami mendapat larangan untuk diwawancara disana. hiihhh kalo inget-inget itu sebel banget! Saya jadi ngedumel sendiri. Kalau seandainya si pihak security meminta foto-foto yang diambil tersebut dihapus, mas Agus punya cara sendiri untuk menyelamatkan foto-fotonya. Ahh... pantas saja si Mas Agus gak ada gerutu sama sekali. Ternyata, dia udah lebih jago dibanding si security rese itu :))))

Dan akhirnya kami berpindah lokasi lagi yang lebih 'aman'. Tadinya area mother's room akan menjadi pilihan kami. Tapi akhirnya kami memutuskan untuk wawancara di dalam mobil di dalam parkiran mobil. Hihiii lucuu..Eh tapi lebih private loh, lebih sunyi senyap juga :) 

Setelah selesai, mas Ifan dan tim pamit dan mengucapkan banyak terima kasih kepada saya. Dan alhamdulillah di bulan September ini profile tentangku sudah terbit. Ini bisa menjadi tabungan saya untuk si buah hati, Narendra Havian :)

Cover Tabloid Nakita No. 808 - 30 September 2014

Me and my family at Tabloid Nakita

2 comments

  1. Kenapa direkomendasikan? Because you worth it, mak. Selamat ya, telah merangkai kenangan untuk warisan anakmu kelak. Salam hangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Really appriciate mak. Maturnuwun :) *kiss2*

      Delete