Dibalik Kemewahan Kain Tenun Indonesia

Selfie dulu :) - Doc : Pribadi

Jika kamu mendengar kata Tenun, apa yang ada dipikiran kamu? Saya yakin mayoritas pembaca akan menjawab “kain tradisional khas Indonesia”, betul ga? :) Buat yang belum tahu, Tenun itu sendiri adalah sebuah teknik pembuatan kain dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang.

Tau gak ternyata banyak orang Indonesia yang gak suka memakai tenun, alasannya sih simple, gak modis, kuno, motifnya itu-itu aja. Tapi ternyata, di tangan para designer berbakat Indonesia, kain Tenun tradisional, diubah menjadi sebuah busana yang indah, menawan dan bernilai jual tinggi. Penasaran? Yuk baca artikelku sampai selesai :)

Proses Tenun - Doc : tenunntt.blogspot.com

Tau gak tiap tahun setiap bulan Mei ada event besar di Kelapa Gading yang berhubungan dengan Fashion, Food dan Carnaval? Nah Pemerintah propinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bekerja sama dengan PT. Summarecon Agung Tbk. mengadakan Jakarta Fashion & Food Festival disingkat JFFF (baca: je ef tri). Nah tiap tahun, JFFF selalu memiliki tema yang berbeda loh,  tema tahun ini adalah "The Beginning of The Second Decade" dengan menampilkan 11 desainer loh, mulai dari Ali Charisma, Barli Asmara, Deden Siswanto,  Defrico Audy, Didiet Maulana, Itang Yunasz, Lenny Agustin, Musa Widyatmodjo, Sofie, Stephanus Hamy, dan Rafi Ridwan. Gimana fashionista, tertarik? :)

Gimana caranya bisa dapat undangan JFFF ?

Alhamdulillah hari itu aku mendapat undangan dari BBlog untuk bisa berkesempatan hadir di fashion show Jakarta Fashion and Food Festival 2014. Rasanya super excited banget, pasalnya undangan fashion show yang akan aku hadiri kali ini adalah mengangkat tema kebudayaan Indonesia, yaitu Cita Tenun Indonesia (CTI). Sesuai dengan passion dan bidang usaha yang saya geluti yaitu batik dan tenun. Dengan deretan designer terkenal mulai dari Denny Wirawan (Sumba), Priyo Octaviano (Sambas), Aguste Susastro (Bali), Ari Seputra (Lombok), Era Soekamto (Badui), Barli Asmara (Garut), Chossy Latu (Sumbar), Didi Budiardjo (Bali Barat) dan Stephanus Hamy.

Nah ini nih penampakan undangan JFFF, tapi kalau boleh jujur, tanpa undangan pun kamu bisa masuk dengan bebas loh, kok bisa? Iya, karena waktu masuk ke dalam ruangan fashion show, tidak ada pengecekan undangan :) hm.. mungkin ini bisa jadi masukan bagi acara JFFF 2015 :)
Nemu undangan di kursi waktu pulang, yah lumayan jadi materi blog :) - Doc: Pribadi

Seperti undangan diatas, acara fashion show yang saya hadiri ini berlangsung tanggal 17 May, yup hari Sabtu, harinya macet nasional di Jakarta, menampilkan Cita Tenun Indonesia dengan tema "Jalinan Lungsi Pakan". Nah kalau mendengar kata "Lungsi" dan "Pakan", saya yakin gak semua orang mengetahui, terutama bagi yang awam dengan istilah-istilah dalam dunia tenun. Ok, mengambil sumber dari TenunIndonesia.com, istilah "Lungsi" adalah benang yang terletak memanjang (vertikal) pada alat tenun. Nah kalau "Pakan" adalah benang yang masuk keluar pada lungsi saat menenun. Nah biasanya alat tenun yang memiliki lungsi dan pakan sekaligus disebut Tenun Ikat Ganda :) Menarik?

Gimana nih perjalanan menuju JFFF?

Bertempat di Ballroom Hotel Harris Kelapa Gading, butuh waktu 1 jam untuk bisa sampai ke lokasi ini dari rumahku di Bekasi. Alhamdulillah saat itu kondisi lalin cukup bersahabat. Sengaja saya mempersiapkan diri 1 jam sebelumnya sudah hadir di lokasi pukul 17.30 WIB.

Foto bersama baju rancangan desainer Indonesia :) - Doc : Pribadi

Rupa-rupanya akses menuju Hotel Harris Kelapa Gading ini penuh dengan antrian mobil yang ingin masuk ke parkiran dan drop off di depan lobby. Ahhh... bisa-bisa aku telat nih :( Alhasil aku baru bisa mencapai ballroom which is yang berada di lantai 5 sekitar pukul 18.00. Lumayan nih, macet lokal di parkiran sekitar 30 menit. Dan mencari tempat parkirpun agak sedikit menguras waktu. Karena jam tersebut berpapasan dengan jam pulang orang yang ingin masuk ke dalam Mal Kelapa Gading (MKG).

Suasana Lobby JFFF, makanannya sudah ludes sejak jam 18.30 - Doc : Pribadi

Saat aku ingin menaiki lift, ternyata aku berbarengan dengan semua tamu-tamu undangan JFFF yang hadir saat itu. Semua tamu undangan nampak cantik dan sangat elegan dengan balutan busana dari tenun. Tampil dengan busana formal. Ada yang menggunakan kain tenun, abaya tenun sampai kemeja dari tenun untuk para tamu undangan (pria). Sampai aku minder sendiri dengan dandanan yang ala kadarnya seperti ini :) Yah maklumlah, untuk hadir kesini bagiku adalah suatu perjuangan untuk ukuran ibu-ibu yang masih punya bayi berumur 2.5 bulan. Dan harus meninggalkan ASIP di rumah dengan pengasuhnya. But whatever it is, aku cukup pede-pede aja dengan dandanan seperti ini.

Antri "sembako" dipintu masuk Fashion Show - Doc : Pribadi

Sejak jam 19.00, aku sudah mengantri "sembako" di depan pintu masuk acara Fashion Show, alasannya? Pengalamanku menyaksikan Fashion Show di Jakarta Fashion Week (JFW) gak boleh telat karena kalau sampai telat 1 menit aja, gak bakal dibukain pintunya, namun menunggu sampai 20 menit lebih didepan pintu tidak mengubah keadaan :( tetep saja pintu masuk belum dibuka, akhirnya sekitar jam 19.30 lewat para undangan dipersilakan masuk, alasan keterlambatannya setelah mendengar dari pihak penyelenggara, ternyata waktu sedikit molor dari jadwal undangan karena ada press conference terlebih dulu. Buat fashionista yang mau melihat suasana waktu menunggu "sembako" didepan pintu ruangan fashion show? Tonton saja video dibawah.


YES, setelah menunggu antrian selama 30 menitan lebih, akhirnya pintu ruangan fashion show dibuka, para pengunjung pun membludak mencari posisi yang enak untuk melihat acara ini, saking antusiasnya sampai pakai acara dorong mendorong waktu masuk ke ruangan. Penasaran gimana suasana "kehebohan" waktu para fashionista masuk ke ruang fashion show? tonton saja video dibawah


Penampakan suasana Fashion Show JFFF bagaimana?

Nah dibawah tampilan foto 180 derajat yang memperlihatkan bagaimana suasana ruangan fashion show sebelum acara, sengaja sih saya foto saat terang, karena jika sudah mulai fashion show lampu pasti dimatikan, tenang bukan karena mau tidur kok, tapi agar perhatian penonton ke panggung catwalk. Bisa terlihat sebelah kiri tengah adalah panggung catwalk para model berjalan, nah disisi kiri dan kanannya penonton dengan posisi tempat duduk tribune, seperti biasa di bagian depan panggung catwalk sudah siap para fotographer, nah yang paling kanan (belakang) itu bagian sound system, narator, sampai lighting.

View ruangan Fashion Show 180 derajat - Doc : Pribadi
View panggung catwalk, rame bener kan di baris depan :) - Doc : Pribadi

Seperti fashion show pada umumnya, setiap fashion show pasti memiliki tema, tema JFFF kali ini adalah kain tenun, sehingga background music dan slideshow disesuaikan masing-masing dengan tema baju yang di usung oleh para designer.

IT'S SHOW TIME ^^

Acara dimulai dengan foto bersama antara Ibu Oka Hatta Rajasa selaku Ketua Perkumpulan Cita Tenun Indonesia (CTI), didampingi dewan pengawas CTI, ibu Moeryati Widodo AS dan juga para pengurus CTI, ibu Syamsi Darkisa, ibu Wira Yahya, ibu Dani Dahlan, ibu Cita, ibu Cut Wardani, ibu Tria Basuki, ibu Hartanto Wibowo dan ibu Mus Ismail, memberikan penghargaan kepada pada designer. Setelah itu ibu Lidiawati Raharjo sebagai Direktor Summarecon Agung Tbk mendapatkan penghargaan dari ibu Oka Hatta Rajasa.

Foto bersama CTI dan Summarecon :) - Doc : Pribadi

STEPHANUS HAMY (Tenun Sulawesi Tenggara)

Asikkkkk lampu mulai dimatikan, tandanya fashion show dimulai :) Desainer Indonesia yang pertama kali tampil adalah Stephanus Hamy, siapa sih yang tidak kenal dengan Stephanus Hamy, beliau adalah sosok desainer yang selalu setia mengusung beragam tenun khas Indonesia. Kemarin hari Jumat tgl 16 jam 5 sore, beliau mengadakan fashion show tunggal dengan mengambil tema "Sumatra to Sulawesi", kali ini hari Sabtu, beliau khusus menampilkan tenun dari Sulawesi Tenggara. Background music fashion show mulai terdengar, suasanya hutan sangat terasa, apalagi musik diawali dengan lolongan srigala, dilanjutkan dengan tabur genderan seperti ditengah hutan, awesome! :)

I love white brown dress with gold accent, cocok dipakai meeting dengan client :) - Doc : Pribadi

Rancangan pertama Stephanus Hamy adalah baju 3 pieces, atasan lengan pendek (kira-kira) senada dengan celana warna merah gradasi ungu dan jaket tenun lengan panjang dengan warna dominan biru. Rancangan kedua adalah tenun dengan nuansa hitam yang dikreasikan menjadi dress selutut plus ikat pinggang warna hitam yang di simpulkan ke belakang seperti kupu-kupu, rancangan yang simple tapi berkelas :) Rancangan ketiga, atasannya seperti kebaya karena bagian bawahnya yang tidak rata trus celana panjangnya berwarna biru, sekilas mirip seperti jeans, namun ternyata setelah diperhatikan adalah tenun berwarna biru, jaketnya keren banget, aku suka sekali dengan jaket seperti ini, pas banget untuk acara formal :) Untuk rancangan keempat, mirip sekali dengan rancangan kedua, bedanya kali ini menggunakan tenun berwarna putih dengan nuansa gold di lengan, ikat pinggang dan bagian bawah serta kerah seleher. Rancangan kelima sama seperti rancangan ketiga, bedanya kali ini dengan atasan polos merah, celana panjang warna coklat ditambah jaket tenun tanpa kancing. Diakhiri dengan tepuk tangan dari pengunjung, overall, keren :)

BARLI ASMARA (Tenun Garut)

Selanjutnya, adalah Barli Asmara dengan tema Culture Mix mengangkat Tenun Garut. Background music kali ini adalah trance music dengan alat musik tradisional, jadi semangat nontonnya :)

Model rok duyung untuk rancangan keempat unik banget :) - Doc : Pribadi

Rancangan pertama dress biru sleeveless dengan rok sepaha plus nuansa tenun berwarna biru laut, yang aku suka rok sepan ditambah aksen rempel pendek dibagian bawah :) Sekilas rancangan kedua tidak seperti tenun loh, dikombinasi dengan aplikasi kain hitam dan bulu di dada dengan lengan panjang sampai pergelangan, aku mau nih pakai dress ini ke pesta :) Nah rancangan ketiga mirip seperti motif batik gak? :) mungkin karena permainan warna coklat tanah yang biasa dilakukan pada warna batik, lengan 3/4 dengan model yang simple, cocok dipakai bagi kamu yang berjiwa muda :) Rancangan keempat ini yang paling aku suka, soalnya model rok duyung, bagian atasnya cocok sekali dengan tenun bermotifkan bunga berwarna kuning :) Rancangan terakhirnya baju lengan panjang warna kuning gold, dikombinasikan dengan celana panjang warna hijau ditambah jubah warna merah semata kaki, buat aku tabrak warnanya berani sekali dan pas :)

PRIYO OCTAVIANO (Tenun Sambas)

Desainer selanjutnya adalah Priyo Octaviano (SPOUS) dengan tema "Paris to Sambas", mengangkat Tenun Sambas (Nama Sambas mungkin terdengar tidak familiar bagi sebagian orang, buat yang belum tahu, Sambas berada di Propinsi Kalimantan Barat, buat yang mau tahu tentang Sambas, klik saja disini). Background music seperti mesin ketik konvensional digabung lagu ala eropa (saxophone), dan seketika pengunjung terkesima dengan video yang diputar karena dikemas sangat apik :) tak selesai disitu, setelah itu dilanjutkan ke-5 model masuk ke panggung catwalk sekaligus, berbeda dengan peragaan busana sebelumnya, dimana model keluar satu persatu, menurut aku, original dan terkonsep dengan baik, keren, apalagi lagu dengan bahasa prancis sangat cocok dengan busana kali ini, terlihat semua model sangat elegan :)

Aku paling suka rancangan paling kanan, elegan dan mewah, en pas banget model yang memakainya :) - Doc : Pribadi

Yang berbeda kali ini, semua model menggunakan aksesoris topi yang disesuaikan dengan busana yang dikenakan, namun overall semua berbentuk bunga. Rancangan pertama baju pesta tanpa lengan yang transparan dibagian dada dan rok, wah yang memakai harus PD banget nih, nah untuk menutupi bagian tertentu tubuh diberi aksen bunga draperi, untuk bahan tenun dipakai dibagian depan (yang ada lipatan). Rancangan kedua dress pesta lengan panjang dengan warna dominan oranye, bahan tenunnya ada pada bustier yang digunakan, roknya aku suka banget, aplikasi aksen bunga draperi sangat detail dan mewah :) Rancangan ketiga, mirip dengan rancangan pertama, bedanya kali ini dibuat lengan panjang dan tidak transparan, serta aplikasi aksen bunga berada bagian paling bawah. Rancangan keempat, bagian atas dengan lengan 1/2 menggunakan aplikasi aksen bunga terbanyak dari model baju yang lain, keren banget :) Nah ini nih rancangan kelima, yang terbaik dari 4 rancangan lain menurut aku, warna dominan kuning gold, apalagi jaketnya full tenun dengan warna senada sangat elegan dan mewah. Setelah selesai, Priyo Octaviano keluar dan disambut dengan 4 karangan bunga :)

ARI SEPUTRA (Tenun Lombok)

Selanjutnya desain dari Ari Seputra, dengan tema Nuansa, menggunakan Tenun Lombok. Background music khas gamelan.

Desain simple dengan pemilihan motif dan kain yang pas - Doc : Pribadi

Rancangan pertama simple sekali, atasan tanpa lengan dan rok span, motif tenun vertical dikombinasi motif tenun besar dibagian semi jaket, warna dominan coklat sehingga terlihat sporty but elegan. Rancangan kedua, dress dengan tenun dominan hijau pastel, di kombinasi dengan celana panjang  plus dipercantik ikat pinggang dengan warna senada, busana ini juga pas dipakai tanpa celana panjang loh :) Rancangan ketiga, sangat maskulin banget menurut aku, karena atasan lengan panjang, plus celana panjang model pensil, pemilihan warna abu-abu putih pas sekali dan tidak menimbulkan kesan norak, namun lebih kearah soft. Rancangan keempat, tampil dengan nuansa biru, atasan dengan dalaman putih berkerah dan lengan panjang warna, atasan luarnya kalau dibuka sepertinya keren :) cocok sekali dengan motif tenun pada rok. Rancangan kelima, dress sepaha plus jaket sepaha dengan warna nuansa krem pastel, aku suka banget dengan jaket sepaha, apalagi kalau untuk meeting dengan client, keren :)

ERA SOEKAMTO (Tenun Badui)

Berikutnya adalah favorit aku :) Era Soekamto dengan tema Tapa, mengangkat Tenun Badui (Shoes by Mariska Fidya, Accesories by Dinaldi Yunadi). Background music awal bernuansa gamelan dan gong. Diawali dengan model yang bergerak dari sisi kiri ke sisi kanan, membuat penasaran bagaimana model busana-nya :)


Tenun Badui berbeda dengan kain tenun daerah lain yang motifnya beraneka ragam serta besar-besar, Tenun Badui lebih ke arah garis dan kotak-kotak sekilas seperti sarung. Rancangan pertama terlihat sangat simple dengan motif tenun kotak-kotak, warna biru navy di kombinasi kuning gold, yang keren adalah teknik menggunakan rok ini, selembar kain tenun di sulap menjadi rok tanpa mesin jahit :) Rancangan kedua, lebih simple dari rancangan pertama, tenun kotak-kotak dikombinasi bahan polosan warna gold, simple and elegan :) Rancangan ketiga lumayan unik, awalnya aku melihat kerah sanghai dan model kelelawar, namun ternyata ini seperti atasan jaket namun tidak terbuka seperti jaket, karena dari pinggang ke bawah terlihat, plus atasannya menggunakan polosan warna biru, yang aku suka penggunaan ikat pinggang yang memberikan aksen so girly :) Rancangan keempat, atasan lengan 3/4 menggunakan kain polosan biru dan dibagian lengan dan bawah menggunakan aplikasi tenun, untuk rok sama seperti rancangan pertama, membuat rok tanpa mesin jahit :) Rancangan kelima hampir mirip dengan rancangan pertama, dimana roknya tidak di jahit, cukup diberi draperi , lalu jaket dengan lengan balon yang dikombasi dengan tenun motif senada dengan rok. Saya kira, yang keluar adalah ibu Era Soekamto, tapi ternyata asistennya :) Overall keren :)

 AUGUSTE SOESASTRO (Tenun Bali)

Selanjutnya adalah Auguste Soesastro (KRATON), dengan tema Mission Election, mengangkat Tenun Bali (Shoes by Runaldi). Dihiasi dengan background music techno.

Wow dominan warnanya coklat pastel, ngeliatnya adem bener :) - Doc : Pribadi

Rancangan pertama, so simple, atasan dengan tenun Bali, dikombinasikan celana dengan draperi samping. Rancangan kedua, atasan tanpa lengan, dengan motif tenun yang agak besar, terkesan seperti jaket tanpa lengan. Rancangan ketiga, ordinary jacket, I love it, pas banget dikombinasikan dengan atasan plus bawahan broken white. Rancangan keempat, kain tenun dibuat menjadi celana, lalu dikombinasikan atasan putih dan menggunakan jaket selutut, jadi mau koleksi buat jaket dirumah :) Rancangan kelima, kali ini tenun dibuat menjadi cardigan. Seluruh tenun mayoritas berwarna coklat krem pastel, benar-benar "pas" dimata :)

Chossy Latu (Tenun Sumatera Barat)

Berikutnya penampilan dari Chossy Latu, dengan tema "Tenun Sophistication", mengangkat Tenun Sumatera Barat. Background music Barbra Streisand dengan judul No More Tears :) keren

Rancangan nomor 4 keren banget, jadi mau bikin seperti itu versi Batiknya :) - Doc : Pribadi

Saat model yang mengenakan rancangan pertama keluar, langsung tepuk tangan dari para penonton termasuk fotografer, well memang busana yang dikenakan plus orang yang memakai sangat pas dan cocok :) atasan tanpa lengan dan celana pendek, dikombinasikan dengan jaket tenun warna broken white. Rancangan kedua kali ini dress 2 pieces dengan atasan warna blink silver, nah songket warna broken white terkesan seperti polosan :) Rancangan ketiga atasan tenun warna broken white lengan 3/4, pas sekali seperti rancangan kedua celana warna blink silver :) Rancangan keempat buat aku keren banget, yah mungkin karena aku kolektor jaket yang panjanganya selutut :) warna dominan merah gold terkesan apik dan berkelas. Rancangan kelima menggunakan tenun dengan motif sama seperti rancangan keempat, namun kali ini dibuat menjadi cardigan, cool :) Setelah selesai, Chossy Latu keluar dan mendapat 3 bunga ucapan selamat :)

DIDI BUDIARDJO (Tenun Bali Barat)

Penampilan terakhir dari Didi Budiardjo, dengan tema "Offering Caman Sari", mengangkat Tenun Bali Barat. Background music menggunakan musik khas Bali yaitu Tari Kecak :) Pengunjung diberikan prakata dalam video tentang asal muasal offering di Bali.

Wah kali ini 7 rancangan desain sekaligus :) - Doc : Pribadi

Kalau melihat foto diatas, ada yang berbeda gak? Yup betul, kalau diperhatikan ada 7 rancangan, berbeda dengan para desainer sebelumnya yang hanya 5 rancangan :) dan tidak hanya itu, tiap model juga memakai topi yang nuansanya disesuaikan dengan bagian bawah. Rancangan pertama, model dress dikombinasikan dengan rompi tenun tanpa lengan. Rancangan kedua, atasan sekaligus bawahan dengan tenun warna coklat yang motif, simple tapi keren :) Rancangan ketiga, mirip seperti rancangan kedua, namun kali ini ada kerah seleher dan kancing bukaan depan plus diberi ikat pinggang dengan aksen gold. Rancangan keempat, atasan lengan panjang dengan aplikasi dibagian leher (warna putih), yang aku suka roknya semi duyung :) Rancangan kelima, jaket motif tenun dengan panjang selutut sangat pas dengan dalaman dress warna gold. Rancangan keenam, mirip dengan rancangan nomor 3, bedanya kali ini lengannya lebih 3/4 dan ada bukaan depan deh. Rancangan ketujuh, atasan dengan tenun, dikombinasi dengan rok lipat warna hijau, and yang aku suka adalah jaket selutut :) sangat elegan. Akhirnya Didi Budiardjo keluar dengan mengkoleksi 6 karangan bunga, keren :)

Sebagai penutup, seluruh model dari awal sampai akhir keluar di panggung catwalk :)

Parade seluruh model saat berakhirnya acara - Doc : Pribadi

Nah buat yang kurang puas baca, bisa nonton video fashion show dari awal sampai akhir berdurasi 41 menit yang aku upload ke Youtube, hope you enjoy it fashionista :)



Secara umum bagaimana Fashion Show kali ini?

Tak terasa acara fashion shownya sudah selesai, banyak sekali baju yang bisa menginspirasi para desainer-desainer muda, terutama saya :) jadi berfikir mulai mengkombinasikan antara desain batik saya dengan tenun, pastinya keren nih :) Oya, waktu pertunjukan selesai, banyak orang-orang yang menuju jalan keluar, mau lihat bagaimana kesibukan mereka, yuk tonton dibawah.


Sebelum pulang, aku usahakan untuk foto diatas panggung catwalk, yah minimal bisa merasakan diatas panggung catwalk :) saat aku foto, ternyata banyak yang mau ikut-ikutan foto diatas panggung, hmmm follower :)


Tenun adalah salah satu warisan bangsa Indonesia, ditangan seorang desainer, Tenun disulap menjadi busana yang indah, menawan dan mewah. Yuk kita lestarikan Kain Tenun Indonesia :)

Buat yang belum tahu, Acara ini diorganisir oleh B Blog Indonesia dan di sponsori oleh Jakarta Fashion and Food Festival 2014

 

5 comments

  1. Apa benar mbak, kain tenun itu khas Indonesia? kalau "betul", teknik apa yang dipakai bangsa lain dalam membuat kain, sebelum peradaban bangsa indonesia ada? Saya pernah melihat orang membuat kain menggunakan teknik tenun, wah untuk satu meter saja butuh berapa lama ya? bayangin merajut perhelai benang.

    ReplyDelete
  2. Acaranya keliatan ramai dan mewah banget, Mba.
    Senang, ya. Bisa hadir.

    ReplyDelete
  3. keren ya acaranya. Keren reviewnya ^ ^

    ReplyDelete
  4. kereenn sist
    salam http://purimuslim.com

    ReplyDelete