Ternyata Penggunaan Dot (empeng) itu Dilarang

Hari ini 3 Juli 2014, adalah jadwalnya Baby Narend imunisasi combo. Imunisasi DPT I & II, HIB II, Polio III, Rotavirus III. Alhamdulillah antrian dokter Tissa hari ini tidak terlalu ramai. Kami hanya menunggu 4 nomor antrian saja. Sekitar 30 menit.

Sebelumnya Baby Narend ditimbang dulu. Di usianya saat ini, BBnya 6,2 kg dan panjang badan 62 cm. Alhamdulillah normal ya. Eh ya, saya juga numpang nimbang BB. Wooow.. BB saya belum turun-turun nih. Masih nangkring di angka 65 kg hikss... Emang susah ya, kalau jadi busui untuk diet. Paling saya cuma diet karbo aja, gak mau diet ketat. Walaupun kondisi mengharuskan saya berdiet untuk keperluan komersil :)) Tapi yah demi Baby Narend, di usianya saat ini dia butuh asupan ASIX yang bergizi dan pastinya aku harus cukup makan :)

Bulan lalu belum ada jadwal untuk imunisasi. So, baru usia 4 bulan inilah kami bertemu dokter Tissa kembali. Yah jadi lumayanlah absen 1 bulan untuk bisa menabung di bulan ini imunisasi.

Dan kemudian kami masuk ke ruangan dokter. Wah, tampaknya ada kesalahan. Suamiku belum menebus resep yang sudah diberikan sebelumnya. Oleh karena itu sebelum mulai imunisasi suamiku disarankan ke bagian pendaftaran, yang tidak jauh dari ruang dokter (masih 1 lantai) untuk menebus obatnya terlebih dahulu. Dan akupun tetap tinggal di ruangan dokter bersama baby Narend.

Kuletakkan Baby Narend di tempat tidur eksekusi (halaah... aku gak tau namanya apa) hihii... Ahhh baru beberapa detik aja dia langsung tengkurap. Saat itu Dr. Tissa sedang konsentrasi melihat buku riwayat kesehatan Baby Narend. Karena posisi tempat tidurnya lebih tinggi dari meja dokter, saat Narend tengkurap dengan posisi mini push up, seakan-akan mengintip apa yang dikerjakan Dr. Tissa. Karena ada bantal di bawah Narend saat itu. Akibatnya cuma kepalaanya aja yang kelihatan.

Kemudian suster masuk membawa obat yang tlah ditebus oleh suamiku. Tapi suamiku belum masuk ke ruangan dokter. Tampaknya masih sibuk mengurus administrasi. Sekejap setelah Dr. Tissa menoleh ke baby Narend, beliau langsung kaget dan tertawa, "Haiii kamuu... kok ngintip?? Ya ampuun udah bisa tengkurap ya??? Lucu amaat!"

Hahaa.. ya spontan suster dan Dr. Tissa menghampiri Baby Narend dan Narend langsung tertawa. 

"Waah... anak ini ramah banget ya. Dikit-dikit ketawa. Lucu banget! Tapi kalo nanti udah umur 6-8 bulan mah kadang-kadang udah takut sama orang"

Hehehee.. mudah-mudahan gak ya Narend :)

Langsung Narend dieksekusi. Obat imunisasinya dibagi dua. Ada yang diminum. Dan ada yang disuntikkan. Imunisasi pertama yaitu yang diminum. Sebelum diminumkan, dr. Tissa bertanya kapan terakhir kali Narend minum susu. Karena dikhawatirkan setelah minum obat imunisasi ini, bisa muntah. Sayang juga harganya 200ribu bow :) Paling tidak jeda minimal 2 jam. Karena rasa obatnya manis banget, yang membuat bayi tidak nyaman dengan rasanya. Untung saja Narend terakhir kali nenen yaitu 3 jam sebelumnya.


Aku disibukkan menghibur dan mengalihkan perhatian Narend. Supaya dia tidak nangis. Agak ribet juga aku harus ngoceh-ngoceh and joget-joget sendiri di depan dokter and susternya :)) Sementara suami masih mengurus soal administrasi diluar.

Sesaat setelah disuntikkan, respons Narend hanya mengernyitkan dahi dan sama sekali dia nggak nangis, horeee senangnya :) Dalam hati udah ketar ketir, bakalan nangis, eh ternyata nggak. Dia malah ketawa. Haeee lucunya anak ini. Waaah Narend pintar yaa... Love you son! :)

Selesai imunisasi kami langsung menuju loket kasir untuk membayar. Total biaya imunisasi bulan ini yaitu 150K dari keseluruhannya yaitu 600K (Alhamdulillah 80% nya masih dicover asuransi). Jadi sedikit banyak meringankan beban :)

Ohya, sebelum kami keluar ruangan, kami sempat bertanya ke dokter Tissa.

1. Apakah normal ya dok kalau bayi sering menghisap-hisap jarinya sendiri?
Jawaban : Ya normal, namanya juga masih bayi. Ntar kalau udah mencapai 6 bulan malah lebih hebooh lagi. Seluruh tangan and kakinya malah dimasukkan semua ke dalam mulut. Dan ajaibnya memang cuma bayi aja yang seperti ini :))

2. Apakah normal ya kalau dia banyak air liurnya?
Jawaban : Ya normal. Seusianya memang produksi air liurnya sedang banyak.

Dan yang terakhir,

3. Dok, si Narend gak bisa tidur-tidur, akhirnya sekarang saya sering kasih empeng (dot). Dan katanya saya baca menurut literatur yang ada, sempet tanya-tanya teman juga, penggunaan dot itu dilarang ya dok? Sebenarnya gimana sih dok? Soalnya si Narend udah gak mau menghisap-hisap dot lagi. Maunya puting terus. Padahal sebelumnya mau saat usianya masih 3 bulan.
Jawaban : Ya bagus berarti kalau dia sudah nggak mau. Kalau sebelumnya mau dan sekarang gak mau, sebaiknya dihentikan saja penggunaan dotnya. Ya memang betul, penggunaan dot yang terlalu intens akan mempengaruhi sturktur dari giginya. Jadi sebaiknya kalau dia gak mau tidur, kasih puting saja, jangan dot deh. Karena nanti kalau udah hapal dan mau sama dot lagi, dia jadi maunya tidur dengan dot. Jadi, kalau dia udah mulai menghisap-hisap tangannya, biarkan aja gapapa. Karena dia masih belajar mengenal anggota tubuhnya.

Alhasil saya sekarang jadi tahu bahwa penggunaan dot itu sangat tidak disarankan ya. Jadi ya beruntung si Narend gak 'nagih' dot terus.

Setelah selesai imunisasi, kamipun pulang. Kami akan kembali lagi untuk imuisasi bulan depan. 






No comments